
Gaza sangat marah mendengar penjelasan Dira dia sungguh tidak bisa mengontrol emosi nya padahal Dira sudah berusaha menenangkan Gaza sebisanya
" Gaza tenanglah kita cari jalan terbaik bersama " ucap Dira
Gaza tidak mendengarkan perkataan Dira dia masih mondar mandir sambil mengepalkan tangannya seperti ingin memukul orang
" Dira saya perlu pengalihan perhatian agar bisa tenang " jawab Gaza cemas
" pengalihan perhatian seperti apa ? tanya Dira panik
" saya tidak tau yang jelas saat ini saya ingin membunuh orang " jawab Gaza cepat
Dira panik mendengar perkataan Gaza karena ingin membunuh orang apalagi sekarang Dira melihat Gaza akan keluar kamarnya tanpa berpikir lama Dira menarik tangan Gaza dan mencium bibirnya dengan perlahan
Gaza masih terdiam menerima ciuman dari Dira karena dirinya belum terlalu sadar hingga Dira mengigit bibirnya barulah Dia sadar
" aaahhhh ...!!! teriak Gaza sambil memegangi bibir nya
Dira langsung mundur ke belakang mendengar suara teriakan Gaza dan melihat jika Gaza sudah mulai tenang
" bagaimana apa berhasil , kamu sudah tenang ? tanya Dira memastikan
Gaza mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Dira
" iya berhasil , tapi kamu membangunkan
yang lain " jawab Gaza santai sambil berjalan perlahan mendekati Dira
" maksudnya ? tanya Dira bingung
Gaza langsung menarik tangan Dira dia juga menekan pinggulnya hingga tubuh mereka begitu dekat membuat Dira gelisah
" Ga... Gaza apa yang kamu lakukan ? tanya Dira gugup sambil tangannya mendorong dada Gaza agar tidak terlalu dekat
" kamu memang berhasil mengalihkan perhatian ku untuk membunuh orang " Gaza menjeda ucapannya
" tapi kamu membangunkan yang lain nya yang lebih liar Dira " ucap Gaza dengan nada tegas
" apa " ucap Dira panik
" bagaimana mungkin " gumam Dira
tanpa menunggu lama Gaza langsung mencium bibir Dira dengan lembut tapi semangkin lama ciumannya semangkin kasar membuat Dira kaget dan mendorong tubuh Gaza
"Gaza...hah...hah...jangan terlalu lama saya susah bernafas " ucap Dira ngos-ngosan
Gaza memandangi wajah Dira yang terlihat lucu dia tersenyum tipis melihatnya dan mengusap bibir Dira dengan lembut serta mendekat kan wajahnya dengan perlahan
" kamu manis sekali membuat ku menginginkan lagi dan lagi " bisik Gaza membuat Dira merinding
belum juga Dira protes Gaza langsung mencium bibir nya lagi kali ini Gaza menggendong tubuh Dira di depan dia juga tidak melepaskan ciuman itu sekarang Gaza malah berjalan menuju ranjangnya
Dira terbuai oleh tindakan yang dilakukan Gaza dia juga menikmatinya terbukti Dira membalas ciuman Gaza sepanjang jalan Mereka masih saling berciuman
__ADS_1
" Gaza " ucap Dira pelan di sela - sela ciumannya
Gaza mengerang mendengar suara Dira yang lembut hasratnya bergejolak karena sudah sampai ubun - ubun
" aahhhkkk.....Dira saya tidak bisa berhenti " ucap Gaza dengan nada menggebu
Dira melihat Gaza yang menderita seperti itu akhirnya memutuskan malam ini akan melakukannya sekali lagi bukankah ini tujuannya sejak awal
akhirnya Dira menarik leher Gaza agar mendekat dia langsung mencium bibirnya membuat Gaza semangkin di bakar gairah
" Dira apa kamu yakin ? tanya Gaza di tengah ciumannya
Dira mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Gaza padahal dirinya masih ada keraguan tapi mau bagaimana lagi dia harus menghadapi trauma nya
Dira juga akan sering bertemu Dirga jadi dia harus kuat dan melawannya Dira juga harus terlihat baik baik saja nanti di hadapan ayahnya karena dia tidak mau membuat nya khawatir
" jangan menyesalinya nanti ? tanya Gaza lagi
" tidak akan " jawab Dira yakin
mendengar jawaban Dira Gaza langsung mencium bibir Dira dengan brutal Gaza juga memberikan tanda kepemilikan nya di tubuh Dira membuat Dira mengeluarkan suara yang membuat Gaza semangkin semangat
" aaahhh....ja...jangan di...sanah " ucap Dira dengan nada pelan
pasalnya Gaza ingin membuat tanda kepemilikan nya terlihat tapi Dira tidak mau karena akan bahaya untuk nya jika di lihat Dirga apalagi ayahnya
dan Gaza menurut tapi dia sudah tidak bisa menunggu lagi terbukti sekarang Mereka sudah polos seperti bayi karena Gaza membuang baju Dira dan dirinya entah kemana
Dia begitu kecanduan dengan tubuh Dira jika Dira mulai lelah Gaza akan berhenti bermain tapi hanya beberapa menit saja kemudian Dia melanjutkan nya lagi
mereka bermain terus berulang-ulang hingga waktu menunjukan pukul tiga dini hari barulah Gaza mulai lelah dia akhirnya berhenti dan merebahkan tubuhnya di samping Dira kemudian memeluk wanitanya dengan erat
" maaf kamu pasti sangat menderita " ucap Gaza sambil memeluk Dira
Dira hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Gaza kemudian dia membalas pelukan Gaza dan tidur di lengannya
Gaza yang melihat tingkah Dira hanya tersenyum tipis kemudian dia mencium kening wanitanya serta tak lupa tangannya selalu mengelus rambut Dira yang panjang
" i love you , tidurlah " ucap Gaza penuh cinta
setelah Gaza mengatakan itu dia mendengar suara dengkuran halus Dira pertanda wanitanya telah tertidur pulas dan tak berselang lama Gaza juga tertidur
sementara itu di tempat Dirga dia sedang bertemu dengan Clara mereka berada di club milik Dirga yang sering digunakan untuk berkumpul dengan anak buahnya termasuk Gaza
" terimakasih tuan Dirga sudah mengundang ku kesini " ucap Clara lembut
" kamu suka ? tanya Dirga basa basi
" sangat , sudah lama saya tidak ketempat seperti ini sejak kesini " jawab Clara sambil meminum wine yang ada di meja
" bagaimana menurutmu tempat ini ? tanya Dirga lagi
" sangat ramai dan bagus pastinya " jawab Clara penuh semangat
__ADS_1
" tidak mudah masuk ke tempat ini , tapi jika kamu ingin ke sini saya pastikan tempat ini terbuka lebar menerima kedatangan kamu " ucap Dirga tegas
" benarkah , saya tidak suka basa basi tuan Dirga katakan apa yang harus saya lakukan ? tanya Clara to the points
" hahaha....kamu memang pintar untuk sekarang tidak ada nikmati saja waktu mu " jawab Dirga
setelah mengatakan itu Dirga mengambil minuman dengan sekali tegukan air itu sudah habis walupun ada beberapa air yang jatuh menetes membasahi bajunya
tindakan Dirga yang seperti itu membuat Clara terpesona karena Dirga terlihat cool di matanya
Dirga menyadari nya dia berfikir rencananya berjalan sempurna
" mau menari dengan ku " ajak Dirga
" sure " jawab Clara langsung
mereka akhirnya turun ke lantai dansa dan menari bersama di iringi musik DJ yang semangkin membuatnya bebas bergoyang
Dirga melihat Clara sudah mulai mabuk dia memberikan kode pada Marko supaya mendekat setelah Marko datang dia membisikan sesuatu di telinganya
Marko hanya mengangguk kan kepalanya mendengar perintah tuan nya kemudian dia pergi
" kamu sudah mabuk ayo saya antar pulang " ajak Dirga
" tidak mau saya masih ingin menari " ucap Clara sedikit kesal
" jika ayah mu tau pulang dengan keadaan mabuk dia tidak akan mengijinkan kamu keluar lagi " ucap Dirga tegas
" kamu cerewet " jawab Clara cepat
" ayo pergi dari sini , saya akan menunjukan tempat yang paling indah malam ini " ajak Dirga
" sungguh " ucap Clara polos
Dirga hanya mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Clara
" baiklah lest go... " ucap Clara semangat
Dirga mengeluarkan semiriknya mendengar jawaban Clara dia menggandeng tangan Clara agar mengikutinya
Dirga melihat Marko sudah bersiap untuk pergi
" apa kamu sudah melakukan yang saya suruh " tanya Dirga
" sudah tuan " jawab Marko
" bagus , ingat saya tidak mau rencanaku gagal " ucap Dirga tegas
" iya tuan " jawab Marko yakin
Dirga pergi meninggalkan Marko setelah mendengar penjelasannya dia menuju ruangan yang sudah di sediakan untuk menjalankan rencananya
entah apa yang akan di lakukan Dirga pada Clara yang jelas dia yakin rencananya akan membuat Dira membenci Gaza
__ADS_1