Terjebak Cinta Gila

Terjebak Cinta Gila
episode 79 TCG


__ADS_3

Dira masih termenung memikirkan apa yang harus dia lakukan nanti gadis itu berdiri di jendela sambil mengamati yang di luar


ternyata tempat ini begitu jauh dari rumah penduduk


pantas saja suasananya begitu sunyi hanya ada suara burung dan sesekali ada katak lewat atau binatang kecil yang tidak berbahaya


pikiran Dira sedang gelisah Karena memikirkan keadaan papa nya


" apa Bima berhasil membawa papa pergi dari sini " gumam Dira


" huh..." Dira menghela nafasnya


di saat Dira sedang memikirkan sesuatu pintu kamarnya terbuka dan gadis itu tidak perduli siapa yang datang terbukti Dira masih berdiri di depan jendela kamarnya


" Dira aku ingin bicara denganmu " ucap orang itu


" untuk apa Marvin " jawab Dira tanpa menengoknya


ternyata yang masuk ke dalam kamar Dira adalah Marvin


" aku tidak perduli kamu marah padaku karena itu memang salah ku " Marvin menjeda ucapannya


" tapi Dira sungguh baik saya dan Gaza tidak menyangka jika kamu adalah calon istrinya big bos kami " ucap Marvin tegas


" sekarang beritahu saya apa yang harus kami lakukan Dira agar kamu memaafkan saya ? tanya Marvin lagi


mendengar perkataan Marvin akhirnya Dira berbalik untuk melihatnya dan gadis itu bisa melihat sendiri dari gerakan tubuh Marvin jika pemuda itu juga gelisah membuat Dira sedikit menurunkan ego nya


" biarkan saya pergi dari sini " jawab Dira tenang


" itu mustahil Dira " ucap Marvin cepat


" kalo begitu jangan harap saya akan memaafkan kamu " ucap Dira tegas


" Dira please jangan seperti ini lebih baik kamu bunuh saja saya sekarang " ucap Marvin


setelah mengatakan itu Marvin mengeluarkan senjata tajamnya yang tersimpan di balik bajunya dan memberikan kepada Dira


tentu saja Dira kaget dengan tindakan Marvin tapi gadis itu berusaha tenang


" apa kamu yakin dengan perkataan mu ? tanya Dira memastikan


" jika dengan begitu kamu bisa memaafkan saya lakukanlah saya senang bisa mati di tangan mu " jawab Marvin tenang


Dira memegang senjata itu dengan erat dan bersiap akan menancapkan nya di tubuh Marvin


" aaaahhhhh.....!!!! teriak Dira


gadis itu tidak jadi membunuhnya malah membuang senjatanya ke lantai dan berteriak lalu Dira jatuh terduduk di lantai sambil menangis dia tidak akan tega membunuh Marvin karena selama ini Marvin lah yang selalu menolongnya


bagaimana pun juga Marvin tidak sepenuhnya salah karena benar adanya baik Marvin ataupun Gaza tidak tau yang sebenarnya toh selama ini mereka selalu menolongnya di saat-saat kritis


" Dira...!!! teriak Marvin


pemuda itu berlari menghampiri Dira melihat gadis itu terjatuh dan menangis tak berdaya Marvin langsung memeluk Dira untuk memberinya ketenangan


" Marvin apa yang harus saya lakukan saya juga tidak tahu haruskah saya menerimanya " ucap Dira pelan sambil menangis


" Dira tenanglah dengarkan perkataan ku " ucap Marvin pelan

__ADS_1


" mengalah bukan berarti kita kalah Dira maukah kamu mendengarkan saran ku ? tanya Marvin


mendengar perkataan Marvin Dira langsung mengelap air matanya dan melihat ke arah Marvin


" maksudnya ? Dira balik bertanya


" kita harus membuat rencana agar Dirga sendiri yang melepaskan mu " jawab Marvin


" bagaimana caranya " tanya Dira


" itu gampang Dira tapi yang pertama saya butuh bantuan mu apa kamu sanggup ? ucap Marvin


Dira mengangguk kan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Marvin


" sebenarnya Maxim dan Gaza menjadi korban ledakan itu tapi kondisi Maxim sangat parah karena luka bakar nya dan sekarang dia akan di bawa ke Korea untuk perawatan bersama Rudy " terang marvin membuat Dira kaget


" sedangkan Arya di tangkap oleh Felix sampai sekarang saya tidak tau di mana felix membawa nya dan seperti apa kondisinya " ucap Marvin lagi


Dira bertambah syok mendengar perkataan Marvin gadis itu tidak bermaksud melupakan Arya tapi karena keadaannya saja seperti ini


" apa yang harus saya lakukan agar Arya terbebas ? tanya Dira


" hanya big bos yang bisa...bicaralah dengannya agar dia mau membebaskan nya " ucap Marvin yakin


" apa kamu yakin dia mau mendengarkan permintaan ku " jawab Dira pelan


" percayalah dengan kemampuan mu Dira " ucap Marvin


" Marvin sebenarnya saya penasaran apakah kamu tau kemana Bima membawa papaku pergi ? tanya Dira


" kau tenang saja mereka aman dan jangan pikirkan semua itu " jawab Marvin


" sungguh .. " ucap Dira senang


" baik lah semua yang ingin saya katakan sudah selesai sekarang saya harus pergi dari sini sebelum ada yang melihat " ucap Marvin tenang


setelah mengatakan itu Marvin pergi meninggalkan Dira sendiri tapi sebelum keluar dia di hentikan dengan pertanyaan Dira


" Marvin tunggu...hhhmmm bagaimana dengan nya bukankah dia juga korban ledakan dan dia juga terkena tembakan ku " tanya Dira pelan


marvin tersenyum melihat tingkah Dira ternyata gadis itu perduli juga dengan kondisi Gaza


" kau tenang saja dia sudah terbiasa dengan situasi seperti ini kamu sudah melihatnya kan " ucap Marvin


Dira mengangguk kan kepalanya dan tersenyum pada Marvin membuat pemuda itu lega karena tandanya Dira sudah memaafkannya dan Marvin segera keluar


sampai di luar dia melihat Mery dan Gaza yang sedang berbicara dan mereka melihat Marvin menghampirinya


" bagaimana , apa yang dia katakan ? tanya Mery


" dia setuju " jawab Marvin


" benarkah kamu tidak bohong kan ? tanya Mery lagi


Marvin hanya mengangguk saja mendengar Mery bertanya lagi dan pemuda itu melihat ke arah Gaza yang sedang mengepalkan tangannya seperti menahan amarah


" saya pergi dulu untuk membereskan barang-barang agar lebih cepat di perjalanan


nanti " ucap Marvin

__ADS_1


Gaza melihat Marvin pergi dan dia langsung mengikutinya dari belakang tak perduli Mery yang sedang kesal dan wanita itu langsung mencegahnya


" Gaza saya belum selesai bicara biarkan saya melihat lukamu dan mengobatinya " ucap Mery


" tidak perlu Marvin sudah melakukan semua itu " jawab Gaza sambil menyingkirkan tangan Mery yang memegang lengannya


Mery tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan nya pergi dan melihat punggungnya yang semangkin jauh dari pandangan nya


Gaza melihat Marvin sedang membereskan barang-barang nya pemuda itu langsung mendekat dan bertanya sesuatu untuk memastikan


" apa benar yang kamu katakan tadi ? tanya Gaza pada Marvin


" kenapa , apa kamu meragukan ku ? tanya Marvin


Gaza Hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Marvin dan dia melihat ada rokok di meja dengan perlahan pemuda itu mengambil nya dan duduk di kursi yang sudah ada


Marvin masih sibuk memasukkan barang-barang nya hingga dia terganggu dengan asap rokok di sekelilingnya dan dia tau ulah siapa itu Marvin melihat Gaza yang asik merokok dan dia menggelengkan kepalanya


Marvin tau jika temannya sudah menyalahkan rokoknya pertanda dia sedang gelisah melihat situasinya yang seperti ini


" jangan di habiskan... di sini belinya susah saya tidak mau keluyuran hanya untuk mencari nya " ucap Marvin


" nanti saya ganti " ucap Gaza tegas


" huh..." Marvin menghela nafasnya sebelum melanjutkan perkataan nya


pemuda itu berbalik untuk melihat Gaza yang masih asik menghisap rokok nya


" saya sudah mengatakan padanya sesuai perintah kamu jadi kita tunggu saja semoga big bos mau mendengar nya " ucap Marvin


" kenapa kamu menyuruhnya berbicara padanya " ucap Marvin lagi dengan kesal


" terus siapa lagi jika bukan dia apa kamu mau usaha yang kita lakukan selama ini jadi sia sia " jawab Gaza tenang


" kamu tenang saja dengan begitu akan lebih mudah untuk Arya agar bisa menjaganya walaupun big bos bersama nya " jawab Gaza panjang lebar


" yah kamu benar di sini identitas Arya belum di ketahui oleh big bos jadi dia bisa melanjutkan misinya untuk menjaga Dira " ucap Marvin pada akhirnya


Marvin tak habis pikir dengan sahabat nya karena masih saja tidak mau mengakui perasaannya padahal dari rencananya saja Marvin sudah bisa menebaknya bahwa Gaza sangat perduli dengan Dira entahlah sampai kapan pemuda itu akan menyerah dan mengakuinya jika dia menyukai Dira


hari sudah semangkin sore dan Mereka bersiap untuk melakukan perjalanan pulang dan tidak sabar untuk menerima hadiah dari big bos terutama Alex sedangkan untuk Felix pria itu dari tadi melihat kearah kamar di mana Dira berada


" tuan apa yang kamu lihat ? tanya Alex


" sesuatu yang ingin aku lihat Alex " jawab Felix santai


" iya tapi apa di sana tidak ada apa apa " jawab Alex penasaran


" diam lah kamu tidak akan tau " jawab Felix kesal


tak lama pintu kamar yang selalu Felix lihat terbuka dan munculah Mery serta Dira di belakangnya ternyata dari tadi Mery bersama Dira untuk mendandani gadis itu


maklum saja Dira masih menggunakan pakaian nya malam itu dan sudah ada yang sobek akibat perkelahian jadi Mery harus memberikan pakaian yang baru serta mendandaninya supaya big bosnya senang


dia juga ingin memperlihatkan jika tidak ada yang lecet pada wanita big bosnya dengan begitu Mery akan mendapatkan hadiah yang sangat memuaskan


semua yang ada di ruangan itu menoleh ke arah dua wanita itu dan membuatnya bengong melihat penampilan Dira termasuk Felix karena Dira terlihat berbeda gadis itu semangkin cantik dan mengeluarkan pesonanya membuat yang melihatnya kagum


" sialan kenapa harus dia calon istrinya" gumam Felix

__ADS_1


pemuda itu tak sengaja melihat ekspresi Gaza saat melihat Dira dan Felix menyadari sesuatu jika ada yang aneh dengan Gaza dan felix memikirkan rencana nya lagi dan kali ini harus berhasil


berhasilkah rencana Felix kali ini atau justru sebaliknya dia yang terjebak dengan rencananya sendiri


__ADS_2