
sesuai perkataan Gaza jika besok dirinya akan berangkat ke tempat di mana dia harus menjalankan misi penting dari big bosnya dan pemuda itu sekarang dalam perjalanan bersama Marvin Maxim dan Rudy
sepanjang perjalanan Gaza tidak bersuara dia memejamkan matanya saja tapi tidak tidur hanya malas berbicara karena Marvin selalu berisik pemuda itu masih saja bercerita tentang acara makan malam nya semalam
" tidak sia sia aku mengajak kamu semalam di sana banyak makanan menggugah selera " ucap Marvin senang
marvin selalu mengajak bicara Gaza tapi sayang yang di ajak bicara tidak meresponnya
" kenapa tidak mengajak kami " sahut Rudy
" lain kali " jawab Marvin
" jangan bohong ya awas saja jika bohong " ancam Rudy balik
" kau mau apa hah... jika aku bohong ? tanya Marvin meledek
" aku akan mengambil ponselmu " ancam Rudy
karena bagi marvin ponsel itu segalanya dia tidak bisa lepas dari smartphone yang selalu di bawa kemana-mana bahkan ke kamar mandi Marvin akan membawanya
" enak saja kalo berani saya akan menyuruh Dira untuk menggoreng ikan kamu lagi " ancam balik Marvin
mendengar nama Dira Gaza jadi teringat dengan gadis itu dia lalu mengambil smartphone nya dan melihat keberadaan Dira tanda titik merah di smartphone nya terlihat jelas dan jaraknya terlihat dekat dengan tujuan yang akan di singgahi Gaza
" apa dia tinggal di daerah itu juga " gumam Gaza
Marvin melihat temannya seperti bingung dia jadi ingin melihat apa yang di lihat Gaza di smartphone nya dengan perlahan kepala Marvin melihat ke arah smartphone Gaza
dengan cepat Gaza langsung memasukkan smartphone nya ke saku celananya membuat Marvin kesal
" pelit ..." ucap Marvin
Gaza tidak perduli dengan perkataan marvin terbukti dengan dirinya kembali bersedekap dan menutup matanya lagi
Rudy yang melihat Marvin dari tak di gubris ketuanya tertawa puas sedangkan Maxim hanya menggeleng kan kepalanya karena dia yang membawa mobil
maklum saja posisi duduk marvin di belakang kemudi bersama Gaza sedangkan Rudy di depan bersama maxim yang sedang menjalankan mobilnya
selama perjalanan pikiran Gaza terbagi antara misinya , Dira dan juga teman kecilnya
sementara itu di sebuah kamar yang lumayan luas masih ada dua orang yang masih tertidur pulas padahal matahari sudah menyinari sinarnya sejak tadi itu semua akibat perbuatan mereka sendiri karena semalam melakukan olahraga malam sampai melupakan waktu alhasil mereka baru tidur dini hari
Mery mengerjap kan matanya dengan perlahan wanita itu sebenarnya masih merasa lelah karena perbuatan felix padanya tapi dia harus bangun dan membersihkan dirinya dan berdandan agar terlihat segar lagi
dengan perlahan Mery membalik selimut agar tidak membangunkan felix tapi dia di kagetkan dengan tangan yang melingkar di pinggangnya ternyata felix menarik Mery dan memeluknya dari belakang
__ADS_1
" mau ke mana hhmmm...." tanya felix dengan nada serak
" ah...felix hari ini Gaza datang aku harus bersiap " jawab Mery to the point
mendengar perkataan Mery yang menyebut nama Gaza pria itu jadi kesal dengan cepat dia langsung melepaskan pelukannya
" pergilah...sambut cinta mu tapi ingat kapan pun aku menginginkan nya kamu harus siap " ucap Felix kesal
" iya...iya...aku tau kamu juga harus menepati janji yang aku mau " jawab Mery untuk memastikan
" iya ..." ucap felix tegas
setelah mengatakan itu felix bangun dari tidurnya dia tidak perduli dengan keadaannya yang masih polos tanpa pakaian dia berjalan melewati Mery begitu saja menuju kamar mandinya karena felix juga harus bersiap menyambut kedatangan Gaza and the gang
" dasar tidak tau malu " ucap Mery kesal
" tapi kamu menikmatinya kan " jawab felix sambil berjalan
" iisshhhh....bisa bisanya aku terjerat dengannya aaahhhh...." ucap Mery dengan kesal
Mery langsung mengenakan pakaian nya yang berserakan di lantai dan keluar dari kamar felix
alex melihat Mery yang keluar dari kamar tuanya hanya bisa bengong melihat penampilan Mery yang berantakan
siapa pun yang melihatnya pasti tau apa yang di lakukan mery yang baru keluar dari kamar seorang pria dewasa dengan penampilan seperti itu pasti habis melakukan olahraga malam
setelah mengatakan itu Alex langsung menemui tuan nya dia masuk kedalam kamar felix dan melihat suasana kamar yang masih berantakan membuat dirinya semangkin yakin dengan dugaan nya
felix baru selesai mandi dan dia melihat Alex masih terdiam karena melihat kamar tuan nya seperti kapal pecah dengan cepat felix menegurnya
" apa yang kamu lihat ? tanya felix dengan tegas
" eh ..tuan " jawab alex dengan nada sedikit gugup
" apa...se...malam kalian melakukannya ? tanya Alex gugup
felix menjawab sambil memakai pakaiannya dengan santai
" memang kenapa ? kami sudah dewasa dan juga sudah biasa melakukan semua itu kamu tau kan " jawab felix santai
" wah....selamat akhirnya salah satu keinginan kamu tercapai " ucap Alex dengan bahagia
" itu baru keinginan kecil Alex sebentar lagi keinginan ku yang paling utama akan terwujud " ucap felix dengan semangat
mereka berdua tertawa bersama tapi sayang kegembiraan mereka harus terhenti karena ada anak buah nya yang memberi tahu jika mobil Gaza sudah tiba
__ADS_1
" bos mereka sudah datang " ucap anak buah felix dari luar
" ayo kita sambut mereka " ajak felix
" ayo .." jawab alex
Mery yang sudah rapih mendengar kedatangan Gaza langsung berlari keluar untuk melihatnya karena wanita itu sungguh rindu dengannya
dia melihat hanya Marvin dan dua pengikut Gaza yang selalu bersamanya jika menjalankan misi penting dan mengenakan masker yaitu maxim dan Rudy sesuai instruksi dari ketua mereka jika bertemu orang-orang dari big bosnya harus menutupi wajahnya dengan masker
" di mana dia ? tanya Mery pada Marvin
" di luar sedang mengamati suasana " jawab marvin
sudah bukan jadi rahasia umum jika Mery menyukai Gaza siapapun pasti tau karena tingkah laku mery tapi Gaza tidak perduli pria itu biasa saja terhadap Mery
Gaza membiarkan wanita itu bisa dekat dengannya karena permintaan big bosnya jadi Gaza membiarkan Mery di dekatnya selama tidak menyentuhnya berlebihan maka Gaza akan diam saja
dengan semangat Mery berlari keluar untuk mencari keberadaan Gaza dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas yang di berikan big bosnya
ternyata Gaza ada di taman pria itu sedang berdiri seperti sedang melihat sesuatu dan pandangannya teralihkan oleh kedatangan Mery dia menengok ke samping
seperti ini saat Gaza melihat Mery
walau Gaza melihat Mery dengan tatapan yang dingin tapi wanita itu tetap senang dan terus berlari menghampirinya
Mery langsung memeluk Gaza dia tidak perduli pemuda itu akan marah rasa takutnya hilang oleh rindu yang memuncak
" Gaza kamu sungguh datang " ucap Mery sambil memeluknya
jika saja Dirga tidak berbicara jika Mery wakilnya sudah Gaza dorong ke tanah tubuh Mery tapi sekarang dia hanya bisa menarik tangan Mery agar melepaskan pelukannya
" kau ini aneh jelas saya datang ini kan misi terpenting dalam hidup ku " jawab Gaza tegas
" ah...maaf saya reflek melakukan nya karena sudah terlalu lama kita tidak bertemu " ucap Mery gugup
" di mana felix ? tanya Gaza
" ayo ikuti aku " ajak Mery
Gaza hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Mery dan pemuda itu mengikuti Mery dari belakang untuk bertemu dengan felix membahas rencana untuk nanti malam
yah sudah Gaza putuskan jika malam ini dirinya beserta kelompoknya akan menerobos masuk ke dalam rumah calon mertua big bosnya karena dia sudah tidak sabar ingin terlepas dari Dirga dan yang dia dengar dari big bosnya jika rumah itu bukan sembarang rumah karena mempunyai banyak jebakan
__ADS_1
dan itu membuat seorang Gaza stefano semangkin semangat dirinya sangat yakin bisa masuk ke dalam rumah itu dan menyuntikan ramuan yang sudah dia buat secara spesial
apa yang akan di lakukan seorang Gaza jika mengetahui semua fakta yang ada dan Marvin juga pasti ikut dilema mengetahui semua itu