
akhirnya Gaza dan Riky sampai di rumahnya dengan cepat Gaza membawa Dira masuk dengan cara membopong nya dan membawa Dira masuk ke kamar
para pekerja yang melihat tuan nya membawa seorang gadis hanya bisa diam mereka tidak berani menegurnya
lagi pula Gaza juga tidak perduli dengan omongan orang lain
Gaza ingin meletakkan Dira di kasurnya tapi tangan gadis itu masih memegangi leher Gaza alhasil pria itu ikut terjatuh kini wajahnya sangat dekat dengan Dira membuat Gaza malah bengong memandangi wajahnya hingga dia tersadar dengan suara Dira
" dingin...." gumam Dira
Gaza langsung melepaskan tangan Dira yang masih memegangi lehernya dan dia melihat Dira meringkuk kedinginan membuatnya semangkin kesal
" aaahhhh ....haruskah aku melakukan itu " ucap Gaza sedikit teriak
pria itu malah mondar-mandir tak karuan karena masih ragu dengan apa yang akan di lakukan nya
" dingin sekali..." ucap Dira sambil menggigil
melihat Dira yang seperti itu tanpa menunggu lama Gaza langsung membuka kemeja yang melekat di tubuhnya dia menyisakan celana panjangnya saja yang masih menempel
Gaza langsung mengambil selimut untuk menutupi Dira dan dirinya karena Gaza ikut masuk kedalamnya untuk mendekap tubuh Dira agar terasa hangat
posisi Dira yang tadinya membelakangi Gaza sekarang dia malah berbalik karena ada hawa panas membuat gadis itu terasa nyaman saking nyamannya tangan Dira memeluk nya dia juga menyandarkan kepalanya di lengan Gaza
" kau tidak boleh lemah " gumam Gaza menguatkan dirinya sendiri
sebenarnya ucapan Dirga memang benar racun dingin bisa di sembuhkan dengan melakukan kegiatan suami istri karena racun itu membuat si wanitanya agresif
itu terbukti saat Dira di dalam mobil tadi sebenarnya tangan Dira selalu meraba raba badan Gaza karena gadis itu merasa hangat saat bersama nya Dira juga selalu ingin menghirup aroma yang ada di leher Gaza membuat pria itu semangkin gelisah
untung saja Riky tidak menyadari nya karena harus fokus menyetir mobil dengan kecepatan tinggi dan sekarang kejadian itu terulang lagi bahkan di kamarnya
" ini hangat..." gumam Dira
gadis itu masih belum sadar dengan tindakannya dia tidak peduli siapa orang di depannya yang penting dirinya nyaman tidak merasakan dingin lagi
itu juga akibat pengaruh racun dinginnya
" kamu ini sungguh bodoh kenapa selalu terkena racun " ucap Gaza pelan
setelah mengatakan itu Gaza memandangi wajah Dira karena posisi mereka berhadapan membuat Gaza lebih leluasa memandang wajahnya
" ingat hidupmu miliku...hanya aku " sambung Gaza lagi
setelah mengatakan itu Gaza mendekap Dira agar tubuh gadis itu terasa hangat
lama kelamaan pemuda itu bosan juga jika harus berlama-lama seperti ini terus Gaza itu terus menguap akhirnya dia tidak kuat dan tertidur bersama Dira
mereka tidak tau jika di luar sana ada yang sedang gelisah mondar mandir di depan pintu kamarnya siapa lagi jika bukan Riky
__ADS_1
hingga dia dikagetkan oleh kedatangan marvin
" sedang apa kamu ? seperti setrikaan mondar mandir ngga jelas " tanya marvin lagi
" mereka di dalam " jawab Riky bingung
" terus..." ucap Marvin singkat
" apa tidak..." perkataan Riky terpotong oleh Marvin yang menyela nya
" ehhh....anak kecil tau apa sana tidur besok
sekolah " ucap Marvin
" saya sudah besar " jawab Riky kesal
" jangan banyak bicara ayo ...!!! ajak marvin
dan Marvin menarik tangan Riky agar pergi meninggalkan tempat itu
di pikiran Marvin pasti temannya sedang mengobati Dira versi Dia makanya Marvin menyuruh Riky cepat pergi
tapi sayangnya itu semua hanya khayalan Marvin karena Gaza mengobati Dira versi dirinya dan itu aman terkendali
di tempat lain Thomas sangat khawatir karena Dira menghilang benar ucapan sisil jika Dira suka menghilang sungguh Thomas sangat cemas untung saja dia di beritahu oleh seseorang jika Dira sudah pulang lebih dulu
waktu setengah jam yang di berikan Dirga telah usai pria itu bersiap menemui Dira dia yakin rencananya kali ini akan berhasil
tapi sayangnya rencananya tinggal rencana karena dia melihat Dira tidak ada di dalam membuat Dirga marah
" diraaaaa....!!!! teriak Dirga
" berani sekali kamu pergi hah ...!!! teriak Dirga lagi
pria itu mencari ke semua sudut ruangan berharap gadis itu masih bersembunyi dia juga masuk kedalam kamar mandi untuk memastikan
dan Dirga melihat selimut yang tergeletak di lantai
dengan perlahan dia mengambil nya dia menghirup aroma selimutnya tangannya mengepal setelah mengetahui ada bau parfum pria dan merasa tidak asing dengan aroma nya
" Marko....!!!! panggil Dirga
mendengar namanya di panggil Marko langsung masuk dengan cepat
" ya tuan " jawab Marko
" kejar mereka....!!!! teriak Dirga lagi
" aku ingin mencincang orang yang berani membawa Dira ku " sambung Dirga lagi
__ADS_1
" baik tuan " jawab Marko tegas
Dirga meremas selimut yang di pegang nya dia sungguh ingin meledakan tempat ini rencana yang sudah tersusun rapi harus berantakan gara gara penyusup
" kita lihat saja sejauh mana kau akan lari dari ku " ucap Dirga dengan sorot mata membunuh
usaha Dirga untuk mencari keberadaan Dira tidak menemukan hasil sungguh Dirga sangat marah mengetahuinya bagaimana mungkin CCTV tempat itu tidak bisa menangkap gambar di saat orang itu membawa Dira pergi
" tuan.... sepertinya orang itu bukanlah orang biasa dia bisa mengalihkan CCTV kita " tanya Marko dengan ragu
" aaahhhhh ....brengsek....!!!! teriak Dirga
mendengar semua itu Dirga mengamuk lagi dan sasaran Dirga kali ini anak buahnya pria itu melampiaskan amarahnya dengan cara memukuli satu persatu
melihat tuan nya seperti itu kali ini Marko tidak tinggal diam dia berusaha menenangkan tuan nya agar sadar dari amarah nya karena akan berakibat fatal jika mereka kekurangan pengikut
" tuan cukup....tuan ...mereka bisa mati...!!! teriak Marko
setelah mengatakan itu marko langsung memegangi Dirga agar tuanya berhenti tapi tuanya tetap berontak membuat Marko kewalahan akhirnya Marko mengeluarkan sapu tangan nya yang sudah terisi obat tidur agar bosnya tenang
Dirga kesal pada asisten nya sebelum dia pingsan pria itu sempat mengancam Marko
" Marko...awassss ka...mu..." ucap Dirga pelan
dan Marko menangkap tuanya sebelum terjatuh
" maaf tuan... saya akan menerima hukumannya apa pun itu " gumam Marko
sungguh marko orang yang paling setia terhadap Dirga dia tidak bisa melihat tuanya menderita dan Marko akan melakukan apapun agar tuanya senang
Marko tidak habis fikir kenapa tuannya begitu menginginkan Dira apa spesial nya gadis itu maklum saja baik Marko dan siapapun itu belum tau jika Dira adalah calon istri bosnya bahkan Gaza juga belum tau
karena Dirga belum mau membuka jati diri Dira dia akan mengikuti permainan Dira tapi entahlah sekarang mengetahui bahwa Dirga mempunyai saingan yang seimbang masihkah pria itu terus menyembunyikan nya
tak terasa malam yang panjang dan penuh drama sudah berlalu kini matahari pagi sudah mulai menampakkan dirinya sebagian orang sudah beraktifitas memulai pekerjaannya
tapi tidak dengan Gaza dan Dira dua orang itu masih terlelap dalam mimpi bahkan mereka tidak menyadari jika saling berpelukkan hingga matahari pagi masuk ke kamar itu membuat salah satu dari mereka terganggu
dengan perlahan Dira menggerakkan kepalanya dia menganggap ada bantal guling di sampingnya dengan mata masih terpejam dia malah memeluk nya karena gadis itu mengira tidur di kamarnya sendiri
" kenapa gulingku jadi begini " gumam Dira
menyadari ada yang aneh tangan gadis itu merabanya hingga dia di kagetkan dengan suara yang tak asing baginya
" apa kau ingin mati...." ucap Gaza
sontak saja Dira langsung tersadar dari tidurnya dia sangat syok mengetahui dirinya tidur bersama seorang pria dan dia salah satu orang yang harus di hindari menurutnya
apa yang harus di lakukan gadis itu kali ini karena dia selalu kalah jika berhadapan dengan Gaza
__ADS_1