
Dirga membawa Clara di sebuah ruangan yang sudah di sediakan oleh Marko dan di sana juga ada dua orang pria berbadan tegap salah satu anak buahnya yang sudah menunggu dari tadi
" tuan biar saya yang bawa " ucap salah satu dari mereka
" tak perlu , kalian keluar saja " perintah Dirga tegas
" baik tuan " jawab Mereka serempak
Dirga mendudukkan Clara di sofa dengan kasar membuat gadis itu kesakitan
" hey ....kamu menyakiti ku " ucap Clara kesal
Dirga tidak perduli dengan perkataan Clara dia malah dengan santainya duduk tepat di depan Clara sambil membakar rokoknya
tanpa basa basi Dirga langsung bertanya beberapa pertanyaan yang membuat Clara tidak bisa berbohong karena minumannya sudah di beri ramuan agar otak nya mendoktrin untuk jujur
" apa hubungan mu begitu dekat dengan Gaza ? tanya Dirga tegas
" hhhhmmm bisa di bilang iya...juga bisa di bilang tidak hehehe..." ucap Clara dengan nada mabuk
" kamu tau siapa dia ? tanya Dirga lagi
" dia temanku teman kecilku kata dia begitu " jawab Clara apa adanya
" kamu menyukainya ? tanya Dirga
Clara menganggukkan kepalanya kemudian dia menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Dirga
" hehehe....ssstttt ada rahasia...." ucap Clara masih dengan nada mabuknya
setelah mengatakan itu Clara berdiri dan berjalan dengan gontai ke arah Dirga gadis itu langsung duduk di pangkuan nya dan memandangi wajah Dirga yang begitu tampan dan berkarisma
" tadinya...ta...pi...sekarang sedikit berkurang " jawab Clara masih dengan nada mabuk
setelah mengatakan itu Clara mendorong tubuh Dirga ke belakang untuk Dirga sendiri dia hanya d8am saja melihat tingkah Clara karena ingin melihat sejauh mana dia akan bertindak
" kau menyukaiku " ucap Dirga yakin
Clara hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Dirga lalu gadis itu tersenyum membuatnya terlihat cantik
melihat semua itu Dirga mengeluarkan semiriknya lalu dia membelai wajah Clara dengan lembut
" kamu mau bersama ku Clara ? tanya Dirga pelan
" apa bisa " jawab Clara
" tentu saja cukup kamu turuti semua perkataan ku bagaimana , mau ? tanya Dirga lagi dengan nada tegas
" itu mudah hehehe...." jawab Clara
setelah mengatakan itu Clara langsung mencium bibir Dirga tentu saja pria itu tidak menyia - nyiakan kesempatan dia menyambut ciuman Clara dan terjadi ciuman panjang dan ganas antara mereka
hingga Dirga membawa Clara ke ranjangnya dia mulai melucuti pakaian Clara sementara dirinya masih berpakaian lengkap setelah melakukan aksinya dia mencumbu nya dengan semangat hingga terdengar suara Clara
" aahhhh...." ucap Clara manja
" iya di situ saya sangat menyukainya " ucap Clara lagi
Dirga langsung menghentikan aksinya mendengar perkataan Clara membuat gadis itu kesal
__ADS_1
" kenapa berhenti ? tanya Clara kesal
" sayang saya harus ke kamar mandi untuk mencuci tangan dulu agar steril " jawab Dirga asal
" aahhh jangan lama-lama yah " ucap Clara manja dan centil
" lima menit " jawab Dirga santai
setelah mengatakan itu Dirga langsung berdiri dan pergi dari sana dia tidak ke kamar mandi melainkan memanggil anak buahnya yang berada di depan
" kamu masuk lanjutkan pekerjaan ku , kamu harus melakukan apa yang sudah Marko siapkan " ucap Dirga tegas
" baik tuan " jawab anak buahnya dan langsung masuk ke dalam
Dirga berjalan dengan tegap dia menuju ruangan nya kemudian masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka serta tangannya
" sialan...." ucap Dirga marah
" si tikus kecil berani sekali ingin bermain-main dengan ku jika bukan karena rencana ini sudah ku jahit bibirnya " ucap Dirga kesal
setelah mengatakan itu Dirga mengelap muka serta tangannya dia juga menyemprotkan hand sanitizer di tangannya
sebenarnya gairah Dirga sudah di membuncah tadi tapi mendengar perkataan Clara yang terakhir tiba-tiba saja dirinya tak berselera lagi karena Dirga tau jika ini bukanlah yang pertama Clara
dan itu membuat nya marah dirinya tidak mau bermain dengan bekas orang walaupun wanita itu begitu menggoda kecuali Dira karena dia sudah takluk padanya
tak berselang lama Marko datang
" tuan , semua berjalan lancar " ucap Marko tenang
" bagus , ayo kita pulang saya sudah tidak sabar untuk besok " perintah Dirga tegas
Felix dan Alex yang mengetahui semuanya hanya tersenyum jahat terutama Felix dia menggelengkan kepalanya melihat tingkah big bos nya yang arogan
" bos kita sungguh kejam demi melancarkan aksinya dia tidak perduli dengan sekitar " ucap Felix tenang
" yah itulah dia aku akui bos kita sungguh arogan tapi kita bisa apa " sambung Alex
" saya juga tidak sabar ingin segera besok akan seseru apa nanti " ucap Felix sambil meminum minumannya
" bagaimana dengan rencanamu ? tanya Alex
" kau tenang saja saya akan menjalankan nya dengan perlahan tak perlu buru-buru " jawab Felix santai
Alex hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Felix kedua pria itu kembali menikmati suasana club malam yang semangkin ramai karena pengunjung mulai berdatangan
matahari mulai menampakkan diri sebagai orang sudah pergi untuk mencari nafkah karena sudah lumayan siang waktu menunjukan pukul sebelas siang
tapi ada orang yang masih asik tertidur jika bukan karena cahaya matahari masuk ke kamarnya mungkin dia tidak akan bangun orang itu sudah pasti Dira
dengan perlahan Dira mengerjapkan matanya dia mulai membuka mata dan kaget melihat jam dindingnya
" aahhhh ...badanku " ucap Dira pelan
" Dia sungguh melakukannya membuat ku tidak bisa berjalan dengan baik " gumam Dira lagi
dengan perlahan Dira bangun dari tidurnya dia berusaha untuk duduk terlebih dahulu dan melihat tubuhnya di cermin dia sangat syok melihat semua itu
" oh my God , tubuhku jadi belang begini dia ganas sekali " ucap Dira kesal
__ADS_1
Dira sedang memeriksa tumbuhnya di cermin dengan sebagian tubuhnya tertutup selimut dia sedang memeriksa bagian mana saja yang ada tanda kepemilikan Gaza tentu saja yang paling banyak dua bukit kembar milik nya
" Untung dia nurut tidak memberikan tanda ini di area leher " ucap Dira lega
Dira masih asik dengan dunianya sampai tidak menyadari jika Gaza melihatnya dari tadi dia tersenyum mendengar perkataan Dira
Gaza pun mendekat ke arah Dira pria itu langsung menciumi pundaknya yang tak tertutup selimut membuat Dira kaget
" Gaza..." ucap Dira
" ayo mandi sudah jam berapa ini kita harus bersiap-siap ke bandara " ajak Gaza
" bandara ? tanya Dira bingung
" iya bandara , owh apa kita tidak jadi pergi saja yah dari sini bagaimana jika menambah semalam lagi " ucap Gaza dengan nada meledek
" tidak boleh " jawab Dira cepat
Dira tidak sadar jika selimutnya melorot karena panik mendengar perkataan Gaza yang akan membatalkan rencana pulang nya melihat itu Gaza ingin menggodanya
" jika kamu ingin lagi dengan senang hati akan ku berikan seluruh tubuh ku " ucap Gaza dengan nada menggoda
" siapa yang " ucapan Dira terputus karena dia menyadari kesalahannya
dengan gerakan cepat tangan Dira mengambil selimut dan menutupi seluruh tubuhnya
" untuk apa di tutupi saya sudah melihatnya bahkan merasakannya " ucap Gaza lagi
" aaahhhh ....dasar mesummmm " teriak Dira
Gaza tertawa melihat tingkah Dira yang seperti itu sungguh terlihat cute dan manis dan Dira terpesona oleh tawa Gaza ternyata jika tertawa ketampanan Gaza bertambah berkali lipat
Gaza langsung terdiam karena menyadari jika Dira sedang memandang nya
" pria mu ini sangat tampan kan ? tanya Gaza yakin
Dira menganggukkan kepalanya saja mendengar perkataan Gaza
" apa kamu sering tertawa seperti ini di depan wanita selain saya ? tanya Dira penasaran
" hanya kamu satu satunya tidak ada yang lain " jawab Gaza tenang
setelah mengatakan itu Gaza mencium kening Dira dan wanita itu memejamkan matanya menerima kecupan Gaza
" aaahhhhh ..." suara teriakan Dira yang cukup keras
pasalnya Gaza langsung membopong tubuh Dira dia membawa nya ke kamar mandi
" Gaza turunkan aku saya bisa jalan sendiri " ucap Dira cepat
" tapi saya tidak mau menurunkan kamu " jawab Gaza santai
" issshhhh menyebalkan " ucap Dira lagi
" terimakasih pujiannya " jawab Gaza tenang
Dira tidak bisa berkutik karena percuma dirinya tidak bisa melawan Gaza lagi pula tubuhnya memang lelah
akhirnya Gaza membiarkan Dira mandi sendiri tadinya dia ingin memandikan Dira tapi wanita itu kekeh menolaknya bukan apa-apa Dira tau jika Gaza memandikannya akan bertambah lama
__ADS_1
sekarang baik Gaza dan Dira sudah rapih mereka akhirnya pulang dan bersiap untuk menghadapi masalah yang di depan mata