Terjebak Cinta Gila

Terjebak Cinta Gila
episode 28 TCG


__ADS_3

di saat Dira keluar dari tempat itu tak sengaja pandangan nya melihat sesuatu yang membuatnya penasaran gadis itu segera menghampirinya dan dia melihat ada segerombol orang sedang berkelahi di sana


gadis itu melihat dari kejauhan aksi mereka yang menurutnya sangat sadis apalagi pas di mana orang yang mereka keroyok justru membunuh mereka satu persatu tanpa rasa canggung


Dira masih syok karena adegan pembunuhan itu di tambah sekarang mereka menyadari ke datangan Dira terutama pria yang menutupi wajahnya dengan masker karena gadis itu tak sengaja mengeluarkan suara kaget walaupun Dira sempat membekap mulutnya tapi sempat terdengar oleh mereka


sedangkan pembunuh itu menyadari ada orang dia juga langsung pergi dari tempat itu setelah menyelesaikan pekerjaan nya dia sengaja meninggalkan mayat itu di sana agar di temukan karena dia yakin tidak akan ada yang berani mengungkitnya


bahkan polisi setempat harus berterimakasih padanya karena yang meninggal adalah orang yang di buru polisi mereka tergabung dengan kelompok gangster di sana atau juga bisa di sebut Yakuza


tanpa pikir lama Dira langsung berlari dari tempat itu agar mereka tidak tau siapa yang melihatnya terutama pembunuh itu dan Dira hanya mengumpatnya dalam hati


" siapa orang bodoh yang berbuat nekat melakukan pembunuhan itu di waktu yang sekarang ini dan di tempat seperti ini lagi "


Dira terus berlari dia tidak peduli dengan sekitarnya bahkan gadis itu tak melihat sisil dan Kevin yang keluar dan memanggil nama nya karena yang ada di pikiran Dira dia harus kembali ke kamar dia sudah bad mood tidak mau jalan jalan lagi


Dirga yang melihat Dira kembali masuk dengan tergesa gesa jadi penasaran di buatnya pria itu berusaha berbicara padanya dengan cepat Dirga meraih tangan Dira sehingga membuat gadis itu kaget dan reflek Dira langsung menarik lagi tangan nya agar terlepas dari genggaman Dirga


" maaf tuan Dirga saya harus pergi "


Dira berbasa-basi agar Dirga tidak curiga padanya bisa bahaya nanti bagi dirinya


" ada apa dengan mu ? tanya Dirga


" tidak papa memang nya kenapa ? tanya balik Dira


" kamu seperti sedang menghindar dari tadi "


" ah ... itu perasan tuan Dirga saja "


" benarkah berarti sekarang mau dong kalo saya ajak jalan keluar sekarang ?


dirga masih berusaha mendekati Dira dia menampilkan raut wajah setampan mungkin agar wanita yang di hadapan nya terpesona jika saja wanita itu bukan Dira pasti akan jatuh dalam pesona nya sanyang nya Dira tidak seperti itu


" hhhhmmmm maaf tuan Dirga saya harus kembali karena tiba tiba saya kurang enak badan dan ingin beristirahat saja "


mendengar jawaban Dira pupus sudah usaha Dirga pria itu sungguh kesal sebenarnya tapi dia harus menahan dulu amarah nya dan semangkin penasaran dengan nya karena baru kali ini dirinya di tolak wanita selama menjadi play boy


" Dira....!!!!!


melihat ada yang memanggilnya Dira menoleh karena itu suara sisil

__ADS_1


" kamu tidak papa kan kenapa wajah kamu pucat Hem... ? tanya sisil


" kamu sakit...? sambung Kevin


Kevin juga menempelkan tangan nya di dahi Dira siapa pun yang melihat interaksi ke dua nya pasti itu karena bisa sedekat itu termasuk Dirga pria itu menjadi kesal melihat Kevin dengan leluasa menyentuh Dira


sedang kan Dira merasa risih dengan Kevin gadis itu langsung menyingkirkan tangan pemuda itu kemudian berbicara


" bukan apa apa hanya sedikit kurang enak badan saja mungkin efek kemarin masih terasa jadi hanya butuh istirahat saja kalian jangan khawatir ok "


penjelasan Dira yang panjang lebar membuat yang mendengarnya jadi memaklumi nya terutama sisil dan Kevin


" kau benar juga baiklah kamu istirahat saja biar Kevin pergi dengan yang lain saja " jawab sisil


" kamu tidak ikut pergi ? tanya Dira


di saat sisil ingin menjawab mereka harus terhenti sejenak karena ke datangan Marko asisten Dirga


" tuan....kita harus cepat pergi dari sini karena kita sudah ada janji dengan tuan Nagato "


perkataan Marko membuat Dirga ingat jika dirinya ada pertemuan penting jadi selain mengejar Dira dia juga akan berbisnis dengan tuan Nagato di Jepang


" iya tuan Dirga..." jawab mereka serempak


" hah...." Dira menghela nafasnya melihat Dirga pergi juga dari tempat itu dan dia melanjutkan perkataan nya


" sisil kamu pergi saja dengan Kevin dan yang lain biar saya sendiri saja " perintah Dira


" saya bersama kamu saja menjaga mu " jawab sisil


" iya biar sisil menemani kamu dan saya pergi dengan yang lain saja saya juga lebih tenang " sambung Kevin


Dira yang kalah suara akhirnya membiarkan sisil bersama nya dia juga sebenarnya masih ada rasa cemas dan takut itulah mengapa gadis itu membiarkan sisil menemaninya


dua gadis itu sampai juga di tempat Dira beristirahat dan sisil suguh tidak percaya jika tidak melihatnya sendiri karena yang di ceritakan Dira benar ada nya jika jarak tempatnya nya sangat jauh membuat lelah saja


dia di bikin syok oleh ruangan itu karena menurut sisil kamar yang Dira tempati sangat besar dan paling bagus sisil jadi semangkin yakin ucapan Dira benar semua


" hah ..gila calon suami kamu sungguh hebat pantas saja dia banyak wanitanya siapa sih yang ngga mau di kasih fasilitas semewah ini " tanya sisil


" jika kamu mau kamu saja yang menggantikan saya menikah dengan nya " tanya Dira

__ADS_1


" jika saya boleh tau kenapa kamu membencinya kamu tidak lihat dia sangat tampan dan juga kaya dia itu sempurna ?


" saya ngga mau ya dapat barang bekas...."


jawab Dira dengan kesal


mendengar jawaban teman nya sontak saja sisil langsung tertawa renyah


" hahaha....iya kamu benar dia itu bekas entah sudah berapa banyak adiknya keluar masuk hutan belantara " jawab sisil dengan asal


" percuma kaya dan tampan kalo setiap harinya makan hati lagian dia bukan tipe ku " jawab Dira


" Oya seperti apa tipe mu apa Kevin masuk kriteria ? tanya sisil penasaran


mendengar nama Kevin di sebut Dira langsung melempar bantal yang ada di dekatnya ke pada sisil


" bukan Kevin juga yang pasti pria yang ingin ku nikahi harus mencintaiku saja tidak ada wanita lain biarpun dia miskin atau tampang nya pas Pasan tidak masalah "


jawaban Dira membuat hati sisil tersentuh dia langsung memeluk Dira dan memberikan semangat pada nya


" saya berdoa semoga kamu mendapat apa yang kamu inginkan "


" aahhh....kamu memang best friend forever "


meraka berpelukan dan saling menguatkan sungguh pemandangan yang mengharukan Dira sudah menganggap sisil keluarga dan dia sangat percaya pada sisil bahkan papa antonie juga sudah menitipkan Dira pada sisil agar menjaganya


" Dira saya mau ke kamar ku dulu ya mau ambil hp ku takut bos besar mu telepon bisa bahaya nanti jika tidak di angkat "


" ya.. ya pergilah ambil cepat bisa gawat nanti "


mendengar jawaban Dira sisil langsung keluar yang mereka maksud dengan bos besar adalah papa antonie karena selama ini pria itu selalu menghubungi sisil jika ingin mengetahui berita tentang Dira


Dira langsung merebahkan tubuhnya dia mengingat lagi ke jadian tadi yang membuatnya syok tapi setelah di ingat lagi sepertinya dia pernah melihat orang itu dari tatapan matanya hingga postur tubuh nya tapi di mana Dira masih sibuk berfikir tapi harus terganggu dengan suara gedoran pintunya


Dira pikir itu sisil yang kembali lagi karena ada yang ingin di tanyakan kebetulan pintu itu akan langsung terkunci dan sisil tidak tau sandi kamar itu tanpa pikir panjang Dira bangkit dari tidurnya dan menuju pintu untuk membukanya


" apa lagi sisil....hhhhmmmm "


Dira kaget melihat siapa yang datang di tambah mulutnya langsung di bekap agar tidak berteriak ternyata bukan sisil yang meminta masuk ke kamarnya


sekarang Dira malah di dorong masuk di ikuti orang itu dengan mendorong cukup kencang agar mereka segera masuk kira kira apa yang akan di lakukan Dira melihat dirinya terancam dan apa yang terjadi dengan mereka di dalam

__ADS_1


__ADS_2