
Gaza dan Dira sudah selesai dengan aktifitas nya sekarang waktunya mereka harus menyudahi kebahagiaan nya karena Gaza akan mengantarkan Dira kepada big bos nya
Gaza tau Dira sedang gelisah dari tadi gadis itu diam saja padahal tadi mereka sangat bahagia di kala makan bersama akhirnya Gaza menyampaikan informasi yang membuat wanitanya yakin
" Dira ayo kita bicara " ajak Gaza
gadis itu hanya mengangguk saja mendengar perkataan Gaza kemudian ia mengikuti Nya dari belakang
" lihat mataku " perintah Gaza lagi
Dira menatap mata Gaza dengan lekat gadis itu bisa melihat jika di sana ada keseriusan yang akan di bicarakan oleh Gaza dia juga melihat Gaza berulang kali membuang nafasnya sejenak
" ini pertama kalinya saya mengatakan itu jadi saya harap kamu tidak tertawa " ucap Gaza sedikit grogi
Dira masih terdiam mendengar perkataan Gaza dia juga menganggukkan kepalanya
" saya ingin minta maaf karena ulah ku kamu jadi seperti ini " Gaza menjeda ucapannya
" memang betul jika saya yang meracuni ayah kamu " ucap Gaza tenang
Dira syok mendengar perkataan Gaza gadis itu menutup mulutnya kaki Dira juga lemas dan dia hampir terjatuh jika Gaza tidak menangkap nya
tapi dengan cepat tangan Dira menangkis nya
" don't touch my " ucap Dira marah
Gaza tidak perduli dengan perkataan Dira pemuda itu tetap memegangi pundak Dira dengan kencang
" Dira dengarkan penjelasan saya " ucap Gaza sedikit keras
Dira langsung menatap mata Gaza dengan tatapan kecewa membuat hati Gaza sakit
" saya tidak tau jika korban ku kali ini adalah ayah kamu saya hanya mendapat perintah dari big bos untuk membuat racun dan di berikan kepada orang yang membatalkan perjodohannya untuk memberikan pelajaran " terang Gaza panjang lebar
Dira bertambah syok mendengar penjelasan Gaza gadis itu hanya bisa meneteskan airmata ternyata selama ini dia lah sumber masalah nya jika saja Dira menerima perjodohan itu tentu saja semua ini tidak akan terjadi
" jika kamu yang membuat racun itu pasti kamu juga bisa membuat penawarnya " ucap Dira tenang
Gaza mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Dira karena memang dia bisa membuat penawarnya
" kalo begitu tunggu apalagi kita buat penawarnya sekarang " ucap Dira dengan antusias
" tidak semudah itu Dira " jawab Gaza
__ADS_1
" apa maksudmu ? tanya Dira ragu
" semua bahan memang ada padaku tapi tinggal satu yang tidak bisa saya dapatkan dan itu sangat penting tanpa dia penawarnya tidak bisa di buat " jawab Gaza tegas
" apa itu ? tanya Dira lagi
" darah ayah mu " jawab Gaza tenang
" apa " ucap Dira dengan kaget
" saya membuat racun itu dengan bahan utamanya darah ayah mu entah dari mana big bos mendapatkan nya sebenarnya saya sudah membuat penawarnya hanya saja saat itu saya berikan kepadanya " ucap Gaza panjang lebar
melihat Dira yang kecewa membuat Gaza kelabakan pria itu langsung memberikan keterangan lagi
" saat itu saya sungguh tidak tau racun itu akan di berikan kepada ayah mu jadi dengan santainya saya memberikan penawarnya " terang Gaza dengan cepat
Dira tersenyum melihat tingkah Gaza yang seperti itu
" kamu tidak perlu menjelaskan nya berulangkali saya sudah tau jadi tenang saja " ucap Dira santai
Gaza langsung memeluk wanitanya mendengar jawaban itu
" jangan marah padaku jangan tinggalkan aku sungguh saya akan jadi semangkin gila jika itu terjadi " ucap Gaza pelan
" jika seperti itu masalah nya kamu tidak perlu cemas bukan kah Bima bersama papa ku kamu juga pastinya sudah tahu di mana dia kan
suruh saja Bima untuk mengambil darah
papa " ucap dira tenang
" tidak bisa Dira karena darah yang sekarang sudah tercemar oleh racun
itu akan membuat nya semangkin parah " jawab Gaza
" apa " ucap Dira kaget
" sebenarnya penawar serta darah yang pertama masih ada di tangan Dirga tapi baik saya atau Marvin belum tau di mana dia menyimpan nya " ucap Gaza
keterangan Gaza membuat Dira semangkin yakin jika dirinya harus menemui Dirga
" saya sudah tau apa arah pembicaraan ini kamu tenang saja " Dira menjeda ucapannya
" saya akan menunggu sampai kalian menemukan nya jadi lakukan dengan hati hati " sambung Dira lagi
__ADS_1
Gaza memeluk wanitanya lagi karena senang dengan jawaban Dira
" saya berjanji setelah mendapatkan nya saya akan langsung membawa kamu pergi jadi
bersabarlah " ucap Gaza
Dira mengangguk kan kepalanya di pelukan Gaza Mereka saling berpelukan untuk memberikan dukungan satu sama lain
" jangan terlalu lama bagaimana jika dia ingin menyentuh ku saya tidak bisa " ucapan Dira terputus karena Gaza langsung mencium bibirnya
Gaza terpancing emosi nya dengan perkataan Dira dia langsung mencium bibir Dira dengan kasar membuat gadis itu harus memukul dadanya berulang kali hingga ciuman itu akhirnya selesai
" jika dia melakukan itu maka saya akan membersihkan nya dengan cara yang sama " jawab Gaza enteng
" hah...hah... kamu gila " ucap Dira kesal
" terimakasih " jawab Gaza santai
setelah mengatakan itu Gaza membawa Dira pergi menuju mobil yang sudah siap untuk melakukan perjalanan nya tapi sebelum masuk dia melihat Romi yang menunggu kedatangannya
" masuk lah lebih dulu tunggu saya di sana " perintah Gaza sambil menunjuk ke arah mobil
Dira mengangguk kan kepalanya gadis itu langsung menuju mobil dira bisa melihat jika Gaza dan Romi sedang berbicara satu sama lain dan terlihat sangat serius beberapa kali Romi mengangguk kan kepalanya tanda mengerti
Gaza terlihat tegas dan aura pemimpin nya keluar saat sedang memberikan perintah pada anak buahnya jika soal tampang jangan di ragukan lagi membuat Dira terpesona
" dia tampan sekali siapapun akan terkecoh oleh pesonanya bahkan saya pun terjebak oleh cinta gilanya " gumam Dira
gadis itu senyum senyum sendiri jika memikirkan itu di mulai saat pertama kali bertemu yang membuat nya kesal hingga rentetan peristiwa yang selalu membuat nya bersama
" apa ini yang di namakan takdir " ucap Dira pelan
Dira masih melamun tidak menyadari kedatangan Gaza saking asiknya mengingat kejadian masa lalu hingga di kagetkan oleh kecupan di pipinya membuat Dira langsung menoleh ke samping
" bagaimana apa kamu senang mendapat hadiah nya " tanya Gaza meledek
" itu bukan hadiah hanya alasan kamu saja yang selalu curi kesempatan " ucap Dira kesal
Gaza tersenyum melihat Dira kesal sungguh terlihat menggemaskan baginya membuat pria itu ingin melakukannya berulangkali
akhirnya Gaza menjalankan kendaraan nya untuk menemui big bos nya bersama Dira dia sudah mempersiapkan mental nya dia juga akan berusaha menyembunyikan amarahnya jika nanti Dirga akan menahan wanitanya untuk tinggal bersama
Dira juga sudah bersiap dengan konsekuensinya jika berhadapan dengan Dirga nanti dia akan berusaha membuat Dirga lengah agar rencananya berhasil dan pergi bersama Gaza untuk menempuh hidup baru
__ADS_1
berhasilkah rencana Dira apa malah sebaliknya terjebak dengan rencananya sendiri