
setelah selesai pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah semua kembali pulang ke tempat masing masing sebenarnya Dira di ajak Kevin makan bersama dengan teman yang lain untuk merayakan kemenangan nya
tapi dengan halus gadis itu menolak ajakan Kevin karena dia sungguh lelah dan sudah berjanji pada papa antonie untuk membatasi pertemanan dan tidak akan pulang malam
mengingat waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam sudah pasti mereka akan pulang terlambat itu pula yang mendasari Dira menolak nya
tapi sisil melihat wajah kecewa Kevin jadi tak enak bagaimana pun meraka sangat dekat saat di asrama dan Kevin begitu menjaga Dira akhirnya sisil memberanikan diri untuk berbicara pada Dira
" Dira pergilah tak apa sesekali keluar sebentar tenang saja saya juga ikut bersama kamu jadi tak perlu khawatir "
sisil berusaha menyakinkan sahabatnya agar mau ikut tentu saja perkataan sisil membuat Kevin senang
" hah....". Dira menghela nafasnya sebelum berbicara
" baiklah aku ikut ayo....!!!! ajak Dira
akhirnya usah Kevin untuk mengajak Dira jalan tidak sia sia ini semua berkat sisil sekarang di pikiran Kevin dia harus memberinya hadiah mungkin
mereka pergi juga ternyata di sana sudah banyak orang berkumpul dan tempatnya sangat ramai karena tempat itu sebuah night clubs sudah pasti banyak yang baru datang
ternyata di luar dugaan sisil
gadis itu mengira akan di ajak ke tempat makan seperti cafe pada umumnya bukan tempat seperti ini
sekarang sisil menyesal telah membujuk Dira untuk ikut Kevin karena dia jadi cemas melihat teman nya belum pernah ke tempat seperti itu
" Kevin kamu yakin ini tempatnya ? tanya sisil
mendengar pertanyaan sisil Kevin berhenti dan melihat kecemasan di wajah mereka
" iya...kamu tenang saja tempatnya ada di atas privat room jadi aman ayo...! ajak Kevin
mendengar perkataan teman nya dua wanita itu hanya bisa mengikuti nya di belakang sepanjang jalan Dira tak hentinya mengamati tempat itu
ternyata banyak publik figur yang terkenal datang ke tempat ini Dira jadi yakin jika tempat ini memang khusus kelas atas terlihat dari pakaian yang mereka kenakan
mereka sampai juga di tempat yang Kevin bicarakan benar juga tempat itu tertutup hanya orang yang kenal saja bisa masuk di situ membuat dua gadis itu menjadi tenang
Dira sungguh lelah gadis itu hanya sebentar berada di sana sebagai formalitas saja dan Kevin mengijinkan untuk Dira pulang lebih dulu
di tengah jalan Dira kaget karena tangan nya hampir saja di pegang oleh seorang pria yang sedang mabuk dengan cepat gadis itu menangkis nya dan membuat ke kacauan
" hey....jangan jual mahal dan sok cantik ayo sini saya bisa memberikan semua yang kamu mau tapi kamu ikut dulu dengan saya " tanya pria mabuk tadi
" dasar gila...cari saja yang lain saya tidak butuh "
__ADS_1
jawab Dira mulai emosi dan sisil juga ikut emosi mendengarnya
Dira ingin pergi tapi pria tadi tidak menyerah dia ingin menarik wanita incaran nya
melihat itu emosi Dira sudah tidak bisa di tahan gadis itu langsung memukul wajah pria itu dengan bogeman tangan nya yang cukup keras sampai membuat bibir pria itu berdarah
" aaaahhhhh....."
terdengar suara teriakan orang orang karena kaget dengan kejadian itu sungguh mereka jadi tontonan sekarang dan menarik perhatian pemuda yang sejak tadi memperhatikan dua gadis itu
dari pertama masuk ke tempat ini hingga ingin keluar pemuda itu sejak tadi tak melepas pandangan nya pada dua wanita itu terutama gadis yang baru saja memukul seorang pria
pemuda itu mengeluarkan semirik nya dia juga jadi memegangi pipinya seakan merasakan sakit akibat pukulan itu
" ternyata dia memang tukang pukul pantas saja saya ke colongan gerakan nya lumayan
cepat juga "
Gaza jadi teringat ke jadian di bandara saat dirinya juga kena pukul Dira sekarang pemuda itu menghampiri kerumunan itu untuk melihat lebih dekat siapa yang gadis itu pukul kali ini mereka berdua sudah di lerai oleh pihak ke amanan dan hanya bisa beradu bacot sekarang
" berani sekali kamu memukul ku kamu tidak tau siapa saya hah....akan ku buat kamu menyesal nanti "
pemuda itu sangat marah karena di permalukan seorang wanita di depan umum
" i don't care kamu dulu yang mulai saya hanya membela diri " jawab Dira dengan tegas
pria tadi kekeh bahwa dirinya tidak bersalah dia ingin playing vikthim pada ke jadian tadi mendengar itu tentu saja Dira jadi kesal
" hah....jangan bercanda ya ayo kita lihat CCTV tempat itu biar semua jelas siapa yang
berbohong "
Gaza tersenyum tipis mendengar perkataan Dira ternyata gadis itu tidak mudah di tindas membuat nya semangkin penasaran
" maaf Nona ke betulan CCTV tempat kami sedang rusak jadi tidak bisa melihat nya "
jawab salah satu ke amanan yang berada di sana membuat pemuda tadi jadi lega
" apa...!!! jawab Dira dan sisil berbarengan
" pokok nya saya minta ganti rugi atas tindakan mu yang membuatku seperti ini kalo tidak saya akan melaporkan kejadian ini ke polisi " ancam pemuda itu
Dira dan sisil menjadi cemas karena jika di lihat secara logika memang Dira yang salah karena memukul orang dan banyak saksinya sedangkan tindakan pria tadi di anggap biasa saja Karena mereka pikir Dira sama dengan wanita yang lain
di tambah lagi tempat itu sangat ramai dan sesak jadi tidak terlalu mencolok jika pria tadi sedang menggoda Dira
__ADS_1
tiba tiba saja ada suara yang membuatnya lega karena ada orang yang sedikit membantu dua gadis itu
" apa kamu yakin....? tanya orang itu
" tu...tuan Gaza ? pemuda tadi kaget karena ke datangan seorang Gaza
bahkan bukan hanya pemuda itu saja tapi yang ada di sana karena ini pemandangan langka tidak biasanya seorang Gaza ikut campur urusan sepele seperti ini
" saya melihat semua nya apa itu sudah cukup sebagai pengganti CCTV yang rusak ? sambung Gaza
mendengar perkataan Gaza pemuda dan petugas keamanan tadi jadi cemas karena mereka bersekongkol rupanya
" ap....apa maksud ucapan tuan Gaza ? tanya pemuda tadi
" Simon....come on kamu tau maksudku "
Gaza mengeluarkan tatapan yang menakutkan pada Simon alias pemuda yang mengganggu Dira dan membuat Simon terintimidasi
" ah....sepertinya saya sedikit mabuk jadi salah mengenali orang maaf ya saya salah "
Simon langsung mengeluarkan jurus jitunya yaitu berpura pura lupa setelah mengatakan itu dia langsung pergi dengan suasana hati yang dongkol
" awas kau Gaza akan ku balas perbuatan mu suatu saat nanti dan wanita tadi akan ku buat kau menyesal lihat saja " ucap Simon dalam hati nya
Simon sangat marah sebenarnya dengan statusnya yang seorang pengusaha muda masih saja belum bisa mengalahkan Gaza yang hanya seorang pesuruh pemuda itu mengepalkan tangan nya apa lagi wanita incaran nya terlepas malam ini
Dira sungguh lega dan bingung atas kejadian tadi dia bingung karena pemuda tadi yang awalnya ngotot tiba tiba saja meminta maaf pada nya dan membuatnya lega
sedangkan Gaza setelah mendengar perkataan Simon dia langsu VIIng pergi Dira yang menyadarinya berusaha mengejar karena ingin berterimakasih
gadis itu melihat Gaza sudah keluar dari tempat itu dan berlari dengan cepat tangan Dira berhasil meraih lengan Gaza
melihat ada yang menahan lengan nya Gaza berhenti dan melihat siapa yang berani menyentuhnya
" hah....hah....jalan kamu cepat sekali saya sampai kehabisan nafas "
Gaza hanya diam saja melihat siapa orang yang menahan nya dan melihat Dira seperti kelelahan dia tersenyum tipis
melihat tidak ada jawaban orang di depan nya Dira jadi tersadar dirinya masih memegangi lengan pria itu dengan gerakan cepat dia langsung melepas pegangan nya
" ah....maaf saya tidak bermaksud saya hanya ingin mengucapkan terimakasih karena sudah menolong saya "
Dira tidak menyadari siapa yang di ajak bicara karena pertama kali pertemuan mereka Gaza menggunakan masker jadi gadis itu tidak tahu dan hanya Gaza yang mengetahui wajah Dira
" tenang saja kita akan bertemu lagi karena saya akan menagih hutang Budi itu "
__ADS_1
jawab Gaza datar pria itu langsung pergi meninggalkan Dira sendiri dan membuat Dira syok apa apaan ini dia jadi menyesal karena mengucapkan terimakasih ternyata dia juga sama saja sungguh benar ucapan papa nya dia harus berhati hati dan mulai memilih pertemanan nya sungguh hari yang buruk
karena dia harus bertemu dengan Dirga di tambah kejadian tadi yang hampir membuatnya di penjara dan bertemu dengan orang yang tak kalah membuatnya kesal