
Dira sungguh kehabisan nafas pandangan nya kini mulai buram tenaganya juga hampir habis akibat ulah Dirga
melihat Dira hampir memejamkan matanya Dirga mulai sadar Dia menghempaskan Dira ke lantai dan menatap Dira dengan tajam
" uhuk ...uhuk...." Dira terbatuk-batuk sambil memegang lehernya
" hah ...hah...." nafas Dira juga ngos-ngosan
Dira melihat Dirga berbalik ke arah pintu dia pikir Dirga akan pergi tapi dugaannya salah pria itu malah mengunci pintu kamar nya
Dirga kembali melihat Dira dia juga mengeluarkan semiriknya membuat Dira ketakutan Karena Dirga sungguh berbeda malam ini
Dira ingin berlari tapi kakinya terasa lemas dia hanya bisa menyeret tubuhnya ke belakang dengan perlahan
Dirga terus berjalan mendekat ke arah Dira dengan pandangan yang berbeda kemudian dia berjongkok tangannya meraih pipi Dira dan menekannya dengan keras
" kau bilang benih ku kotor , maka terimalah benih kotor ku " ucap Dirga penuh penekanan
setelah mengatakan itu Dirga memanggul tubuh Dira ke pundaknya membuat wanita itu kaget dengan sekuat tenaga Dira berusaha berontak
" aku akan membunuhmu , Dirga lepaskan aku...!!! teriak Dira
" aku menantikan nya " jawab Dirga enteng
setelah mengatakan itu Dirga langsung melempar tubuh Dira di atas ranjangnya membuat Dira kaget dia langsung menggeser tubuhnya ke belakang
" Dirga bukankah kamu tidak suka jika bukan menjadi yang pertama " ucap Dira gugup
Dirga mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Dira dia menjawab pertanyaan Dira sambil membuka bajunya
" memang benar tapi kamu pengecualian " jawab Dirga enteng
setelah mengatakan itu Dirga langsung menarik kaki Dira dan mengungkung tubuh Dira membuat wanita itu sulit bergerak
" bukankah kamu merasa terhormat di perlakukan seperti itu ? tanya Dirga meledek
dengan kekuatan yang tersisa Dira berusaha menendang adik Dirga lagi walaupun kali ini tidak sekeras dulu tapi setidaknya berhasil membuat Dirga kaget dan dengan cepat Dira mendorong tubuh Dirga ke samping
" hahaha... kamu membuat ku semangkin bersemangat untuk memberikan benihku yang kotor ini " ucap Dirga dengan nada mengejek lagi
Dirga berdiri Dan melihat Dira yang ngos-ngosan kehabisan nafas serta tenaga Nya Dia tersenyum jahat melihat semua itu
" sudah lama saya tidak bermain-main kamu membangkitkan jiwa petarung ku Dira " Dirga menjeda ucapannya
" dan aku suka " sambung nya lagi
" apa yang kamu lakukan aku akan membunuhmu jika mendekat " ucap Dira cepat
Dirga tidak perduli dengan perkataan Dira dia terus maju mendekati nya dan Dira mau tidak mau harus melakukan perlawanan akhirnya terjadilah pertarungan yang tidak seimbang
walaupun begitu Dira berusah melawan terbukti dari banyaknya barang yang hancur akibat ulah Dira saat melawan Dirga
Dira sudah berusaha sekuatnya tapi bagaimana mungkin Dira sanggup melawan Dirga dimana tubuh Nya yang tidak dalam keadaan baik-baik saja harus melawan Dirga yang mempunyai stamina di atasnya
alhasil tubuh Dira tumbang juga dengan cepat Dirga mendekap Dira dan membawanya ke tempat tidur dia langsung mengikat kedua tangan Dira ke sisi kanan dan kiri ranjangnya
" aahhh..." teriak Dira merasakan tangannya sakit akibat ulah Dirga yang mengikat nya kencang
Dirga menatap tajam ke arah Dira setelah mengikat kedua tangan Nya
" aku akan membuatmu terikat dengan ku seumur hidupmu walaupun kau lari ke ujung dunia sekalipun aku akan menemukan mu " ucap Dirga penuh penekanan
__ADS_1
Dira hanya diam saja mendengar perkataan Dirga itu semua karena tenaga Nya sudah terkuras habis belum lagi efek ramuan yang di buat Dirga masih terasa
" aku ingin tau siapa yang lebih kuat dan lebih baik dalam permainan ini aku atau pria itu " ucap Dirga tegas
setelah mengatakan itu Dirga langsung merobek baju Dira dengan kencang tapi Dira tidak bisa berbuat apa-apa karena tangannya terikat
tapi kaki Dira berusaha berontak
hingga terjadilah yang harusnya terjadi walaupun Dirga sedikit kaget karena dia kesusahan untuk mencapai puncak
maklum saja Dira hanya melakukan itu sekali saja dengan Gaza itu juga jaraknya sudah cukup lama
" aaahhhh....!!! teriak Dira sambil mengepalkan kedua tangannya
" kenapa masih terasa sakit " ucap Dira dalam hatinya
" honey kamu penuh kejutan tapi aku suka " ledek Dirga
Dirga sungguh menyiksa Dira di atas ranjangnya entah sudah berapa lama Dirga bermain dengan Dira yang jelas dirinya tidak bisa berhenti walaupun Dira sudah kelelahan
akhirnya Dirga sadar jika Dira sudah tidak bersuara lagi bahkan tidak ada pergerakan dari tubuh nya membuat dia harus berhenti bermain
keringat bercucuran dari tubuh Dirga dia juga merasakan lelah dengan cepat dia jatuh ke samping Dira dan melihat jika tangan Dira masih terikat Dirga melepaskan ikatan itu dan mendekap tubuh Dira
" kamu hanya milikku siapapun dia aku akan membunuhnya " ucap Dirga tegas
amarah Dirga kembali muncul setelah dia membayangkan jika ada pria lain yang sudah bermain bersama Dira apalagi dia mengingat perkataan Dira jika mereka melakukan itu karena saling suka
berbeda dengan dirinya yang harus memaksa Dira padahal dia sudah berjanji pantang baginya memaksakan kehendak jika ingin bermain dengan wanitanya
karena selama ini semua wanita yang bermain dengan nya akan melakukan itu dengan senang hati bahkan wanitanya yang meminta jadi pertahanan Dirga roboh oleh seorang Dira Sanders
sama seperti Gaza yang pertahanan nya juga roboh oleh seorang Dira Sanders karena memang Dira wanita yang berbeda atau ini sudah jalan takdirnya
setelah mengatakan itu Dirga langsung menoleh ke arah Dira yang masih tergelak tak berdaya di sampingnya
" ini , ini , ini dan semua yang ada padanya hanya milikku " ucap Dirga sambil tangannya menunjuk ke beberapa bagian tubuh Dira
setelah mengatakan itu Dirga bangkit dari kasurnya dia langsung mengarah ke lemari pakaian untuk memakai pakaian nya setelah rapi dia keluar meninggalkan Dira sendiri di sana
Dirga tidak tau jika tubuh Dira mulai terasa panas Dira juga mengalami trauma akibat ulahnya
Mery yang melihat big bos nya keluar dari kamar setelah berjam-jam menghampiri nya
" apa yang kamu lakukan padanya ? tanya Mery panik
" kamu sudah melewati batas Mery " jawab Dirga tenang
" jangan melakukan yang akan membuatmu menyesal Dirga " ucap Mery marah
mendengar perkataan Mery Dirga jadi marah dia langsung mencekik leher Mery dengan kencang melihat Mery seperti itu tanpa pikir panjang anak buah Dirga langsung menolongnya
walaupun mereka tau jika tuanya sedang hilang kendali tapi mau bagaimana lagi dia harus menolong Mery Karena mereka khawatir nyawa Mery melayang
" tuan sadar jangan seperti ini " ucap salah satu dari mereka sambil tangannya mencoba melepaskan cekikan nya
Dirga masih tak peduli dengan mereka semua dia masih mencekik leher mery membuat wanita itu hampir kehabisan nafas nya
hingga salah satu anak buahnya mengambil benda tumpul untuk memukul pundak big bosnya
usaha nya berhasil Mery terlepas dia langsung menggeser tubuhnya ke belakang
__ADS_1
" uhuk...uhuk ...." Mery terbatuk-batuk sambil melihat sekitarnya
Mery langsung menghubungi Marko supaya cepat kembali karena tuanya sudah lepas kendali dia juga menghubungi Gaza berkali-kali karena tidak ada jawaban
ternyata wanita yang menghubungi Gaza adalah Mery di saat pria itu bersama Clara pantas saja dia tidak menghiraukan panggilan itu karena menganggap nya tidak penting
semuanya anak buah Dirga kalang kabut menghadapi nya banyak di antara Mereka yang roboh bahkan ada yang meninggal tapi Dirga belum juga sadar
itu semua karena Dirga menganggapnya sebagai saingan cintanya pikiran pria itu sedang kacau Dirga sedang mencari pria yang pernah bermain dengan Dira jadi otak nya mendoktrin setiap pria di hadapannya harus di bunuh
Marko dan Felix akhirnya datang Mereka kaget dengan kondisi rumah itu karena banyaknya darah yang berceceran di lantai
" Mery kenapa bisa begini ? tanya Felix panik
" ceritanya nanti saja cepat kalian sadarkan tuan Dirga " ucap Mary cepat
" di mana Gaza ? tanya Marko tegas
" entahlah saya sudah menghubungi nya berkali-kali tapi tidak ada jawaban " jawab Mery
" brengsek...!!! teriak Marko keras
teriakan Marko membuat Dirga melihatnya dan mengeluarkan semiriknya dia juga menatap mereka bertiga dengan tatapan mematikan
Dirga mengira orang itu sedang memakinya
" jadi kamu si pria pertama , kamu harus mati " ucap Dirga penuh amarah
" apa maksud dari perkataan big bos ? tanya Felix bingung
belum sempat Mery menjelaskan Dirga sudah menyerangnya membuat mereka bertiga harus berpencar akibat menghindari amukan Dirga
Marko dan Felix akhirnya meladeni tingkah tuanya karena mereka juga tidak ingin nyawanya melayang entah Dirga kerasukan apa tenaganya sangat kuat sekali jika sedang lepas kendali
di saat Dirga sedang berhadapan dengan Felix , Marko menyempatkan diri untuk bertanya pada Mery
" di mana nona Dira hanya dia yang bisa menyadarkan tuan Dirga selain Gaza " ucap Marko cepat
" yang saya takutkan adalah nyonya muda sendiri lah pemicunya tuan hilang kendali " jawab Mery ragu
" kenapa bisa seperti itu apa penyebabnya ? tanya Marko lagi
" nanti saja menjelaskan nya sekarang kita harus menyadarkan big bos " ucap Mery
percakapan Mery dan Marko harus terhenti karena mendengar suara yang Mereka tunggu tunggu
" apa ini kamu bermain tanpa mengajakku " ucap Gaza tenang
Dirga menoleh ke belakang dan melihat ada orang baru lagi datang kedatangan Gaza membuat semua yang melihatnya sedikit tenang apalagi Mery dia senang melihatnya
" Gaza hati hati kali ini tidak seperti biasanya " ucap Mery memperingati Gaza
Gaza terdiam mendengar perkataan Mery kemudian dia mengamati Dirga dan benar adanya pandangan mata Dirga berbeda tidak seperti biasanya
Gaza melihat aura membunuh yang begitu kuat dari diri Dirga dia yakin sekali dengan filingnya
" kau tau saya juga sedang ingin membunuh seseorang " jawab Gaza tenang
Marko yang mendengar perkataan Gaza menjadi marah
" awas saja jika kamu berani macam-macam pada tuan " ancam Marko
__ADS_1
Gaza mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Marko dia berjalan perlahan menghampiri Dirga Gaza juga sudah tidak sabar ingin memukul nya