
Dira lega karena malam ini dia akan tidur dengan nyenyak sebab dia akan tidur bersama mama Dirga dira juga senang melihat Dirga yang tidak berdaya karena tingkah mamanya
sekarang di dalam kamar dua wanita beda generasi itu sedang bercengkrama
" sayang tante tidak menyangka dengan semua kejadian ini kamu harus kuat, ada kami di sini yang akan selalu bersamamu " ucap mama Dirga dengan lembut
Dira hanya mengangguk saja mendengar perkataan mama Dirga sambil meremas bajunya karena dia tidak bisa mengatakan jika semua ini ulah putranya
Dira tidak tega melihat mama Dirga hancur mendengar penjelasannya karena mama Dirga mengingatkan dia dengan ibunya yang sudah lama tiada
" kamu manis sekali tante sudah menebaknya kamu akan jadi gadis yang manis dan cantik ketika dewasa dan sekarang terbuktikan " ucap mama Dirga senang
" tidak juga masih banyak yang lebih cantik dari Dira tante " jawab Dira sambil tersenyum
" kamu benar cantik itu banyak dan akan terus ada generasinya tapi yang cantik luar dalam itu baru spesial dan bagi tante kamu spesial " ucap mama Dirga panjang lebar
" terimakasih tante perkataan tante membuat Dira mengingat mama "
mendengar perkataan Dira yang sedikit melow mama Dirga langsung memeluknya dia juga teringat dengan sahabatnya
setelah menghabiskan waktu bersama di dalam kamar dan berbincang-bincang kedua wanita itu akhirnya lelah dan tertidur
sedangkan untuk Dirga sendiri dia sedang kesal setengah mati tapi tidak bisa berbuat apa-apa yang dia lakukan sekarang hanya kembali ke club miliknya untuk menghilangkan rasa kesal nya
Gaza dan Marvin sudah berhasil keluar sebelum Dirga datang tanpa di ketahui oleh siapapun dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun dan sekarang mereka berada di dalam mobil menuju markasnya
" di mana big bos menyimpan nya jika tidak
di sana " gumam Marvin
" jika saya adalah dia saya juga tidak akan menaruhnya di sana " ucap Gaza tegas
" jadi kamu akan menaruhnya di mana ? tanya Marvin penasaran
" yg pasti tidak ada orang tau " jawab Gaza singkat
" kalo itu juga saya tau " ucap Marvin kesal
Marvin berdecak kesal mendengar perkataan Gaza sedangkan temannya hanya mengeluarkan semiriknya saja
tak lama smartphone Gaza berbunyi dengan malas pemuda itu mengambil nya tapi setelah melihat nama yang tertera di sana dia langsung menggeser tombol hijau
" katakan " ucap Gaza tegas
Gaza mendengar kan dengan serius perkataan orang yang sedang berbicara dengan nya di telepon dia pun mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan orang itu
" bagus kamu awasi dia untuk ku segera memberi kabar jika ada pergerakan " ucap Gaza dengan tegas
setelah mengatakan itu Gaza langsung mematikan sambungan telepon tanpa melihat jika baterainya tinggal sedikit
__ADS_1
" Marvin turunkan saya di sini saja ! " perintah Gaza
" apa kamu yakin ? " tanya Marvin memastikan
Gaza hanya mengangguk mendengar perkataan Marvin tak lama mobil berhenti dan Gaza langsung keluar
Marvin tidak akan banyak tanya ke pada sahabatnya karena dia tau apa yang akan di lakukan Gaza nanti
sebelum Marvin pergi meninggalkan Gaza dia membuka kaca mobilnya dan memberikan nasehat untuk sahabat nya
" ingat kamu jangan membuat nya kesulitan " ucap Marvin tenang
" bawel... sana pergi " ucap Gaza dengan kesal
Marvin tertawa melihat Gaza yang kesal sungguh pemandangan yang langka bisa melihatnya
Gaza langsung pergi menuju ke tempat yang dia inginkan dengan langkah kaki yang lebar agar cepat sampai
di dalam kamar Dira tidak bisa tidur Dia pikir dengan perginya Dirga dirinya bisa tenang ternyata sama saja gadis itu masih saja di liputi rasa gelisah dia melihat ke samping untuk memastikan apakah mama Dirga sudah tidur
dengan perlahan Dira mendudukkan tubuhnya Dira juga melihat sekeliling kamarnya gadis itu memastikan lagi jika mama Dirga tertidur dengan pulas setelah yakin Dira beranjak dari tempat tidur nya
Dira melangkahkan kakinya keluar kamar menuju balkon karena kamar yang di tempati tidak menggunakan tralis besi jadi dia bisa keluar masuk dengan mudah
lagi pula ada mama Dirga dia tidak mungkin kabur kan begitu juga yang ada di pikiran Dirga itulah sebabnya pria itu pergi dari sana
angin malam tak membuat nya kedinginan padahal malam ini begitu dingin hingga menusuk tulang rambut Dira berterbangan akibat terkena hembusan angin malam
tiba-tiba ada tangan yang memeluk nya dari belakang sambil membisikkan sesuatu di telinganya
" I MISS YOU...."
mendengar itu Dira langsung membuka matanya dia tau siapa yang melakukannya yang tak lain adalah pria nya Gaza stefano
Dira ingin berbalik tapi Gaza menahannya karena dia masih ingin memeluk Dira dari belakang
" biarkan seperti ini saya suka mencium wangi rambut mu " ucap Gaza tenang
ternyata orang yang menelfon nya adalah salah satu anak buah Gaza yang menyamar dia memberi kabar jika big bos nya kembali lagi ke club membuat Gaza senang itulah mengapa Marvin memberikan nasihat karena dia tau ke mana Gaza pergi di lihat dari arah tujuannya
" jangan seperti ini , bagaimana jika ada yang melihatnya " ucap Dira pelan
" tidak akan , percayalah " jawab Gaza yakin
Dira merasa tenang mendengar jawaban Gaza karena dia percaya dengan perkataan nya melihat sepak terjangnya selama ini Dira juga membiarkan kepala Gaza menyender di bahunya
" saya sudah mencarinya di sana tapi tidak ada " ucap Gaza pelan
Dira menoleh ke sumber suara untuk memastikan pendengaran nya
__ADS_1
" maksudnya ? tanya Dira penasaran
" sebenarnya kami menemukan tempat rahasia Dirga di mana dia menyimpan barang berharganya tapi di sana tidak ada darah pertama ayah mu maupun penawarnya "
Dira membalikan badannya karena kaget dengan perkataan Gaza dia sedikit tidak percaya dengan nya
Gaza sadar dengan tatapan mata Dira pria itu langsung kesal
" kenapa ? kamu tidak percaya " ucap Gaza kesal
" tidak...bukan begitu... saya percaya ko " ucap Dira gugup
" terus kenapa dengan tatapan mata kamu yang sepeti itu "
" oh... saya hanya tidak percaya secepat itu kalian menemukannya "
" itu sama saja tidak percaya "
Dira kalang kabut mendengar perkataan Gaza dia merasa bersalah karena meragukan nya dan Dira harus mencari cara agar Gaza tidak marah dengan cepat Dira mencium bibir Gaza Karena hanya itu yang membuatnya tidak marah
" jangan marah sorry...hhhmmm " ucap Dira dengan wajah memelas
Gaza mengeluarkan semiriknya melihat tingkah Dira yang seperti itu karena rencananya berjalan lancar Karena memang ini yang di inginkan nya
tanpa menunggu lama Gaza langsung menarik tengkuk Dira dia mencium bibir Dira dengan durasi yang cukup lama membuat gadis itu ingin protes tapi Gaza tidak perduli dia terus mencium nya berkali-kali
Dira hanya bisa mengikuti keinginan Gaza dari pada ketahuan oleh orang yang di dalam rumah ciuman yang panjang akhirnya terhenti dengan nafas yang ngos-ngosan
Gaza mengusap bibir Dira perlahan dengan tangan nya dan sekarang jari itu mengelus pipi Dira dengan lembut kini pandangan nya teralihkan dengan tanda kepemilikan yang ada di leher Dira
Dira yang menyadari tingkah Gaza langsung mundur beberapa langkah Sekarang dia merasa gelisah dan Gaza terus mendekati Dira dengan perlahan
" i...ini...tidak seperti ya...yang kamu pi...pikir " ucap Dira gugup
Gaza terus berjalan mendekat ke arah Dira membuat gadis itu cemas dengan cepat Gaza menarik tangan Dira dan memeluknya membuat Dira kaget
" kamu pasti tersiksa maaf..." ucap Gaza pelan
Dira syok mendengar perkataan Gaza dia tidak menyangka seorang Gaza mengucapkan kata maaf dia sempat berfikir Gaza akan marah ternyata dugaannya salah
" bersabarlah saya janji akan membawa kamu pergi secepatnya " ucap Gaza lagi
Dira hanya menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Gaza membuat pria itu semangkin mengeratkan pelukannya dan Dira tersenyum
kedua sejoli itu masih saling berpelukan menghirup aroma wangi tubuh dari pasangannya Dira tidak sadar jika ada seseorang yang menuju kearahnya
sedangkan untuk Gaza yang mempunyai ke peka'an dia langsung melepaskan pelukannya dan memberi tanda di bibirnya agar Dira diam tak lama ada sosok tubuh tinggi tegap yang mendekatinya
Dira bertambah syok setelah tau siapa orang itu yang tak lain adalah Dirga ternyata dia tidak jadi menginap di club nya
__ADS_1
sedangkan untuk Gaza dia merasa kesal pada dirinya karena merasa kecolongan akibat ulahnya sendiri dia mengabaikan panggilan dari anak buahnya hingga smartphone nya mati
apa yang akan di lakukan ketiga orang itu dalam keadaan yang seperti ini sanggup kah Dira lepas dari masalahnya mampukah Gaza melindungi wanitanya dan bisa kah Dirga membiarkan penghianat berkeliaran di sekitar nya