
Dira mengerjapkan matanya dengan perlahan dia juga merasakan ada sesuatu di sampingnya dan segera membuka matanya lebar-lebar dia syok Melihat orang di sisinya
" Gaza...." ucap Dira panik
Dira ingin pergi dari ranjangnya tapi dengan sigap Gaza mengungkung tubuh Dira membuat gadis itu tidak bisa berkutik karena posisi Gaza ada di atasnya
" mau kemana hhmmm "ucap Gaza tenang
" Ga... Gaza jangan seperti ini " ucap Dira gugup
" i Miss you " ucap Gaza pelan
Dira diam saja mendengar perkataan Gaza membuat pria itu tersenyum
" kamu tidak percaya ? " tanya Gaza lagi
Dira menggeleng kan kepalanya dengan perlahan dia juga mendorong tubuh Gaza yang ada di atasnya kemudian Dira duduk
" ada apa denganmu ? " tanya Gaza penasaran
Gaza juga ikut duduk di samping Dira dan memperhatikan wajah Dira yang masih terdiam dan menyimpan banyak pertanyaan
" Gaza...kita tidak bisa seperti ini bagaimana jika ada yang melihatnya " jawab Dira
akhirnya Dira memberanikan Diri untuk bicara walaupun masih tidak berani menatap mata Gaza langsung
" percayalah mereka tidak akan tau " ucap Gaza santai
setelah mengatakan itu Gaza merebahkan tubuhnya lagi dia menatap langit-langit kamar Dira
" Gaza sepertinya kita harus mengakhiri semuanya anggap saja tidak terjadi apa-apa di antara kita " ucap Dira pelan
Gaza yang mendengar perkataan Dira langsung bangkit dari tiduran nya
" apa maksudnya ? " tanya Gaza tegas
Dira masih tertunduk dia juga belum berani menatap mata Gaza membuat pria itu langsung membalik badan Dira agar melihatnya
" Dira apa maksudmu bicara seperti itu " tanya Gaza lagi dengan nada tegas serta mencengkram lengan Dira
" Gaza ini demi kebaikan bersama " jawab Dira cepat
" jangan harap kamu bisa lepas dari ku " jawab Gaza marah
" Gaza saya ingin mengakhirinya saya harap kam..." ucapan Dira terputus karena Gaza langsung membungkam mulut Dira dengan menciumnya
Dira berusaha mendorong tubuh Gaza tapi pria itu tidak mau kalah dia malah mendorong tubuh Dira hingga terjatuh dan mengungkung kembali tubuh Dira
" hah...hah ...ingat kamu hanya milikku...sampai matipun aku tidak akan pernah
melepaskan mu " ucap Gaza dengan sedikit marah
" Gaza kita tidak bisa sep..." ucapan Dira terputus lagi Karena Gaza kembali mencium bibir Dira
Gaza sangat marah mendengar perkataan Dira terbukti kali ini ciumannya sangat kasar tidak seperti biasanya yang selalu lembut
Dira sungguh tidak bisa berbuat apa-apa dengan semua ini di sisi lain dia masih mencintainya tapi dia tidak mau nasib Gaza sama seperti thomas Arya dan Bima
akhirnya demi merendam amarah Gaza Dira hanya bisa mengikuti keinginan nya Dira akan bicara kembali di saat Gaza sudah tenang
Gaza sungguh terbakar cemburu karena mengingat kejadian tadi dia juga sudah menebak apa saja yang terjadi di dalam mobil saat Dira dan Dirga bersama
" aahhh..." Dira mengeluarkan suara yang membuat Gaza semangkin menjadi dan ingin lebih
" Gaza...sto... stop..." ucap Dira dengan terbata-bata
__ADS_1
" tidak bisa hah...hah... " jawab Gaza dengan nafas memburu
saat Gaza ingin membuka bajunya terdengar suara dari luar yang membuat Dira panik begitu juga dengan Gaza
" aahhh brengsek...." ucap Gaza kesal
" kamu harus sembunyi " perintah Dira
" tidak mau biarkan dia tau jika kamu milikku " jawab Gaza santai
" Gaza please jangan seperti ini... setidaknya jangan sekarang " ucap Dira kesal
dengan cepat Dira membawa Gaza untuk bersembunyi Gaza hanya bisa menuruti keinginan Dira karena dia melihat wanitanya panik
" Dira...apa kamu sudah bangun ? " tanya Dirga dari luar
" dor....dor ...dor...." suara gedoran pintu
" Dira kenapa kamu menguncinya... " ucap Dirga dengan kesal
" tunggu...!!! teriak Dira dari dalam
Dira segera merapikan penampilannya serta tempat tidur nya yang berantakan akibat ulah Gaza setidaknya dia sedikit tenang mengetahui pintu kamar nya terkunci
Dira sudah menebaknya jika Gaza lah yang menguncinya karena hanya dia yang ada di kamarnya dan tebakan nya memang benar setelah Dirga dan mama nya keluar Gaza langsung mengunci pintu nya
Dira langsung berlari ke arah pintu kamar nya yang terkunci setelah melihat semuanya rapih dan membuka nya tapi sebelum itu dia membuang nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan kegugupan nya
" Dirga ada apa ? tanya Dira dengan nada tenang
" kenapa kamu mengunci pintu nya ? " tanya Dirga kembali
" owh....saya sedang di kamar mandi jadi menguncinya supaya tidak ada yang masuk " jawab Dira santai
Dirga tidak sepenuhnya percaya ucapan Dira terbukti pria itu berkeliling kamar untuk memastikan tidak ada yang di sembunyikan dari nya
seperti ini saat Gaza bersembunyi dan mencoba melihat Dira
" kamu tidak percaya bukankah kamu sendiri yang membawaku ke sini ? " tanya Dira dengan nada kecewa
" saya hanya memeriksa apakah ada serangga masuk ke kamar ini dan membuat kamu tidak nyaman " jawab Dirga santai
" periksalah supaya kamu yakin " ucap Dira tenang
Dirga berjalan perlahan mengitari kamar Dira instingnya begitu kuat jika ada yang di sembunyikan oleh Dira
sebenarnya Dira mulai panik saat Dirga mendekati persembunyian Gaza dia sudah pasrah jika hari ini menjadi akhir hidupnya
Dirga membuka ruangan itu dan zonk tidak ada siapa siapa di sana membuat Dira lega sekaligus tidak percaya di sana tidak ada Gaza sepertinya gadis itu lupa siapa Gaza stefano dia adalah ahlinya menyembunyikan diri
" bagaimana apakah ada serangga ? " tanya Dira tenang
Dirga mendekati Dira mendengar perkataanya dan Dia langsung memeluk wanitanya dengan erat
" jangan marah saya hanya ingin kamu nyaman di sini " ucap Dirga sambil memeluk Dira
Dira diam saja mendengar perkataan Dirga sebenarnya dia masih bingung kemana Gaza pergi kenapa bisa secepat itu dia menghilang
" ayo kita keluar , mama sudah menunggu " ajak Dirga
Dira mengangguk kan kepalanya dan mengikuti keinginan Dirga untuk keluar
tidak lupa Dirga juga menggandeng tangan Dira dan gadis hanya bisa menuruti kemauan Dirga
__ADS_1
ternyata Gaza hanya berpindah tempat saja dia masih di dalam kamar Dira
Gaza sudah hafal seluruh isi rumah Dirga bahkan sampai tempat rahasia sekaligus itulah mengapa dirinya bisa menemukan darah pertama ayah Dira di sini
sekarang di tempat Marvin pria itu sedang kesal dengan sahabatnya sudah berapa kali dia menghubungi Gaza tapi tidak ada jawabannya
" aahhhh....sialan angkat teleponnya Gaza " ucap Marvin dengan kesal
Marvin bertambah kesal saat smartphone nya berbunyi dan tertera nama yang dia hindari untuk saat ini
tapi mau tidak mau dia harus mengangkat nya
" halo Clara " jawab Marvin tenang
" Marvin jangan lupa malam ini datang lah tepat waktu bersama nya " pinta Clara
" akan ku usahakan untuk datang tepat waktu dan bersama nya kamu tenang saja " jawab Marvin
" kamu harus membawa nya saya sangat merindukan nya Marvin " ucap Clara lagi
" saya tau kamu sudah berteman sejak kecil tapi mungkin Dia tidak seperti dulu lagi jadi kamu jangan kaget " ucap Marvin panjang lebar
" bagiku Dia masih sama seperti dulu " jawab Clara
" baiklah kalau begitu sampai jumpa nanti
malam " ucap Marvin
Mereka menyudahi sambungan telepon nya dan Marvin berusaha menghubungi Gaza kembali tapi masih sama tidak ada jawaban dari Gaza
" sedang apa Kamu Gaza " ucap Marvin dengan kesal
" awas saja akan ku tendang kamu jika datang " gerutu Marvin
" apa bagusnya dia sih belum tau saja Clara kalo dia itu si kutub Utara kulkas seribu pintu dan sikopat kejam " Marvin hanya mengomel tak jelas
Dirga dan Dira sudah bersama mama Dirga mereka sedang bercengkrama dengan santai
" Dira mama senang sekali kamu mau menerima anak mama yang arogan ini " ucap mama Dirga antusias
" mah ... " ucap Dirga dengan nada kesal
maklum saja Dirga hanya bisa protes untuk sekarang padahal apa yang di ucapkan mamanya benar adanya
" kapan kalian akan mengumumkan kabar gembira ini ? " tanya mama Dirga
" bolehkah Dira memberikan pendapat " ucap Dira
" tentu saja sayang katakanlah " jawab mama Dirga
dengan semangat Dira akan memberikan pendapatnya karena dia tau selama ada mama Dirga akan menuruti perkataannya
" sebenarnya Dira masih ada kontrak setahun di manajemen jika Dira melanggar kontrak itu Dira harus membayar royalti " ucap Dira panjang lebar
" bayar saja berapapun besarnya biar saya yang tanggung " jawab Dirga cepat
" ini bukan Maslah berapa besarannya tapi tanggung jawab nya " ucap Dira dengan nada tegas
" saya tidak menerima alasan Dira " jawab Dirga dengan nada keras
" setidaknya beri saya waktu untuk menyakinkan mereka " ucap Dira lagi
" sekali tidak tetap tidak kamu cukup menjadi nyonya Dirgantara putra semua yang kamu mau pasti terwujud " ucap Dirga dengan tegas
" tidak semua kebahagiaan berupa materi Dirga " jawab Dira dengan kesal
__ADS_1
mama Dirga mencoba mendengarkan perkataan kedua nya dan bersikap senetral mungkin kira kira apa yang akan di lakukan mama Dirga melihat keduanya saling beradu argument