
Dira sungguh senang bisa melihat bunga matahari di taman itu walaupun hanya ada beberapa saja
tapi bisa membuatnya bahagia tapi sayang kebahagiaan Dira harus terganggu oleh kedatangan orang tak di undang
" cantik sekali ? tanya orang itu
Dira langsung tersadar mendengar ada suara yang bertanya gadis itu langsung berdiri tegak dan menengok ke sumber suara
dan Dira diam saja melihat orang itu karena baru melihatnya
" maaf kan saya karena mengganggu kamu perkenalkan saya Riky " ucap pria itu yang ternyata bernama Riky
" owh ... Hay " ucap Dira sambil melambaikan tangannya
" kau menyukai nya ? tanya Riky sambil tangannya mengarah ke bunga matahari
" sangat " jawab Dira
Riky perlahan maju untuk lebih dekat lagi dengan Dira tapi gadis itu malah mundur beberapa langkah
" saya adalah penggemar mu ternyata kamu lebih manis dan cantik jika bertemu langsung " ucap Riky semangat
" terimakasih " ucap Dira dengan tersenyum
gadis itu tidak bisa berbuat sembarang di tempat seperti ini karena dia harus menjaga imejnya di tambah pakaiannya yang membuat Dira sulit bergerak
" maaf Riky saya harus pergi lain kali kita bicara oke" ucap Dira basa basi
melihat Dira akan pergi Riky langsung menghadang Dira
" bisakah kita foto bersama ? tanya Riky
" baiklah sekali saja " jawab Dira
Riky sungguh senang bisa foto bersama idolanya sungguh mimpi apa dirinya sehingga bisa bertemu dengan Dira
sebenarnya Riky datang terlambat dan pemuda itu mencari jalan pintas malah dirinya di pertemukan dengan Dira Riky pikir wanita itu juga sama seperti dirinya makanya dia memperhatikan wanita itu
tanpa pemuda itu duga setelah mendekati nya ternyata sosok yang dia idolakan dan membuatnya senang
" bolehkah saya pergi " ucap Dira
" yah silahakan " jawab Riky
Dira pergi meninggalkan Riky karena dirinya harus berganti pakaian agar bisa bebas bergerak
" dia manis sekali " ucap Riky sebelum pemuda itu pergi meninggalkan tempat itu
Riky jadi tau ternyata Dira juga suka bunga matahari seperti kaka nya Gaza padahal menurut Riky bunga mawar lebih bagus dari bunga matahari
Dira sampai di tempatnya gadis itu mencari baju nya yang di kenakan pertama kali datang
" mana bajuku " gumam Dira
" saya taruh di sini kenapa tidak ada " gumam Dira lagi
gadis itu tak patah semangat dia masih mencari bajunya ke sudut ruangan hingga pojokan lemari tapi tetap tidak ada
Dira sungguh kesal kenapa bajunya tidak ada di saat Dira masih sibuk mencari dia di kagetkan dengan kedatangan salah satu pengisi acaranya
" apa nona Dira ingin mengganti pakaiannya " tanya orang itu
" iya apa kamu tau di mana pakaian ku " tanya balik Dira
" ayo ikuti saya nona Dira pakaian anda di simpan oleh saya supaya tetap rapih " jawab nya
Dira hanya bisa mengikuti orang itu mendengar pakaian nya di simpan di suatu tempat dan sampailah mereka di depan sebuah kamar yang jaraknya lumayan jauh dari tempat itu
__ADS_1
" apa kamu yakin ini tempatnya " tanya Dira untuk memastikan
" yakin nona Dira saya sendiri yang
membawa nya " jawab petugas itu
" silahkan masuk nona " perintah karyawan itu lagi
" bolehkah saya minta tolong " ucap Dira
mendengar perkataan Dira karyawan tadi hanya mengangguk saja
" bisakah kau beritahu Thomas jika saya ada di sini sedang berganti pakaian " pinta Dira ramah
" baik Nona " jawab karyawan itu
Dira masih ragu haruskah dirinya masuk kedalam terbukti gadis itu masih berdiri di depan pintu padahal orang yang bicara dengannya sudah pergi dari sana
" masuk tidak....aaahhhh gara gara baju sialan ini mau tidak mau aku harus masuk " ucap Dira kesal
akhirnya gadis itu masuk kedalam saat Dira masuk tercium aromaterapi yang menyengat membuat Dira seketika memejamkan matanya menikmati wanginya karena Dira terbuai oleh wangi itu
tiba-tiba saja tubuhnya terasa panas dan Dira langsung tersadar dirinya harus segera mengganti pakaiannya agar cepat keluar dari tempat itu
" di mana pakaian ku " gumam Dira
gadis itu mengamati sekitar untuk mencari pakaiannya dan Dira melihat benda yang di cari terganggu di tembok dekat kamar mandi
Dira langsung mengambil bajunya tapi entah setan apa yang merasukinya melihat pintu kamar mandi Dira malah membukanya dan masuk kedalam seperti ada dorongan agar dirinya mandi di sana
dengan perlahan gadis itu membuka pakaiannya kini Dira hanya mengenakan pakaian dalam saja dan berjalan menghampiri bak mandi hingga
" byurrrr ...." suara percikan air
ternyata Dira berendam di sana dan gadis itu melakukan nya tanpa sadar sungguh Dira seperti terhipnotis olehnya
pakaian Dira yang awalnya di cari cari basah karena terjatuh di dalam kamar mandi akhirnya Dira keluar menggunakan handuk yang sudah tersedia di dalam
Dira melihat ada baju di atas tempat tidur dan itu cukup sexy karena gaun malam yang di kenakan Dira sontak membuat seseorang yang dari tadi memperhatikan Dira tambah bersemangat untuk memilikinya
" your beautiful " ucap orang itu dari belakang
mendengar ada suara selain dirinya membuat Dira tersadar gadis itu langsung berbalik karena mengetahui siapa suara itu dan dia menyadari sesuatu ternyata sejak tadi diri nya di perhatikan oleh orang itu dan gadis itu bertambah syok melihat siapa orang nya
" Dirga..." ucap Dira kaget
" yes...I IM " jawab Dirga
" ke ..kenapa kamu ada di ...di sini ? tanya Dira gugup
Dirga terus berjalan menghampiri Dira dan gadis itu terus mundur dan Dirga tersenyum melihat tingkah Dira yang seperti itu
" seharusnya saya yang bilang seperti itu " jawab Dirga
" apa maksudmu " tanya Dira lagi
" ini tempat ku sengaja ku persiapkan untuk bermain " Dirga menjeda ucapannya
pria itu mundur selangkah dan berdiam seperti sedang mengamati Dira dari ujung rambut hingga ujung kaki membuat gadis itu risih
" melihat penampilan mu apa kamu ingin menggodaku " sambung Dirga lagi
perkataan Dirga membuat Dira kesal sontak saja Dira langsung mengeluarkan taring nya
" hah...mimpi " ucap Dira tegas
jawaban Dira membuat Dirga marah apalagi dia melihat Dira akan pergi dari sana dengan cepat tangan Dirga meraih tangan Dira
__ADS_1
" lepas ...!!!! teriak Dira
" kau tidak akan bisa keluar dari sini tanpa
ijinku...!!! jawab Dirga dengan marah
" kamu tidak berhak melarang ku " ucap Dira dengan tegas
" hahaha ...aku orang yang paling berhak melarang kamu Dira....!!!! ucap Dirga lagi dengan emosi
" jangan mimpi " ucap Dira lagi
" aku tidak mimpi karena kamu adalah Dira sanders dan kamu adalah calon ibu dari anak-anak ku " jawab Dirga dengan tegas
Dira kaget dengan jawaban Dirga sungguh gadis itu ingin menyangkalnya sekali lagi
" sudah ku bilang kamu salah mengenali orang " jawab Dira tenang
Dirga langsung melepas cengkraman nya dan dia mengambil amplop coklat yang selalau dia bawa di balik jasnya
" kau lihat amplop ini dengarkan baik-baik
ini adalah kiriman dari kanada di mana orang tua ku berada " Dirga menjeda perkataan nya
" mereka bilang di dalam ini ada foto calon istriku Dira Sanders dan tebak wajah siapa di dalam...
kamu tidak bisa menyangkalnya Dira....!!!! ucap Dirga dengan sedikit teriak
mendengar perkataan Dirga gadis itu menggelengkan kepalanya dia juga memundurkan langkahnya Dira menutup mulutnya karena kaget dengan ucapan Dirga
" hahaha....lihat dirimu yang seperti ini membuatku semakin yakin Dira " ucap Dirga dengan nada mengejek
" Dirga...perjodohan itu sudah di batalkan " jawab Dira
" aku tidak mau Dira....!!!! teriak Dirga
" kenapa kau selalu menolak ku dari dulu hingga sekarang...apa kurangnya aku hah...!!!! ucap Dirga lagi dengan marah
Dira terus mundur melihat Dirga terus melangkah maju mendekatinya
gadis itu tau jika Dirga sedang emosi maka dari itu lebih baik Dira mencari akal agar terlepas darinya
" jawab.... kenapa kamu diam saja " ucap Dirga
" apa kamu hidup seperti bunga matahari ? tanya Dira tenang
" hahaha... pertanyaan yang selalu kudengar jika bersamamu apa hebatnya bunga matahari dia hanya bunga sedangkan aku adalah raja " jawab Dirga
" yah kau hanya bisa jadi raja oleh sebab itu kita tidak bisa bersama " ucap Dira yakin
Dirga marah mendengar ucapan Dira pria itu langsung memegangi kedua tangan Dira dan di tempelkan ke tembok membuat gadis itu tidak bergerak
" jangan gila Dirga apa kamu mau kejadian itu terulang lagi " ucap Dira emosi
" apa kamu yakin " jawab Dirga sambil mengeluarkan semiriknya
" apa maksudmu ? tanya Dira bingung
setelah mengatakan itu tubuh Dira terasa lemas dan pandangan matanya sedikit buram membuat gadis itu menggelengkan kepalanya
" obat itu sudah mulai bereaksi Dira " ucap Dirga dengan berbisik
" apa...? ucap Dira kaget
Dira sungguh tidak mengerti obat apa sedangkan dirinya tidak pernah memasukan sesuatu yang aneh selama di tempat itu kedalam tubuhnya di saat Dira sedang berfikir gadis itu di kaget oleh tindakan Dirga
karena Dirga mencium bibir Dira dengan paksa membuat gadis itu berontak beberapa kali Dira mendorong Dirga tapi pria itu juga melakukan lagi mengambil ciuman nya terhadap Dira walaupun gadis itu mengeluarkan perlawanan
__ADS_1