
Dira sungguh senang karena dia akan bertemu dengan cinta pertama nya dunianya siapa lagi jika bukan papa Antonio walaupun dengan penuh drama akhirnya Gaza mengijinkan Dira pergi
dan berbagai syarat yang harus Dira penuhi padahal gadis itu sudah semaksimal mungkin agar dirinya bisa pulang seorang diri tapi Gaza menolak karena pria itu ingin ada yang menjaga Dira
dan sekarang gadis itu di dalam pesawat bersama dengan arya dan Bima salah satu anak didik Gaza yang pernah membawa Dira ke markasnya dan Gaza mempercayai ke dua pemuda itu
sebenarnya Gaza ingin maxim yang ikut bersama Dira tapi mengingat dirinya juga mendapat misi dari big bos akhirnya maxim dan Rudy yang akan membantu Gaza beserta marvin pastinya
" pantas saja saya seperti familiar dengan nona ternyata nona seorang artis " ucap Bima
" sssttttt...jangan kers keras nanti kedengaran " jawab Dira pelan
" maaf nona " ucap Bima
" sebelumnya kami minta maaf atas semua yang pernah kami lakukan nona Dira " sambung arya
Dira hanya mengangguk tanda setuju tapi sebenarnya karena Dira malas berdebat saja
" oh iya manajerku sisil sudah sampai di sana dan dia yang akan menjemput kita aku harap kalian diam saja saat dia bertanya yang aneh biar saya yang akan menjawabnya " perintah Dira
" iya nona Dira " jawab mereka serempak
sekarang di tempat Dirga pria itu sedang berbicara dengan Mery salah satu anak buahnya yang seorang wanita
" tuan.... saya datang ? ucap Mery
" Mery....ke marilah " perintah Dirga sambil tangannya menyentuh pundak sendiri tanda dirinya minta di pijit
mendapat perintah big bosnya Mery mendekat dan wanita itu mulai menyentuh pundak Dirga dengan tangannya yang terampil wanita itu mulai memijat nya dan Dirga memejamkan mata karena menikmatinya
" lebih keras lagi mery " perintah Dirga
" baik tuan " jawab Mery
" ada apa tuan ? tanya Mery sambil memijat Dirga
" saya harap kali ini ada kabar baik " sambung Mery lagi
Dirga mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Mery
" pergilah ke tempat yang akan ku tunjukan,di sana sudah ada felix " Dirga menjeda ucapannya
" ini juga kesempatan kamu agar semangkin dekat dengannya " sambung Dirga
" apa dia juga akan ke sana tuan ? tanya Mary
__ADS_1
" iya ...tapi dia harus membuat ramuan dulu baru ke sana " jawab Dirga sambil menikmati pijitan Mery
" baik tuan " jawab Mery senang
" gunakan kesempatan yang aku berikan agar kamu bisa mendapatkan Nya " perintah Dirga
" terimakasih tuan " jawab Mery
" dan kamu harus melayani wanitaku pastikan tidak boleh ada yang mendekati nya hanya kamu yang bisa menyentuhnya " perintah Dirga lagi
" oho.... apa ini tuan ku sungguh posesif sekali " ledek Mery
" dia berbeda Mery kau akan melihatnya nanti " ucap Dirga lagi
" jadi sekarang tuan sudah berubah pikiran ? tanya mery penasaran
" tidak akan " jawab Dirga tegas
" saya yakin di sini...tuan masih menyimpannya dengan rapih " ucap Mery sambil tangannya memegang dada Dirga
Dirga jadi kesal dengan tingkah anak buahnya yang satu ini dan pria itu langsung menangkis tangan Mery
" kau mulai berulah yah....sana pergi tugas kamu sudah selesai " perintah Dirga
" kenapa bos....apakah perkataan ku benar kalo seorang Dirgantara putra sebenarnya sudah lama mencintai nya hanya karena gengsi jadi tidak mau
mengakui nya " ledek mery lagi
" Mery cukup.... jangan karena aku menganggap kamu seperti saudaraku kau bersikap seenaknya " ucap Dirga dengan marah
Mery terdiam mendengar perkataan big bos nya tapi wanita itu berusaha tenang menghadapi seorang Dirga
" maaf tuan...." jawab mery dan dia menjeda ucapannya sebelum melanjutkan perkataan nya lagi
" tapi percayalah...jika tuan mencintainya perlakukan dia secara lembut lupakan dendam itu sebelum tuan menyesal karena ada seseorang yang mengambil nya " ucap Mery panjang lebar
setelah mengatakan semua itu Mery pamit pergi meninggalkan Dirga yang masih diam pria itu mengepalkan tangannya mendengar perkataan Mery
" siapa yang berani mengambilnya maka akan ku buat dia menghilang selama nya tak terkecuali " gumam Dirga
sementara itu di tempat Gaza sekarang pemuda itu sedang bersiap untuk membuat racun yang di perintah big bosnya di bantu Marvin
" apa kamu yakin akan melakukan nya ? tanya Marvin
Gaza hanya mengangguk saja karena dia sedang serius merakit ramuannya
__ADS_1
" saya ikut senang mendengarnya jika ini memang perintah yang terakhir dari big bos " ucap marvin lagi
" oiya tuan Diego mengundang kita makan bersama di rumahnya " ucap Marvin lagi
Gaza berhenti meracik ramuan nya mendengar perkataan Marvin dan menengoknya seperti ingin tau kelanjutannya
" anak angkatnya baru datang dari korea dan dia ingin memperkenalkan nya " sambung Marvin lagi
" laki laki atau perempuan ? tanya Gaza
" hhhmmmm perempuan " jawab Marvin ragu
" kau saja " jawab Gaza to the point
Marvin sudah menebaknya jika jawaban Gaza akan seperti itu
" ikutlah kali ini saja hanya malam ini kita bersenang-senang sebelum pergi menjalankan tugas place...." mohon marvin
Gaza tidak perduli dengan perkataan Marvin dia malah melanjutkan pekerjaannya meracik racun
" saya seperti bicara dengan patung " gumam Marvin
" Marvin... haruskah saya memberikan ini kepadamu dulu " ucap Gaza dengan tegas
" hehehe...ah ..aku lupa harus menghubungi Dira sudah sampai belum ya " ucap marvin
setelah mengatakan itu Marvin langsung pergi dengan terburu-buru karena dia ingin menghindari Gaza sedangkan untuk Gaza pria itu langsung membuka smartphone nya untuk melihat posisi Dira
dari smartphone nya, Gaza bisa tau posisi Dira berada itu semua karena pria itu menaruh pelacak di smartphone Dira saat ketinggalan di markasnya dan kemaren dia memberikan smartphone itu kepada Dira
gadis itu tidak tau jika smartphone miliknya sudah di otak atik oleh Gaza dia hanya senang karena smartphone nya kembali lagi tanpa menunggu lama gadis itu langsung mengambil nya
dan sekarang Gaza mengetahui jika posisi Dira belum sampai dan gadis itu masih di perjalanan bersama anak buah kepercayaan nya
" apa aku harus mengajaknya nanti " gumam Gaza
" aaiiissshhhh...kenapa aku selalu bodoh di dekatnya " ucap Gaza dengan kesal
" apa benar ucapannya.... jika benar maka saya akan jadi orang bodoh tapi kenapa saya tidak marah " gumam Gaza lagi
pria itu tersenyum setelah mengatakan itu sungguh Gaza bahagia akhirnya ada yang bisa membuatnya senang selain darah dan itu seorang wanita
Gaza sungguh tidak sabar ingin menjalankan misinya kali ini supaya dia bisa keliling dunia segera dan pemuda itu tidak tau jika misi kali ini adalah awal kehancuran seorang Gaza
bagaimana dia menghadapi nya bisakah Gaza melewati masalah nya kali ini mengingat ini pertama kalinya dia berurusan dengan perasaan yang namanya cinta
__ADS_1