Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Kebahagiaan Nathan


__ADS_3

Dengan langkah gontai Nathan pergi ke garasi di ikuti oleh Zila sang kakak.



"Semangat dong dek, lemes amat sih" ucap Zila sambil terus mengikuti langkah Nathan.



Nathan hanya diam tidak menghiraukan perkataan kakak nya.



Nathan dan Zila pun mencari mobil baru seperti yang di bilang ibu nya.



"Kak" teriak Nathan yang sedadng berada di belakang mobil Anggar.



"Ada apa dek" jawab Zila kaget karena mendengar teriakan Nathan, lalu menghampiri nya.



"Ada ap, pa dek? Dek, itu," Zila pun ikut berteriak sambil menunjuk kearah motor baru yang sedang di parkir di situ.



"Jadi kunci ini." teriak Nathan bahagia sambil menyalakan motor nya.



"Kak, aku dibelikan motor kak" teriak Nathan yang langsung memeluk erat Zila.



"Aku harus menemui mamah" teriak Nathan sambil melepaskan pelukan nya lalu berlari kencang mencari ibu nya.



Zila hanya diam sambil memandang motor baru yang di belikan ibu nya untuk Nathan dengan bibir tersenyum, dia ikut bahagia melihat adik nya yang begitu sangat bahagia.



"Mah" teriak Nathan sambil membuka pintu masuk utama.



"Bi, mamah dimana? Tanya Nathan dengan nafas yang tidak beraturan.



"Nyonya di kamar den" jawab bi Tuti sambil menatap heran kepada Nathan.



"Kenapa dengan kakak Nat bi? Tanya Nia.



"Ngga tahu non, bibi juga heran." jawab bi Tuti.


*


*


Ara pun sudah segar dan wangi, tidak lupa dia juga mempercantik diri untuk suami tercinta nya.


"Mah, makin tua kok mamah makin cantik sih." ucap Anggar sambil berdiri di belakang Ara yang sedang bercermin di depan meja rias nya.



"Maksud papah mamah tua? Terus papah mau cari yang muda gitu? Tanya Ara sambil memandang tajam ke arah Anggar.



"Aduh salah bicara lagi\>" gumam bathin Anggar.



"Bukan gitu mah, maksud nya waktu muda mamah itu cantuik nah sekarang malah lebih cantik." jawab Anggar sambil tersenyum.

__ADS_1



"Mah" teriak Nathan sambil terus mengetuk pintu dan memmanggil-manggil Ara ibu nya.



"Mah, seperti nya Nathan sudah melihat motor nya deh" ucap Anggar sambil menghampiri pintu.



"Iya kayak nya, tolong bukain pintu nya pah," jawab Ara yang masih duduk di kursi rias nya.



"Ada apa dek? Tanya Anggar.



"Pah, makasih ya pah, makasih." teriak Nathan sambil memeluk Anggar setelah pintu kamar di buka.



"Makasih nya ke mamah jangan ke papah, karena tanpa ada izin dari mamah mana mungkin papah juga beiikan" jawab Anggar sambil melepas kan pelukan nya.



"Mah," teriak Nathan lalu berlari dan langsung memeluk erat Ara dengan mata yang sudah berkaca-kaca saking bahagia nya.



"Makasih mah, makasih, maaf kan adek ya, yang sudah berpikir kalau mamah ngga sayang adek," ucap Nathan dengan bibir bergetar.



"Sama-sama sayang, tapi kamu harus selalu ingat janji yang telah kamu ucap kan di depan mamah dan papah," jawab Ara sambil mengusap lembut punggung Nathan.



"Iya mah, adek janji dan adek akan bertanggung jawab dengan apa yang telah adek janjikan sama mamah." ucap Nathan sambil melepas kan pelukan nya lalu mencium pipi Ara berkali-kali.



"Dek, jangan di cium terus mamah nya nanti lecet." ucap Anggar.




"Tapi jangan di pakai dulu sebelum adek punya SIM, kalau cuma sekitaran sini boleh saja," ucap Ara.



"Iya mah, Nathan mengerti, makasih ya mah." ucap Nathan yang tak henti-henti nya mengucap kan terima kasih kepada Ara.



Anggar pun merasa sedikit kesal karena Nathan terus-terusan mencium pipi Ara dan memeluk nya.



"Udah sana cobain motor nya, tapi jangan jauh-jauh." ucap Anggar sambil menarik tangan Nathan.



"Tapi aku mau nyobain nya bareng mamah" jawab Nathan.



"Ngga, ngga boleh, enak saja mamah mau diajak naik motor." jawab Anggar.



"Huh dasar papah bucin, ya udah mah Nathan ke bawah dulu ya? Ucap Nathan lalu mencium pipi Ara kembali.



"Jangan lupa belajar nya di tingkat kan lagi dan nilai nya di pertahan kan" ucap Ara.



"Iya mamah sayang." jawab Nathan lalu mencium pipi Ara kembali.

__ADS_1



"Udah dek sana pergi, lama-lama beneran lecet tuh pipi mamah." ucap Anggar sambil menarik tangan Nathan dan menyuruh nya keluar.



"Iya, iya pah, sama anak sendiri aja cemburu." jawab Nathan sambil melangkah kan kaki nya.



Nathan pun keluar dengan perasaan yang sangat bahagia luar biasa, wajah nya pun sangat berbeda dengan sebelum nya.



"Pah, kamu ini, sama anak sendiri saja cemburu." ucap Ara.



"Pokok nya kamu jangan ada yang menyentuh selain papah seorang." jawab Anggar sambil memeluk istri nya.



Ara cuma tersenyum dalam pelukan suami nya, betapa bahagia nya dia yang selalu di sayang dan di cintai suami nya.



"Mas udah lama kita ngga berziarah" ucap Ara yang masih dalam pelukan Anggar.



"Ya sudah nanti kita kesana bareng anak-anak." jawab Anggar.


*


*


"Kak, ayo kita coba sekitaran sini" ucap Nathan yang baru datang, dan mengagetkan Zila yang sedang diam emnatap motor baru Nathan.


"Kamu ini dek, kakak sampai kaget, emang kamu bisa dek? Tanya Zila.



"Bisa lah kak, adek kan sering pinjam motor teman." jawab Nathan.



"Awas ya dek kamu jangan sampai pijam motor teman mu itu lagi" ucap ZIla.



"Ya kalau sekarang ngga bakalan kak, kan adek udah punya motor." jawab Nathan sambil naik ke atas motor baru nya.



"Ayo kak, kita coba motor nya." ajak Nathan yang sudah duduk manis di atas motor nya.



"Helm nya mana dek? Mau dekat atau pun jauh kalau lagi berkendara sepeda motor itu tetap harus memakai helm." ucap Zila.



"Itu kak, tolong ambil kan dong." ucap Nathan sambil menunjuk ke rak yang ada di garasi itu.



"Wah dek, ini mah helm nya juga helm mahal, kamu harus benar-benar menjaga apa yang telah mamah dan papah berikan sama kamu dek, kamu jangan mengecewakan mereka.



"Iya kak, tapi kakak ngga marah atau cemburu kan adek di belikan motor sama mamah dan papah." ucap Nathan.



Nathan tahu kalau mereka bukan lahir dari rahim yang sama, jadi Nathan takut kakak nya ini punya rasa cemburu sosial kepada adik-adik nya.



"Ngga lah dek, buat apa cemburu sama adik nya sendiri, kakak itu ikut bahagia melihat kamu bahagia seperti ini, ngga kayak tadi, muka nya kusut kayak yang belum di setrika selama satu tahun." jawab Zila sambil naik ke atas motor Nathan.


__ADS_1


"Makasih ya kak, kakak memang kakak Nathan yang super baik dan cantik." jawab Nathan lalu melajukan motor nya perlahan.


__ADS_2