Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Curhatan Zila


__ADS_3

Pagi hari, seperti biasa mereka selalu berkumpul di meja makan, sudah menjadi tradisi keluarga mereka semenjak pak Hardian dan Bu Carlota masih ada dulu.



Wajah mereka terlihat bahagia dan selalu tersenyum, Zila yang bahagia karena dirinya kini dekat dengan Aksa, sedang kan Ara dan Anggar bahagia karena semalam mereka sudah merajut cinta mereka hingga membuat tempat tidur nya kusut, kecuali Nathan yang masih menampak kan wajah sedikit suram.



Nathan memang sudah minta maaf dan bilang kalau dia ngga apa-apa tidak di belikan motor, tapi di hati Nathan masih tersimpan sedikit kesedihan.



Zila yang sedang bahagia karena dekat dengan Aksa pun selalu menyunggingkan senyuman di bibir nya.



"Kakak, kok kakak senyum-senyum sendiri terus sih dari tadi" ucap Rania pada Zila.



"Apa sih kamu dek? Siapa yang senyum-senyum? ucap Zila sambil menyentuh pipi Rania gemas.



"Kakak nya lagi bahagia karena kemarin ada yang ngantar pulang ya? ucap Ara yang baru masuk ke ruang makan bersama Anggar dengan rambut yang masih pada basah.



"Jadi mamah melihat nya? Tanya ZIla sambil menatap ke arah Ara.



"Ya, mamah melihat nya dan mamah butuh penjelasan dari kakak" jawab Ara.



"Zila juga kemarin mau cerita sama mamah, tapi mamah nya lagi ngga mood" jawab Zila.



Ya selama ini ZIla memang selalu bercerita masalah apa pun kepada Ara, mamah nya ini sudah seperti seorang ibu, dan seorang sahabat bagi Zila.



"Kakak masuk jam berapa hari ini? Tanya Ara sambil mengisi piring dengan nasi goreng untuk suami nya.



"Jam sepuluh mah, kenapa? Tanya Zila.



"Nia, hari ini sekolah nya diantar papah dulu ya nak, mamah ada perlu dulu sama kakak Zila" ucap Ara.



"Iya mamah" jawab Zila.



"Anak pintar," ucap Anggar sambil mengelus puncak kepala Rania.



"Papah, rambut Nia udah rapih jangan di sentuh" teriak Rania.



"Wah Nia marah, maaf papah ngga sengaja" ucap Anggar sambil tersenyum, semua yang ada di meja makan pun tersenyum termasuk Nathan.



"Kamu baik-baik saja nak? Tanya Anggar sama Nathan.



"Oke pah," jawab Nathan sambil memaksakan senyuman nya.



"Belajar yang benar ya nak, jadilah kebanggaan papah dan mamah, kamu anak laki-laki satu-satu nya di keluarga ini" ucap Ara.



"Iya mah, Nathan akan berusaha sebisa dan semampu Nathan untuk menjadi anak yang lebih baik lagi dan membanggakan papah dan mamah" jawab Nathan.

__ADS_1



Ara pun tersenyum mendengar jawaban dari Nathan, Ara tahu kalau Nathan ini masih sedih hati nya, tapi Ara memilih untuk diam dan tidak membahas nya.



"Jadi Zila cerita nya hanya sama mamah nih? Sama papah ngga? Ucap Anggar.



"Ya kan, walaupun Zila ngga cerita sama papah, papah pasti tahu dari mamah" jawab Zila.



"Iya juga sih, ya udah ayo kita berangkat dek, Nathan mau sekalian bareng papah ngga? tanya Anggar.



"Iya pah Nathan sekalian bareng papah aja" jawab Nathan sambil mengambil tas nya.



"Mah, Nathan berangkat dulu" ucap Nathan sambil mencium telapak tangan Ara.



"Yang rajin ya belajar nya, jangan memikirkan yang ngga-ngga" ucap Ara sambil mengelus puncak kepala Nathan.



"Iya mah" jawab Nathan lalu pergi menuju mobil Anggar papah nya.



"Papah berangkat ya Sayang" ucap Anggar sambil mencium kening Ara.



"Hati-hati ya pah,, nanti siang sehabis jemput Nia dari sekolah mamah langsung ke kantor papah ya"" jawab Ara sambil tersenyum.



"Oke mamah sayang" jawab Anggar sambil tersenyum.




"Sekarang ceritakan kepada mamah, siapa yang ngantar kamu pulang kemarin? Tanya Ara.



"Dia Aska mah, dia juga kuliah di kampus yang sama ma Zila, cuman dia semester akhir" jawab Zila.



"Sekali-kali kenalkan sama mamah ya? Mamah ingin melihat teman mu itu" ucap Ara.



"Iya mah, nanti juga jemput Zila kok mah" ucap Zila.



"Oh cerita nya udah antar jemput nih? Menjurus kejadian nih." Ara pun menggoda Zila.



"Is mamah, apaan sih" jawab Zila dengan muka yang sedikit merah.



"Mamah sih ngga ngelarang kamu dekat dengan laki-laki, tapi mamah minta kamu bisa menjaga diri kamu sendiri, jangan sampai sesuatu terjadi sama kamu, masa depan kamu itu masih panjang sayang" ucap Ara.



"Iya mah, Zila akan selalu ingat pesan-pesan mamah" jawab Zila sambil tersenyum.



Ara dan Zila pun terus berbincang layak nya sepasang sahabat.



Hingga tak terasa jam pun sudah menunjuk kan hampir siang hari, dan terdengar suara klakson di halaman rumah.

__ADS_1



"Tuh kak, arjuna nya sudah jemput" ucap Ara sambil melihat ke arah depan halaman.



"Mamah" ucap Ara dengan nada manja nya.



"Suruh masuk kak, mamah ingin lihat arjuna kakak" ucap Ara.



"Zila ke depan dulu ya mah" ucap Zila sambil berdiri lalu pergi ke depan.



"Hai" sapa Aksa sambil membuka helm pull face nya.



"Hai juga Sa, masuk dulu yuk? Aku kenalkan sama mamah" ajak Zila.



Aksa pun masuk ke dalam rumah mengikuti Zila.



"Halo tante, apa kabar, kenalkan saya Aksa" ucap Aksa lalu mencium telapak tangan Ara.



"Halo juga, silahkan duduk nak Aksa" jawab Ara.



Aksa pun duduk di depan Ara sambil tersenyum, "Terima kasih tante" ucap Aksa.



"Sebentar ya aku ngambil tas dulu" ucap Zila.



Selama Zila ngambil tas nya ke kamar, Ara pun berbincang-bincang dengan Aksa.



"Ayo, kita berangkat" ajak Zila yang sudah kembali dengan tas dan buku di tangan nya.



"Kita berangkat dulu tante" ucap Aksa lalu berdiri dan mencium telapak tangan nya Ara.



"Kalian hati-hati ya? Jangan ngebut" ucap Ara lalu mencium kening Zila.



"Iya mah" jawab mereka berdua lalu pergi meninggalkan Ara yang masih menatap nya.



"Tidak terasa kamu sudah dewasa nak, andai bunda kamu masih ada, mungkin mamah ngga bakalan kenal dan melihat kamu sampai dewasa seperti sekarang." gumam bathin Ara sambil menatap kepergian mereka.



"Mamah mu asik ya Zil, enak banget ngobrol ma dia" ucap Aksa.



"Ya mamah itu orang nya asik buat kita curhat dimintain pendapat, pokok nya enak lah kalau sama mamah" jawab Zila sambil tersenyum.



"Kapan-kapan aku boleh kan main lagi ke rumah kamu? Ucap Aksa.



"Boleh, kalau mau main ya main saja," jawab Zila.


__ADS_1


Aksa pun tersenyum di balik helm nya, begitu lah dia cara mendekati para wanita, selalu diawali dengan kata-kata manis dan selalu mendekati keluarga nya agar mendapat restu dan terlihat pria yang baik di mata mereka.


__ADS_2