Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Minta Maaf


__ADS_3

Anggar dan Ara pun kini sudah berada di ruangan Anggar.



"Mas, sudah lah jangan masukan mereka ke dalam penjara, kasihan mereka itu masih muda, masa depan nya masih panjang" kata Ara.



"Tapi mereka sudah membuat kamu terluka Yang? Aku ngga akan membiarkan orang yang aku cintai terluka sedikit pun" kata Anggar.



"Jadi mas sekarang sangat mencintai aku ya? tanya Ara sambil tersenyum.



"Kamu ini, pertanyaan bodoh kamu ungkap kan, kalau aku ngga mencintai kamu buat apa aku membela kamu" kata Anggar.



Ara pun tersenyum lalu memeluk suami nya dari samping dan menyandarkan kepala di bahu nya Anggar.



"Cukup mas beri pelajaran saja mereka, jangan sampai masuk ke kantor polisi, apalagi Dina, dia itu hanya di suruh oleh bu Ranti" Ara mencoba bicara pelan-pelan dengan suami nya.



"Baiklah kalau memang itu mau kamu, mereka biar aku pecat saja dari kerjaan mereka" ucap Anggar



"Kalau buat Dina kasih kesempatan lagi aja mas? Soal nya kasihan dia harus membiayai adik nya sekolah" kata Ara.



"Kenapa kamu ini baik sekali sih Yang? Padahal kamu itu sudah di perlakukan tidak baik oleh mereka" kata Anggar sambil membelai lembut rambut Ara.



"Aku cuma ngga mau memutuskan rezeki mereka, apalagi keadaan Dina yang memang benar-benar sangat membutuh kan nya." jawab Ara.



"Ya sudah mas hubungi satpam dulu, kali aja mereka masih di tahan di sana" kata Anggar, lalu mengambil ponsel nya.


*


*


Di kantor sudah ramai dengan gosip yang terjadi pada Ara.


"Ya ampun ternyata Sahara yang office girl itu istri nya pak Anggar, ah beruntung sekali dia" ucap salah satu karyawan.



"Iya, kenapa bukan aku saja ya jodoh ke dua nya pak Anggar? Jawab teman nya.



"Semua nya juga mau lah, tapi ya itu bukan rezeki dan pak Anggar bukan jodoh kita, kita harus bisa terima kenyataan nya, jangan seperti bu Ranti"



"Memang nya ada apa dengan bu Ranti? Tanya salah satu karyawan.



"Kamu belum tahu? Karyawan itu pun menggeleng.

__ADS_1



"Bu Ranti itu sudah mengurung bu Ara di gudang dan bahkan katanya dia menampar bu Ara"



"Waduh, terus bu Ranti di pecat dong sama pak Anggar?



"Pasti lah, dan katanya mereka berdua mau di bawa ke kantor polisi"



"Berdua? Memang nya sama siapa?



"Itu si Dina yang office girl juga, teman nya bu Ara"



"Mampus mereka, lagian berbuat sesuatu ngga lihat-lihat dulu, akhir nya mereka pun jadi pengangguran lagi"



"Padahal cari kerja sekarang itu susah nya minta ampun"



"Eh lihat-lihat Bu Ranti dan si Dina di bawa masuk kembali sama pak satpam" ucap karyawan yang melihat Ranti dan Dina di giring mauk oleh satpam.



"Paling mau di kasih surat pemecatan sama pak Anggar, ya sudah lah ayo kita kerja lagi, daripada kita juga kena pecat karena gibah"


*


*


"Kamu sudah membawa mereka ke kantor polisi belum? Tanya Anggar.



"Kami belum membawa nya pak, karena kami menunggu instruksi dari bapak dulu" jawab pak satpam.



"Kalau begitu, tolong bawa dulu mereka ke ruangan saya" kata Anggar.



"Baik pak, kami akan membawa mereka kesana sekarang juga" jawab satpam lalu menyimpan intercomnya kembali.



Ke dua satpam itu pun membawa Ranti dan Dina ke ruangan nya Anggar, sepanjang mereka menuju ke ruangan Anggar, sebagaian karyawan yang melihat nya pun terus menatap Ranti dan Dina dengan berbagai ekspresi.



Mereka pun sampai di ruangan Anggar, lalu membawa masuk Ranti dan Dina setelah Anggar menyuruh nya.



"Kalian duduk" ucap Anggar kepada Ranti dan Dina.



Kedua satpam itu pun menyuruh mereka untuk duduk sedangkan mereka berdua berdiri siaga.

__ADS_1



Ranti dan Dina menunduk dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.



"Saya sebagai atasan kalian merasa kecewa dan marah atas kelakuan kalian berdua terhadap istri saya, saya tadi nya mau menjebloskan kalian berdua ke dalam penjara" ucap Anggar.



"Maaf kan saya pak, jangan masukan saya ke penjara" kata Dina sambil menangis.



"Maaf kan saya juga pak, saya terlalu terobsesi kepada bapak , jadi saya hilang akal" ucap Ranti.



"Kenapa kalian meminta maaf kepada saya? Memang nya kalian salah apa sama saya? Kata Anggar, karena menurut Anggar mereka meminta maaf kepada istri nya bukan ke dirinya.



"Ra, maafin aku ya? Jujur aku iri sama kamu, kamu selalu di sayang sama bu Hani dan teman-teman semua, tolong maafin aku ya Ra? Jangan masukan aku ke dalam penjara" Dian pun bersimpuh di kaki nya Ara.



Ara yang memang bukan orang sombong merasa ngga enak dengan kelakuan Dina, Ara pun meraih pundak Dina dan menyuruh nya berdiri.



"Sudah lah Din, kamu jangan seperti ini, ayo bangun" ucap Ara.



Ara pun memeluk Dina, "Sudah lah aku sudah memaaf kan kamu kok" bisik Ara.



"Makasih Ra, ternyata yang mereka omongkan benar ada nya, kamu itu orang baik" ucap Dina sambil memeluk Ara.



"Maafin saya bu Ara, saya sudah khilaf, pak Anggar beruntung mendapat kan anda, anda orang baik, sekali lagi maafkan semua kelakuan saya" kata Ranti sambil menunduk.



"Saya memang sudah memafkan kalian berdua, tapi soal keputusan ada pada suami saya" kata Ara sambil melirik ke arah suami nya.



Mereka berdua pun menunduk, mereka pasrah dengan apa yang akan Anggar putuskan.



"Ah memang Ara eh bu Ara ini selain cantik dia adalah wanita baik dan lembut tapi tegas, beruntung pak Anggar menjadikan nya sebagai istri" gumam pak satpam.



"Ah, andaikan saya yang menjadi pak Anggar sudah saya langsung bawa dua orang ini ke kantor polisi" gumam satpam yang satu nya.



"Baiklah, sebenar nya saya ingin memasukan kalian ke dalam penjara, tapi istri saya yang punya hati baik ini melarang nya, dengan alasan kasihan, padahal menurut saya apa yang telah kalian lakukan kepada istri saya itu sangat lah keji, dimana orang yang ngga bersalah harus menerima tekanan dan tamparan dari cewek liar seperti kalian, dengan memohon istri saya meminta agar kalian tidak di masukkan ke dalam penjara, apa kalian tidak malu? kata Anggar dan sengaja menjeda perkataan nya.



Ranti dan Dina hanya menunduk dan sesekali mereka mengusap air mata nya.


__ADS_1


"Saya akan mengikuti kemauan istri saya, kalau kalian tidak akan saya masukan ke dalam penjara, tapi kalian saya pecat dari kantor ini" kata Anggar dengan tegas dan jelas.


__ADS_2