
Waktu pun terus bergulir, hingga kini Nathan sudah memasuki Sekolah Menengah Atas dan Zila memasuki wisuda.
Zila dan Aksa pun semakin dekat hingga mereka menjadi sepasang kekasih.
Waktu itu di kala dia dan Aksa menikmati dinner di malam minggu di sebuah cafe, Aksa menyatakan perasaan nya kepada Zila.
"Zil, semenjak aku mengenal kamu, aku sudah ada perasaan spesial kepada kamu, nama dan wajah mu selalu ada di dalam hati dan pikiran ku, Zil mau kah kamu menjadi pacar ku? Ucap Aksa sambil memberikan sekuntum mawar.
Zila yang memang baru pertama kali di tembak seorang pria pun merasa sangat bahagia sekali.
Bukan ngga ada yang mau sama Zila, tapi papah dan mamah nya selalu bilang jangan pacaran dulu, tapi sekarang Zila sudah ada izin dari orang tua nya untuk dekat dengan lawan jenis asalkan Zila bisa menjaga diri nya sendiri.
"Aku mau Sa." jawab Zila sambil mengangguk dan tersneyum.
"Makasih Zil," ucap Aksa sambil memeluk Zila.
"Akhir nya aku bisa mendapat kan kamu Zila." gumam bathin Aksa.
Mereka pun lalu makan bersama dengan perasaan dan hati yang berbunga-bunga.
*
*
Anggota keluarga Anggar semua nya diliputi kebahagiaan.
Nathan pun selalu menampak kan wajah ceria nya semenjak dia di belikan motor oleh kedua orang tua nya.
Bahkan Nathan selalu mengantar kan adik nya Nia pergi ke sekolah, Nathan bilang untuk meringan kan tugas mamah nya.
"Udah siap belum dek? Tanya Nathan pada Nia.
"Sudah kak, ayo kita berangkat." ucap Nia sambil menggendong tas nya.
"Adek, kakak Nat bawa motor nya suka ngebut tidak? Tanya Ara.
"Tidak mah, malah adek nyuruh kak Nat untuk ngebut, eh adek malah di marahin." jawab Nia.
"Kak Nat udah benar dek, kalau kak Nat ngebut mamah akan jual lagi itu motor." jawab Ara.
"Adek mau berangkat sama papah apa sama kak Nathan? Tanya Anggar.
"Sama kak Nathan aja pah, kalau sama kak Nathan, teman-teman adek suka bilang keren." jawab Nia.
"Ya sudah sana berangkat sama kak Nathan, nanti yang jemput mamah, sekalian mamah mau ke mall ada yang mau di beli nanti." ucap Ara.
__ADS_1
"Oke mamah Nia yang cantik." ucap Nia lalu mencium telapak tangan Ara.
Setelah pamit pada orang tua dan kakak nya, Nathan dan Nia pun berangkat ke sekolah.
"Masih diantar jemput sama teman kamu yang suka bawa motor itu kak? Tanya Anggar pada Zila.
"Masih pah" jawab Zila.
"Papah ngga ngelarang kamu dekat sama siapa pun , tapi papah minta kamu selalu bisa menjaga diri kamu." ucap Anggar.
"Iya pah, kakak akan selalu ingat pesan papah dan mamah." jawab Zila.
"Ya sudah papah mau berangkat, kamu mau bareng papah ngga? Atau di jemput lagi? ajak Anggar.
"Bareng pah, dia ngga bisa jemput, lagi banyak tugas katanya\>" jawab Zila.
"Ya sudah kalau gitu ayo kita berangkat." ajak Anggar sambil berdiri.
"Hati-hati pah." ucap Ara sambil mencium telapak tangan nya Anggar.
*
*
Ara pun sudah ada di sekitaran mall bersama Nia, mereka berdua keliling mall mencari apa yang di butuh kan Ara.
Tanpa sengaja Ara melihat sosok yang ia kenali lagi berdua sama seorang perempuan, mereka berdua kelihatan sangat mesra.
"Perasaan aku dan papah ternyata benar, kalau Aksa tidak baik untuk Zila." gumam bathin Ara.
"Kita pulang yuk nak" ajak Ara.
"Memang mamah sudah selesai? Kita ke kantor papah dulu yuk mah? Ajak Nia.
"Ya sudah ayo, memang nya Nia mau ke kantor papah? Tanya Ara.
"Mau mah," jawab Nia senang.
"Ya sudah ayo," Ara pun menggandeng tangan Nia lalu pergi dari mall tersebut dengan perasaan yang sedikit kesal melihat kekasih anak nya jalan sama perempuan lain.
*
*
Malam hari seperti biasa mereka kumpul di ruang keluarga menikmati waktu bersama keluarga.
"Nia, ayo tidur nak, besok kan sekolah takut kesianga." ucap Ara.
"Iya mah" jawab Rania.
__ADS_1
"Bi tolong temani Nia tidur ya? Teriak Ara.
"Iya nyonya, ayo non kita tidur." ajak bi Tuti sambil menggandeng tangan Nia.
Rania pun pergi ke kamar nya bersama bi Tuti.
"Dek, bisa tinggalkan mamah dan kakak kamu? Soalnya ada yang ingin mamah sampai kan sama kak Zila." ucap Ara hati-hati takut nya Nathan merasa di usir.
"Bisa mah, ya sudah kalau begitu Nathan ke kamar dulu ya" jawab Nathan lalu pergi ke kamar nya.
Anggar hanya bisa diam dan jadi pendengar, dia ingin melihat respon anak nya ketika istri nya mengatakan hal tentang kekasih nya.
"Ada apa mah, tunben banget, seperti nya serius ya mah? Tanya Zila.
"Kak, mamah mau tanya sama kakak, apa kakak masih berhubungan dengan Aksa? Tanya Ara hati-hati.
"Masih kok mah, memang nya kenapa? Zila pun balik bertanya kepada Ara.
"Kamu yakin sama Aksa? Kembali Ara melontar kan pertanyaan kepada Zila.
"Yakin kok mah, memang nya kenapa sih mah, kok mamah tiba-tiba jadi banyak tanya tentang Aksa" ucap Zila dengan nada yang agak sedikit meninggi.
"Bukan gitu kak, mamah takut kamu jatuh ke orang yang salah, dan mamah takut kamu hanya di permain kan oleh Aksa." jawab Ara.
"Aksa itu orang nya baik, dan setia mah, apalagi yang di takut kan." ucap Zila.
"Kak, turunkan nada bicara mu." ucap Anggar yang merasa kalau Zila selalu menaik kan nada suara nya.
"Menurut mamah AKsa bukan orang baik dan tidak setia sama kamu." jawab Ara.
"Mamah tahu apa tentang Aksa, yang pacar nya Aksa itu aku mah bukan mamah." Zila pun sudah tersulut emosi karena ketidak percayaan ibu sambung nya kepada kekasih nya itu.
"Zila\>" teriak Anggar, tapi Zila ngga memperdulikan teriakan papah nya.
"Mamah bicara seperti itu karena mamah tadi siang melihat Aksa di mall, dia jalan bersama seorang wanita." ucap Ara.
"Sudah lah mah, jangan mencari-cari alasan, mamah jangan menjelek-jelek kan Aksa, yang tahu Aksa itu aku bukan mamah, jangan urusi hidup Zila, urus saja urusan mamah sendiri." teriak Zila dengan penuh emosi.
"Zila jaga bicara kamu." teriak Anggar.
"Papah dan mamah sudah ngga sayang lagi sama Zila." teriak Zila lalu pergi ke kamar meninggalkan Anggar dan Ara.
__ADS_1
Aksa adalah orang yang sangat Zila cintai, hingga dia ngga mau mendengar kan omongan orang tua nya sendiri, Cinta telah membutakan mata dan hati Zila.