Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Kejujuran Ara


__ADS_3

Ara pun masuk ke kantor dan langsung menuju pantry tempat nya bekerja, di dalam ruangan hanya ada bu Hani sambil membereskan ruang pantry.



"Assalamualaikum bu, maaf saya harus datang agak siangan, soal nya saya tadi nganterin ibu dulu ke bandara, dan saya siap jika ibu menyuruh saya untuk lembur malam ini, untuk menggantikan jam yang sudah saya lewat kan tadi pagi" kata Ara yang sudah berada di dalam pantry.



Bu Hani pun menatap ke arah Ara, "Bisa kita bicara sebentar? Sebelum kamu melakukan pekerjaan kamu" ajak bu Hani.



"Bisa bu" jawab Ara sambil duduk di depan bu Hani.



"Saya bukan tipe orang yang suka basa basi, jadi langsung saja saya akan menanyakan nya sama kamu" ucap bu Hani.



"Iya bu, kalau boleh tahu apa yang akan ibu tanyakan sama saya? Tanya Ara.



"Bisa kamu jelaskan dengan sejujur nya kepada saya, sebenar nya ada hubungan apa kamu sama pak Anggar? Tanya bu Hani sambil menatap ke arah mata nya Ara.



"Saya ngga ada hubungan apa-apa kok bu" jawab Ara sambil menunduk.



"Ara, kamu itu sudah ibu anggap seperti anak ibu, jadi tolong jujur lah sama ibu, ibu ngga mau kamu terjerumus ke dunia yang akan menyesatkan kamu nanti nya" ucap bu Hani.



Ara pun bingung, tapi kalau pun berbohong Ara ngga enak, karena walau bagaimana pun galak nya bu Hani, tapi dia itu sebenar nya sangat menyayangi diri nya selain bu Malika ibu kandung nya.



"Ibu melihat langsung kamu naik mobil pak Anggar di kala pulang kerja, dan kemarin ibu melihat kamu di gandeng mesra sama pak Anggar, jadi omongan Dina selama ini benar? Tanya bu Hani.



Ara kaget mendengar penuturan bu Hani, dia tidak menyangka akan secepat ini status nya ketahuan.



Melihat Ara yang hanya terdiam, bu Hani pun kembali berbicara, "Ibu mohon jangan bilang iya dengan ucapan Dina, ibu ngga kuat mendengar nya jika apa yang diomongkan Dina itu benar ada nya" kata bu Hani.



"Sebelum nya saya minta maaf sama ibu, karena dari awal saya ngga jujur sama ibu, karena ini menyangkut dengan nama baik nya pak Anggar" jawab Ara.



"Maksud kamu? Tolong kamu jelaskan secara detail, biar hati ibu tenang, ibu yakin kamu ngga seperti yang Dina bicarakan" ucap bu Hani.



"Tapi ibu janji untuk tidak memberitahukan orang lain tentang kabar yang akan saya kasih tahu ke ibu" kata Ara dengan wajah memohon nya.



"Iya ibu janji, ibu akan simpan rapat-rapat semua nya" jawab bu Hani yang sudah ngga sabar dengan cerita dari Ara.

__ADS_1



"Sebenar nya saya sudah menikah dengan pak Anggar" jawab Ara sambil menunduk.



"Apa! Jadi kamu, kamu istri baru nya pak Anggar? Teriak bu Hani dengan rasa kaget dan hampir tak percaya dengan semua yang dibicarakan sama Ara seandainya saja kemarin dia tidak melihat Ara yang di gandeng mesra oleh Anggar.



"Ibu jangan teriak, nanti yang lain pada dengar" kata Ara sambil menyentuh tangan nya bu Hani.



"Kenapa kamu ngga bilang dari awal nak? Untung saja ibu ngga nyangka kamu yang ngga, ngga" jawab bu Hani.



"Ini kemauan saya bu, karena saya ngga mau nama suami saya hancur karena menikahi seorang office girl seperti saya" jawab Ara sambil tersenyum.



"Maafkan sikap ibu selama ini, mulai sekarang ibu akan memanggil kamu dengan lebih sopan lagi" ucap bu Hani.



"Jangan bu saya mohon, ibu adalah orang tua ke dua saya dari saya masuk kerja di kantor ini, jadi ibu memanggil saya seperti biasa aja" pinta Ara.



"Saya mohon ya bu, ibu bersikap seperti biasa nya aja" Ara pun memohon kepada bu Hani.



Baiklah saya akan bersikap seperti biasa nya tapi dihadapan orang lain, tidak kalau kita lagi berdua" jawab bu Hani sambil tersenyum.



*


*


Anggar dan Zila berjalan sambil berpegangan tangan hingga mereka sampai ke lantai dimana ruangan nya berada.


Ranti yang melihat kedatangan Anggar dan Zila pun langsung berdiri dan menyapa nya dengan sesopan mungkin.



"Pagi menjelang siang pak, eh anak cantik ikut ke kantor lagi" ucap Ranti dengan gaya dan kata-kata yang di buat-buat.



"Pagi menjelang siang juga, hari ini ada jadwal meeting ngga? Tanya Anggar.



"Ada pak, setelah jam makan siang, tapi klien meminta bapak datang sendiri tanpa siapa pun" jawab Ranti.



Anggar pun mengerutkan kening nya dan berpikir, "Siapa? Kenapa saya harus datang sendirian? Tanya Anggar.



"Pak Irwan dari perusahaan Wan produksi" jawab Ranti.

__ADS_1



"Oh saya ingat, baik kalau begitu nanti siang ingat kan saya kembali" jawab Anggar lalu masuk ke dalam ruangan nya di ikuti oleh Zila.



"Anak cantik sama tante saja di sini, biar papah nya fokus bekerja" ajak Ranti, Ranti ingin kelihatan baik di depan Anggar.



"Ngga ah, Zila sama papah aja, kalau sama tante aku takut" jawab Zila santai.



"Ah anak ini nyebelin, ngga tahu apa kau lagi mendekati papah nya, awas kamu ya kalau aku sudah jadi mamah tiri mu, akan aku habisi kamu" gumam batin Ranti sambil menatap tajam kearah Zila.



Zila pun mengikuti Anggar masuk ke dalam ruangan nya.



"Pah, kenapa sih harus tante itu yang jadi sekertaris nya? Zila ngga suka lo" teriak Zila setelah berasa di dalam ruangan Anggar.



"Memang nya Zila ngga suka kenapa? tanya Anggar.



"Dia itu selalu cari muka depan papah, seperti nya tante itu suka sama papah" jawab Zila sambil duduk di sofa.



"Tapi papah kan ngga suka sama tante itu" jawab Anggar.



"Awas saja ya pah, kalau papah sampai membuat mamah nangis, Zila ngga akan adukan sama omah, opah dan uti" Zila pun mengancam Anggar.



Anggar pun tersenyum mendengar ancaman dari Zila, "Papah ngga bakalan menyakiti mamah, papah sudah sayang sama mamah" ucap Anggar.



"Jadi papah sayang nya cuma sama mamah doang? Sama Zila ngga gitu" teriak Zila.



"Aduh salah ngomong lagi, ampun dah ini bibir" gumam batin Anggar sambil menyentuh bibir nya.



"Bukan gitu sayang, papah ini sayang kalian berdua, kalian berdua adalah bidadari papah setelah bunda, kalian bertiga yang selalu ada di hati dan pikiran papah" jawab Anggar sambil mencium kening Ara.



"Pah mamah suruh kesini dong" pinta Zila.



"Kamu aja yang suruh mamah kesini, masa papah" jawab Anggar.


__ADS_1


Zila pun menyuruh Ara untuk keruangan papah nya lewat intercom.


__ADS_2