Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Terbakar


__ADS_3

Ara pun menghampiri panggung dimana rekan-rekan nya sedang tampil di sana.



"Kamu mau tampil malam ini Ra? Bisik Mela.



"Iya, sekalian salam perpisahan" Jawab Ara sambil berbisik pula.



"Maksud kamu? Mela pun kaget dengan ucapan Ara.



"Syut, jangan keras-keras, nanti juga kamu tahu" bisik Ara, Mela pun terdiam.



Ara dengan sabar menunggu Lusi menyelesaikan nyanyian nya, Jo yang melihat Ara sedang duduk di samping Mela pun terus melirik ke arah Ara sambil tersenyum.



"Pah, itu mamah sudah duduk di atas panggung" teriak Zila, walaupun Zila berteriak tapi yang lain nya tidak mendengar dengan apa yang di ucap kan Zila, karena suara music yang menggema di cafe itu.



Anggar dan Leonal pun spontan menatap ke arah panggung, lalu mereka pun tersenyum.



"Lihat lah dari jauh saja sudah kelihatan betapa cantik nya dia, apalagi dari dekat" ucapan Leonal membuat sedikit panas hati Anggar, karena Leonal memuji kecantikan istri nya.



Anggar hanya terdiam sambil terus menatap ke arah panggung yang dimana istri nya sedang duduk di sana.



Anggar pun melihat ke arah Jo yang terus melirik ke arah istri nya, ingin sekali Anggar naik ke panggung itu terus menghajar Jo yang sudah berani-berani nya terus melirik ke arah istri nya.



"Berani sekali kamu melirik istri ku terus, andai bukan di sini sudah ku habisi kamu" gumam Anggar dengan tatapan tajam nya.



"Kamu pertahan kan Sahara, sayangi dia, selain cantik Sahara juga baik, sopan supel dan pekerja keras, awal masuk kesini dia lagi membutuh kan uang untuk biaya berobat ibu nya, dan kebetulan sekali kita lagi membutuhkan penyanyi untuk menggantikan penyanyi kita yang kecelakaan, kita mengetes suara nya, dan wow sungguh saya merasa beruntung bertemu dia, suara dia bagus dan banyak yang minat dengan suara emas nya itu, tapi itu lah Sahara, walaupun dia mau di bayar dua kali lipat dari uang yang saya berikan, tapi dia menolak nya dengan halus, ketika saya tanya kenapa kamu ngga ambil padahal bayaran nya sangat tinggi, dengan lugas dia menjawab, saya tidak akan melupakan dan meninggalkan orang yang menolong saya di saat saya membutuh kan pertolongan, sungguh saya kagum kepada nya" kata Leonal panjang lebar sambil tersenyum.

__ADS_1



Anggar merasa bangga dengan istri nya itu, dia pun merasa sangat beruntung sekali telah mendapat kan Ara yang sangat menyayangi Zila anak nya dengan tulus.



"Mah, makasih telah menikah kan aku dengan Ara, pilihan mamah dan Zila memang tidak salah" gumam bathin Anggar.



Sementara di panggung, Lusi pun telah menyelesaikan lagu nya, Ara pun meminta izin kepada Mela untuk dirinya tampil lebih dulu, dan Mela pun mengizinkan nya.



"Selamat malam semuanya, maaf beberapa hari ini saya tidak tampil untuk menghibur anda semua" ucap Ara sambil tersenyum kepada pengunjung cafe, terakhir senyuman nya semakin lebar dikala mata nya menatap suami dan anak nya.



"Baik lagu ini spesial saya berikan khusus buat para pengunjung semua nya, terutama buat seseorang yang selalu mendukung saya" ucap Ara.



Jo merasa hati nya senang ketika mendengar perkataan Ara, karena dia merasa yang selalu mendukung nya selama ini.



Ara pun mulai menyanyikan lagu dari Virgoun Tambunan yang berjudul Selamat Tinggal.




"Kamu tahu kenapa dia menyanyikan lagu selamat tinggal? Tanya Leonal.



"Ngga tahu, memnag nya kenapa? Tanya Anggar.



"Karena malam ini adalah malam terakhir Sahara bernyanyi di cafe ini, saya mengizinkan dia keluar dari cafe ini karena anda suami nya, seandainya bukan anda, saya ngga bakalan mengizinkan nya" kata Leonal dengan mata sambil menatap ke arah Ara yang lagi bernyanyi.



"Terima kasih pak, anda memang baik dan pengertian" jawab Anggar dengan senyuman mengembang di bibir nya.



Ara pun seperti biasa menyanyikan lagu dengan memakai perasaan nya, sehingga membuat yang mendengar nya pun ikut terlena dan tersentuh dengan lagu yang di bawakan Ara.

__ADS_1



Tiba di lirik terakhir lagu yang di nyanyikan Ara, tepuk tangan dari para pengunjung pun riuh di berikan untuk Ara.



Ara pun selesai bernyanyi dan mau mengucapkan terimakasih untuk semua nya, tapi suara Jo menghentikan niat Ara yang mau mengucapkan sepatah dua patah kata buat malam terakhir nya ini.



"Malam semua nya, maaf mengganggu waktu santai anda semua nya, saya ingin anda semua menjadi saksi pernyataan isi hati saya untuk seseorang yang selama ini saya kagumi, sudah lama saya menyimpan perasaan ini pada dia, dan malam ini saat nya saya untuk menyatakan nya langsung" ucap Jo dengan rasa kepercayaan diri nya yang tinggi.



Ara pun menatap Mela dan Lusi, seakan dia bertanya sama siapa Jo akan menyatakan perasaan nya, tapi mereka berdua hanya mengedik kan kedua bahunya tanda mereka pun tidak tahu.



Aldo yang memang mau menemui Leonal pun kaget mendengar pernyataan Jo di atas panggung, Aldo tahu wanita yang Jo suka adalah Ara.



"Kamu bakal merasakan patah hati Jo, kenapa kamu ungkap kan di depan semua orang, bahkan suami nya Ara ada di sini" gumam bathin Aldo sambil menatap ke arah Jo.



Jo pun mengeluarkan sebuah kotak dari dalam kantong celana nya yang beberapa hari ini selalu dia bawa.



Jo berjalan menghampiri Ara dan membawa nya sedikit ke depan.



Ara yang kaget dengan perlakuan Jo bingung hingga dia tidak mampu mengucapkan apapun.



Anggar yang melihat semua perlakuan Jo sudah merasa geram, dia pun berdiri dan mau melangkah kan kaki nya, tapi sebuah tangan menahan diri nya.



"Tenang pak, biarkan mereka menyelesaikan nya, saya percaya kalau Ara tahu apa yang harus dia lakukan" kata Leonal sambil menyentuh pundak Anggar, Anggar pun kembali duduk dan terus menatap ke arah panggung.



"Ra, semenjak aku bertemu kamu dan kita manggung bareng, aku sudah merasakan sesuatu di hati ini, tapi aku masih ragu untuk mengungkap kan nya, tapi malam ini di depan semua orang aku akan menyatakan semua perasaan aku kepadamu" ucap Jo lalu bersimpuh di depan Ara.


__ADS_1


Para pengunjung yang tidak tahu akan status Ara pun berteriak kagum melihat mereka, dan mereka pikir yang dilakukan Jo sangat lah romantis, tapi mereka tidak tahu ada seseorang yang menahan hati nya yang sudah mulai terbakar, Anggar diam dan menahan emoasi nya.


__ADS_2