
Anggar yang sudah mengganti baju nya dengan piyama pun langsung merebahkan tubuh nya.
"Kamu ingin pergi ke mall ternyata mau ketemuan sama si Jo" gumam bathin Anggar.
Terdengar suara pintu kamar terbuka, Anggar pun langsung memejam kan kedua matanya, pura-pura tertidur.
"Mas, tumben amat sudah tidur" ucap Ara lalu menyimpan belanjaan nya dan pergi ke kamar mandi.
"Bukan nya nyamperin aku terus peluk dan cium biar kesal ku hilang, malah pergi ke kamar mandi" gumam bathin Anggar sambil terus dalam aksi memejam kan mata nya.
Ara pun telah selesai dengan ritual mandi nya, lalu mengganti baju nya dengan baju yang super duper sexy nya.
Ara menghampiri meja rias nya, dia pun memakai body lotion malam dan sedikit parfum sambil tersenyum.
"Awas kamu ya mas, kalau sampai tidak tergoda sama aku, aku akan buat kamu tidak berdaya dan bicara lagi sama aku" gumam bathin Ara.
"Aduh, mana dia pakai parfum lagi, buat si otong ingin menengok adik bayi saja" gumam bathin Anggar sambil menahan rasa yang mulai menyerang pada si otong.
Si otong yang lagi tertidur nyenyak pun, begitu menghirup berbagai wewangian langsung terbangun.
"Aduh tong, kenapa kamu bangun sih, aku kan lagi kesal sama dia" gumam bathin Anggar sambil menyentuh si otong nya.
Ara pun melirik ke arah suaminya, dia melihat kedua alis suami nya bergerak-gerak.
"Nah kan belum tidur, mau sampai kapan kamu mas pura-pura tidur" gumam bathin Ara lalu naik ke atas tempat tidur.
Ara sengaja membelakangi dan sedikit menyingkap baju tidur yang ia pakai hingga paha mulus Ara terlihat begitu menggoda.
Anggar pun membuka sedikit mata nya lalu melihat ke arah paha istri nya.
"Ya ampun Yang, kenapa ngga di tutupin, kalau kayak gini aku sudah ngga tahan lagi" gumam bathin Anggar.
Sebisa mungkin Anggar pun menahan nya, tapi sumpah demi apa pun Anggar sudah gelisah, dia tidak bisa diam dalam tidur nya karena menahan gejolak dalam tubuh nya.
"Mas bisa diam ngga, aku mau tidur ini" ucap Ara dengan sedikit tersenyum.
"Kena kamu mas, ngga tahan kan? Gumam bathin Ara dengan senyuman di bibir nya.
__ADS_1
"Yang" panggil Anggar dengan lembut sambil tangan nya menyentuh bahu Ara.
"Apa sih mas? Masih anggap aku ini istri mu? Tanya Ara dalam posisi yang masih sama.
"Ya kan emang kamu istri nya mas" jawab Anggar sambil mulai memeluk Ara dari belakang.
"Kalau aku masih istri nya mas, lalu kenapa mas diemin aku dari kantor tadi, aneh kamu mas, aku ngga ada salah pun kamu diemin" jawab Ara sambil pura-pura melepaskan tangan Anggar dari pinggang nya.
"Nah kan, benar juga kata mamah, lanjut ah" gumam bathin Ara sambil tersenyum.
"Kamu bertemu siapa tadi di mall? Apa kamu memang sudah janjian sehingga kalian bertemu di mall? Tanya Anggar.
"Aku ngga ketemu siapa-siapa? Jawab Ara sambil membalik kan tubuh nya menghadap ke arah suami nya.
"Jangan bohong kamu Yang? Aku tahu tadi kamu ketemu orang yang menyukai kamu kan? Tanya Anggar.
Ara sedikit berpikir dan mengingat waktu dia jalan di mall bareng Lastri tadi siang.
"Oh, maksud kamu Jo mas? Tanya Ara yang baru mengingat nya.
"Oh, rupanya mas ini masih cemburu sama Jo? Tanya Ara sambil tersenyum. Anggar hanya diam tak mau bicara.
"Dengerin ya mas, suami ku yang paling ganteng, suami ku yang ambekan, suami ku yang cemburuan" ucap Ara sambil menyentuh lembut pipi nya Anggar.
Anggar pun terdiam merasakan sentuhan lembut dari istri nya yang semakin membangkit kan gairah dalam tubuh nya.
"Tadi memang aku bertemu dengan Jo tanpa sengaja, bukan karena kita janjian, dan asal mas tahu, Jo dan Lusi sebentar lagi mau menikah, lagian tadi juga aku bertemu nya dikala Jo sedang jalan bareng Lusi kok" ucap Ara.
Anggar masih terdiam dan mencerna semua perkataan dari istri nya.
"Awas kamu Lastri, kenapa kamu ngga bilang kalau Jo bareng dengan calon istri nya, kan aku ngga harus kesal" gumam bathin Anggar.
"Ya sudah kalau ngga percaya" ucap Ara sambil kembali membalikan tubuh nya membelakangi Anggar.
"Maafin aku ya Yang? Ucap Anggar sambil memeluk erat Ara.
__ADS_1
"Nah, kan udah gitu aja baru minta maaf, kamu ini mas, kenapa jadi cemburuan gini sih" gumam bathin Ara.
"Yang" panggil Anggar dengan lembut sambil membalikan tubuh Ara istri nya.
"Apa sih mas, aku ngantuk, jadi jangan ganggu aku" jawab Ara pura-pura kesal dengan suami nya.
{Kebalik Bestie, jadi Ara yang sok ngambek, ha,ha,ha}
"Maafin mas ya? Mas janji ngga cemburu sama Jo lagi deh" ucap Anggar lalu mencium pipi dan kening Ara.
"Iya sudah di maafin, sekarang ayo tidur udah malam" jawab Ara dengan senyuman yang dia tahan.
"Jangan tidur dulu dong Yang? Mas kan kangen sama kamu dan adik bayi" ucap Anggar sambil mengelus lembut perut Ara yang sudah buncit.
"Adik bayi nya udah tidur, jadi ngga boleh di ganggu" Ara masih ingin mengerjai suami nya.
"Anak papah, kamu udah tidur belum? Kamu kangen papah kan nak? Tanya Anggar lalu mencium perut buncit Ara.
"Ara pun menahan senyuman nya ketika melihat kelakuan suami nya yang pantang menyerah untuk mendapat kan kenikmatan malam ini.
Anggar pun sedikit demi sedikit menyingkapkan daster sexy nya Ara, dan nampak lah dua bukit kembar yang sangat ia sukai.
"Mau apa kamu mas? Tanya Ara dengan menahan senyuman nya.
"Ayo dong Yang, sekali saja ya? Kan aku udah minta maaf Yang, jangan ngambek lagi dong" ucap Anggar dengan wajah sendu nya.
"Ngga mau, kalau mas masih terus bersikap seperti tadi, kan dari dulu aku sudah bilang kalau ada masalah itu ngomong bukan diam saja" ucap Ara.
"Iya Yang, mulai sekarang aku akan langsung nanya ke kamu dan ngga bakalan diemin kamu lagi" ucap Anggar sambil tangan nya terus membelai bukit kembar kesukaan nya.
"Kalau mas diemin aku lagi, aku akan balik diemin mas" Ara pun mengancam Anggar.
"Iya mas janji, tapi sekarang mas mau nengok adik bayi ya? Ucap Anggar.
Ara pun tersenyum lalu mengangguk, begitu melihat Ara yang tersenyum dan mengangguk pun Anggar tidak menyia-nyia kan waktu lagi, dia langsung menempelkan wajah nya di dua bukit kesukaan nya.
__ADS_1
Maka malam itu terjadilah penyatuan tubuh diantara pasangan suami istri itu.