Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Jujur pada Aldo


__ADS_3

Anggar pun sampai ke kediaman nya, dan langsung masuk ke dalam rumah.



"Papah, mamah mana kok ngga bareng sama papah pulang nya? Tanya Zila.



"Mamah kan sudah mulai nyanyi lagi sayang, jadi kamu harus membiasakan tidur tanpa di temani mamah ya? Ucap Anggar.



"Nanti uti yang temani ya sayang" ucap bu Malika.



"Apa mau sama omah? Tanya bu Carlota.



Zila hanya diam, dalam hati nya dia ingin sekali mamah nya yang nemenin dia sebelum tidur.



"Sayang tadi mamah pesan sama papah katanya Zila ngga boleh ngambek kalau mamah ngga nemenin Zila tidur, nanti kalau mamah pulang, mamah akan langsung ke kamar Zila dan mencium Zila dan juga katanya Zila harus cukup istirahat buat persiapan nanti acara sekolah nya Zila" Anggar pun berusaha membujuk Zila.



"Ya sudah kalau begitu, Zila tidur sendiri saja" ucap Zila.



"Anak pintar, ya sudah sekarang udah malam, ayo tidur biar besok pagi ngga kesiangan" kata Anggar.



"Ayo Uti temani Zila ke kamar" ajak bu Malika, Zila pun berdiri dari duduk nya lalu memegang tangan bu Malika.



"Ayo Uti kita tidur, opah,,, omah,,, papah Zila tidur duluan yah? Ucap Zila.



Akhirnya Zila dan bu Malika pun pergi ke kamar nya Zila.


*


*


Ara pun masuk ke cafe dan langsung ke tempat dia berganti baju.


"Hai Ra, kamu kemana saja dua hari ini? Tanya Mela yang selalu menggantikan Ara nyanyi.



"Biasa lagi ada acara keluarga yang ngga bisa di tinggalkan" jawab Ara yang sudah selesai ganti baju.



"Bang Jo, nanyain kamu terus, kayak nya bang Jo suka sama kamu deh" ucap Mela dengan wajah serius.



"Ah kamu ini Mel, ngga mungkin lah bang Jo suka sama aku" jawab Ara.


__ADS_1


"Kenapa ngga mungkin, kalian berdua kan masih sama-sama jomblo, jadi mungkin saja lah" jawab Mela.



"Sudah lah jangan ngebahas bang Jo, nanti kuping dia panas" jawab Ara.



"Udah masuk dan udah mau mulai bernyanyi lagi Ra? Tanya Aldo yang baru datang.



"Iya bang, sory kemarin lagi ada acara keluarga dulu jadi baru bisa nongol" jawab Ara sambil tersenyum.



"Ngga apa-apa Ra, tapi banyak sekali yang nanyain dan nyari kamu, padahal cuma dua hari saja kamu ngga nyanyi, ternyata penggemar mu makin banyak ya Ra" kata Aldo.



"Ngga lah bang, biasa aja, oh ya bang mulai hari ini aku minta jam pertama ya nyanyi nya, biar Mela yang kedua, soal nya aku sekarang udah ngga bisa pulang terlalu malam lagi" ucap Ara.



"Kenapa Ra? Kayak yang udah punya suami saja kamu pakai ngga bisa pulang terlalu malam segala, biasa nya juga kamu ngga apa-apa pulang pagi pun" jawab Aldo.



Ara pun hanya diam dan melirik ke arah Mela, "Gimana Mel, boleh kan kalau aku yang duluan nyanyi nya" pinta Ara pada Mela.



"Ya aku sih terserah saja, lagian juga aku hidup sendiri jadi mau pulang kapan pun aku ngga perduli" jawab Mela.




"Waduh pasti di ceramahin nih, aku ke ruangan bang Aldo dulu ya? Kamu aja ngga apa-apa untuk malam ini yang nyanyi duluan, kamu tahu sendiri kan kalau bang Aldo udah ceramah bisa sampai pagi" Ucap Ara.



"Ya sudah sana temui bang Aldo nya, di panggung biar aku yang handle" jawab Mela, Ara pun pergi menuju ruangan Aldo.



"Masuk aja Ra? Teriak Aldo ketika mendengar ketukan pintu dan suara Ara.



"Ada apa bang menyuruhku kesini? Tanya Ara sambil duduk.



"Jujur sama abang kenapa kemarin dua hari kamu ngga masuk, sekali nya masuk sekarang kamu malah minta pulang cepat, ada apa sebenar nya? tanya Aldo dengan wajah serius nya.



Ara pun hanya diam dan menunduk, dia bingung antara jujur atau berbohong.



"Kamu ngga percaya sama abang lagi? Abang sudah anggap kamu seperti adik abang, apa kamu masih ragu untuk bercerita sama abang? Tanya Aldo.



"Baik aku akan cerita sama abang, tapi aku mohon abang bisa merahasiakan nya dan jangan sampai ada orang lain yang tahu tentang aku ini" ucap Ara dengan wajah memohon nya.

__ADS_1



"Kamu masih meragukan abang mu ini? Aldo pun balik bertanya.



"Sebenar nya dua hari yang lalu aku menikah bang" jawaban Ara membuat Aldo kaget.



"Kamu ngga bohong kan Ra? Kamu nikah sama siapa? Kenapa kamu ngga bilang-bilang kalau kamu mau menikah? Aldo pun mencecar Ara dengan beberapa pertanyaan.



"Satu-satu dong bang nanya nya, itu pertanyaan udah kayak ibu-ibu yang lagi demo aja" jawab Ara.



"Abang nanya serius Sahara? Tanya Aldo yang mulai kesal dengan Ara.



Ara pun tersenyum melihat wajah kesal yang sudah dia anggap sebagai kakak nya.



"Aku menikah dengan pak Anggar atasan aku di kantor, kita juga menikah ngga ada yang tahu kok bang, hanya keluarga inti saja yang tahu" jawab Ara.



"Maksud kamu pak Anggar anak nya pak Hardian itu? Tanya Aldo dengan rasa ngga percaya.



"Iya bang, pak Anggar anak nya pak Hardian" jawab Ara.



"Kok bisa dia mau menikah sama kamu Ra? Tanya Aldo.



"Memang nya aku ini ngga pantas ya bang jadi istri nya dia? Tanya Ara sedikit kesal sama Aldo.



"Bukan gitu Ra, maksud abang, setahu abang pak Anggar itu semenjak di tinggal istrinya dia itu dingin sama perempuan, bahkan orang tua nya selalu berusaha mencarikan dia pasangan, tapi pak Anggar selalu menolak nya" jawab Aldo.



"Awal nya juga gitu bang, tapi aku menikah atas permintaan Zila anaknya, ingat kan bang waktu aku pas mau nyanyi ngga jadi terus aku minta izin pulang? Ucap Ara yang di balas sebuah angguk kan oleh Aldo.



'Itu Zila sakit sampai masuk ke rumah sakit, nah sejak itu Zila ngga mau aku tinggal dan memaksa papah nya menikahi aku" jawab Ara.



"Berarti kalau begitu kalian menikah tanpa ada rasa cinta dong Ra? Apa kamu yakin dengan pernikahan yang tanpa ada nya cinta? Tanya Aldo yang sedikit mengkhawatirkan Ara.



"Awal nya memang pak Anggar menikahi ku atas permintaan Zila, tapi sekarang dia yang ngebet untuk melaksanakan resepsi dengan alasan biar ngga ada yang suka sama aku, bahkan dia cemburu sama bang Jo" ucap Ara sambil tersenyum.



"Serius? Hebat kamu Ra, kamu sudah bisa mencairkan es yang sudah beku di hati nya pak Anggar, selamat ya Ra, tapi kalau kamu adain pesta undang abang ya? kata Aldo.

__ADS_1


__ADS_2