
Hampir setiap hari Damar dan Zila saling kasih kabar, mereka pun semakin dekat.
Kini Damar sudah di terima bekerja di perusahaan Anggar papah nya Zila.
Damar sudah tidak menyewakan rumah sama Aksa lagi, bahkan dia sudah tidak pernah bertemu Aksa, semenjak terakhir sewa rumah nya.
Hubungan antara Ara dan ZIla pun semakin baik dan tambah erat lagi, mereka saling menyayangi, Zila sendiri sekarang menuruti apa yang di katakan Ara mamah sambung nya.
Hari ini adalah hari dimana Zila mau acara wisuda, papah, mamah serta adik-adik nya sudah siap dengan baju formal mereka.
Nathan Yang tampan dan Rania yang cantik sudah siap mau menyaksikan wisuda kakak nya.
Zila yang hari itu terlihat tampak lebih cantik pun menjadi sorotan semua orang.
Damar di undang Zila untuk menghadiri wisuda nya, tapi sampai acara mau selesai tidak kelihatan.
"Kak Damar kok ngga kelihatan ya? Apa dia sibuk di kantor" gumam Zila.
Aksa yang melihat Zila begitu sangat cantik hari ini pun, berniat meminta maaf dan minta balikan lagi buat jadi kekasih nya.
"Kamu cantik sekali Zil, aku akan mendapat kan kamu kembali, aku yakin kamu ngga bisa lepas dari aku." gumam bathin Aksa sambil terus menatap Zila.
"Anak kita cantik ya mas," ucap Ara pada suami nya.
"Iya seperti kamu" jawab Anggar sambil tersenyum dengan tangan nya selalu menggenggam tangan Ara.
"Pah, kak Zila cantik ya seperti Nia." ucap Rania.
"Iya sayang kalian anak-anak papah pada cantik semua nya.
Ara dan Nathan hanya tersenyum mendengar ocehan dari Nia.
Zila pun di nobat kan sebagai mahasiswa terfavorit dan paling tinggi nilai nya dengan nilai A semua.
Acara pun selesai, Zila menghampiri keluarga nya.
__ADS_1
"Pah makasih udah menjaga dan mendidik ZIla sampai Zila berdiri di sini saat ini" ucap Zila sambil memeluk Anggar.
"Itu sudah menjadi kewajiban papah nak, mamah kamu pasti bangga dengan kamu, selamat ya nak." jawab Anggar sambil mengelus lembut punggung Zila lalu mencium kening nya.
Lepas dari pelukan Anggar, Zila pun menatap ke arah Ara lalu memeluk nya.
"Mah, terima kasih sudah mau dengan sabar menemani dan mendidik Zila dari kecil hingga saat ini, Zila sayang mamah" ucap Zila dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Itu sudah menjadi kewajiban mamah sayang, jadi ngga usah berterima kasih, selamat ya nak kamu sekarang sudah jadi sarjana" jawab Ara sambil memeluk lalu mencium seluruh wajah Zila.
Zila pun tersenyum lalu mencium pipi Ara balik, terlihat sekali kalau mereka saling menyayangi walaupun mereka bukan anak dan ibu kandung.
"Selamat ya kak" ucap Nathan sambil memeluk kakak nya.
"Makasih ya dek, selanjut nya kamu yang merasakan sekolah di sini" jawab Zila sambil tersenyum.
"Aduh adik siapa ini, kok cantik sekali hari ini? Tanya Zila pada Rania.
"Selamat ya kak, dan ini bunga cantik buat kak ZIla yang cantik dari Nia yang super cantik." ucap Nia sambil memberikan bucket bunga kepada Zila.
Sedang kan Anggar, Ara dan Nathan yang mendengar ocehan Nia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.
Selagi mereka lagi bersama datang lah seorang pria yang dari tadi Zila tunggu.
"Congratulations Zila." teriak Damar dari belakang Zila.
Spontan Zila membalik kan tubuh nya begitu mendengar suara yang ia kenali.
"Kak Damar," gumam Zila sambil membalik kan tubuh nya.
Zila melihat Damar dengan bunga di tangan nya sambil tersenyum manis menatap diri nya.
"Zila, dari awal aku melihat kamu, aku sudah merasakan sesuatu, tapi itu semua aku pendam karena aku masih ragu apa aku pria terbaik buat kamu atau bukan, karena aku ingin selalu membahagiakan kamu, menjaga kamu dan ingin menjadi yang terbaik buat kamu." Damar pun berhenti lalu dia bersimpuh dengan satu kaki dan ditangan nya ada bunga dan sebuah kotak berwarna merah.
Zila kaget dengan apa yang di lakukan oleh Damar, sedangkan kedua orang tua nya tersenyum melihat apa yang di lakukan Damar kepada anak nya.
__ADS_1
Anggar sudah tahu dan sudah mengenal Damar, dan di mata Anggar Damar ini anak yang baik dan bertanggung jawab, jadi mereka pun menyetujui nya kalau Zila menerima Damar sebagai kekasih nya bahkan menjadi suami nya sekali pun.
"Zila, mau kah kamu menjadi pendamping hidup seumur hidup ku?aku tidak akan berjanji, tapi aku akan selalu berusaha untuk menjaga, menyayangi dan mencintai kamu selama nya, seandainya kamu mau menerima aku kamu ambil kotak ini, tapi seandainya kamu menolak nya, kamu ambil bunga ini" ucap Damar sambil memegang kedua benda tersebut di kedua tangan nya.
Zila pun menatap kearah Anggar dan Zila, seolah-olah minta persetujuan dari keduanya, Anggar dan Ara yang mengerti pun mengangguk sambil tersenyum.
Zila pun kembali menatap Damar yang masih bersimpuh di depan nya.
"Kak, terima kasih dari awal bertemu sampai saat ini kakak selalu melindungi dan menjaga aku, tapi aku minta maaf" ucap Zila menggantung kalimat nya sambil mengambil bukect bunga yang Damar genggam di tangan sebelah kiri nya.
Damar sedikit kecewa dengan jawaban Zila, semua yang dia dengar tidak sesuai dengan harapan nya, Damar mengira kalau Zila akan menerima nya dengan tersenyum manis kepada nya, tapi semua itu hancur ketika Zila mengambil bucket bunga bukan nya kotak yang berisikan cincin.
Anggar dan Ara pun kaget dan saling menatap melihat Zila yang memilih bucket dari pada kotak merah.
Damar pun menunduk dengan perasaan sedih dan malu, karena ini dia lakukan di depan atasan nya yang sekaligus adalah orang tua Zila.
Zila pun melanjut kan kalimat yang sengaja tidak di terus kan nya tadi.
"Maaf ya kak, kalau bucket bunga aku sudah punya dari Nia, jadi aku pilih kotak ini" ucap Zila sambil menyimpan bucket bunga nya di tangan kiri disatuin dengan bunga yang di berikan Nia, lalu mengambil kotak merah yang masih ada di tangan Damar.
Damar langsung menatap ke arah Zila dengan tatapan kaget nya.
"Maksud kamu, kamu menerima kau Zil? Tanya Damar sambil berdiri.
"Iya, aku mau mendampingi hidup kakak." jawab ZIla sambil mengangguk kan kepalanya dengan bibir tersungging senyuman.
"Terimakasih Zil, ucap Damar bahagia, Damar pun spontan memeluk Zila.
"Ekhem" Anggar pun berdehem mengingat kan mereka kalau ini di tempat umum.
Damar pun spontan melepas kan pelukan nya dengan salah tingkah.
Begitu Damar mau memasuk kan cincin ke jari manis nya Zila, tiba-tiba ada yang memukul nya dari samping.
"Bugh, breng sek kamu" teriak seseorang yang memukul Damar.
__ADS_1