
Ara pun sudah sampai di kantor suami nya lagi, dan ia pun langsung masuk ke dalam ruangan Anggar.
"Mas" teriak Ara sambil membuka pintu ruangan Anggar.
"Kamu sudah pulang Yang? Beli apa saja? Tanya Anggar.
"Beli baju buat semua nya mas, tadi aku lihat baju bayi pada lucu-lucu deh mas" ucap Ara sambil duduk di sofa.
"Jangan beli baju bayi dulu Yang, nanti kita beli nya kalau anak kita sudah tujuh bulan" ucap Anggar.
"Iya mas, aku akan sabar menunggu waktu shoping buat dedek bayi ini" jawab Ara.
"Kamu istirahat di sini dulu aja ya Yang, mas keluar dulu sebentar, ada yang mau mas kerjakan" ucap Anggar.
"Iya mas, habis itu kita pulang kan? tanya Ara.
"Iya sebentar lagi kita pulang Yang" jawab Anggar sambil tersenyum.
Anggar pun keluar dari ruangan dan menutup kembali pintu ruangan nya, sebenar nya dia sudah ngga ada yang di kerjakan lagi, karena semua kerjaan sudah selesai, Anggar cuma penasaran saja tadi istri nya kemana dan bertemu siapa.
"Lastri" panggil Anggar.
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu? Tanya Lastri sambil menatap ke arah Anggar.
"Tadi ibu kemana saja? Terus bersama siapa atau bertemu siapa gitu? Tanya Anggar menyelidiki.
"Tadi kita keliling mall saja kok pak, ngga sama siapa-siapa" jawab Lastri.
"Oh ya sudah lah kalau begitu" jawab Anggar lalu membalikan tubuh nya.
"Eh, tapi tadi kita bertemu sama," ucap Lastri menggantung kalimat nya sambil berpikir.
"Ketemu siapa? Tanya Anggar sambil membalikan tubuh nya kembali.
"Jo, ya Jo kalau ngga salah ibu memanggil nya tadi" jawab Lastri.
"Jo? Gumam Anggar sambil mengernyitkan dahi nya.
"Oke, makasih ya Las, kamu langsung pulang saja, ini sudah jam pulang juga.
"Iya pak, terima kasih" jawab Lastri.
"Ayo kita pulang" teriak Anggar sambil membuka pintu dengan wajah kesal nya.
__ADS_1
"Kenapa wajah nya seperti lagi kesal" gumam bathin Ara.
"Kamu kenapa mas? Tanya Ara dengan nada lembut.
"Ngga papa, ayo udah sore nanti kemalaman" jawab Anggar sambil membantu membawakan belanjaan istri nya.
"Mulai ngga jelas ni" gumam bathin Ara sambil mengikuti langkah Anggar.
*
*
Sepanjang perjalanan Anggar diam tidak banyak bicara sampai mereka pun kini sudah berada di rumah.
"Akhir nya papah dan mamah pulang juga" teriak Zila.
"Hai Sayang, lihat mamah belikan apa buat kamu" teriak Ara sambil memberikan paper bag ke Zila.
"Wah, bagus sekali mah, pas lagi, lihat" teriak Zila sambil menempelkan baju yang baru di belikan Ara ke tubuh nya.
"iya Sayang, mamah tadi pas lihat baju itu ingat kamu, makanya mamah belikan" jawab Ara.
"Makasih mamah sayang" ucap Zila sambil tersenyum, Ara pun mengangguk sambil tersenyum.
"Dan ini buat mamah, ini buat papah, ini buat ibu dan om" Ara pun membagikan belanjaan nya kepada keluarga nya.
"Besok mau ikut ngantar ibu ke bandara ngga? Tanya bu Malika.
"Ikut dong bu, kan mulai besok Ara susah lagi ketemu ibu" jawab Ara sambil menyandar kan kepala ke bahu nya bu Malika.
"Iya Sayang, kamu baik-baik ya di sini, jaga kesehatan kamu dan jaga juga adik bayi ini" ucap bu Malika sambil mengelus perut Ara.
"Zila juga mau ikut, kalau begitu Zila mau tidur ah, besok takut kesiangan" ucap Zila lalu berdiri dari duduk nya.
"Good night sayang" ucap Ara lalu mencium seluruh wajah Zila.
"Aku istirahat duluan" ucap Anggar lalu berdiri dan melangkah menuju kamar nya bersamaan dengan Zila yang pergi ke kamar n ya juga.
"Kenapa dengan suami kamu nak? Tanya bu Carlota.
"Ngga tahu mah, tadi di kantor dia biasa aja, tapi pas pulang dari menemui karyawan wajah nya kayak yang lagi kesal, bahkan sepanjang perjalanan pun dia ngga mau bicara" jawab Ara.
"Ya sudah kamu susul suami kamu nak, tanya baik-baik jangan pakai emosi" ucap bu Malika.
"Kalau di tanya ngga mau jawab juga, kamu langsung sergap saja suami kamu nak, mamah jamin nanti juga dia klepek-klepek dan mau menjawab nya" ucap bu Carlota.
__ADS_1
"Maksud ibu sergap apanya? Tanya Ara yang masih bingung dengan ucapan mertua nya itu.
"Aduh kamu ini, masa ngga ngerti, maksud ibu," bu Carlota pun membisikan sesuatu ke telinga Ara, dan membuat Ara pun tersenyum malu.
"Ah, ibu ini ada-ada saja" jawab Ara yang sedikit malu mendengar penjelasan dari mertua nya.
"Coba saja nak, ibu sudah sering mempraktekan soal nya kalau papah lagi marah kayak gitu" jawab bu Carlota pelan karena takut kedengaran suami nya.
"Ya sudah kalau begitu Ara masuk kamar dulu, malam semua nya" ucap Ara lalu pergi ke kamar menyusul suami nya yang lagi mode kesal.
"Kamu membisikan apa sama Ara? Jangan macam-macam ya kamu Ta? Tanya bu Malika.
"Ngga macam-macam kok Ka, cuma satu macam saja" jawab bu Carlota dengan senyum jahil nya.
"Ah sudah lah mending aku istirahat saja" jawab bu Malika sambil berdiri.
"Kamu lupa ya Ka? Tanya bu Carlota.
"Lupa apa? kembali bu Malika bertanya.
"Lupa kalau kamu sudah punya suami, masa masuk kamar suami nya ngga diajak, kan kasihan malam ini kedinginan" ucap bu Carlota.
"Oh iya ya, kok aku sampai lupa" gumam bu Malika yang masih bisa di dengar, sedang kan dokter Rendra hanya tersenyum melihat kelakuan kedua sahabat itu.
"Maaf mas, aku lupa, ya sudah ayo kita istirahat mas? Ajak bu Malika sama dokter Rendra.
"Ren kamu harus tahan sedikit, kamu pura-pura ngambek nanti istri kamu memberikan apa yang kamu mau, coba aja deh" bisik pak Hardian.
Dokter Rendra pun hanya mengangguk sambil sedikit tersenyum.
"Har, jangan macam-macam deh, jangan seperti istri kamu itu ya" ucap bu Malika yang melihat pak Hardian membisikan sesuatu ke telinga suami nya.
"Ngga kok, cuma bilang kalau dia harus ngalah sma istri gitu doang, ya kan Ren? Pak Hardika pun berbohong.
"Sudah lah ayo mas" ajak bu Malika sambil menarik tangan nya dokter Rendra.
"Memang nya mas bisikin apa ke Rendra? Tanya bu Carlota sedikit curiga.
"Cuma bilang jangan lewat kan malam ini, kalian di sini semalam lagi, gaspol saja tiga ronde gitu aja kok ma" ucap pak Hardian.
"Berarti malam ini Ara sama Anggar, Malika bersama Rendra, mereka berdua mandi keringat, terus kita? Tanya bu Carlota sambil menatap genit kepada suami nya.
__ADS_1
"Ayo mah, kita juga gaspol sampai tidak berdaya" ajak pak Hardian sambil merangkul pundak istri nya.