Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Dosakah Aku


__ADS_3

KITA CERITA KE PARA ORANG TUA DULU YA BESTIE< BIAR ANGGAR MERASAKAN KEPEDESAN NYA LAMA🀭🀣


Di sebuah rumah sakit besar di Singapoera bu Malika sedang di rawat secara intensive oleh para dokter terbaik di sana, dan dengan setia nya bu Carlota dan pak Hardian menunggu bu Malika yang notabene adalah sahabat sekaligus besan nya mereka.



"Pak, Bu, dokter spesialis terbaik di rumah sakit ini, hari ini akan memeriksa pasien" ucap salah satu dokter yang menjaga bu Malika.



"Ah, benar kah? Alhamdulilah kalau begitu, makasih ya sus" bahagia bu Carlota mendengar nya, karena dengan begitu sahabat nya ini akan segera di tangani.



"Sama-sama bu, silahkan tunggu di tempat menunggu pasien lagi ya bu" kata suster itu.



"Pah, dokter spesialis nya mau meriksa Malika hari ini" kata bu Carlota pada pak Hardian.



"Bagus dong mah, jadi bu Malika bisa cepat di tangani" jawab pak Hardian.



Selagi bu Carlota sedang bicara dengan suami nya, tiba-tiba ada seorang dokter setengah baya yang masih terlihat fresh dan berwibawa dengan dua suster yang sedang berjalan menuju kamar rawat bu Malika.



Mendengar suara hentakan dari sepatu dokter dan para suster, bu Carlota membalik kan tubuh nya melihat ke arah yang datang.



"Rendra? Gumam bu Carlota antara percaya dan tidak, dia bertemu dengan mantan pacar sahabat nya.



"Kamu kenal mah? Bisik pak Hardika.



"Dia mantan nya Malika pah" jawab bu Carlota dengan berbisik kembali.



Semakin dekat dengan ruangan yang akan di tuju, semakin dekat lah jarak antara dokter itu dengan bu Carlota dan pak Hardian.



"Carlota" ucap pak Rendra.



"Rendra" ucap bu Carlota dan pak Rendra bersamaan.



"Bagaimana kabar mu Ren, sudah lama kita ngga bertemu" kata bu Carlota sambil mengulurkan tangan nya.


__ADS_1


"Alhamdulilah saya baik, gimana kamu? Dokter Rendra pun balik bertanya sambil menjabat uluran tangan nya bu Carlota.



"Saya baik juga, oh iya kenalkan ini suami saya" ucap bu Carlota sambil menunjuk ke arah suami nya.



Pak Hardian dan dokter Rendra pun saling berjabat tangan dan mengenalkan nama mereka masing-masing.



"Apa benar yang di dalam itu? Dokter Rendra pun menjeda ucapan nya, karena perkiraan nya takut salah, sebelum dia masuk ke ruangan rawat nya bu Malika, dokter Rendra sudah membaca dan memepelajari semua berkas tentang riwayat kesehatan nya bu Malika.



Begitu melhat dan membaca nama Malika yang tertera di berkas yang suster berikan kepada nya, dokter Rendra pun kembali teringat pacar nya dulu, dia menjanjikan akan menikahi nya jika dia sudah succes dan tercapai cita-cita nya menjadi seorang dokter.



Karena Rendra ingin cita-cita nya tercapai, dan ingin fokus sama belajar, sampai-sampai dia jarang ngasih kabar sama Malika kekasih nya, hingga suatu saat dokter Rendra mendengar kalau kekasih nya Malika akan di nikahkan oleh ke dua orang tua nya.



Rendra hanya bisa pasrah, karena memang waktu itu dia yang salah, dia jarang ngasih kabar dan tidak memberikan kepastian pada Malika kekasih nya.



Semenjak mendengar kekasih nya menikah dengan orang lain, Rendra pun terus menyibukkan diri dengan belajar dan bekerja, hingga saat ini.




Tapi dokter Rendra yang selalu ngasih jarak kepada para wanita tersebut, karena hati dokter Rendra sudah terpaut pada seorang wanita saja, meski dirinya tahu kalau wanita yang sangat ia cintai sudah tidak mungkin menjadi milik nya kembali.



"Sus, masuk saja dulu, saya mau berbincang dulu sebentar" ucap dokter Rendra kepada para suster nya, ke dua suster itu pun masuk lebih dulu ke ruangan.



Setelah kedua suster itu masuk, dokter Rendra pun duduk bersama bu Carlota dan pak Hardian di kursi tempat menunggu pasien.



"Iya Ren, dia adalah Malika mu" jawab bu Carlota sambil duduk.



Bu Carlota tahu kisah tentang percintaan mereka, tapi bu Carlota tidak tahu kenapa mereka tidak bersatu, karena waktu itu bu Carlota sudah menikah dengan pak Hardian dan di bawa ke Paris oleh suami nya.



Sedangkan ponsel dengan no yang berisikan no ponsel teman dan sahabat nya waktu sekolah hilang pas perjalanan ke Paris, jadi semenjak itu bu Carlota tidak pernah mendengar atau pun bertemu denga bu Malika dan yang lain nya.



Sempat bu Carlota mendatangi rumah bu Malika sewaktu dia pulang dari paris, tapi rumah itu sudah di tempatii orang lain karena keluarga bu Malika sudah menjual nya, dan pindah dari daerah itu.


__ADS_1


Rendra pun terdiam begitu mendengar kalau yang di dalam adalah Malika kesayangan nya.



"Kenapa Ren? Tanya bu Carlota karena melihat dokter Rendra terdiam.



"Ngga apa-apa, oh iya, keluarga nya pasien tidak ada yang menunggu? Tanya dokter Rendra.



"Dia hanya hidup bersama putri nya Ren, dan sekarang putri nya itu adalah menantu ku" jawab bu Carlota.



"Jadi kalian besanan? Ucap dokter Rendra dengan ekspresi kaget nya.



"Iya Ren, oh iya kamu juga sudah punya menantu pasti nya, anak kamu berapa Ren? Tanya bu Carlota.



"Jangankan menantu, istri saja aku ngga punya" jawab dokter Rendra sambil tersenyum miris.



"Jangan bercanda Ren" kata bu Carlota.



"Saya tidak bercanda, entah lah saya ngga mau ada seorang wanita yang menggantikan diri nya di hati saya, mungkin hati saya sudah terpaut dalam padanya" jawab dokter Rendra.



"Jadi kamu masih berharap Malika mu kembali Ren? kembali bu Carlota pun bertanya karena penasaran dengan mantan kekasih sahabat nya ini.



"Ya, saya memang selalu berharap, tapi itu cuma harapan saya saja, karena ngga mungkin Malika kembali kepada saya, dia sudah bahagia bersama keluarga kecil nya" jawab dokter Rendra dengan sendu.



"Kenapa ngga mungkin? Kalian masih bisa bersatu kok, asal kalian mau saling menerima satu sama lain nya" jawab bu Carlota.



"Kamu jangan begitu Ta, saya tidak mau di sebut orang yang suka merebut istri nya orang, ngga ada di dalam kamus saya, kalau saya harus jadi perusak rumah tangga orang" jawab dokter Rendra.



"Ren, kamu ngga bakalan di sebut perusak rumah tangga orang, karena Malika mu sudah tidak ada pendamping lagi, dia sudah lama meninggal karena sakit" jawab bu Carlota.



Rendra yang mendengar penuturan dari bu Carlota pun kaget dan sedikit bahagia mendengar nya.



"Dosa kah aku bila aku bahagia mendengar dia sekarang sudah sendiri? Dosa kah aku yang senang mendengar jika suami nya sudah tidak ada di samping nya lagi? Gumam bathin dokter Rendra dengan sedikit senyuman di bibir nya.

__ADS_1


__ADS_2