
Dokter Hendra, bu Malika dan Ara kini sedang duduk di ruang keluarga, mereka bertiga sedang berbincang ringan sekalian meminta izin kepada Ara untuk membawa ibu nya ikut bersama dirinya.
Pak Hardian dan Anggar sudah berangkat ke kantor, Bu Carlota sedang mengantarkan Zila ke sekolah.
"Nak, om mau minta izin sama kamu membawa ibu mu ikut bersama om, tapi kalau kamu ngga mengizinkan om ngga akan maksa" izin dokter Hendra pada Ara.
"Om, sekarang ibu adalah tanggung jawab om sebagai suami nya, aku ngga bakal menghalang-halangi niat baik om, tapi ingat ya om, om harus selalu menjaga dan menyayangi ibu dalam kondisi apa pun" jawab Ara bijak.
"Tentu saja nak, om akan selalu menjaga dan menyayangi ibu mu sampai kapan pun, sampai dimana kita di pisahkan oleh maut" jawab dokter Hendra.
"Terus memang nya om sama ibu kapan berangkat? Tanya Ara sambil melihat ke arah dokter Hendra dan ibu nya.
"Besok sayang, karena jadwal cuti om tinggal seminggu lagi, kan kalau berangkat besok om jadi ada waktu untuk beristirahat dulu beberapa hari sebelum berperang dengan alat-alat medis lagi" ucap dokter Rendra.
"Baik lah kalau memang itu sudah menjadi keputusan om, ibu sehat-sehat ya di sana? Ucap Ara.
"Kamu juga sehat-sehat ya nak? Kalau mau lahiran jangan lupa hubungi ibu, ibu akan langsung datang ke sini" ucap bu Malika sambil mengelus perut Ara.
"Tentu saja bu, Ara akan langsung hubungi ibu" jawab Ara sambil tersenyum.
"Kalau ibu mu sedang asik bersama ayah baru mu, biar mamah saja yang mendampingi kamu nak, mereka di sana pasti bulan madu sama malam pertama terus" teriak bu Carlota yang baru datang.
"Ta, kamu itu tidak menepati janji" ucap bu Malika dengan wajah kesal nya.
"Aku memang janji apa sama kamu Ka? Bu Carlota pun pura-pura lupa.
"Katanya ngga mau menggoda aku lagi, tapi kamu malah memulai nya kembali" jawab bu Malika.
"Kan sebelum kamu pergi aku goda dulu, kalau kamu udah pergi kapan lagi aku akan menggoda kamu Ka." jawab bu Carlota sambil duduk.
"Terserah kamu lah Ta" jawab bu Malika sambil manyun.
Dokter Rendra dan Ara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya, semenjak ada dokter Hendra mereka lebih sering saling menggoda.
*
__ADS_1
*
"Maaf pak mengganggu, saya hanya mau mengingatkan satu jam lagi bapak ada meeting bersama perusahaan xxxx di cafe biasa" ucap Lastri.
Lastri merasa bahagia sekali dirinya sekarang menjadi sekertaris di perusahaan itu, maka Lastri berjanji pada diri nya sendiri kalau dia akan bekerja dengan baik bahkan lebih baik lagi.
Dan bahkan Lastri akan menghempaskan para penggoda bos nya itu, karena Lastri ngga suka sama yang nama nya pelakor, apalagi Lastri sudah melihat nya sendiri sosok Ara, karena Lastri dan karyawan kantor semua nya kemarin menghadiri pesta pernikahan Anggar dan Ara.
"Perusahaan baru kan? Tanya Anggar sambil mengingat nama perusahaan nya.
"iya pak, mereka baru meresmikan perusahaan nya dan ingin bekerja sama dengan perusahaan kita" jawab Lastri.
"Oke, kalau begitu kamu siapkan semua yang di perlukan untuk meeting nanti" jawab Anggar.
"Semua sudah siap pak, tinggal berangkat" jawab Lastri.
"Oke, kalau begitu mari kita berangkat, takut nya nanti kita terlambat" ucap Anggar sambil melihat ke arah jam yang berada di pergelangan tangan nya.
Anggar pun berjalan dan di ikuti Lastri dari belakang dengan berkas-berkas di tangan nya.
*
*
"Kamu pesan makana dan minuman saja dulu sambil nunggu mereka datang" ucap Anggar.
"Baik pak, bapak pesan seperti biasa nya atau ada yang lain? Tanya Lastri.
"Seperti biasa nya saja" jawab Anggar sambil melihat ponsel nya dan mengirimkan pesan buat istri nya.
"Baik pak" jawab Lastri dan langsung memesan apa yang Anggar suka.
"Selamat sang pak Anggar, maaf kami terlambat, tadi sedikit macet di perjalanan" ucap seorang lelaki paruh baya yang baru datang dengan seorang wanita muda di samping nya.
"Siang juga pak, ngga apa-apa, kami juga baru sampai kok, ayo duduk" ucap Anggar sambil menjabat tangan pak Dika dan tangan Leni anak nya.
"Ah, tampan sekali, aku suka, akan aku dapat kan kamu pak Anggar" gumam bathin Leni sambil menatap damba pada Anggar.
"Wah ternyata nih cewek gatel juga, kamu ngga akan bisa mendapatkan pak Anggar, aku akan selalu menjaga nya demi bu Ara" gumam bathin Lastri sambil melirik tidak suka kepada Leni.
__ADS_1
"Mari silahkan duduk" ucap Anggar, sambil duduk dan di ikuti oleh mereka.
"Sebelum saya menjalin perusahaan saya yang baru dengan bapak, perkenalkan ini anak pertama saya, namanya Leni, cantik kan pak? Ucap pak Dika yang merasa bangga dengan anak nya.
Anggar tidak merespon nya, dia hanya sedikit tersenyum saja.
"Baik, poin apa saja yang bisa bapak kembangkan di perusahaan bapak? Tanya Anggar.
Mereka pun terlibat pembicaraan serius maslaah pekerjaan dan kerja sama mereka.
Leni cewek sexy dan matre ini terus menatap Anggar dengan penuh damba, pak Dika pun berharap kalau Anggar akan terpikat dengan anak nya, sehingga kerja sama peusahaan nya akan lancar.
"Wah ngga bener ini, rencana apa yang kalian siapkan, aku akan menggagalkan nya, aku ngga boleh lengah sedikit pun" gumam bathin Lastri sambil melirik ke arah mereka berdua.
Anggar merasa tidak nyaman karena di tatap terus sama seorang wanita di samping nya, tapi dia berusaha profesional.
"Gimana pak Anggar? Saya yakin kita akan menjadi partner yang baik dan ke depan nya perusahaan kita terutama perusahaan saya akan maju dengan ada nya kerja sama ini, dan perusahaan pak Anggar akan lebih maju lagi" ucap pak Dika.
"Baik, saya akan coba dan perusahaan bapak juga ada potensi untuk maju" jawab Anggar.
"Udah tampan, kaya raya, cool lagi, cowok seperti ini lah yang aku mau" gumam bathin Leni.
"Maaf pak Anggar, saya izin ke toilet sebentar" ucap Leni dengan nada di buat-buat sambil berdiri.
"Silahkan" ucap Anggar tanpa melirik sedikit pun.
Leni pun berdiri dan pura-pura terkilir dan jatuh di atas pangkuan Anggar.
"Aw, maaf pak saya tidak sengaja, kaki saya terkilir" ucap Leni sambil pura-pura menahan sakit.
"Trik kamu murahan sayang, aku sudah bisa membaca nya" gumam bathin Lastri sambil berdiri.
"Mari saya akan menolong nona" ucap Lastri sambil menarik tangan Leni agar menjauh dari pangkuan Anggar.
__ADS_1