Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Lupa


__ADS_3

"Pah, mah, ada apa? Kenapa kalian teriak-teriak? Tanya Nathan yang mendengar teriakan papah dan kakak nya.



"Ngga ada apa-apa sayang, cuma salah paham saja." jawab Ara.



"Sudah istirhat aja kamu dek, papah sama mamah juga mau istirahat" ucap Anggar.



"Ayo mah, kita tidur." ajak Anggar sambil menggenggam tangan istri nya.



"Iya pah." jawab Nathan.



Nathan masih penasaran dengan apa yang terjadi, ia pun mengetuk pintu kamar kakak nya.



"Kak, ini adek, kakak di dalam" ucap Nathan sambil mengetuk pintu nya.



"Udah dek, kamu istirahat sana, jangan ikut campur" teriak Zila.



"Sebenar nya ada apa dengan kak Zila dan papah" gumam Nathan sambil pergi ke kamar nya.


*


*


"Kenapa mamah meragukan Aksa, dia itu orang baik mah, mungkin mamah yang salah lihat" gumam Zila sambil menangis.


Zila pun mengambil ponsel nya lalu menghubungi Aksa.



Panggilan Zila pun tidak di terima nya, Zila terus menerus menekan panggilan nya, tapi sudah sekian kali Zila menekan ponsel nya, tetap saja Aksa tidak menerima nya.



"Ya sudah lah mungkin dia lagi sibuk atau sudah tidur." gumam Ara di sela isak tangis nya.



TidaK lama Zila pun tertidur dengan mata yang masih basah dengan air mata.


*


*


Ara pun naik ke tempat tidur dan masuk kedalam pelukan Anggar seperti biasa nya, dari dulu sampai sekarang, kebiasaan mereka tidur dengan berpelukan masih mereka lakukan, terkecuali kalau Ara sedang marah.


"Pah, apa mamah salah bicara tadi sama Zila, hingga Zila sampai marah seperti itu? Tanya Ara.



"Ngga kok, mamah ngga salah, hanya mungkin Zila belum bisa menerima nya." jawab Anggar.



"Mamah lakukan ini karena mamah sayang sama Zila, mamah takut Zila terjerumus dalam rayuan Aksa, mamah takut terjadi apa-apa sama Zila" ucap Ara .


__ADS_1


"Ya papah paham, papah juga mengerti karena kalau mamah ngga sayang sama Zila, mamah ngga akan menerima papah sebagai suami mamah." jawab Anggar.



"Papah ini, mamah serius pah" ucap Ara sambil menatap wajah suami nya.



"Papah juga serius mah, kan dulu yang meminta mamah untuk menikah dengan papah siapa? ZIla kan yang maksa mamah dan papah, karena Zila merasakan kasih sayang mamah itu tulus sama Zila." jawab Anggar.



"Sudah lah jangan di pikirkan lagi, mungkin tadi Zila shock mendengar kabar kalau Aksa jalan sama perempuan lain." ucap Anggar.



"Tapi mamah takut Zila kenapa-kenapa mah, papah tahu sendiri kan pergaulan anak zaman sekarang gimana? Tanya Ara yang masih khawatir dengan Zila.



"Mamah percaya deh sama papah, kalau Zila bisa menjaga diri nya baik-baik, jika si Aksa itu menyakiti anak papah, papah tidak akan membiarkan nya hidup dengan tenang." jawab Anggar meyakinkan istri nya.



"Sudah lah lebih baik sekarang kita tidur, tapi sebelum tidur, papah ingin melakukan pemanasan dulu, seperti nya sudah lama papah ngga olah raga." ucap Anggar lalu meraup bibir Ara.



"Bukan nya tiga hari yang lalu papah sudah mendapat kan nya" ucap Ara setelah melepaskan ciuman nya.



"Entah lah papah lupa," ucap Anggar sambil kembali meraup bibir nya Ara, tangan Anggar pun bermain-main di bukit kembar milik Ara yang selalu menjadi favorite nya.



Anggar selalu memperlakukan Ara dengan lembut, hingga Ara yang lagi ngga mood pun bisa ikut terbuai dengan setiap sentuhan nya, dan berujung dengan nafas yang terengah dan keringat yang membanjiri tubuh nya.


*


*


Mereka membanjiri tubuh nya dengan keringat, hingga Aksa mengabaikan telepon yang masuk ke ponsel nya.



Wanita yang sedang Aksa kasih kenikmatan dunia ni bukan wanita pertama buat Aksa.



Aksa selalu menjelajah setiap wanita dan berujung di atas tempat tidur dengan segala rayuan maut nya.



Para wanita pun tidak bisa menuntut Aksa, karena Aksa suka mengatakan kalau itu dilakukan atas dasar suka sama suka, bukan pemaksaan atau pun per kosa an.



Aksa pun tergeletak lemas di samping perempuan nya sambil mengatur nafas nya.



"Makasih sayang, kamu memang yang terbaik" ucap Aksa lalu mencium perem puan itu.



"Janji ya, kamu ngga bakalan ninggalin aku" ucap Reni.



Ya perempuan itu adalah Reni, dia adalah kenalan baru Aksa dari kampus lain.

__ADS_1



Aksa tidak pernah melepas kan wanita yang sudah mau berjalan bersama nya sebelum wanita itu menyerahkan apa yang di ingin kan Aksa.



"Iya sayang, asal kamu terus memberikan apa yang aku ingin kan ini" jawab Aksa.



"Ponsel kamu tadi perasaan bunyi terus, dari siapa? Jangan bilang dari pacar kamu ya? tanya Reni.



"Biarkan saja ngga penting juga, paling orang yang nge fans ma aku, aku males angkat telepon dari cewek ngga jelas, mending aku sama kamu yang sudah jelas, kamu bisa memberikan kenikmatan dalam dunia ini" jawab Aksa sambil memeluk erat Reni.



Reni merasa bangga dengan Aksa, selain Aksa tampan dia itu cowok terkeren yang pernah singgah di hidup nya.



"Sa, tapi bener kan kamu belum punya pacar? Tanya Reni.



"Belum lah sayang, kalau udah ngapain aku jalan dan berada di sini saat ini" jawab Aksa.



"Masa sih cowok tampan dan keren begini ngga punya pacar' jawab Reni.



"Jujur aku memang punya pacar, tapi kami sudah putus, karena dia yang memilih pria lain ketimbang aku" jawab Aksa berbohong.



"Kok bisa memilih pria lain, sedangkan kamu keren begini, udah tampan, keren, jago juga di atas tempat tidur" ucap Reni sambil mengelus dada bidang Aksa.



"Dia memilih orang yang punya mobil mewah, sedangkan aku kan hanya punya motor' jawab Aksa.



"Tapi itu juga kan motor mahal Sa, bukan motor kaleng-kaleng" ucap Reni.



"Mungkin karena ngga ada pintu dan jendela nya jadi dia ngga mau sama yang punya motor." jawab AKsa.



Aksa pun terus berbohong dan mengeluarkan rayuan demi rayuan nya sehingga Reni pun terbuai dengan mulut manis nya Aksa.



Mereka pun kembali melakukan untuk kedua kali nya, Reni yang sudah terbuai dengan segala rayuan dan sentuhan dari Aksa pun melupakan akan masa depan untuk dirinya,.



Reni yang sudah terbuai dengan semua yang Aksa lakukan kepada dirinya pun dengan suka rela memberikan apa yang seharus nya dia jaga.



Mereka berdua melakukan nya hingga tenaga mereka benar-benar terkuras habis, Reni pun terlelap dalam pelukan Aksa.



Pagi hari Aksa membuka ponsel nya, dan melihat ada sekitar sepuluh panggilan tidak terjawab dari Zila.

__ADS_1



"Zila" gumam bathin Aksa sambil melirik ke arah Reni yang masih terlelap.


__ADS_2