
Pagi hari nya mereka di sibuk kan kembali karena hari ini adalah hari diadakan nya pesta pernikahan Anggar dan Sahara.
Untuk make up keluarga pak Hardian mendatang kan seorang MUA yang handal, karena mereka ingin melihat Ara dengan wajah dan balutan pengantin nya.
"Mamah pas nikah sama papah cantik, sekarang kok malah lebih cantik sih mah" ucap Zila dengan rasa kagum nya kepada ibu sambung nya itu.
"Benar yang di katakan Zila, kamu lebih terlihat jelas aura nya hari ini" jawab bu Carlota yang memang sudah berada di kamar anak menantu nya itu.
"Makasih mah, ini juga berkat mbak nya yang membuat Ara jadi cantik" jawab Ara sambil tersenyum.
"Ternyata kalian di sini, aku kira kamu kemana Ta? Tanya bu Malika yang baru datang dengan rambut nya yang sedikit masih basah.
"Aduh pengantin baru rambut nya udah basah aja, ngga encok tuh pinggang" bu Carlota memang menunggu bu Malika dari tadi, dia hanya ingin menggoda sahabat nya itu.
"Ta, bisa ngga kamu jangan goda aku terus, ada Zila dan Ara lo" protes bu Malika.
"Kan Uti rambut nya basah habis keramas omah" teriak Zila yang ngga paham dengan ucapan bu Carlota.
Mereka semua yang ada di kamar pun tersenyum mendengar penuturan dari Zila.
"Berapa ronde semalam? Bisik bu Carlota.
"Ta, bisa diam dulu ngga" jawab bu Malika dengan pelan sambil melotot ke arah bu Carlota.
Bu Carlota yang mendapat pelototan dari sahabat nya itu hanya cengengesan tanpa dosa.
Ara yang melihat ibu dan ibu mertua nya pun hanya menggelengkan kepala nya dengan bibir tersenyum.
*
*
Tamu pun sudah mulai berdatangan, dari teman, sahabat dan kolega mereka.
Anggar sudah menunggu di kursi pelaminan nya dengan wajah tampan dan kelihatan gagah, dia sedang menanti bidadari nya untuk mendampingi di samping nya.
Ara pun turun di gandeng sama ibu dan ibu mertua nya, sedangkan Zila berjalan di depan mereka dengan bunga di tangan nya.
"Cantik nya istri ku ini" gumam Anggar sambil tersenyum menatap ke arah Ara yang sedang berjalan menghampiri nya.
"Wah perempuan nya cantik ya" gumam para tamu yang sudah hadir.
__ADS_1
"Pak Anggar ngga salah ya mencari pendamping, kelihatan nya sayang banget sama anak nya pak Anggar"
"Mereka pada cantik-cantik, aura kehamilan nya jelas banget ya"
Hanya itu selentingan yang terdengar oleh telinga Ara, masih banyak lagi ocehan para tamu yang sangat kagum akan kedua mempelai.
Para tamu pun menikmati segala hidangan yang tersedia sambil menikmati meriah nya pesta.
Dikala pertengahan pesta, tiba-tiba datang segerombol orang yang Anggar kenal betul yang selama ini mereka ngga bertemu karena kesibukan masing-masing.
Mereka adalah, Denis, Rico, Doni, dan mbak Mulan bersama keluarga nya masing-masing.
Betapa bahagia nya Anggar dengan kedatangan mereka semua.
"Kalian? teriak Anggar dengan senyum kebahagiaan nya.
"Ya, kita datang untuk memberikan selamat kepada lo" teriak Denis sambil memeluk Anggar.
"kalian tahu dari mana? Tanya Anggar.
"Kita semua tahu dari mbak Mulan, mbak Mulan tahu dari mbak Mery" jawab Rico.
"Selamat menempuh hidup baru, mbak selalu menunggu moment kamu ini, karena kita bukan melupakan Anya, tapi hidup terus berjalan, walaupun kamu sudah ada pengganti nya, tapi Anya jangan kamu singkir kan dari hati kamu" ucap mbak Mulan dengan mata yang sudah berkaca-kaca, karena dia ingat sama almarhumah Anya yang sudah dia anggap seperti adik nya sendiri.
"Iya mbak, dia masih ada di hatiku, dan selalu akan ada di hatiku selama nya" bisik Anggar, karena Anggar menjaga perasaan Ara yang berada di samping nya.
Mbak Mulan pun tersenyum, lalu memberikan selamat kepada Ara.
"Selamat ya, semoga kamu selalu menyayangi Zila anak nya Anya, walaupun nanti anak kamu lahir, saya harap kamu tidak membedakan kasih sayang kamu kepada anak-anak" ucap Mulan sambil memeluk Ara.
"Iya, mbak, saya akan selalu menyayangi Zila dengan tulus, makasih ya mbak" ucap Ara sambil tersenyum.
"Berapa bulan sekarang? Tanya Mulan sambil mengelus perut nya Ara.
"Empat bulan mbak" jawab Ara.
"Sehat-sehat ya nak, kamu jaga pola makan dan jangan terlalu capek." ucap Mulan.
__ADS_1
Mereka pun semua nya ikut berbahagia melihat Anggar bersama Ara.
Sungguh kebahagiaan yang tidak di duga, Anggar mendapat banyak ucapan dan kejutan dari para sahabat nya dan sahabat almarhumah Anya.
Anggar bergabung dengan para sahabat nya, mereka melepas kangen dengan saling cerita dan bercanda.
Sedang kan Ara di temani para istri sahabat Anggar dan sahabat Anya.
Keluarga pak Baskoro tidak lama berada di pesta itu, karena bu Aisyah ibu nya Anya ngga kuat selalu ingat sama anak nya.
Zila asik bermain dengan anak-anak dari sahabat ayah nya.
Terlihat bu Malika selalu ada di samping nya dokter Rendra, mereka terlihat bahagia dan selalu mesra, bu Malika semakin terlihat segar wajah nya karena bibir nya selalu menyungging kan senyuman.
"Aduh, yang pengantin baru sampai lupa sama aku sahabat nya" ucap bu Carlota sambil duduk di depan mereka berdua.
"Mulai deh kamu Ta" ucap bu Malika.
"Gimana Ren semalam, siapa yang minta nambah? Tanya bu Carlota dengan bibir tersenyum, dia memang belum puas menggoda sahabat nya itu.
"Ta, kamu ngga ada pembahasan lain ya, kenapa masalah itu mulu sih yang di bahas" ucap bu Malika sedikit kesal, karena diri nya malu untuk membahas itu.
"Semalam hujan keringat lah Ta" jawab dokter Rendra sambil tersenyum.
"Mas, ih kamu ini, malu dong" bisik bu Malika.
"Ngga usah bisik-bisik masih ada aku, atau kamu mau nambah sekarang ya Ta" ucap bu Carlota.
"Au ah" jawab bu Carlota sambil mengerucut kan bibir nya.
Bu carlota dan dokter Rendra pun tertawa melihat kelakuan bu Malika yang sudah seperti anak muda itu.
"Ren, kamu jangan terlalu meminta jatah sama dia, takut nya encok dia kambuh" bu Carlota terus menggoda bu Malika.
"Tenang Ta, aku pelan-pelan kok main nya, aku meresapi setiap hentak kan nya" jawab dokter Rendra yang langsung mendapat pukulan di bahu nya dari bu Malika.
"Mas ih, awas ya, sekali lagi bicara vulgar aku ngga akan kasih kamu jatah sekalian" ucap bu Malika.
__ADS_1
"Sukurin kamu Ren, baru juga merasakan udah mau puasa lagi" ucap bu Carlota sambil tertawa terbahak-bahak membuat semua yang mendengar melihat ke arah nya.