
Ara pun kini sedang berada di mall bersama Lastri, mereka keliling mall, Lastri pun di belikan baju sama Ara.
"Ini cocok buat kamu Las" ucap Ara sambil memberikan sebuah dres kepada Lastri.
"Ini buat aku bu? Tanya Lastri.
"Iya itu buat kamu, ambil saja biar isi ATM suami saya berkurang" jawab Ara sambil tersenyum.
"Ibu ini ada-ada saja, makasih ya bu" jawab Lastri dengan wajah berbinar nya.
Setelah dari kasir, mereka pun kembali keliling mencari yang lain nya, yang di butuh kan oleh Ara.
"Ra, itu kamu kan? Tanya seseorang yang melihat Ara dari arah samping.
Ara pun merasa ada yang memanggil nya, dia pun membalik kan tubuh nya menghadap ke arah suara tersebut.
"Jo? Gumam Ara sambil menatap ke arah Jo dan Lusi.
"Ternyata benar itu kamu Ra, wah kamu sedang hamil rupanya, selamat ya Ra" ucap Jo, sambil mengulurkan tangan nya.
"Iyah Jo, kalian? Tanya Ara sambil menunjuk ke arah Jo dan Lusi.
"Iya kami sudah jadian sebulan kamu pergi dari cafe, maaf kan aku waktu itu ya Ra, aku ngga tahu kalau kamu sudah menikah" ucap Jo.
"Ngga apa-apa Jo, itu bukan kesalahan kamu kok, itu kesalahan aku yang memang masih merahasiakan pernikahan kita." jawab Ara.
"Selamat ya Lus, kamu masih nyanyi di cafe? Atau di suruh duduk manis di kamar sama Jo? Tanya Ara sedikit bercanda untuk mencairkan suasana.
"Masih nyanyi kalau sekarang, tapi ngga tahu kalau sudah nikah nanti" jawab Lusi sambil tersenyum.
"Oh iya kenapa kalian tidak datang pas resepsi pernikahan ku, bang Aldo juga sama ngga datang" ucap Ara.
"Maaf Ra, waktu itu kita lagi acara lamaran jadi ngga bisa menghadiri resepsi kamu" jawab Jo.
"Jadi kalian sudah acara lamaran? Sebentar lagi dong kalian nikah" ucap Ara.
"Iya, dua bulan lagi kita nikah" jawab Lusi.
"Wah selamat ya, akhir nya kamu melepas masa jomblo mu Jo" jawab Ara sambil tertawa.
__ADS_1
Mereka pun ikut tertawa, sedang kan Lastri hanya tersenyum dan bertanya-tanya tentang mereka yang ada di hadapan nya ini.
"Siapa mereka ini ya? Apa teman nya bu Ara? atau mantan nya bu Ara? gumam bathin Lastri.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang dulu ya, soal nya aku udah dari tadi, sebentar lagi juga jam pulang suami ku" ucap Ara.
"Oke deh Ra, hati-hati ya" ucap Jo dan Lastri bersamaan.
Ara dan Lastri pun pergi dari hadapan Jo dan Lusi menuju parkiran.
"Langsung ke rumah atau ke kantor dulu non? Tanya pak Roni.
"Ke kantor saja pak, sekalian pulang nya nanti sama mas Anggar" jawab Ara yang kini sudah duduk di kursi belakang mobil.
Pak Roni pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju kantor nya Anggar.
*
*
"Breng sek, wanita itu menjadi penghalang aku buat mendekati pak Anggar" Leni pun marah-marah di kamar nya.
"Aku harus cari cara supaya bisa bertemu dengan pak Anggar lagi, tapi bagaimana cara nya" gumam Leni sambil berpikir.
"Bu, bantu aku dong bilang ke ayah kalau aku ingin bertemu dengan pak Anggar, aku menyukai nya bu" rengek Leni.
"Siapa pak Anggar? Tanya bu Maria.
"Itu lo bu yang punya perusahaan besar, yang sekarang ayah kerja sama dengan perusahaan nya" jawab Leni dengan antusias.
"Tapi nak, bagaimana kalau dia sudah punya keluarga? Tanya bu Maria.
"Aku ngga peduli bu, pokok nya aku harus mendapatkan pak Anggar, aku menyukai nya bu, tolong lah aku bu" Leni terus merengek kepada ibu nya.
Memang dasar Leni anak manja dan sering di manjain, akhir nya ibu nya pun mengalah.
"Ya sudah nanti ibu bantu bicara sama ayah kamu" ucap bu Maria.
"Benar ya bu, pokok nya ibu harus bisa meyakin kan ayah untuk membawa pak Anggar kehadapan aku" ucap Leni.
"Iya, ibu usahakan, apa sih yang ngga ibu lakukan buat anak kesayangan ibu ini" ucap bu Maria sambil mengelus puncak kepala Leni.
__ADS_1
"Makasih bu, aku sayang sama ibu" ucap Leni sambil memeluk erat ibu nya.
*
*
"Kalian jadi berangkat besok? Tanya bu Carlota kepada bu Malika yang sedang packing di kamar nya.
"Iya Ta, ya mau gimana lagi, aku harus mengikuti suami ku kemana pun dia pergi" jawab bu Malika.
"Oh iya lupa kalau kamu sekarang punya suami ya" bu Carlota mulai menggoda bu Malika.
"Mulai deh, Ta, aku titip Ara ya? Kalau ada apa-apa dengan Ara langsung hubungi aku" ucap bu Malika.
"Kamu tenang saja, aku akan selalu menjaga Ara, dia juga sudah ku anggap seperti anak ku sendiri, jadi kamu jangan khawatir soal itu" jawab bu Carlota.
"Makasih ya Ta? Ucap bu Malika sambil memeluk erat bu Carlota.
"Makasih buat apa? Tanya bu Carlota.
"Buat semua nya yang telah kamu lakukan kepada aku dan Ara, aku ngga akan pernah melupakan semua yang telah kamu lakukan kepada kita berdua" jawab bu Malika.
Mereka berdua pun tersenyum lalu melepaskan pelukan nya.
"Omah, Uti, pelukan ngga ajak-ajak Zila" teriak Zila yang baru datang.
"Kan Zila tadi lagi asik main sama kakek di taman, jadi omah kesini nemuin uti kamu" jawab bu Carlota sambil tersenyum.
"Zila pengen di peluk juga ya? Sini uti peluk" ucap bu Malika sambil merentangkan kedua tangan nya.
Zila pun berlari dan masuk ke dalam pelukan bu Malika.
"Uti jadi pergi besok ya? Berarti uti ninggalin Zila dan mamah dong" ucap Zila.
"Iya sayang, tapi Zila jangan sedih nanti uti main lagi kesini, atau Zila yang main ke sana, nanti uti ajak Zila jalan-jalan ke liling Singapoera" ucap bu Malika.
"Benar ya uti? Kan papah sama mamah juga ngajak Zila ke Singapoera, tapi nanti kalau adik bayi nya sudah bisa diajak naik pesawat" jawab Zila.
"Iya sayang, Zila jangan rewel ya? Zila harus lebih mandiri lagi, kan sekarang Zila mau jadi seorang kakak, sebentar lagi adik bayi nya keluar dan bermain sama kakak Zila" jawab bu Malika sambil tersenyum.
"Iya uti, Zila kan udah besar uti, udah sekolah dasar, jadi Zila akan lebih mandiri lagi" jawab Zila.
__ADS_1
"Memang dari dulu kamu punya hati yang tulus Ka, sampai turun ke anak kamu Ara, seandainya mereka tidak bertemu entah gimana sikap Zila saat ini, Zila banyak berubah semenjak bertemu kalian, terimakasih ya Allah kami telah di pertemukan" gumam bathin bu Carlota sambil menatap ke arah bu Malika dan Zila.