Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Diam nya Anggar


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Anggar hanya diam, dia masih kesal dengan istri nya yang main peluk laki-laki lain di depan nya.



Sedang kan Zila, dia tertidur di pangkuan Ara, karena lelah seharian ini mengikuti orang tua nya.



"Pantas saja kamu mau duduk di pangkuan mamah, rupanya kamu lelah nak," gumam Ara.



Anggar tidak membuka suara nya walaupun hanya mengatakan iya, dia diam seribu basa.



Ara yang merasakan perbedaan dari diri Anggar pun merasa heran.



"Mas, kok kamu diam saja? Ada yang salah ya ma aku? Tanya Ara sambil melirik ke arah Anggar.



"Pikir saja sendiri" jawab Anggar sambil fokus dengan mengemudi nya yang mulai memasuki halaman rumah nya.



Ara pun terdiam dan memikirkan apa sebenar nya yang membuat sikap suami nya ini menjadi diam.



Anggar turun dari mobil lalu membuka pintu samping dan mengambil Zila dari pangkuan Ara.



"Biar mas yang gendong Zila" kata Anggar lalu membawa masuk Zila.



Ara pun turun dari mobil dan mengikuti langkah kaki suami nya.



"Kamu itu kenapa sih mas," gumam bathin Ara sambil berjalan mengikuti Anggar.



Anggar pun merebah kan Zila lalu mencium kening Zila dan pergi dari kamar nya Zila tanpa menghiraukan istri nya.



Ara pun menyelimuti Zila, lalu mencium kening Zila dengan lembut, "Good night sayang" gumam Ara lalu pergi dari kamar Zila.



Ara pun memasuki kamar Anggar, terlihat Anggar yang sudah segar dengan baju piyama.



"Sudah mandi mas? Tanya Ara, tapi Anggar hanya mengangguk saja.


__ADS_1


Ara pun menyerah, lalu pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya.



Selama di kamar mandi Ara berpikir, apa sebenar nya kesalahan dirinya hingga Anggar suami nya mendiamkan nya.



"Sekarang aku tahu, pasti karena pernyataan dari Jo dan pelukan dari bang Aldo" gumam Ara sambil tersenyum.



Ara pun keluar dan mengganti baju nya dengan piyama yang sedikit sexy, karena dia mau merayu suami nya biar ngga ngambek lagi.



Ara pun menghampiri tempat tidur, sengaja sebelum berbaring Ara melewati ke depan suami nya pura-pura mencari sesuatu.



"Sengaja ya kamu pakai baju sexy Yang? Gumam bathin Anggar sambil melirik ke arah Ara.



Ara yang mengetahui kalau Anggar melirik nya, kembali memutar dan naik ke atas tempat tidur lalu berbaring di samping Anggar dengan sengaja tubuh nya tidak ia tutupi dengan selimut dengan posisi membelakangi Anggar.



Nampak lah paha belakang yang mulus nan putih membuat yang melihat nya tergiur dengan kemolekan tubuh Ara.



Anggar pun merasa yang di bawah sana sudah meronta-ronta ingin keluar melihat tubuh sexy istri nya, apalagi baju tidur yang Ara kenakan malam ini sangat lah transfaran.




Ara yang memang sengaja melakukan itu semua pun sedikit tersenyum dan pura-pura memejamkan mata nya.



"Masa sih udah tidur Yang? Kamu sengaja ya pakai baju sexy seperti ini? Tanya Anggar sambil terus mengabsen leher Ara dengan tangan nya yang sedang mengelus lembut paha Ara.



Ara pun sebenar nya geli dengan apa yang di lakukan suami nya, tapi dia tahan sekuat mungkin.



"Yang, kok diam saja? Kamu marah sama aku ya? Tanya Anggar sambil menghirup wangi tubuh istri nya.



Ara pun sengaja mendiamkan suami nya, dia mau memberi sedikit pelajaran.



"Yang, ngomong dong? Masa aku di diemin seperti ini, kalau marah itu ngomong jangan diam saja" ucap Anggar yang tanpa sadar dengan sikap dirinya sendiri.



Ara pun membalikan tubuh nya sehingga sekarang menghadap ke arah Anggar.

__ADS_1



"Bukan kah kamu mas yang marah sama aku? Bukan kah kamu juga yang mendiamkan aku? Yang seharusnya ngomong dan menjelaskan semua nya itu kamu mas, bukan aku" ucap Ara sambil menatap ke arah Anggar.



"Iya mas yang salah, mas yang mendiamkan kamu dari tadi, maafin mas ya? Anggar pun mengakui kesalahan nya.



"Sekarang mas jelaskan kenapa mas mendiamkan aku? kesalahan apa yang telah aku perbuat sama mas? Tanya Ara.



"Mas, mas merasa cemburu ketika melihat istri mas ada yang memegang tangan nya, bahkan ada yang menyatakan perasaan nya di depan mas, dan juga mas cemburu kamu peluk-peluk laki-laki lain di depan mas" jawab Anggar pelan.



"Kenapa marah sama aku? Aku kan ngga membalas perasaan nya, lagian kan Jo juga ngga tahu kalau aku sudah menikah, terus untuk pelukan ke bang Aldo, aku sudah menganggap nya sebagai kakak, lagian aku juga sudah kenal betul dengan istri dan anak nya bang Aldo kok" jawab Ara.



"Ya maaf Yang, aku begitu juga karena aku sangat mencintai kamu" ucap Anggar sambil memeluk erat istri nya.



"Ya, tapi ngga harus mendiamkan aku juga kan mas? Kata Ara sambil membalas pelukan dari Anggar.



Anggar pun menatap damba kepada sang istri, hingga dengan perlahan bibir nya sudah nempel di bibir nya Ara.



Mereka saling mengungkapkan perasaan, dalam sentuhan lembut bibir nya masing-masing, Anggar yang memang sudah menginginkan nya dari tadi pun dengan secara perlahan membuka baju yang di pakai nya.



Ara yang sudah tahu akan kelanjutan nya, hanya mengikuti permainan suami nya, Anggar yang mendapat respon dari istri nya pun tanpa basa basi lagi, ia mulai bermain pada dua puncak bukit kembar nya Ara lalu membenamkan wajah nya di sana dan bermain sesuka hati nya.



"Aku ingin bermain sepuas nya di sini, sebelum anak kita lahir dan berganti mereka yang bermain di sini" ucap Anggar sembari menunjuk ke arah dua bukit kembar itu.



"Cepat hadir ya sayang, papah, mamah dan kakak kamu menunggu kehadiran kamu" ucap Anggar sambil mengelus lembut perut Ara dengan wajah masih nemplok di atas dua bukit kembar nya.



Ara hanya tersenyum mendengar perkataan sang suami, Ara pun mulai merasakan sensasi rasa yang mulai merambat pada jiwa nya.



Tangan Anggar pun perlahan membuka underwear nya Ara yang masih menutupi bagian yang membuat Anggar melayang-layang.



Ara pun tidak tinggal diam, dengan tangan yang sudah terampil membuka semua baju yang menutupi tubuh sang suami hingga akhirnya tiada satu pun kain penutup yang melindungi tubuh kekar Anggar yang selalu membuat Ara tergila-gila.



Akhirnya kedua insan itu telah mabuk dalam percintaan, mencurahkan segala perasaan yang bergejolak, melupakan rasa cemburu yang baru saja hinggap di hati nya, dan malam ini mereka pun menghabiskan malam panjang yang penuh dengan kenikmatan.

__ADS_1


__ADS_2