Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Mantan Duda


__ADS_3

Zila pun sudah sampai di depan rumah nya, "Makasih ya kak, udah mau anterin aku pulang" ucap Zila sambil membuka helm nya.



"Sama-sama, kalau begitu kakak pulang dulu ya" jawab Damar.



"Ngga masuk dulu kak? ajak Zila.



"Lain kali saja, insya Allah kakak mampir" jawab Damar sambil tersenyum.



"Ya sudah kakak balik ya" ucap Damar sambil menyalakan motor nya.



"Hati-hati kak." jawab Zila sambil melambaikan tangan nya.



Damar pun melajukan motor nya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah Zila.



Zila pun membalikan tubuh nya lalu melangkah masuk setelah Damar menghilang dari pandangan nya.



Nathan sedang memijat tangan mamah nya sambil membujuk nya untuk makan.



Anggar belum pulang karena lagi banyak kerjaan, bahkan tadi mengabarkan kalau dirinya akan pulang terlambat karena harus lembur.



"Mah kita makan yuk? Dari sepulang adek sekolah mamah belum kelihatan makan lo" ajak Nathan sambil terus memijat tangan nya Ara.



"Kakak kamu belum pulang nak? Tanya Ara dengan wajah sendu nya.



"Mungkin sebentar lagi mah, mendingan kita makan aja dulu ya, sambil menunggu kakak pulang." Nathan ngga berhenti membujuk Ara untuk makan.



"Nanti saja dek, nunggu kakak kamu" jawab Ara.



Ingin sekali Nathan menghubungi papah nya, tapi takut mamah nya marah, karena Ara berpesan jangan sampai Anggar tahu dengan kondisi nya sat ini.



Zila sangat sedih melihat keadaan mamah sambung nya seperti itu, bagaimanapun juga Zila dari kecil bersama Ara.



"Kenapa mamah ngga mau makan? Apa mamah ingin menyiksa tubuh mamah sendiri? Teriak Zila sambil melangkah masuk menghampiri Ara dan Nathan yang sedang duduk.



"Zila? Gumam Ara sambil membalikan tubuh nya begitu pun Nathan.



"Kenapa mamah ngga mau makan? Tanya Zila.



"Mamah menunggu kakak" jawab Nathan.



"Ya sudah kakak sudah pulang, sekarang ayo makan" ajak Zila.



"Ayo mah kita makan" ajak Nathan sambil menggandeng tangan nya Ara.

__ADS_1



"Kamu pulang sama siapa nak? tanya Ara sambil menatap ke arah Zila.



"Sama kak Damar" jawab Zila singkat.



"Siapa lagi Damar, tapi ini bukan saat nya buat bertanya" gumam bathin Ara sambil melangkah.



"Mamah" teriak Nia yang baru masuk dengan bi Tuti.



"Darimana kamu dek? Tanya Nathan.



"Kita habis main di taman belakang kak." jawab Nia.



"Pada mau makan ya nyonya? Sebentar biar saya siap kan." ucap bi Tuti.



Ara memang melewat kan makan siang nya karena kepikiran akan Zila anak sambung nya.



Kini mereka sedang berada di ruang makan, anak-anak Ara pun pada ikut makan dengan lahap.



Sesekali Nathan melirik kearah ibu dan kakak nya sambil mengunyah makanan.



"Alhamdulilah mamah mau makan" gumam hati Nathan.




"Lain kali jangan telat makan, kalau mamah sakit kita semua yang repot" ucap Zila sambil menghabiskan makan nya.



Walaupun terdengar ketus, tapi Ara sangat senang mendengar nya, berarti Zila masih perhatian kepada diri nya.



"Iya, maaf kan mamah telah membuat kalian khawatir" ucap Ara.



"Mamah ngga salah, mamah ngga perlu minta maaf, tugas kami sebagai anak mamah harus selalu menjaga dan membuat mamah bahagia, makan yang banyak ya mah, biar ngga sakit" ucapan Nathan sangat menyejukkan hati Ara sang ibu.



Ara pun tersenyum mendengar jawaban dari anak lelaki nya.


*


*


Malam hari nya Anggar pulang dengan wajah lelah nya.


"Kamu belum tidur Yang? Tanya Anggar yang baru masuk ke kamar.



"Aku ngga bisa tidur kalau papah belum pulang" jawab Ara sambil meraih jas dan tas yang di pegang oleh suami nya.



"Ah, capek papah langsung hilang mendengar nya" jawab Anggar sambil tersenyum dan langsung mencium kedua pipi dan bibir Ara.



"Gimana hari ini anak-anak, ngga bertingkah aneh-aneh kan mah? Tanya Anggar sambil memeluk Ara.

__ADS_1



"Ngga kok pah, semua aman terkendali, ya udah papah mau makan dulu apa mau mandi dulu? Tanya Ara sambil membuka dasi yang masih di kenakan oleh Anggar.



"Aku mau nya bobo dulu Yang" Anggar pun menjebak Ara dengan jawaban yang ngga ada di pertanyaan.



"Ngga ah, tubuh papah nya masih banyak keringet" jawab Ara yang kena jebakan dari Anggar.



"Berarti kalau udah bersih dari keringet boleh dong" ucap Anggar sambil memainkan ke dua alis nya.



"Ya boleh lah, emang papah mau melek aja sampai pagi" jawab Ara yang menggoda balik suami nya.



"Maksud papah bobo bareng mamah" ucap Anggar.



"Ya kan tiap ,malam juga papah bobo nya sama mamah ngga sama Nathan" jawab Ara sambil memasukan baju kotor Anggar ke keranjang.



"Au ah sebel, mamah ngga peka" ucap Anggar sambil pergi ke kamar mandi dengan wajah kesal nya.



Ara pun tersenyum melihat wajah kesal suami nya, sebenar nya Ara tahu yang di maksud Anggar, tapi sekali-kali dia ingin mengerjai Anggar suami nya.



Karena merasa kasihan dengan suami nya yang sudah capek bekerja, Ara pun punya inisiatif untuk menyusul nya ke kamar mandi.



Tapi sebelum ke kamar mandi Ara mengunci pintu kamar nya dulu, lalu dia melepas kan semua kain yang melekat di tubuh nya.



Ara pun dengan langkah perlahan menuju kamar mandi dan membuka pintu dengan sangat hati-hati.



Terlihat suami nya yang sedang berdiri di bawah guyuran shower membelakangi nya.



Ara pun mendekati suami nya lalu memeluk dia dari belakang.



"Yang, kamu nakal ya, pakai ngagetin aku segala" ucap Anggar sambil membalik kan tubuh nya.



Terlihat lah wanita yang selama ini menemani nya dalam keadaan apapun setelah almarhumah Anya, tersenyum manis dengan tubuh tanpa penghalang itu.



Anggar pun meraup bibir merah Ara lalu bermain di sana sebentar sebelum dia menuju dua bukit kembar yang membuat nya candu,



Anggar pun mulai bermain pada dua puncak kembar milik sang istri, membenamkan wajah nya dan menikmati sesuka hati nya.



Akhir nya kedua insan itu telah mabuk dalam percintaan, mencurahkan segala perasaan yang bergejolak, rasa capek yang Anggar rasakan tadi hilang seketika setelah istri nya memberikan vitamin yang selalu membuat nya melayang-layang.



Mereka berdua seakan tidak perduli dengan dingin nya malam ditambah suasana dingin nya kamar mandi, mereka terus menikmati nya hingga mereka benar-benar dibuat lelah dan tidak berdaya.



"Terima kasih sayang, kamu selalu tahu kalau aku lagi butuh vitamin, I Love U" ucap Anggar lalu mencium seluruh wajah istri nya yang masih di bawah guyuran shower.


__ADS_1


"I Love U To mantan Duda" jawab Ara sambil tersenyum.


__ADS_2