Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Jauhi Aksa


__ADS_3

"Kakak kemana sih, chat aku ngga di baca, ya sudah aku telepon saja lah" gumam Nathan, lalu menghubungi no kakak nya.



"Ya ampun kak, angkat dong, kasihan mamah" gumam Nathan sambil terus menghubungi kakak nya.



Bi Tuti yang tahu akan kesedihan Ara, dia langsung mengajak main Nia dan tidak membiar kan Nia untuk melihat kesedihan ibu nya.



Zila yang sudah paham karena Aksa terus memberi nya pelajaran bagaimana ciuman itu, kini mulai membalas nya secara perlahan.



"Udah pintar rupanya sekarang" ucap Aksa sambil tersenyum lalu kembali meraup bibir nya Zila.



Zila hanya diam dan menikmati setiap sentuhan yang Aksa berikan.



Tangan Aksa pun tak tinggal diam, tangan nya sudah menyentuh bukit kemar milik ZIla yang masih padat hingga membuat Zila mengeluarkan suara laknat nya.



Tanpa sadar kancing kemeja yang Zila pakai sudah terbuka sebagian dan terlihat lah bukit kembar milik Zila yang putih dan mulus.



Aksa sudah ngga tahan melihat nya dan ingin sekali langsung merasakan bukit kembar itu.



Tapi sebelum itu terjadi, ponsel Zila terus berdering sangat nyaring hingga membuat Zila menjauh kan wajah Aksa dari tubuh nya.



"Aku angkat telepon dulu" ucap Zila sambil meraih ponsel yang ia simpan di atas meja.



"Nathan? Ada apa? Tumben sekali dia terus menghubungi ku.



Zila pun menerima panggilan dari Nathan adik nya, sedang kan Aksa terus menjalankan aksi nya dengan menyentuh dan mencium Zila.



"Iya dek, ada apa? Tanya Zila sambil menahan rasa yang dia terima dari setiap sentuhan Aksa.



"Kak, kakak ngga lihat poto yang aku kirim? Kakak dimana sekarang? Tanya Nathan dengan nada sedikit kesal karena kakak nya tidak melihat poto yang dia kirim kan.



"Lagi di rumah teman dek, memang nya poto apaan sih dek" jawab Zila.



"Kak mamah lagi terpuruk, dia ngga mau makan, ngga mau ngapa-ngapain, mungkin ini ada hubungan nya dengan masalah semalam, memang nya kakak sudah melakukan apa sih? Pulang lah kak, lihat keadaan mamah sekarang? Apa kakak sudah melupakan jasa mamah selama ini? Apa kakak sudah melupakan kasih sayang mamah yang telah mamah berikan sama kakak? Asal kakak tahu, mamah itu lebih sayang kakak anak sambung nya ketimbang kami berdua anak kandung nya, terserah kakak mau pulang atu tidak, aku sudah mengingat kan kakak, tapi kalau ada apa-apa dengan mamah, jangan harap kakak bisa melihat nya lagi" ucap Nathan dengan nada emosi karena dia kesal dengan tingkah kakak nya.


__ADS_1


Nathan sudah beranjak dewaasa, selama ini dia belum pernah melihat mamah nya terpurk seperti ini, dia belum pernah meliha mamah nya sesedih seperti ini.



Walaupun Nathan tidak tahu masalah nya apa semalam, tapi Nathan tahu kalau diantara mereka lagi ada masalah, terlihat dari sikap Zila pagi tadi di meja makan.



Setelah bicara panjang lebar dan tidak membiarkan kakak nya menjawab, Nathan pun langsung memutus kan panggilan nya.



Nathan langsung menghampiri dan menghibur mamah nya.



"Dek," teriak Zila sambil menatap layar ponsel lalu membuka poto yang Nathan kirim kan.



Hati Zila sedih melihat mamah nya yang sedang menangis sambil memejam kan mata nya.



Zila langsung berdiri dan memakai baju nya yang sudah di lepas oleh AKsa sewaktu dia menerima telepon dari adik nya Nathan.



"Kamu mau kemana Yang? Tanya Aksa yang melihat Zila memakai baju nya kembali.



"Aku mau pulang, mamah lagi membutuh kan aku" jawab Zila.



"Tapi tanggung Yang, kita selesaikan dulu lah sebentar saja" ucap Aksa.




"Breng sek, ba ji ngan, padahal sedikit lagi, kenapa kalian harus menelepon nya di saat yang tidak tepat, kenapa ngga nanti saja pas aku sudah membuat nya terjerat, agrrhh" teriak Aksa sambil melayangkan pukulan ke atas.



Zila pun pergi dari rumah Damar dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena ingat sama semua perkataan Nathan.



Tiba-tiba Zila melihat Damar yang sedang duduk di warung kopi bareng teman-teman nya.



"Kak Damar." teriak Zila sambil melambaikan tangan nya.



Damar pun kaget melihat perempuan yang di bawa Aksa sedang berjalan menghampiri nya.



"Zila, Aksa nya mana? Tanya Damar salah tingkah.



"Dia di rumah mu kak, kakak bisa antar aku pulang ngga? Aku ingin pulang dan menemui mamah" ucap Zila.

__ADS_1



Damar yang memang sedang salah tingkah dan ngga tahu harus bilang apa hanya bisa mengiyakan permintaan Zila.



Zila naik keatas motor Damar, lelu Damar pun melajukan motor nya dengan kecepatan sedang.



"Kak, katanya ada kerjaan, tapi kenapa ada di situ? Tanya Zila.



"Iya tadi kakak di telepon, katanya di pending besok" jawab Damar.



Damar merasa bersalah dengan Zila, dia yakin kalau Zila ini perempuan baik-baik.



"Maaf kan kakak ya Zil, telah meninggalkan kamu dan Aksa berdua di rumah tadi" ucap Damar.



"Ngga apa-apa kak." jawab Zila.



"Kamu ngga di apa-apain kan sama Aksa? Tanya Damar.



Entahlah Damar merasa ingin memberitahu kan semua perbuatan Aksa dan ingin sekali melindungi Zila.



"Maksud kakak? ZIla pun bertanya seolah-olah pertanyaan Damar mengandung arti.



Damar pun menepikan motor nya lalu mematikan kontak nya.



"Maaf kan kakak sudah lancang bicara sama Zila, padahal ini pertama kita bertemu, tapi entah kenapa kakak ingin sekali melindungi Zila" ucap Damar.



"Maksud kakak melindungi aku dari siap? Zila pun bertanya kembali karena Zila belum paham dengan apa yang di bicarakan oleh Damar.



"Kalau bisa jauhi Aksa, dia pria ngga baik buat perempuan sebaiik kamu, kakak tahu kamu itu perempuan baik-baik." jawab Damar.



"Jadi maksud kakak Aksa ngga baik buat aku, terus yang baik buat aku itu siapa kamu kak" teriak Zila ngga terima dengan omongan Damar yang mejelek kan Aksa kekasih nya.



"Kakak hanya ingin melindungi kamu saja, kalau boleh kakak minta no ponsel nya Zila, nanti kakak hubungi Zila, dan buktikan sendiri sama Zila bagai mana kelakuan AKsa yang sebenar nya" jawab Damar.



Untuk sementara Zila terdiam, dia berpikir apa harus memberikan no ponsel atau tidak pada Damar orang yang baru dia temui.

__ADS_1



"Kakak harap kamu memberikan no ponsel kamu Zil, supaya kamu bisa melihat langsung, karena kalau kakak yang cerita, kakak yakin kamu ngga akan percaya" ucap Damar kembali meyakin kan Zila.


__ADS_2