Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Rapuh


__ADS_3

Ara sedang duduk di ruang keluarga sendirian, dia melihat-lihat kembali poto kebersamaan dengan ibu nya.



Ara kangen ibu nya, entah lah dia kalau hati nya lagi sedih suka ingat dengan ibu nya.



"Bu, Ara kangen ibu, andaikan ibu masih ada, mungkin Ara akan menangis di pangkuan ibu, Ara akan menangis di pelukan ibu, kenapa waktu sangat cepat berlalu, semenjak di tinggal ibu Ara semakin rapuh bu, Ara ngga ada teman curhat seperti dulu lagi, Ara butuh ibu." gumam bathin Ara sambil menatap poto ibu nya.



Ara pun menyimpan kembali ponsel nya, tapi dia tetap menangis, dia merasa sudah gagal mendidik ZIla.



"Mbak, maaf kan aku, aku ngga bisa mendidik Zila dengan benar, aku ngga bisa yang terlalu ikut campur urusan dia, aku hanya bisa mengingat kan, karena posisiku juga yang serba salah." gumam bathin Ara sambil menyenderkan punggung nya ke sofa sambil mata terpejam dengan air mata yang masih mengalir.



Nathan yang baru pulang sekolah pun melihat betapa kelihatan terpuruk nya sang mamah.



Saking Ara terlalu memikirkan semua nya, dia sampai tidak mendengar suara motor dan ucapan salam dari Nathan.



"Mah." Nathan coba memanggil mamah nya, tapi hasil nya sama Ara malah terus menangis dengan mata terpejam.



"Kasihan sekali mamah, apa ini semua gara-gara masalah semalam? Tapi ada masalah apa ya? Sampai-sampai mamah terpuruk seperti ini." gumam bathin Nathan sambil berdiri dan menatap mamah nya.



"Aku yakin kalau semalam ada masalah dengan kakak, apa aku kasih tahu kakak aja ya?" Nathan pun terus berpikir.



"Ya, mending aku kasih tahu kakak saja, biar kakak tahu kalau mamah sedang terpuruk, mungkin dengan aku mengirimkan poto mamah yang lagi nangis, kakak dan mamah akan baikan kembali" gumam bathin Nathan sambil mengambil ponsel dari dalam tas nya.



Nathan pun mengambil gambar mamah nya yang lagi menangis diam-diam, dan mau dia kirim kan ke ponsel kakak nya.


*


*


"Halo bro, apa kabar nya nih? Tanya Aksa basa basi sambil salaman ala pria.


"Ya seperti yang lo lihat, siapa ini? Pacar lo? Tanya Damar.



"Iya kenalin dia Zila, dia pacar gue" jawab Aksa.



"Damar" ucap Damar smbil mengulurkan tangan nya.



"Zila." jawab Zila sambil menerima uluran tangan nya Damar.



"Cantik nya" ucap Damar.

__ADS_1



"Jaga mata lo, dia ini milik gue" jawab Aksa, Zila hanya tersenyum melihat mereka.



"Santai aja bro, aku ngga suka nikung teman sendiri, ayo silahkan duduk" jawab Damar.



"Oh ya Dam, orang tua lo kemana? Sepi amat" AKsa masih dalam mode pura-pura nya.



"Biasa lagi ada kerjaan di luar kota" jawab Damar.



Damar udah hapal dengan semua yang harus ia jawab, karena setiap ada perempuan yang AKsa bawa selalu saja itu yang mereka bahas.



"Ayo dimakan Zil, saya cuma punya makanan ini aja" ucap Damar.



"Iya makasih kak" jawab Zila sambil tersenyum.



"Oh ya bro, gue ada kerjaan sore ini, ngga apa-apa kan kalau gue tinggal? Bukan gue ngga sopan nih, tapi memang kerjaan ini sangat penting banget buat gue, lo tinggal aja di sini, lagian di sini juga ngga ada siapa-siapa kok." ucap Damar sambil pura-pura melihat jam yang melingkar di tangan nya.



"Ya sudah, tapi ngga apa-apa nih, gue numpang istirahat di sini? Tanya Aksa.




"Oke deh, gue tunggu lo sampai pulang di sini aja" jawab Aksa.



"Oh iya, kalau kalian lapar makanan ada di kulkas tinggal kalian hangatin aja" ucap Damar.



"Oke siap, thanks bro? Ucap Aksa.



Damar sudah membelikan makanan yang di pesan AKsa dan ia masukan ke dalam kulkas.



"Zil kakak tinggal ya, anggap saja rumah sendiri" ucap Damar.



"Iya kak. Jawab Zila sambil tersenyum.



Damar pun melangkah pergi meninggalkan Aksa dan ZIla berdua di rumah nya.



"Kamu itu cantik, sayang sekali harus jadi korban nya si Aksa." gumam bathin Damar sambil terus melangkah keluar.

__ADS_1



"Memang Damar ngga punya adik atau kakak gitu, kok sepi amat ini rumah? Tanya Zila sambil melihat ke setiap sudut rumah.



"Kakak Damar semua nya sudah pada menikah dan tinggal di luar kota, jadi yang nempatin rumah ini hanya dia dan orang tua nya" jawab Aksa sambil mencium rambut Zila.



"Wangi nya rambut mu Yang? Ucap AKsa sambil terus mencium rambut nya Zila.



Zila hanya diam sambil membalas chat dari teman-teman nya.



"Yang kalau kita nikah nanti, berarti seperti ini ya? Di rumah berduaan terus" ucap Aksa yang sudah mulai memeluk Zila dari samping.



"Ya berduaan kalau baru nikah, tapi kalau udah punya anak ngga berdua lagi" jawab Zila sambil tersenyum.



"Kamu memang nya mau punya anak dari aku? Ucap Aksa sambil mulai mencium lembut leher Zila.



Zila yang memang baru pertama kali merasakan sentuhan dari seorang pria, apalagi yang di sentuh adalah bagian leher nya yang membuat tubuh Zila merasakan getaran-getaran aneh dan membuat nya ketagihan dengan rasa itu.



"Ngga usah banyak-banyak, dua aja cukup kok" jawab Zila sambil menahan getaran yang sedang ia rasakan.



Aksa memulai aksi nya dengan sentuhan demi sentuhan secara perlahan, karena AKsa tahu kalau ini yang pertama buat Zila, jadi AKsa harus ekstra sabar agar keinginan nya terpenuhi.



Aksa pun meaih dagu Zila dan mengarahkan ke wajah nya, lalu dengan secara perlahan Aksa mendekat kan bibir nya ke bibir Zila.



Zila yang memang sudah terbuai dengan sentuhan-sentuhan dari Aksa pun dengan spontan mata nya terpejam, seakan-akan dia siap menerima ciuman dari Aksa.



"Kamu sudah mulai terbuai sayang" gumam bathin Aksa dengan sedikit tersenyum.



Bibir Aksa pun kini sudah nempel di bibir nya Zila, Zila yang memang baru pertama kali nya merasakan bibir lawan jenis nya nempel di bibir nya badan nya langsung merasakan panas.



Aksa yang merasakan Zila hanya diam pun sedikit bermain-main di sana hingga Zila mau membuka sedikit mulut nya.



Kesempatan itu tidak disia-sia kan oleh Aksa, dia langsung mengabsen deretan gigi Zila.



Aksa tahu kalau Zila belum mahir dalam ciuman, makanya dia yang terus beraksi seolah-olah Aksa lagi ngasih pelajaran agar Zila pintar untuk bermain bibir.


__ADS_1


Terdengar ponsel Zila ada notif pesan masuk, tapi Zila mengabaikan nya, ponsel Zila pun berdering menandakan ada panggilan masuk, tapi Zila tetap mengabaikan nya.


__ADS_2