Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Kucing Kecebur Got


__ADS_3

Pesta pun selesai rumah kembali sepi dan hanya menyisakan keluarga inti saja.



Mereka semua sudah pada masuk kamar masing-masing dengan pasangan masing-masing juga.



Zila sudah tidur duluan karena merasakan kelelahan seharian bermain dan mengikuti acara orang tua nya.



Dan untuk malam ini Anggar libur meminta jatah nya karena melihat wajah Ara yang kelelahan membuat dirinya kasihan kepada sang istri.



Begitu pun dengan pasangan bu Malika dan dokter Rendra, bu Malika sangat kelelahan sehingga dia sudah tertidur di pelukan suami baru nya itu.



"Kamu itu masih tetap cantik saja dari dulu, ngga sia-sia aku menunggu kamu selama ini, walaupun kita di persatu kan di usia yang sudah tidak muda lagi, tapi aku masih bisa memberikan kamu nafkah bathin dan kamu juga masih kuat untuk melayani aku, aku ngga berharap punya keturunan dari kamu, karena aku sadar usia kita sudah ngga pantas untuk mempunyai anak, tapi kita pantas nya mempunyai banyak cucu" gumam dokter Rendra sambil menyentuh lembut pipi bu Malika.



Sebenar nya dokter Rendra ingin mengulangi yang terjadi seperti malam kemarin, tapi dia ngga tega lihat wajah bu Malika yang kelihatan lelah itu, walau bagaimana pun dokter Rendra baru pertama kali melakukan nya dan ingin mengulang nya kembali, tapi dia menahan nya dan akhir nya tertidur sambil memeluk erat bu Malika.



Berbeda dengan mereka, pasangan pak Hardian dan bu Carlota malah menikmati malam ini dengan penuh keringat yang membasahi tubuh mereka.



\[ Aduh bestie aku bingung ini, yang pengantin baru siapa, yang habis ngadain resepsi siapa, yang menghabiskan malam penuh kenikmatan siapa🤭🤣\].



Akhir nya mereka semua pun tertidur dengan terlelap bersama pasangan nya masing-masing. \[aku tidur sama Zila aja lah, kasihan Zila ngga ada yang nemenin\]


*


*


Pagi hari seperti biasa mereka terbangun dan kumpul di meja makan untuk melakukan sarapan pagi nya.


Semua orang menatap bu Carlota dan pak Hardian dengan bibir tersenyum.



"Sekarang giliran aku yang goda kamu, tahu rasa kamu Ta" gumam bathin bu Malika sambil melirik ke arah bu Carlota.



"Kita yang resepsi kenapa rambut mamah dan papah yang basah ya Yang" bisik Anggar.



"Mas, jangan buat senyuman aku kelihatan mamah ya? Aku pun sudah berpikir gitu tadi" jawab Ara sambil berbisik juga.



Acara sarapan pagi selesai, para laki-laki duduk santai di taman, karena memang mereka masih cuti dari kerjaan nya.



Ara menemani Zila di ruang keluarga sambil menonton film kartun kesukaan Zila.


__ADS_1


Sedang kan bu Malika dan bu Carlota masih di meja makan membersihkan piring-piring kotor sekalian ngobrol.



"Ngga salah ya Ta" ucap bu Malika sambil menatap bu Carlota sambil menahan senyuman nya.



"Apanya nya yang ngga salah" jawab bu Carlota yang belum paham pertanyaan bu Malika.



"Aku bingung aja Ta" sengaja bu Malika membuat bingung bu Carlota dengan pertanyaan nya.



"Ka, kalau ngomong itu yang jelas napa, yang ngga salah apa, terus yang buat kamu bingung juga apa" jawab bu Carlota sedikit kesal dengan pertanyaan bu Malika.



"Aku bingung dengan kamu Ta? Kembali pertanyaan bu Malika buat penasaran bu Carlota.



Sumpah demi apa pun bu Malika sudah menahan agar tidak tertawa dulu di depan bu Carlota.



"Aku bingung, yang habis ngadain resepsi siapa? Yang baru nikah siapa? Tapi kok kamu yang melakukan malam pertama nya, sampai-sampai tuh rambut basah kayak kucing kecebur got" ucap bu Malika sambil tertawa.



Pecah sudah tawa bu Malika melihat ekspresi bu Carlota saat ini.




"Berapa ronde Ta semalam? Awas encok lo, jangan di gaspol terus, sisa in buat malam-malam selanjut nya" ucap bu Malika sambil terus tertawa.



"Ngetawain apa sih bu, sampai keluar air mata begitu" ucap dokter Rendra yang memang mau mengambil ponsel yang ia titip di istri nya tadi.



"Lihat aja rambut nya Carlota mas, dia semalam entah habis berapa ronde" jawab bu Malika yang masih belum bisa berhenti tertawa.



"Jangan sering-sering Ta, nanti kamu encok" dokter Rendra pun menggoda bu Carlota.



"Kalian berdua ya? Ingin puas sekali rupa nya" jawab bu Carlota dengan bibir yang sudah cemberut.



Dokter Rendra dan bu Malika pun tersenyum melihat raut kesal nya bu Carlota.



"Ya sudah mas ke depan lagi" ucap dokter Rendra setelah mengambil ponsel nya, Bu Malika hanya mengangguk tanda meng iya kan.



"Gimana rasa nya Ta? Tanya bu Malika sambil mengusap air mata nya.

__ADS_1



"Kan kamu juga sudah merasakan rasa nya gimana? Sampai-sampai kamu mempunyai Ara" jawab bu Carlota.



"Ya ampun Ta, maksud aku tuh gimana rasa nya di goda seperti ini? Tanya bu Malika yang masih dengan senyuman nya.



"Kesel ternyata ya Ka? Udah lah aku ngga bakalan goda kamu lagi, pengen nya ku jambak aja kamu Ka." jawab bu Carlota.



"Nah begitulah yang aku rasakan Ka, tapi ngomong-ngomong kamu semalam sebenar nya habis berapa ronde? Bu Malika tetap masih bertanya.



"Ngga banyak kok cuma dua ronde saja, sebenar nya pagi-pagi tadi mas Hardi mau nambah tapi aku nya yang ngga mau, capek Ka" jawab bu Carlota.



"Wow amazing, awas lo encok kalau keseringan, kan kata kamu juga jangan sering-sering" ucap bu Malika.



"Makanya tadi aku ngga mau nambah soalnya takut encok, eh Ka aku mau tanya dong? Tanya bu Carlota.



"Tanya apa Ta? Jangan macam-macam ya pertanyaan nya" jawab bu Malika.



"Pas malam pertama nya Rendra, kamu yang ajarin atau dia sudah jago? Tanya bu Carlota dengan senyuman nya.



"Ta, pertanyaan kamu ini ya, ampun deh" bukan nya menjawab bu Malika malah menggelengkan kepalanya.



"Ayolah Ta, kasih tahu aku, mumpung di sini kita lagi berdua, jadi kita gibah masalah ranjang saja, kan jarang-jarang kita ngomongin masalah ranjang" ucap bu Carlota.



"Kamu pikir aja sendiri, aku ngga mau jawab" ucap bu Malika santai.



"Ternyata masih di sini, papah kira mamah pergi kemana" ucap pak Hardian yang baru datang.



"Memang ada apa papah nyari mamah? Tanya bu Carlota pada suami nya.



"Ya apa lagi, paling minta jatah nambah" jawab bu Malika sambil berdiri.



"Ka, cukup sudah, oke, aku kan udah janji ngga bakalan goda kamu lagi" jawab bu Carlota.



Bu Malika pun pergi dari ruang makan menghampiri suami nya yang berada di taman dengan senyuman kemenangan nya.

__ADS_1


__ADS_2