Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Pembelajaran Hidup


__ADS_3

"Bugh, breng sek lo, ternyata lo rebut dia dari gue" teriak Aksa sambil memukul wajah Damar dari samping sampai Damar terhuyung ke samping.



Mereka semua kaget dengan kejadian yang tiba-tiba itu, termasuk Anggar dan Ara.



"Aw, kak, kamu ngga apa-apa? Tanya Zila sambil menyentuh pipi Damar.



Nathan yang memang sedikit tahu tentang Aksa pun membalas memukul Aksa.



"Kamu yang breng sek, gue kira lo cowok baik-baik, elo kan yang membuat kakak gue menangis, elo kan yang mau menghancurkan masa depan kakak gue" ucap Nathan sambil terus melayang kan pukulan demi pukulan kepada Aksa sampai Aksa mengeluarkan cairan berwarna merah di bibir nya.



Ara yang melihat itu langsung meraih dan menutup mata Nia anak bungsu nya, sedang kan Anggar menahan tangan Nathan yang sedang emosi.



"Sudah dek, cukup, biar ayah yang selesai kan." ucap Anggar, Anggar tahu jiwa anak muda kalau emosi gimana, apalagi ini tanda sayang dari seorang adik buat kakak nya.



Nathan pun terdiam menatap tajam kearah Aksa dengan nafas yang memburu karena masih emosi.



"Siapa kamu, berani-berani nya menghancur kan momen bahagia anak ku? Tanya Anggar santai, sebenar nya Anggar juga emosi, tapi dia mash bisa menahan nya.



"Maaf om, saya emosi karena dia telah merebut Zila dari saya." jawab Aksa.



"Merebut? Kamu bilang Damar merebut Zila dari kamu? Ucap Anggar sambil tersenyum kesal.



"Kamu pikir, saya tidak tahu semua kelakuan kamu, kamu pikir saya dan istri saya diam saja karena kita ngga tahu? Kamu salah besar, anak buah saya selalu mengikuti kamu kemana pun kamu pergi, justru saya bersyukur Zila mau lepas dari kamu yang suka nya main perempuan, Ingat, satu kali lagi kamu membuat masalah dengan keluarga saya, saya tidak akan segan-segan melaporkan kamu ke polisi." bukan cuma Aksa saja yang kaget dengan jawaban dari Anggar, tapi Ara dan juga Damar ikut kaget.



Aksa pun di buat malu dengan kelakuan nya sendiri, dia pun pergi tanpa sepatah kata pun.



"Pah, jadi selama ini? Zila menggantung kalimat nya karena Anggar langsung menjawab apa yang Zila pikir kan.



"Ya, papah menyuruh anak buah papah untuk mengikuti kemana dia pergi, bahkan dia sampai suka bawa perempuan ke rumah Damar pun papah tahu" jawab Anggar sambil menatap ke arah Damar.



"Maaf kan saya pak, waktu itu saya memang benar-benar lagi membutuh kan uang."ucap Damar sambil menunduk di depan Anggar.



"Saya tahu semua nya, saya sudah menyelidiki kamu, jadi ngga usah minta maaf." ucap Anggar sambil menepuk bahu Damar.



"Sekarang kamu sudah di terima sama anak saya, dan saya menyetujui nya, tapi kalau kamu menyakiti atau membuat dia menangis, bukan saya saja yang akan kamu hadapi, tapi ada adik nya Nathan yang akan menghabisi kamu." ucap Anggar sambil menatap kepada Nathan sambil tersenyum.

__ADS_1



"Aku akan menghabisi orang yang menyakiti keluarga ku, apapun resiko nya." ucap Nathan dengan tatapan tajam nya.



"Terima kasih pak, saya akan berusaha untuk menjadi orang yang selalu menjaga dan menyayangi anak bapak." jawab Damar.



"Pah, makasih udah mau menerima kak Damar dan selalu menjaga Zila" ucap Zila sambil memeluk erat Anggar.



"Sudah, itu sudah menjadi kewajiban papah sebagai orang tua kamu." jawab Anggar sambil mengelus punggung Zila anak nya, lalu melepaskan pelukan nya dan mencium kening Zila.



"Dek makasih ya, selalu ada buat kakak" ucap Zila sambil memeluk Nathan adik nya.



"Sama-sama kak." jawab Nathan.



Damar yang melihat kasih sayang diantara mereka merasa sangat tersentuh hati nya.



"Damar berjanji kepada diri nya sendiri akan menjadikan ZIla sebagai Ratu dalam hidup nya.



"Terus lamaran tadi berlanjut ga nih? Ucap Anggar sambil tersenyum.




Zila pun tersenyum bahagia, hari ini benar-benar hari bahagia nya ZIla.



"Gimana kalau kita rayakan dengan makan bersama" ucap Anggar.



"Setuju banget." ucap Nathan, mereka pun berjalan menuju parkiran.



"Yang bayar kalian berdua ya? Kan kalian yang baru jadian, itung-itung pajak jadian lah" ucap Ara.



"Papah setuju banget dengan usul dari mamah, setuju kan dek? Tanya Anggar.



"Setuju banget lah pah" jawab Nathan sambil tersenyum.



"Iya, biar saya yang bayar semua nya, ayo kita berangkat sekarang" ucap Damar.



"Papah hutang penjelasan sama mamah." bisik Ara selagi berjalan di samping Anggar.

__ADS_1



"Nanti malam papah jelaskan asal ada bayaran nya" jawab Anggar pelan.



"Modus mu pah" ucap Ara sambil memukul pelan bahu Anggar, Anggar pun hanya tersenyum.



"Pah, mah, Zila bareng kak Damar aja ya? Ucap Zila.



"Boleh sayang" jawab Anggar.



"Tapi ingat ya nak Damar, bawa motor nya hati-hati, jangan ngebut." ucap Ara.



"Iya tante" jawab Damar.



Mereka pun berangkat ke sebuah cafe tempat biasa mereka makan dengan cara beriringan.



Zila pun memeluk pinggang Damar dari belakang dengan perasaan yang sangat bahagia.


*


*


Malam hari pun Anggar dan Ara sudah berada di atas tempat tidur, sesuai perjanjian Anggar menceritakan dirinya yang menyuruh anak buah nya untuk mengikuti Aksa.


"Karena papah merasa anak itu ngga baik buat ZIla, dari situlah papah menyuruh anak buah papah untuk selalu mengikuti Aksa, dan hasil yang di dapat akurat banget dengan cerita mamah" ucap Anggar sambil memeluk tubuh Ara.



"Makasih ya mas, kamu udah menjadi seorang ayah yang sangat bertanggung jawab dan selalu menjaga kami semua." ucap Ara lalu mencium mesra suami nya.



Anggar yang memang selalu merindukan sentuhan dari istri nya sangat menyambut dengan hati yang senang.



"Yang harus nya mengucap kan terima kasih itu aku Yang, kamu sudah dengan sabar dari dulu mengurus Zila sampai saat ini." jawab Anggar sambil menatap mesra mata Ara.



Mereka pun saling menatap, saling menyentuh dan saling merasakan, betapa bahagia nya mereka saat ini, dan mereka berharap kebahagian nya akan terus berlangsung sampai mereka tua dan menutup mata.



Akhirnya keluarga Anggar pun diliputi rasa kebahagiaan, Anggar yang bahagia karena mempunyai istri yang succes mengurus dan menjaga anak-anak dan diri nya sendiri.



Zila yang bahagia, karena mempunyai seorang ibu sambung yang selalu menyayangi tanpa batas ditambah sekarang dia mempunyai pendamping hidup yang baik dan bertanggung jawab.



Di dalam kehidupan ini kita menjalani hidup memang tidak selalu mulus, pasti akan ada kerikil-kerikil di dalam menjalani nya.


__ADS_1


Hidup merupakan suatu perjuangan, perjalanan merupakan suatu pembelajaran. Apabila tidak ada pengorbanan, maka lambat laun pun kita akan tersisih kan.


__ADS_2