Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Ketulusan ARA


__ADS_3

"Mereka pada belum pulang ya? Kata pak Hardi yang baru pulang dari kantor.



"Belum pah, kayak nya mereka lagi saling mengenal satu sama lain nya, biarin lah pah, biar Anggar cepat membuka hati nya" jawab bu Carlota sambil mengambil tas dan jas yang di pakai suami nya.



"Opah,,,,omah,,," teriak Zila sambil berlari menghampiri nya.



"Cucu cantik opah baru pulang? Darimana saja sayang? Tanya pak Hardian sambil memeluk Zila.



"Habis jalan-jalan sama mamah dan papah, opah dan omah tahu ngga? Tanya Zila dengan wajah imut nya.



"Ngga sayang? Emang nya apa? tanya bu Carlota.



"Papah sama mamah minggu depan mau hadir di acara perpisahan sekolah" jawab Zila dengan wajah yang bahagia.



Pak Hardian dan bu Carlota pun ikut tersenyum bahagia.



"Sore pah,, sore mah,," ucap Ara sambil mencium telapak tangan kedua mertua nya.



"Sore juga sayang, Anggar nya mana? Tanya bu Carlota.



"Tadi sih masukin mobil ke garasi dulu mah, oh iya ibu kemana? Tanya Ara.



"Ibu mu di kamar mamah suruh istirahat tadi" jawab bu Carlota.



"Makasih mah udah mengerti ibu, kalau begitu Ara menemui ibu dulu" Ara pun pergi ke kamar yang di tempati ibu nya setelah mendapat persetujuan dari kedua mertua nya.



"Gimana sayang, kamu senang ngga punya mamah Ara? Tanya pak Hardian.



"Senang banget opah, mamah sangat menyayangi Zila" kata Zila.



Anggar pun masuk dan duduk diantara ke dua orang tua nya.



"Darimana saja seharian ini? Tanya pak Hardian setelah melihat Anggar duduk.



"Tadi setelah mengantarkan Zila sekolah, Ara minta diantar ke makam Anya, terus habis itu kita pergi ke makam ayah nya Ara" jawab Anggar.


__ADS_1


Pak Hardian dan Bu Carlota pun saling menatap, "Tapi benar istri mu yang ngajak, bukan kamu yang memaksa nya? Tanya pak Hardian yang mendapat jawaban sebuah anggukan dari Anggar.



"Papah sama mamah tadi ke makam bunda? Kok Zila ngga diajak sih" Zila pun merajuk.



"Kan tadi Zila nya lagi sekolah, nanti aja kalau Zila libur kita pergi ke makam bunda lagi" Anggar pun membujuk Zila, tapi Zila hanya diam dan cemberut.



"Sayang mandi dulu yuk? Nanti keburu sore, ngga baik mandi terlalu sore" ajak Ara, tapi Zila tetap dengan aksi diam nya.



Ara pun memandang ke arah Anggar seolah-olah bertanya dengan sikap Zila.



Sebelum Anggar ngasih tahu Ara, Zila sudah angkat bicara duluan.



"Mamah ngga sayang Zila, kenapa mamah pergi ke makam bunda ngga ngajak Zila" teriak Zila dengan wajah marah nya.



"Oh Zila lagi ngambek cerita nya? Sini sayang, dengerin mamah" kata Ara sambil menggendong Zila dipangkuan nya.



"Tadi kan Zila lagi di sekolah, nah mamah ajak papah menemui bunda, mamah hanya minta izin sama bunda untuk merawat anak mamah yang cantik ini, nah nanti kalau hari libur, baru mamah akan ngajak Zila ke makam bunda sama makam nya eyang kakung, mamah mau kenalin Zila sama eyang kakung, gimana? Mau ngga? Tanya Ara dengan lemah lembut.



"Beneran mah? Tanya Zila dengan wajah bahagia nya.




"Ya udah ayo kita mandi mah" ajak Zila lalu turun dari pangkuan Ara.



"Pah,,mah,,,mas, aku mandiin Zila dulu ya? Ara pun pamit lalu pergi ke kamar mandi Zila.



"Begitu tulus nya kasih sayang Ara buat Zila, kamu lihat kan nak? Begitu tulus nya dia, jadi mamah minta kamu jangan sakiti Ara, dan buka hatimu untuk nya" kata bu Carlota kepada Anggar.



"Betul apa yang di katakan mamah, papah harap kamu bisa menjadi imam buat anak istri kamu" sambung pak Hardian.



"Iya, pah, mah Anggar akan terus berusaha untuk mereka, dan Anggar akan mulai membuka hati Anggar sedikit demi sedikit" jawaban Anggar membuat bibir bu Carlota tersenyum lebar.



"Bagus, papah harap kamu bisa melakukan nya" ucap pak Hardian.



Anggar pun mengangguk, "Ya sudah pah,, mah,, kalau begitu aku mandi dulu" kata Anggar lalu pergi menuju kamar nya.



"Mudah-mudahan secepat nya Anggar bisa membuka hati nya untuk Ara" gumam pak Hardian.

__ADS_1



"Mamah yakin, ngga bakal lama juga Anggar yang bucin pah, yah sama seperti papah nya" ucap bu Carlota sedikit menyindir suami nya.



"Kenapa papah dibawa-bawa? Tanya pak Hardian.



"lah terus mamah harus bawa siapa? Bawa papah nya tetangga? Jawab bu Carlota sambil tersenyum.



"memang wanita ngga mau kalah, ya sudah lah ngga bakalan menang debat sama mamah, mending kita ke taman aja yuk mah" ajak pak Hardian.



Bu Carlota pun berdiri dan pergi ke taman bersama suami nya sambil bergandengan tangan.


*


*


Selesai mandiin Zila dan membuat Zila cantik, Ara pun pergi ke kamar nya, di sana sudah ada Anggar yang sedang berbaring di atas kasur nya sambil menatap poto almarhumah istri nya.


"Mbak Anya cantik ya mas" kata Ara sambil duduk di samping suami nya.



Anggar pun kaget lalu bangun dari tidur nya dan ikut duduk di samping Ara, mereka berdua pun menatap poto almarhumah Anya.



"Apa kamu ngga marah kalau mas, ngga pindahin poto ini? Tanya Anggar sambil menatap wajah Ara.



"Ngga apa-apa kok mas, biar di situ aja" jawab Ara, jujur di hati yang terdalam Ara merasa iri dengan Anya yang seperti nya sangat di cintai banget sama suami nya.



"Maaf kan aku mbak, aku sedikit iri dengan mbak yang seperti nya di cintai banget sama mas Anggar" gumam Ara sambil terus menatap poto almarhumah Anya.



"Maafkan mas ya, belum bisa mengadakan resepsi" ucap Anggar.



"Ngga apa-apa mas, aku akan selalu sabar menunggu mas untuk membuka hati mas untuk aku" jawab Ara sambil menatap ke arah Anggar.



Mereka pun saling menatap, dalam diri Anggar ada dorongan kepada diri nya untuk mencium bibir Ara istri nya.



Anggar pun mendekatkan bibir nya ke bibir Ara, Ara yang sudah tahu dengan apa yang akan terjadi pun hanya bisa menutup mata nya.



Anggar melihat Ara yang sudah menantikan ciuman nya pun langsung menempelkan bibir nya ke bibir Ara.



Ara pun yang sudah merasakan bibir Anggar nempel di bibir nya sedikit me lu mat bibir Anggar, seakan-akan Ara memberikan sinyal buat Anggar untuk meneruskan ciuman nya.



Anggar yang mendapat sedikit lu ma tan pun merasa tertantang dengan Ara.

__ADS_1



"Papah, Mamah,," teriak Zila sambil mengetuk pintu kamar Anggar dengan keras dan berulang-ulang.


__ADS_2