Terjerat Duda Keren

Terjerat Duda Keren
Ide Lastri


__ADS_3

"Nak, kamu mau beli ice cream tidak? Tanya bu Carlota.



"Mau omah" jawab Zila dengan senang hati.



"Ya sudah ayo kita beli ice cream sekalian lihat-lihat baju adik bayi" ajak bu Carlota.



"Oke omah ayo," Zila pun langsung menarik tangan nya bu Carlota.



"Mah Zila jalan-jalan sama beli ice cream dulu sama omah ya" ucap Zila.



"Iya nak, hati-hati ya? Jangan lepas dari tangan omah" ucap Ara.



"Nak mamah bawa ZIla kesana sebentar, kamu selesaikan semua nya" ucap bu Carlota, lalu pergi meninggalkan Ara dan Lastri.



Bu Carlota mengerti pasti banyak yang akan di bicarakan Ara dengan Lastri sekertaris anak nya itu.



Bukan bu Carlota ngga bisa marah sama wanita yang sedang bersama Anggar, tapi bu Carlota ingin melihat bagaimana anak menantu nya itu menyelesaikan masalah mereka berdua tanpa ada campur tangan dari nya.



"Dia itu anak nya klien pak Anggar bu, ini adalah pertemuan ke dua" ucap Lastri setelah melihat kepergian bu Carlota dan Zila dari hadapan mereka.



"Kapan pertemuan pertama nya? tanya Ara sambil terus menatap ke arah suami nya.



"Sudah lama sih bu, sekitar dua atau tiga bulan ke belakang lah, bahkan dari awal saya sudah curiga sama dia dan ayah nya itu, seperti nya mereka mau berbuat licik sama pak Anggar"jawab Lastri.



"Terus respon dari suami saya gimana? Tanya Ara.



"Pak Anggar ngga pernah merespon nya sama sekali, bahkan dia kan minta no ponsel nya pak ANggar tapi pak Anggar malah ngasih no kantor bu" jawab Lastri dengan jujur.



"Terus setelah dia di kasih no kantor, apa ada dia menghubungi atau sekedar chat? Tanya Ara.



"Ya ada beberapa kali dia chat, tapi pak Anggar menyuruh saya mengabaikan bahkan menghapus nya, tapi suatu saat dia pernah menghubungi via phone bu" ucap Lastri.



"Terus suami saya menjawab nya? Tanya Ara yang makin penasran.



"Justru yang menjawab nya saya sendiri bu, saya kerjain saja dia, soal nya saya kesal sama dia bu," jawab Lastri.



"Di kerjain gimana? Ara pun menatap Lastri dengan wajah seirus nya.


__ADS_1


Lastri menceritakan semua obrolan dia dengan Leni, Ara pun tertawa terpingkal-pingkal dengan nada tertawa nya sedikit di pelan kan.



"Kamu ini ada-ada saja Las," ucap Ara di sela-sela tertawa nya.



"Lagian saya kesal bu sama curut itu, saya benci sama wanita yang mau menghancur kan rumah tangga orang lain" jawab Lastri.



"Curut? Gumam Ara sambil mengernyitkan dahi nya dan menatap ke arah Lastri.



"Ya, saya manggil dia dengan panggilan curut, keren kan bu?" tanya Lastri sambil tersenyum.



"Kamu ini Las, ada saja yang buat aku tertawa, terus kenapa kamu ajak saya kesini? Tanya Ara setelah berhenti dari tertawa nya.



"Ibu perhatikan dia, semua yang dia lakukan dan katakan hanya kebohongan semata, saya sudah bisa menebak dengan apa yang akan dilakukan curut itu kepada pak Anggar, jadi sekarang ibu beli celana dan kemeja atau kaos buat pak Anggar" ucap Lastri.



"Buat apa? Tanya Ara.



"Beli saja bu, tuh di toko itu saja bu, biar menghemat waktu, ngga apa-apa ngga ber merk juga yang penting ada ganti buat pak Anggar" ucap Lastri sambil menunjuk ke arah toko baju yang dekat dengan mereka.



Ara pun mengikuti arahan dari Lastri walaupun hati nya bertanya-tanya.




"Lihat sama ibu, sekarang ibu datangin mereka lalu nanti ibu bilang seperti ini ya?" ucap Lastri sambil membisikan sesuatu kepada Ara yang membuat Ara ingin tertawa.



"Gila juga ide kamu ini Las" ucap Ara sambil menahan tawa nya.



"Kalian sedang ngapain? Tanya bu Carlota yang sudah berada diantara mereka kembali.



"Nyonya lihat saja, kita ngumpet disana Ayo" ajak Lastri kepada bu Carlota dan Zila.



Bu Carlota pun menurut saja dengan apa yang diucapkan Lastri, dia dan Zila mengikuti langkah Lastri, sedang kan Ara menghampiri Anggar dan Leni.


*


*


Mereka pun tertawa terbahak-bahak melihat Leni yang berlari ketakutan.


"Sudah ganti sana ke toilet, aku ngga mau melihat mas pakai baju yang sudah di pegang-pegang sama curut itu" ucap Ara dengan bibir sedikit manyun.



"Curut apaan mah? Tanya Zila, Ara lupa kalau di sana ada Zila.



"Curut itu sebangsa hewan yang ngga tahu diri yang suka menjamah bahkan mencuri hak orang lain" Lastri pun menjawab nya karena melihat Ara yang bingun mau jawab apa kepada Zila.

__ADS_1



Ara dan bu Carlota pun tersenyum mendengar penjelasan dari Lastri, sedang kan Zila hanya diam termenung karena masih bingung dengan perkataan Lastri.



"Ya sudah ngga usah di pikirin lagi, kamu cariin baju buat adik bayi sama omah duluan ya? Nanti mamah nyusul kalau papah udah selesai ganti baju nya" ucap Ara sambil mengelus puncak kepala nya Zila.



"Oke mah, ayo omah kita cari baju-baju buat adik bayi" ajak Zila sambil menarik tangan bu Carlota.



"Lastri temenin saya di sini ya? Ucap Ara.



"Baik bu," jawab Lastri sambil menunduk kan kepalanya.



"Ya sudah mamah tunggu di toko perlengkapan bayi ya nak" ucap bu Carlota lalu pergi meninggalkan Ara dan Lastri.



"Yang, terus baju kerja ku ini kemana in? Tanya Anggar yang baru datang dengan setelan santai nya.



"Buang saja ke tong sampah, atau mas mau membawa nya pulang buat kenang-kenangan? jawab Ara dengan wajah agak di tekuk.



Lastri menahan senyuman nya melihat kecemburuan dari Ara.



"Tapi kalau di buang sayang lo bu, baju pak Anggar kan mahal-mahal" ucap Lastri.



"Kamu mau? Kalau kamu mau kamu harus pakai sekarang juga" ucap Ara sambil menatap Lastri, dia ingin ngerjain Latri karena sudah mencoba membela suami nya.



"Ngga bu, makasih saya masih ingin pakai baju ini" jawab Lastri sambil tersenyum.



Anggar pun membuang baju kerja nya ke tong sampah, lalu menghampiri dan memeluk mesra Ara.



"Kamu sudah cuci tangan belum mas? Aku ngga mau ya, tangan kamu tadi sudah megang-megang dia, sekarang pegang-pegang aku." ucap Ara.



"Sudah Yang tadi pas ganti baju" jawab Anggar.



"Ya sudah ayo kita susul mamah dan Zila ke toko perlengkapan bayi" ajak ARa.



"Las, ngga ada kerjaan lagi kan di kantor? Tanya Anggar pada Lastri.



"Untuk hari ini ngga ada pak, karena cuma tadi aja pertemuan untuk hari ini" jawab Lastri.



Mereka pun pergi menghampiri bu Carlota dan Zila ke toko perlengkapan bayi.

__ADS_1


__ADS_2