
Dokter Rendra pun terus berpikir dan mencerna semua perkataan Carlota sahabat Malika yang selalu dia sayangi dan cintai selama ini.
Hingga malam ini dokter Rendra pun sudah rapih dengan baju santai nya dan tidak lupa dia menyemprotkan minyak wangi di tubuh nya, dan sudah memutus kan untuk menemui Malika.
"Wah Bestie pak Rendra mau menemui bu Malika ni, kita intip yuk? He,he,he.
Dengan harapan yang begitu besar dokter Rendra pun pergi ke hotel xxxx untuk menemui bu Malika.
"Aku kok seperti anak muda saja ya, pakai berdebar segala ni jantung, aku kan ngga punya penyakit jantung" gumam dokter Rendra sambil fokus mengemudi kan mobil nya.
Dia terus menerjang pekat nya malam dengan hati yang berbunga-bunga, dokter Rendra pun menepikan mobil nya di sebuah toko bunga yang masih buka, dia membeli bucket bunga yang cantik dan segar serta harum untuk dia berikan kepada orang terkasih nya.
"Semoga kamu suka dengan bunga ini Ka, dan kalau Tuhan masih memberikan waktu aku untuk bahagia di dunia ini bersama kamu, aku tidak akan menyia-nyia kan dan tak akan pernah aku melepaskan kamu" gumam dokter Rendra sambil tersenyum.
*
*
Bu Carlota lagi berbincang ringan dengan bu Malika, sedang kan pak Hardian sedang istirahat di kamar mereka yang berada di sebelah kamar nya bu Malika.
"Gimana perasaan kamu sekarang Ka? Tanya bu Carlota mulai basa basi.
"Alhamdulilah sekarang tubuh ku lebih fresh, jantungku sudah ringan, makasih ya Ta, kamu selama ini sudah membantu aku dan anakku, kamu berikan kebahagiaan buat Ara dan aku, entah bagaimana cara nya aku membalas semua kebaikan kamu dan suami kamu" ucap bu Malika.
"Semua itu ngga usah kamu pikir kan, aku membantu kamu karena kamu adalah sahabat aku, sedangkan Ara dia adalah menantu ku, anak mu adalah anak ku juga, tapi semua ini ngga gratis, aku ingin kamu membayar nya" ucap bu Carlota sambil tersenyum yang penuy arti.
"Aku harus membayar nya pakai apa? Kamu tau sendiri aku ngga punya uang banyak" jawab bu Malika.
"Aku mau melihat kamu bahagia bersama Rendra kembali" jawab bu Carlota sambil tersenyum.
"Itu ngga mungkin Ta, dia sudah bahagia dengan hidup nya, karir nya juga sudah bagus di sini, mana mungkin dia mau kembali sama aku yang seperti ini" jawab bu Malika.
__ADS_1
"Siapa bilang aku ngga mau sama kamu, dari dulu sampai sekarang rasa cinta dan sayang ku tetap sama kok" teriak Rendra di ambang pintu sambil memegang buket bunga di tangan nya.
Saking asik nya mereka berbincang, mereka sampai ngga sadar kalau ada dua orang lelaki paruh baya masuk ke dalam kamar nya.
Selagi dokter Rendra berjalan menuju kamar 502, pak Hardian keluar kamar mau menjemput istri nya yang masih anteng di kamar nya bu Malika.
"Dokter, sedang apa anda di sini? Tanya pak Hardian yang kaget melihat dokter Rendra ada di depan kamar nya.
"Eh pak Hardian, saya mau ketemu bu Malika" jawab dokter Rendra sedikit canggung.
"Mari saya juga mau ke kamar nya Malika mau jemput istri saya, dia dari tadi di kamar nya Malika padahal saya sudah kedinginan" pak Hardian pun sedikit bercanda menghilangkan rasa canggung dokter Rendra.
Dokter Rendra pun tertawa, "Pak Hardian ini ternyata humoris juga ya" ucap dokter Rendra.
Perlahan pak Hardian membuka pintu kamar nya Malika, dan beruntung bagi pak Hardian dan dokter Rendra ternyata pintu kamar itu tidak mereka kunci.
Mereka pun mendengar semua yang dibicarakan oleh bu Carlota dengan bu Malika, hingga dokter Rendra mengagetkan kedua nya.
"Rendra" gumam bu Carlota dan bu Malika bersamaan.
"Mah, kamu ini betah banget ya kalau udah sama sahabat kamu ini, sampai-sampai aku di lupakan" ucap pak Hardian sambil tersenyum.
"Maaf pah, mamah keasyikan ngobrol" jawab bu Carlota sambil berdiri dan menghampiri suami nya.
Dokter Rendra pun masuk dan menghampiri bu Malika yang sedang duduk di tepi tempat tidur.
__ADS_1
"Kalau begitu kita berdua balik ke kamar ya" ucap bu Carlota sambil tersenyum dia merasa bahagia karena Rendra mendengar omongan nya.
"Kamu di sini saja Ta, temenin aku" jawab bu Malika sambil menatap ke arah bu Carlota.
"Ah kamu ini Ka, kayak anak sekolah saja pas mau di tembak harus di temenin" jawab bu Carlota membuat suami dan dokter Rendra pun tersenyum.
"Ya bukan gitu Ta, tapi aku sama Rendra kan bukan muhrim, jadi ngga baik di dalam kamar berduaan" ucap bu Malika.
"Ya sudah kalau begitu kita temenin, pah kita akan menjadi obat nyamuk dulu sebentar ya di sini, papah tahan dulu lah kalau mau tidur bareng mamah" ucap bu Carlota yang membuat dokter Rendra menggelengkan kepala nya.
"Kamu itu ya Ta, selalu saja ada yang buat aku tersenyum dengan ucapan kamu" kata dokter Rendra.
"Udah dokter fokus saja sama bidadari di depan nya, bukan kah momen ini sudah lama di nantikan sama pak dokter" bu Carlota tetap saja menggoda dokter Rendra.
Sedangkan bu Malika hanya tersenyum mendengar perdebatan antara bu Carlota dengan dokter Rendra dengan jantung kembali berdebar.
"Jantung ku kan udah sehat, kenapa aku mersakan debaran lagi" gumam bathin bu Malika.
"Ayo, semangat pak dokter" pak Hardian pun memberikan semangat kepada dokter Rendra.
Dokter Rendra pun menatap bu Malika lalu bersimpuh di depan nya.
Sedangkan bu Carlota dia langsung menghubungi menantu nya dengan melakukan video call, tapi bu Carlota sengaja memasang hansdfree, agar suara Ara dari sana tidak terdengar oleh mereka.
Ara pun telah menerima panggilan video call dari bu Carlota, bu Carlota memberi kan kode dengan jari telunjuk di bibir nya dan mengarahkan kamera ke arah bu Malika dan dokter Rendra.
__ADS_1
"Ka, dari dulu aku menunggu momen seperti ini, dulu aku bukan meninggalkan kamu, tapi aku fokus sama belajar dan mengejar cita-cita aku, aku juga sudah berniat ,mau melamar kamu, tapi kamu sudah mau menikah dengan orang lain, aku sadar itu semua adalah kesalahan aku yang tidak memberikan kepastian sama kamu, aku pun berharap suatu saat aku bisa hidup dan bahagia bersama kamu walaupun aku juga ngga tahu kapan itu akan terjadi, dan selama ini hati ku tertutup untuk semua wanita, karena hatiku hanya ada kamu sampai aku menutup mata.