
Zila pun mengerjapkan matanya, dan melihat ke setiap sudut ruangan.
"Mah" teriak Zila sambil bangun dari tidur nya.
"Mamah kemana? Apa mamah di ruangan yang dulu itu ya? Gumam Zila.
Zila pun pergi mencari Ara, dia berjalan mencari ruang pantry sendirian.
Bu Hani yang memang mau keluar karena ada yang menyuruh nya pun melihat Zila yang sedang berjalan sendirian.
"Non, non Zila mau kemana? Kenapa sendirian? Tanya bu Hani.
"Zila mencari mamah bu? Ibu lihat mamah Zila ngga? Tanya Zila.
"Lo, bukan nya tadi di ruangan papah nya non? Bu Hani sedikit heran.
"Iya bu, tadi mamah memang sama Zila, tapi setelah makan siang Zila ketiduran di sofa, dan begitu bangun mamah sudah ngga ada" jawab Zila.
"Terus bu Ranti sekertaris nya papah, ada di meja nya ngga sayang? Tanya bu Hani
"Di sana ngga ada siapa-siapa bu, makanya Zila mencari mamah kesini" jawab ZIla.
"Ya sudah kalau begitu non Zila tunggu di dalam saja ya? Biar ibu yang mencari mamah nya non Zila" kata bu Hani, lalu membawa Zila ke dalam pantry.
"Pada kemana sih mereka ini? Dina pun entah kemana dia, bukan nya kerja malah menghilang, awas kamu Dina, aku akan memberikan sp sama kamu" gumam bathin bu Hani sambil membawa Zila duduk di kursi yang ada di ruang pantry.
"Ya sudah ya non, non Zila tunggu di sini dulu, ibu mau mencari mamah nya non dulu" kata bu Hani pada Zila.
Pintu pantry pun terbuka dan menampakan Susi pekerja kebersihan lain nya.
"Sus, kamu lihat Dina dan Ara ngga? Tanya bu Hani sambil menatap ke arah Susi.
"Sejak makan siang tadi saya ngga melihat nya bu, apalagi Ara, saya belum bertemu dengan nya hari ini" jawab Susi.
"Ya sudah kalau begitu kamu jaga non Zila di sini, ibu akan mencari mereka" kata bu Hani.
__ADS_1
"Baik bu, tapi ini anak nya siapa bu? Tanya Susi.
"Ini anak nya pak Anggar, tolong kamu jaga ya? Jangan biarkan dia kemana-mana" kata bu Hani .
"Wah cantik sekali anak nya pak Anggar ini" teriak Susi sambil menghampiri Zila.
"Ya sudah ibu keluar dulu mencari mereka" kata bu Hani sambil berlalu dari hadapan Susi dan Zila.
Bu Hani pun terus berkeliling kantor untuk mencari Ara dan Dina, bahkan sejak tadi bu Hani pun tidak melihat Ranti.
Bu Hani pun pergi menemui satpam yang jaga di depan.
"Pak bapak melihat bu Ranti, Dian dan Sahara tidak? Barangkali mereka keluar tadi? Tanya bu Hani pada pak satpam yang lagi jaga.
"Ngga ada bu, setelah makan siang tadi mereka pada masuk ke dalam lagi, memang nya kenapa bu? Satpam pun balik bertanya.
"Sejak jam makan siang mereka bertiga ngga ada pak, apa bisa di cek di cctv pak? Bu Hani pun meminta pak satpam untuk mengecek cctv yang terhubung dengan ruangan Anggar.
Yang jaga memang lebih dari satu tapi mereka lagi cek setiap tempat dan kebetulan yang jaga pos saat itu cuma sendirian.
"Sebentar ya bu, saya bukain pintu dulu" kata pak satpam dan langsung membuka nya.
Mobil Anggar pun memasuki area kantor, Anggar melihat bu Hani yang lagi berdiri dengan wajah khawatir nya pun menghampiri nya dan bertanya.
"Kenapa ibu berada di sini? Apa ada yang sedang ibu tunggu? Tanya Anggar.
"Iya pak, saya lagi mencari em, em Sahara, Dian dan bu Ranti pak" jawab bu Hani yang bingung harus manggil Ara dengan panggilan apa di depan Anggar.
"Memang nya pada kemana mereka? Kalau is, em Ara tadi ada di dalam ruangan saya" jawab Anggar.
"Duh, hampir keceplosan" gumam bathin Anggar.
"Itu dia pak, tadi non Zila mencari Ara, kata nya Ara tidak ada di dalam ruangan" jawab bu Hani.
"Terus kenapa ibu berada di sini? Mungkin saja kan Ara lagi di toilet atau lagi membersihkan ruangan lain nya? Tanya Anggar.
__ADS_1
"Saya sudah mencari nya kemana-mana pak, dan saya kesini mau minta rekaman cctv sekitar ruangan bapak, agar saya bisa melihat kemana Ara pergi nya" jawab bu Hani.
"Ya sudah pak, tolong kasih lihat kita rekaman cctv sekitar ruangan saya" kata Anggar, Anggar pun sedikit khawatir begitu mendengar penjelasan dari bu Hani.
*
*
Sementara di sebuah gudang yang paling belakang, yang jarang orang-orang lewati terdengar suara rintihan seorang wanita.
"Sakit, tolong lepaskan saya" Ara pun memohon untuk di lepaskan.
"Saya tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu berjanji akan pergi dan menjauh dari kantor ini dan dari pak Anggar" kata Ranti sambil melepaskan cengkeraman nya.
"Sampai kapan pun saya tidak akan meninggalkan kantor ini apalagi meninggalkan pak Anggar, apa hak anda menyuruh saya pergi dari pak Anggar" jawab Ara sambil menatap tajam ke arah Ranti.
"Berani sekali kamu menatap saya seperti itu, dasar wanita mu ra han, semua bos kamu dekati, sudah berapa kali kamu tidur dengan pak Anggar" kata Ranti dengan senyuman devil nya.
"Kalau saya bilang sudah sering kamu mau apa? Ara pun balik bertanya sambil menatap ke arah Ranti seolah-olah dia lagi menantang nya.
"Dasar cewek mu ra han tidak tahu malu" teriak Ranti lalu menampar pipi mulus nya Ara.
Ara pun meringis kesakitan dengan pipi yang terasa panas, mata nya sudah berkaca-kaca karena menahan rasa perih nya di pipi.
Dina yang sedang menjaga pintu pun kaget dengan suara tamparan dari Ranti, Dina pun membalikan tubuh nya dan menatap ke arah Ara dan Ranti.
"Gila, bu Ranti nekad juga sampai-sampai si Ara kena tamparan nya" gumam Dina sambil berjalan menghampiri mereka berdua.
"Kamu akan menyesal karena telah memperlakukan saya seperti ini" teriak Ara sambil menatap ke arah Ranti.
"Menyesal? Kenapa saya harus menyesal? kata Ranti dengan senyuman mengejek nya.
"Kamu belum tahu siapa saya sebenar nya, saya pastikan kalian akan menyesali semua perbuatan kalian ini" kata Ara sambil menahan sakit di pipi nya.
"Memang nya kamu siapa? Saya ngga akan takut dengan ancaman kamu," jawab Ranti.
"Dia adalah istri saya! Teriak seseorang yang baru masuk dengan wajah yang sudah menampakan kemarahan nya.
__ADS_1
Ya itu adalah suara Anggar, Anggar datang ke gudang di temani bu Hani dan dua orang satpam setelah mereka melihat rekaman cctv.