Terpaksa Jodoh

Terpaksa Jodoh
Huge Change


__ADS_3

Alex sudah menolak ajakan Gio dan Jonny, tetapi mereka terus memaksa. Keduanya mengaku sedang suntuk dan malas keluar berdua karena tidak ingin dianggap pasangan. Jadilah, Alex memberi mereka syarat jika Ben ikut, maka dia juga akan ikut. Dia kira Ben tidak akan datang karena takut isterinya mengamuk, ternyata lelaki itu justru sudah tiba ditempat langganan mereka lebih dulu.


"Ben bebas sekarang, asal kau tau!" ucap Gio yang memegang kemudi mobil.


"Clara dan si kembar sedang menghadiri acara keluarga. Lusa baru pulang," jelas Jonny.


Alex sudah tidak tahu perkembangan dari ketiga temannya itu. Sejak menikah dengan Ayu, dunianya hanya berputar di sekeliling perempuan itu. Ide tentang keluar minum dan berpesta bukan ide yang buruk. Mengurus Ayu yang sedang hamil buka pekerjaan yang mudah, dia begitu rewel dan manja, melelahkan.


Saat mereka memasuki club malam itu, suara musik telah bersentum-dentum. Gio dan Jonny sudah menggoyangkan kepala menikmati pemandangan juga musik dari DJ yang kebetulan merupakan DJ kenamaan dunia.


"Ben ada di atas!" Jonny menunjuk ke arah tangga.


"Hai, manis!" goda Gio pada perempuan dengan pakaian mini yang mereka lewati.


Alex yang melihat itu langsung mempercepat langkah. Di anak tangga pertama dia berpapasan dengan seorang perempuan.


"Hai, Alex!" sapa peremouan yang sepertinya mengenal Alex, "sudah lama tidak ketemu."


Alex menatap perempuan itu lama. Barulah dia ingat bahwa dia memang sempat berkencan dengannya. Tidak bisa disebut kencan, one night stand, begitu orang menyebutnya.


"Kudengar dari Ben, kamu sudah menikah," tutur perempuan yang Alex ingat bernama Kristal.


Alex hanya mengangguk sekilas. Dia menarik satu sudut bibirnya saat Kristal mendekat dengan tatapan yang cukup menggoda. Sayangnya, Alex tidak tergoda sama sekali.


"In case you need a vacation from your wifey," bisik Kristal yang sudah meletakkan satu tangan di dada Alex.


Tangan perempuan itu terus turun, tetapi langsung ditahan oleh Alex. Lelaki itu menyeringai dan mendekatkan wajah di cekunagn leher kristal.


"No, Thanks. My wife is my vacation it self," bisik Alex.


Bisa Alex lihat raut marah di wajah Kristal. Siapa yang peduli noada perempuan seperti Kristal, jika Alex memiliki Ayu. Dia benar-benar sudha gila jika berniat membuat membaut masalah dalam pernikahannya.


"Kulihat Kristal sangat menginginkanmu," ujar Gio saat mereka telah sampai di sebuah ruangan VIP di mana Ben telah menunggu.


Alex tidak menanggapi dan hanya meneguk minumannya. Tatapannya sesekali tertuju pada Ben yang sedang memangku seorang perempuan.


"Jangan ganggu di, Gio!" pinta Jonny, "Senin lalu aku datang untuk menggoda Cleo, dan dia mengamuk karena isterinya memutuskan sambungan telepon."


"Dia segila itu?" Gio tampak keheranan, "hanya lelaki bodoh yang mau gila karena perempuan!"

__ADS_1


"Asal kau tau, dia membanting HP laku mengusirku dan Cleo," terang Jonny, lalu menyesap segelas minuman dengan segala teguk.


Alex tidak memperdulikan kedua temannya yang terus bercerita tentangnya. Entah sudah berapa gelas alkohol yang melewati tenggorokannya, padahal dia tadi berencana untuk meminum segelas atau di gelas saja.


Tatapannya terus tertuju pada Ben yang sedang bercumbu dengan ****** yang mungkin dibayar oleh temannya itu.


"Lihat singa kelaparan itu!" Jonny menunjuk ke arah Ben.


"Singa kalo baru lepas kandang memang begitu," timpal Gio, "bringas!" lanjutnya.


Tiba-tiba, Alex bangkit dan menarik perempuan di pangkuan Ben. Dia mendorong perempuan itu kasar di sisi lain sofa. Dia yakin dorongan tidak akan menyakiti perempuan yang hanya mengenakan pakaian dalam itu karena sofa itu sangat empuk.


Perbuatan Alex itu membuat kaget ketiga temannya, terutama Ben yang merasa sangat terganggu. Kemudai, tangan Alex meraih kra baju Ben, dia menarik tubuh temannya itu. Tubuh Ben yang tertarik langsung berdiri, lantas di hempaskan ke lantai oleh Alex.


"Apa-apaan kamu!" bentak Ben emosi karena dibanting.


Gio dan Jonny hanya saling emantao dengan kening berkerut.


Ben berdiri dan memberi tanda pada perempuan yang sedang meringkuk ketakutan untuk keluar. Dia menepuk-nepuk lengannya yang tadi terbentur di lantai.


"Ada apa denganmu, Brengsek!" Ben mendorong tubuh Alex, bukan dorongan keras karena tubuh Alex bergeming.


Gio yang tidak ingin melihat terjadi pertikaian di tempat itu langsung bangkit untuk melerai keduanya. "Apa kalian gila! Berbuat masalah di sini berarti di depak dari keanggotaan."


Jonny yang merasa sangat jarang melihat Alex terbakar emosi Hanau duduk dan berniat menikmati pertengkaran kecil keduanya. Menurut Jonny, kalaupun berkelahi, tidak akan sampai saling membunuh. Hanya saja, Gio benar, mereka tidak boleh sampai ditendang keluar dari keanggotaan klub malam itu. Ini tempat favoritnya.


Alex menyingkirkan tangannya dari leher Ben setelah mendengar nasehat Gio. Dia tidak memperdulikan keaggotaannya, dia hanya tidak ingin membuat gaduh yang siapa tahu akan sampai di telinga Ayu.


"Apa kamu tau yang kamu lakukan?" teriak Alex pada Ben yang masih kebingungan.


"Sudahlah, Bro! Jangan seperti ini!" Gio masih berusaha melerai.


Ben meregangkan lehernya yang agak sakit karena perbuatan Alex.


"Apa yang salah dengan kepalamu?" tanya Ben, "kalo kamu mau bermain dengan perempuan itu, aku bisa menyewa yang lain."


Alex yang tidak terima dengan perkataan Ben, mengepalkan tangan dengan niat untuk memukul temannya itu. Namun, dia tahan karena Gio masih memegang lengannya.


"Kamu pikir apa yang akan Clara lakukan kalo dia tahu kelakuanmu ini?" teriak Alex lagi.

__ADS_1


"Apa lagi yang akan dia lakukan kalau bukan mengamuk, itu keahliannya!" jawab Ben santai.


"Brengsek!" hardij Alex, "dia pasti akan menceraikanmu, Bodoh!"


"Itu sebenarnya bukan urusanmu juga, Buddy!" timpal Ben, "lagipula, kalo kami bercerai ada bagusnya. Aku bisa bebas melakukan apapun yang kumau!"


Alex menggerakkan lengannya dnegan keras sehingga tangan Gio terlepas. "Dan, anak-anakmu? Kamu tidak memikirkan mereka?"


Ben yang mulai terpancing mendorong tubuh Alex dengan keras sehingga tertabrak dengan tubuh gempal Gio.


"Hei, aku tidak ikutan, Bro!" pekik Gio yang merasa sakit setelah tubuh Alex menabraknya. Dia bergeser untuk memberi ruang agar tidak terkena masalah juga.


"Harusnya kamu tidak usah menikah kalaubingin tetap hidup bebas!" desis Alex.


Ben mencibir ke arah Alex, "apa kau sedang bermain good guy sekarang? Tidak usah munafik, Lex! Aku tahu sepak terjangmu bagaimana."


"Aku bukan lelaki baik, Ben. Tapi, aku tidak akan menjadi lelaki brengsek sepertimu!"


Ben menepuk-nepuk pundak Alex, membuat Alex langsung mengeraskan rahang.


"Usia pernikahanmu masih muda. Kalau kamu sudah menikah lama sepertiku, kamu pasti akan mengerti."


Alex mendengus kesal mendengar pengakuan Ben. "Tidak peduli itu sepuluh tahu atau seratus tahun. Lelaki brengsek sepertimu akan tetap sama saja."


"Bukankah kita produk yang sama, lelaki brengsek!"


"Tidak, kita tidak sama," bantah Alex, "lakukan apa yang kamu mau Ben, tapi tidak di depanku, tidak di depanku!"


Alex menjauh dari Ben dan duduk kembali di tempatnya tadi.


"Hanya seperti itu?" Jonny tampak kecewa karena gagal menyaksikan pertengkaran seru, " harusnya kalian saling pukul agar ada tontonan."


Alex berbalik dan menatap Jonny dengan tatapan membunuh. Matanya seperti mengancam akan memukul Jonny jika lelaki itu tidak diam.


Ruangan itu kembali seperti semula. Keempat lelaki itu menikmati minuman mereka, meskipun tanpa suara karena sibuk dengan pikiran masing-masing.


Ben menuangkan minuman untuk Alex dan langsung diminum oleh Alex. Itu berarti mereka sudah baikan. Ya, sebenarnya apapun yang dilakukan oleh Ben bukan urusannya sama sekali. Dia juga tidak tahu kenapa dia hilang kendali dan hampir memukul teman baiknya itu. Mungkin karena dia dekat dnegan Clara, sehingga tidak tega perempuan itu dikhianati.


Alex ingat sekali bagaiman usaha Ben untuk mendapatkan hati Clara dan menikahi perempuan itu. Dia bahkan ikut serta membantunya. Mungkin alasan itu juga sehingga dia sangat marah, dia merasa usahanya membantu Ben untuk menikahi Clara sia-sia.

__ADS_1


***


__ADS_2