
Tak terasa acara pernikahan dicko dan Alicya tinggal seminggu lagi.Semua urusan tentang acara pernikahan mereka sudah diserahkan ke pihak wedding organizer,Alicya dan Dicko tak mau ambil pusing tentang semua itu.Karena sejujurnya yang menginginkan pesta pernikahan adalah kakek Dicko,beliau ingin memberitahu publik tentang pernikahan cucu kesayangannya satu-satunya agar dikemudian hari tidak menimbulkan gosip-gosip yang tidak diinginkan.
Dan pesta pernikahan tersebut digadang-gadang akan menjadi pesta termewah sepanjang tahun 2022 ini,karena seorang CEO muda yang sukses dan pewaris kerajaan bisnis Ardiansyah Corp. akan menikah dengan salah satu putri dari pengusaha sukses Sasmita Rajasa.Tuan Sasmita memang sudah mengumumkan melalui konferensi pers beberapa hari setelah ia keluar dari rumah sakit dan surat cerai antara dirinya dan nyonya Hetty dikeluarkan oleh pengadilan.
Tuan Sasmita tidak ingin Bu sari yang merupakan wanita yang sangat ia cintai dan Alicya dipandang sebelah mata lagi.Selama hidup Bu sari dan Alicya selalu penuh dengan hinaan dan selalu direndahkan oleh masyarakat di lingkungan tempat mereka tinggal,tuan Sasmita sangat merasa bersalah karena selama ini tidak bisa melindungi meeka.
Tuan Sasmita mengumumkan bahwa Alicya Sasmita adalah putri kandungnya,ia juga mengatakan bahwa Alicya bukanlah anak haram seperti yang dikatakan orang-orang diluaran sana.Alicya adalan anak hasil pernikahan siri tuan Sasmita dan Bu sari.Tuan Sasmita juga mengumumkan bahwa dirinya dan Bu sari masih saling mencintai sampai saat ini,dan ia juga akan melakukan ijab Kabul ulang agar pernikahannya tidak hanya sah Dimata agama namun juga sah di mata hukum.
Tentunya hal itu membuat Alicya dan Laura senang,ia tak menyangka papanya akan berkata demikian apalagi dihadapan banyak awak media dan juga publik.Bu sari tak kalah terkejutnya dengan Alicya dan Laura namun ia pun juga tak menampik bahwa dirinya juga bahagia dan terharu karena untuk pertama kalinya tuan Sasmita dihadapan publik mengenalkan dirinya sebagai istri walaupun istri siri, mengingat dirinya yang selalu menutup rapat tentang identitas dan status dirinya selama ini karena statusnya sebagai istri kedua dan hanya dinikahi secara siri,dan juga cap pelakor yang selalu menempel pada dirinya selama ini membuatnya semakin sedih.Namun kesedihan yang ia dan Alicya rasakan selama belasan tahun lamanya akhirnya berganti dengan kebahagian.
Hari ini,tuan Sasmita sudah resmi melakukan ijab Kabul ulang untuk melegalkan status pernikahannya dimata hukum.Setelah itu ia membawa Bu sari dan Alicya untuk menempati rumah baru mereka yang baru saja dibeli oleh tuan Sasmita sebagai hadiah pernikahan nya untuk Bu sari.Hubungan Alicya dan Laura juga semakin baik dan terlihat sangat akrab.Laura selalu berusaha menjadi kakak yang baik untuk Alicya, begitu juga dengan Alicya ia selalu bersikap baik dengan Laura.
Semenjak Alicya tinggal bersama dengan kedua orangtuanya dan juga Laura,membuat Dicko tak begitu leluasa untuk bertemu dengan Alicya.Namun ia juga merasa lega karena Alicya berada di tengah-tengah orang yang sangat menyayanginya.Seminggu ini Dicko tidak lagi bertemu dengan Alicya,itu semua karena kesibukannya dengan pekerjaannya dan juga ia harus menyelesaikan semuanya sebelum acara pernikahannya dengan Alicya dilangsungkan.Karena ia berencana akan mengambil cuti setelah pernikahan nya dengan Alicya.
Seperti saat ini ia sedang melakukan video call dengan Alicya,nampak Alicya sedang makan ditemani oleh Dicko dari kejauhan.Dicko selalu memantau kesehatan Alicya ditengah kesibukannya untung saja kondisi Alicya saat ini tidak seperti pada masa awal-awal kehamilannya.Ia sudah bisa menelan makanan walaupun sedikit.
"Kenapa tidak dihabiskan?",tanya Dicko yang melihat Alicya menghentikan aktivitas makan siangnya sementara makanannya di piring masih banyak.
"Sudah kenyang..",jawab Alicya dengan tidak semangat.
"Sayang..kamu kenapa??",Dicko menghentikan pekerjaannya,ia meletakkan dokumen-dokumen yang di pegangnya diatas meja dan mulai fokus pada layar ponselnya setelah melihat perubahan ekspresi wajah Alicya.
"tidak apa-apa..",jawab Alicya.
"Aku tahu pasti ada sesuatu kan..kamu cerita sama aku yaa...kenapa??hmm...".
Bukannya menjawab pertanyaan Dicko,Alicya malah menangis tersedu-sedu dan hal itu membuat Dicko semakin khawatir.
"Sayang..kamu kenapa??kamu sakit??",tanya Dicko panik tapi tak mendapat jawaban dari Alicya.
"Kamu kenapa sayang..kamu jangan bikin aku panik seperti ini..kamu sakit??apanya yang sakit??",tanya Dicko khawatir.
"Hatiku yang sakit...",jawab Alicya ditengah Isak tangisnya.
"hah..",Dicko melongo,tak mengerti maksud Alicya.
"Ck..kau ini,sama sekali tidak peka...aku benci sama kamu...",Alicya menutup ponselnya secara sepihak.
Sementara Dicko ia masih kebingungan ditambah lagi dengan Alicya yang mematikan ponselnya secara sepihak membuat dirinya semakin khawatir.Dicko pun segera membereskan tumpukan kertas yang ada di mejanya dan menyuruh sekretaris nya untuk menunda meeting nya dengan Perusahaan SR Corp.
"Tapi tuan muda..meetingnya tinggal 30 menit lagi,tidak mungkin untuk dibatalkan..Lagi pula nona Laura sudah dalam perjalanan ke perusahaan kita...",ujar Andi ketika Dicko ingin membatalkan meetingnya bersama perusahaan SR Corp.
"Kalau begitu kau saja yang menggantikan aku..biar aku yang akan menghubungi Laura sendiri.. lagipula meeting ini hanya untuk menandatangani kontrak kerja sama antara perusahaan kita. dengan perusahaan SR corp kan..",ujar Dicko santai.
"iya tuan muda,tapi..."
"Laura pasti tidak apa-apa jika kau yang menggantikanku..aku pergi dulu,aku ada masalah emergency yang harus segera aku tangani...",ujar Dicko sembari berlalu pergi.
"Emergency??? masalah emergency apa??eh..tuan muda...",Andi mengejar Dicko tapi ia terlambat,ia melihat Dicko sudah memasuki lift.
"Ini pasti ada hubungannya dengan nona Alicya..mana pernah tuan muda sepanik itu kalau bukan karena nona Alicya..",gumam Andi.
Beberapa menit kemudian dicko sudah berada di kediaman keluarga Rajasa.Terlihat seorang asisten rumah tangga sedang membukakan pintu untuknya.
"Siapa yang datang mbok..",tanya tuan Sasmita yang baru saja turun dari tangga.
"ada tuan muda Dicko tuan...",jawab asisten rumah tangga tersebut.
"Selamat siang tuan Sasmita.."Dicko tersenyum ramah kepada tuan Sasmita.
"Selamat siang nak Dicko..masuklah,kenapa masih berdiri disitu..",jawab tuan Sasmita.
__ADS_1
Dicko masuk ke dalam kemudian bersalaman dengan tuan Sasmita dan mencium tangannya.
"Siapa mas??",tanya Bu sari yang baru saja keluar dari dapur.
"Ini..ada nak Dicko..",jawab tuan Sasmita.
"Wahh..calon menantu kesayangan ibu,tumben sekali main kesini..",ujar Bu sari yang langsung menghampiri Dicko.
"ibu..",sapa Dicko kemudian langsung bersalaman dan mencium tangan Bu sari.
"Ada apa nak,kenapa wajahmu terlihat sangat khawatir..",tanya tuan Sasmita.
"Emm...apakah Alicya baik-baik saja tuan??",tanya Dicko kemudian.
"Apa maksudmu..oh,ya dan satu lagi panggil aku papa, seperti Alicya yang memanggil ku papa...bukankah sebentar lagi kau juga akan menjadi anak ku,hah...".
"Iya tuan..eh, maksud saya papa...emm,apa boleh saya bertemu dengan Alicya..",tanya Dicko.
"Ohh,tentu saja boleh...Alicya ada di kamarnya,bu..tolong antarkan nak Dicko ke kamar Alicya...sudah seminggu lebih tak bertemu pasti mereka sudah rindu berat...",goda tuan Sasmita yang membuat Dicko semakin canggung dan mati kutu.
"mari nak Dicko,ibu antar ke kamar Alicya..",ajak Bu sari sembari bangun dari duduknya dan diikuti oleh Dicko.
Bu sari menaiki anak tangga satu persatu dan diikuti oleh Dicko yang mengekor di belakangnya.Sesampainya di depan pintu kamar Alicya Bu sari berhenti.
"Nah,ini kamar Alicya..nak Dicko ketuk aja pintunya,Alicya ada di dalam..ibu tinggal ke bawah ya...",ucap Bu sari ramah dan diangguki oleh Dicko.
Kemudian Dicko mengetuk pintu kamar Alicya namun ternyata tak ada jawaban,Dicko mengetuk sekali lagi dan tetap sama Alicya tak kunjung membukakan pintu.Dicko mencoba membuka handle pintu kamar Alicya dan ternyata tidak dikunci.Dicko pun kemudian melangkahkan kakinya ke dalam kamar Alicya.
"Alicya...",panggil Dicko seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan kamar Alicya namun tak kunjung ditemukannya sosok yang ia cari.
Hingga ia melihat bayangan yang sedang berdiri di balkon kamar dan menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.Dicko menghampiri wanita yang ia rindukan beberapa hari ini.Lalu Dicko memeluk Alicya dari belakang dan melingkarkan tangannya diperut Alicya.
"Sayang...",ucap Dicko sembari meletakkan dagunya di pundak Alicya.
"Dicko..",ucap Alicya yang kemudian membalik badannya dan memeluk Dicko dengan erat sembari menangis tersedu dan membuat Dicko kebingungan.
"Heii .kenapa menangis??",tanya Dicko, bukannya menjawab Alicya semakin menangis tersedu.
Bu sari dan tuan Sasmita yang mendengar Alicya menangis, kemudian menghampiri mereka berdua di kamar Alicya.
"Ada apa nak Dicko..apa yang terjadi..kenapa alicya menangis..",tanya tuan Sasmita panik.
Dicko yang terkejut dengan kedatangan kedua orang tua Alicya pun tidak tahu harus menjawab apa,ia sendiri bingung dan tidak tahu apa sebabnya Alicya tiba-tiba menangis tersedu-sedu seperti itu.
"Ma..maaf pa..ta..tapi Dicko sendiri tidak tahu,kenapa alicya menangis seperti ini... ",jawab Dicko sedikit terbata-bata.
"Ahh.. sudahlah pa..ayo kita keluar..ini urusan anak muda,nak Dicko yang sabar ya..biasa dulu ibu juga seperti sewaktu hamil Alicya..",ujar Bu sari sembari tersenyum seraya menarik tuan Sasmita keluar dari kamar Alicya.
Dicko memang sudah memberitahu kakeknya tentang kehamilan Alicya,dan tuan Sasmita juga Laura pun sudah mengetahuinya.Dicko tidak ingin menutup-nutupi,karena ia fikir menjalin sebuah hubungan harus dilandasi dengan kejujuran agar bisa berjalan dengan baik.Dan beruntungnya baik dari keluarga Dicko maupun keluarga Alicya bisa menerima kehamilan Alicya walaupun mereka juga tidak membenarkan perbuatan Dicko.
"Sayang..kau kenapa menangis seperti ini??apa yang sakit??hmm...",tanya Dicko sembari mengelus rambut Alicya.
Alicya hanya menggeleng sembari menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dicko.Dicko menghela nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan,bukankah orang hamil memang seperti itu,mood nya suka sekali berubah-ubah dan dia harus bisa mengontrol emosinya.
"Terus kenapa??kenapa menangis??apa kau menginginkan sesuatu..".
"Jangan pergi...",jawab Alicya dengan cepat.
"Hah..",
"Aku...aku kangen...",jawab Alicya malu-malu dan sontak membuat Dicko menahan tawanya.
__ADS_1
"Jadi..kau menangis karena kangen sama aku??hmm..",tanya Dicko dan diangguki oleh Alicya.
"ya sudah...sekarang diam ya..aku kan sudah disini..",Dicko mengusap sisa-sisa air mata alicya yang membasahi pipi Alicya.
"Apa kau tidak merindukanku..",Alicya melepaskan pelukannya dan menatap tajam Dicko.
"pertanyaan macam apa ini??tentu saja..tentu saja aku merindukanmu sayang...",Dicko ingin memeluk Alicya namun ditepis oleh Alicya.
"Tapi kenapa kau tidak pernah menemuiku satu Minggu ini...".
"Heii aku kerja..aku harus menyelesaikan semua pekerjaan ku sebelum hari pernikahan kita..",Dicko mencoba memberikan pengertian kepada Alicya.
"Apa benar seperti itu..",tanya Alicya.
"Tentu saja..oh,yaa bagaimana keadaan baby Boba...apakah dia menginginkan sesuatu,hmm..",tanya Dicko sembari mengelus perut Alicya yang mulai membuncit.
"Dicko..aku takut..",ucap Alicya dengan nada khawatir.
"Takut??takut kenapa??",tanya Dicko sembari membawa Alicya masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi ranjangnya.
"Lihatlah perutku..semua orang nanti pasti akan membicarakanku karena sudah hamil diluar nikah..",ucap Alicya sendu.
"sayang..kau tidak usah khawatir,aku pastikan tidak akan ada yang berani membicarakanmu nanti..",ujar Dicko meyakinkan.
"Bagaimana bisa..lihat perutku ini bagaimana caranya aku menutupinya..",tukas Alicya.
"Tidak usah khawatir serahkan saja pada designer yang khusus mempersiapkan baju pernikahan kita..kau tidak usah khawatir lagi ya...jangan sedih lagi...",ucap Dicko dengan lembut.
Mata Dicko seketika berbinar melihat perut buncit Alicya,lain dengan Alicya yang ingin menutupi kehamilannya,Dicko terlihat sangat excited dengan kehamilan Alicya.Menurutnya perut Alicya yang membuncit terlihat lucu dan menggemaskan dan tubuhnya yang nampak sedikit berisi membuat Alicya terlihat lebih sek si.
"Haii..baby Boba..apa kau merindukan ayah,hmm...",Dicko berlutut di depan Alicya dan mengarahkan telinganya di perut alicya.
Walaupun Dicko pernah melakukan itu,tapi Alicya tetap merasa sedikit terkejut,ia sedikit canggung ketika Dicko berinteraksi dengan bayi yang dikandungnya.Ketika Dicko mengarahkan telinganya ke perutnya, tiba-tiba perut Alicya berbunyi.
Kriuk..kriuk...
"Sepertinya ini bukan suara baby Boba...",gumam Dicko.
"Tapi seperti...",Dicko tidak melanjutkan kata-katanya,ia menatap ke arah Alicya sementara Alicya terlihat salah tingkah dan malu.
"Apa kau lapar??",tanya Dicko.
"Heh..i..iya...",jawab Alicya dengan tersenyum canggung.
"hah..apa Baby Boba Dady lapar,hmmm..",Dicko lagi-lagi mengelus lembut perut Alicya sembari mengajak bayi yang berad di perut alicya berinteraksi.
"Kamu mau makan apa??",tanya Dicko.
"Aku bisa makan semua makanan asal kau yang menyuapiku..",jawab Alicya.
"aku ambilkan makanan di bawah dulu yaa..",ujar Dicko dan diangguki Alicya.
Dicko mengambilkan Alicya makanan ke dapur dan setelah itu kembali ke kamar Alicya.Ia menyuapi Alicya dengan telaten.Hampir seharian penuh dua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu menghabiskan waktu bersama di dalam kamarnya dengan bercerita atau sekedar membicarakan rencana setelah pernikahannya.
bersambung dears...
harusnya bab ini puanjang ya..tapi gara-gara kepanjangan jadi ditolak oleh pihak NT,karena maksimal satu bab nya harus 3000 kata,sedangkan aku buatnya 4000 kata lebih dalam satu bab.
jadi untuk hari ini author kasih double up..
thank you para readers atas dukungannya, author ucapkan banyak-banyak terima kasih..
__ADS_1
jangan lupa baca novel author lainnya yaa..ada yang sudah tamat juga dan ada juga yang masih on going..
happy reading dears 🤗😘