Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
part 45


__ADS_3

ketika mereka menikmati aksi saling tusuk menusuk, yang sekiranya dilakukan sekitar satu jam keluarlah ****** ***** di antara mahkota kebanggan mereka


"hosh hosh hosh" chin hwa yang kelelahan akibat beberapa gaya atraksi yang dilakukannya bersama hye jin, sprey dan bantal yang awalnya rapi menjadi berantakan dan terhambur lantaran aksi brutal yang mereka lakukan


"thanks sayang, malam ini aku sangat puas" ucap chin hwa sembari mencium kening dan membelai rambut hye jin


"hmmm,,, aku heran deh" hye jin


"heran kenapa sayang" tanya chin hwa penasaran


"perasaan tanganmu sedang terluka, tetapi kok kamu sangat kuat, bahkan tadi kamu bisa mengangkatku dengan tanganmu yang terluka itu" hye jin


"ahh.. ohh... itu yah... hmm lelaki manapun jika sedang terluka tetapi di hadapkan dengan makanan yang enak pasti dia akan langsung serobot makanan itu sehingga luka yang dia alami nggak akan terasa lagi saking dia terlalu menikmati makanan yang lezat itu sayang" chin hwa berdalih


"hmmm bahaya kalau aku jujur pada hye jin, bahwa luka cakaran singa itu tidaklah dalam, kalau aku jujur mungkin aku nggak akan di sayang - sayang oleh hye jin seperti sekarang" chin hwa membatin


"hmmmm ternyata laki - laki unik juga yah" hye jin yang percaya begitu saja dengan apa yang di katakan oleh chin hwa, maklum hye jin masih baru dalam hal percintaan jadi dia akan langsung menyerap ilmu itu tanpa memfilternya

__ADS_1


melihat kebodohan hye jin, chin hwa hanya tersenyum senyum sendiri, dia merasa hye jin sangat imut ketika berlaku seperti itu


drttt....drttt....drttt (handphone hye jin berdering)


di layar handphone hye jin terlihat kontak hyun ki sedang melakukan panggilan video, sekilas chin hwa pun menengok sedikit karena penasaran dan kepo, ketika melihat nama hyun ki yang berada di layar telepon hye jin, terlihatlah api cemburu di mata chin hwa


"kenapa dia melakukan panggilan video ? apa kalian sering melakukan panggilan video saat kau tidak sedang bersamaku ? aku peringatkan padamu hye jin saat ini akulah suamimu walau hanya suami kontrak tetapi aku berhak atas dirimu, aku tidak ingin kau berhubungan dengan lelaki lain selain diriku" berbagai macam pertanyaan dan pernyataan yang chin hwa lontarkan pada hye jin, sangat kentara bahwa chin hwa merupakan orang yang posesif


"tidak, akupun juga heran .. baru kali ini bos hyun ki menelponku dengan menggunakan panggilan video, lagian aku juga sadar diri aku nggak akan merespon lelaki lain karena aku sudah menikah denganmu" terang hye jin


chin hwa merasa senang mendengar pernyataan hye jin, amarah yang tadi membara menjadi padam kembali


"baiklah" ketika hye jin memakai pakaiannya, hye jin segera langsung mengangkat panggilan video dari hyun ki


"halo bos hyun ki, apakah ada perintah ?" hye jin menjawab secara profesional


"tidak, aku hanya ingin melihat wajahmu... kau sedang apa sekarang hye jin ?" hyun ki

__ADS_1


"hmmm,,, kalau nggak ada urusan dengan pekerjaan mendingan kau sudahi telponmu yang tidak penting itu, apakah kau nggak malu menelpon istri orang di tengah malam seperti ini ?" muncul chin hwa dari balik layar telepon hye jin dengan hanya memakai selimut yang menutupi area bawahnya sementara area badannya terlihat polos tidak memakai apapun, chin hwa sengaja melakukan hal seperti itu agar hyun ki berfikir kalau hubungan hye jin dan dirinya sangat kuat sehingga tidak akan mungkin ada orang ke 3 yang masuk diantara mereka


hyun ki melihat chin hwa dengan keadaan yang seperti itu membuat hatinya menjadi sangat sakit, sontak saja fikiran hyun ki langsung mengarah kearah hubungan suami istri apalagi melihat baju kemeja yang dikenakan oleh hye jin tidak beraturan kancingnya seolah - olah dia sedang terburu - buru mengancing bajunya lalu mengangkat telepon darinya, tak terasa air mata hyun ki jatuh... tak ingin di lihat oleh hye jin dan chin hwa dengan kepedihan yang di rasakannya seketika hyun ki langsung menyelesaikan panggilan video itu tanpa pamit pada hye jin


saat hyun ki mematikan teleponnya hye jin sekilas melihat air mata hyun ki yang jatuh, dari kejadian itu hye jin pun seakan merasa bersalah pada hyun ki, dia merasa tidak tega telah membuat bosnya yang baik hati itu menangis, karena pada dasarnya hye jin sangat lemah dengan air mata, bagaimanapun dia sudah sangat berpengalaman dengan air mata dan apapun sebabnya jatuhnya air mata itu adalah karena kejadian yang sangat menyayat hati sehingga kita tidak bisa menahan air mata yang terjatuh... hye jin seolah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh hyun ki, sementara chin hwa masih ngoceh - ngoceh tanpa melihat layar handphone milik hye jin


"sudahilah ocehanmu itu, orangnya juga sudah mematikan handphonenya" hye jin


"oh yah, baguslah kalau begitu... ternyata dia sadar diri juga, padahal aku masih akan melantunkan ayat - ayat nasehat untuk dirinya tapi ternyata dia sudah mematikan... dia cukup tau diri juga" chin hwa


"hikss... hiksss... setauku dalam perjanjian yang aku lihat di dalam tas milik hye jin saat itu tidak akan ada yang namanya saling menyentuh tubuh, tapi kenapa ? kenapa mereka bisa melakukan itu ? apakah mereka merubah isi perjanjiannya ?" hyun ki yang bertanya pada dirinya sendiri dengan keadaan hati yang sangat rapuh


"hye jin, aku sangat mencintaimu... sehingga luka yang aku dapat kan juga sangat besar, hikss... hiksss" hyun ki


"tidak... aku tidak boleh down.... karena aku sudah memutuskan akan menunggumu sampai pernikahan kontrakmu berakhir, oleh sebab itu aku harus terima segala konsekuensi nya, walau kamu sudah tidak suci lagi aku akan tetap menerima kamu apa adanya hye jin, itulah janjiku" hyun ki sembari mengelus foto hye jin bersama dirinya saat mereka menghadiri acara pesta ulang tahun milik sahabatnya waktu itu


keesokan harinya, pawang hewan mengeluarkan singa yang ada di kebun binatang mini milik chin hwa itu untuk di bawah ke yayasan profauna yang bergerak di bidang konservasi hutan dan perlindungan satwa liar atas perintah chin hwa, dia mengatakan bahwa mulai saat ini singa tidak boleh ada di kebun binatang mininya karena dia telah mencoba melukai istrinya.

__ADS_1


"ok aku sudah menyelesaikan sarapanku, aku duluan ke kampus yah" hye jin mengatakan dengan terburu - buru karena dia takut terlambat ke kampus


"tunggulah, aku yang akan mengantarmu ke kampus" ucap chin hwa


__ADS_2