Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 65


__ADS_3

Mendengar perkataan Dicko yang terakhir membuat emosi tuan Rahardian sedikit melunak, amarahnya reda wajahnya juga tak sebengis tadi ketika dia sedang marah-marah.Akan tetapi walaupun tuan Rahardian sudah tidak emosi lagi,dia tetap berusaha untuk membujuk Dicko agar mau menerima Bella.Karena tuan Rahardian tahu betul bahwa Bella sangat mencintai Dicko dan tuan Rahardian tidak ingin putri kesayangannya kecewa.


"Baiklahh..tapi tuan Dicko,saya berharap anda masih mau menerima Bella sebagai pasangan anda,mengingat Bella sangat mencintai anda.. sepuluh tahun bukan waktu yang singkat,tapi ia tetap bertahan untuk mencintai anda..saya harap anda bisa memikirkan lagi untuk bisa menerima Bella dan menikah dengan Bella..",ujar Tuan Rahardian.


"Mohon maaf tuan..sekali lagi saya mohon maaf,tapi saya tidak ada perasaan apapun dengan Bella..saya datang kesini karena hal lainnya,ada hal lain yang ingin saya bicarakan dengan anda..",Dicko menolak dengan sopan dan menjelaskan kedatangannya ke rumahnya dan tujuannya datang menemui tuan Rahardian untuk apa.


Tuan Rahardian tahu bahwa Dicko adalah tipikal orang yang teguh dengan pendiriannya,dia tidak mudah diperintah oleh orang lain apalagi dipaksa.Dicko adalah laki-laki yang bisa memegang prinsipnya.Tidak mudah bagi tuan Rahardian untuk melunakkan hatinya jadi ia putuskan untuk tidak membujuk Dicko lagi.


"Baiklah..jadi apa tujuan anda datang kesini??untuk urusan apa??",tanya tuan Rahardian.


Bella yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara,ia takut Dicko akan berkata terlebih dahulu dan menjelekkan dirinya.Akhirnya ia putuskan untuk berbicara terlebih dahulu.


"Ayah...Dicko sudah keterlaluan",ucap Bella tiba-tiba sembari membuka luka di pipinya yang sedari tadi ia sembunyikan dari ayahnya dengan menutupi nya dengan telapak tangannya.


Sontak tuan Rahardian kaget ketika melihat ke arah putri kesayangannya dan melihat luka di pipi sang putri dan ia pun mengerutkan alisnya.


"Bagaimana bisa pipimu terluka seperti itu??apa yang sebenarnya terjadi Bella..jelaskan kepada ayahh..",tanya tuan Rahardian.


Namun Bella tidak menjawab semua pertanyaan ayahnya,ia menatap ke arah Dicko dengan tajam sehingga membuat tuan Rahardian mengerti akan maksud Bella.Tuan Rahardian berfikir luka di pipi Bella adalah perbuatan dari Dicko.Tuan Rahardian pun kembali emosi dan marah.


"Tuan Dicko,saya tahu anda tidak suka dengan putri saya..dan walaupun anda tidak menyukai Bella tapi anda tidak boleh berbuat seenaknya dan melukai wajah putri saya seperti ini...",ucap tuan Rahardian dengan sedikit emosi.


"Maaf tuan Rahardian tapi bukan saya yang melukai putri anda.."jawab Dicko dengan tenang.

__ADS_1


"Iyaa bukan kamu..tapi wanitamu yang melakukannya bahkan Dicko tidak membiarkan aku melepaskan amarahku kepada orang yang telah melukai wajahku ini ayah..",sahut Bella dengan kesal.


Mendengar bahwa bukan Dicko yang melukai putri kesayangannya melainkan orang lain membuat tuan Rahardian mengernyitkan keningnya.


"Jadi bukan tuan Dicko yang melakukannya..lantas siapa orangnya??",tanya tau. Rahardian.


"Itu...anak di rumahku",jawab Dicko sekenanya.


"Saya mohon maaf karena anak saya telah melukai wajah bella..",ujar Dicko selanjutnya.


Tuan Rahardian semakin bingung,pasalnya yang ia tahu Dicko masih single dan belum menikah dan sejak kapan dia mempunyai anak?


"Anak??Kau sudah mempunyai anak??sejak kapan kau memiliki anak tuan Dicko??",tanya tuan Rahardian bingung.


"Tunangan???Kenapa aku tidak pernah mendengar tuan Dicko sudah bertunangan dan memilik anak??",tanya tuan Rahardian semakin bingung.


"Saya datang kesini karena hal ini tuan.. putri anda membawa para bodyguard nya untuk memaksa dan mengancam serta ingin melukai wajah tunangan saya dan mencari pria hidung belang untuk meniduri tunangan saya..",jawab Dicko dengan sangat tenang.


"Saya datang kesini untuk meminta pertanggungjawaban dari keluarga anda atas kejadian tersebut tuan...",ucap Dicko selanjutnya.


"Mana bisa begitu,lihat..disini aku yang terluka,wanit itu yang sudah melukai wajahku,harusnya aku yang meminta pertanggungjawaban darimu..kau harus bertanggung jawab dan menyerahkan wanita itu kepadaku!!!",sarkas Bella.


Mendengar kakaknya yang masih saja menginginkan Alicya dan tidak ingin melepaskan Alicya membuat tuan Adam yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.

__ADS_1


"Kau tidak boleh seperti itu..kau yang memulai duluan dan kenapa kau melimpahkan kesalahan mu kepada orang lai?",sela Adam dengan nada emosi.


"Diam!!Siapa yang menyuruhmu untuk ikut berbicara!!",Tuan Rahardian memarahi tuan Adam.


Lagi-lagi Tuan Adam harus menelan kekecewaan ketika mendengar ayahya memarahinya,ia pun segera menutup mulutnya,lebih baik diam agar masalah ini cepat selesai fikirnya.daripada ia ikut angkat bicara yang ada suasana semakin memanas karena ayahnya itu tidak akan membela dirinya,tetap saja ia akan salah Dimata ayahnya walaupun yang dikatakan itu benar.


Karena tuan Rahardian faham dengan sifat Bella yang ingin selalu menjadi nomer satu dan mungkin ia melakukan itu semua karena cemburu,sebab putri kesayangannya itu mencintai Dicko dan cintanya itu bertepuk sebelah tangan selama sepuluh tahun ini.Dan apalagi sekarang mendengar Dicko mempunyai tunangan,dan mungkin itulah yang membuat putri kesayangannya mengancam dan berbuat tidak menyenangkan kepada tunangan Dicko.


"Begini tuan Dicko.. sebaiknya kita lupakan saja masalah ini",ucap tuan Rahardian.


"Bukankah ini hal yang wajar..bahkan dulu saya dan ayah anda sewaktu masih muda sering bertengkar,ya..tidak jarang kami juga berkelahi tapi kemudian kembali berbaikan lagi..",ucap tuan Rahardian.


"Bagi anak muda seperti kalian ini bukanlah hal yang besar..sebentar bertengkar kemudian sebentar lagi berbaikan kembali..bahkan kadang ada juga yang saat ini bertengkar tapi lima menit kemudian sudah berbaikan dan kembali berteman...",ucap tuan Rahardian.


"Dan saya harap anda bisa melupakan kejadian yang baru saja terjadi..dan putri saya pun juga akan melakukan demikian,ia juga akan melupakan hal ini..kita sama-sama saling melupakan dan anggap tidak pernah tejadi apa-apa..",lanjut tuan Rahardian.


Tuan Rahardian berharap ia bisa membujuk Dicko untuk melupakan kejadian yang terjadi.Ia tahu mungkin perbuatan Bella sudah keterlaluan,tapi lagi-lagi karena Bella adalah putri kesayangannya jadi ia menepis semua nya.Ia pun berusaha membela putri kesayangannya tersebut,dan berharap Dicko tidak memperpanjang masalahnya.


Sementara Bella,walaupun ia tidak setuju dengan perkataan ayahnya yang menyuruhnya melupakan kejadian tersebut tapi dia memilih diam,dia tidak boleh gegabah dan menunjukkan sikap frontal nya.


"Enak saja..melupakan kejadian hari ini tentu saja aku tidak bisa..bahkan sampai matipun aku tetap mengingat kejadian hari ini dan aku tidak akan melepaskan wanita itu..karena dia adalah biang dari semua permasalahan ini..",geram Bella dalam hatinya.


Bersambung ya dears...

__ADS_1


author mohon maaf ya dears harusnya ini sudah up dari semalam..


__ADS_2