Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 69


__ADS_3

"Bella sayang..ayah mohon lepaskanlah wanita itu..lepaskan tunangan Dicko yang sudah kau culik dan sekap..ayah mohon..ini semua juga demi kebaikanmu dan juga demi keselamatan mu..demi keselamatan kita, keselamatan keluarga kita..",pinta tuan Rahardian sembari menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya dan dengan wajah memelas.Tuan Rahardian berharap putri kesayangannya akan luluh dan mau melepaskan Alicya sehingga Dicko tidak akan menyakitinya lagi dan mau melepaskan cekikan di leher Bella.


Kemudian setelah itu tuan Rahardian,menatap ke arah Dicko penuh harap dan ia pun menangkupkan tangannya di depan dadanya,berharap Dicko juga akan melepaskan putri kesayangannya tersebut.


"Tuan Dicko,saya mohon lepaskan anak saya tuan..tolong jangan sakiti putri saya tuan..saya akan membujuk Bella supaya mau melepaskan tunangan anda,tapi sebelumnya tolong lepaskan tangan anda dari leher putri saya,dia bisa meninggal..."pinta tuan Rahardian.


Dicko tidak bergeming,di satu sisi dia tidak tega karena tuan Rahardian sudah memohon-mohon kepadanya untuk melepaskan cekikannya di leher Bella,bahkan dia rela menjatuhkan harga dirinya di depan Dicko demi putri kesayangannya,namun di sisi lain Dicko ingin melihat ekspresi Bella,apakah Bella akan menyerah dan memohon ampun kepada Dicko agar dicko melepaskan cekikan dilehernya?Tapi ternyata sebaliknya,Bella malah menggila,ia tertawa kencang,sangat kencang seperti orang gila.


"hahahaha....jangan mimpi kamu Dicko,sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan wanita sialan itu...ayah jangan ikut-ikutan membela wanita itu,anak ayah itu aku bukan wanita itu...dan kau Dicko jika kau mau membunuhku ayo bunuh saja aku jika kau berani,tapi sampai kapanpun aku tak akan melepaskan wanita itu..",Bella tertawa histeris seperti orang gila.


"Kau itu benar-benar egois,bahkan sangat egois..karena yang kau fikirkan hanya dirimu sendiri dan kau tidak memikirkan keselamatan keluarga mu sama sekali,dan kau memang pantas mati.. dan jika kau mati pun tidak akan yang menyayangkan kematianmu..",jawab Dicko dengan tenang.


"Oh yaa...apakah orang seperti wanita sialan itu jika mati banyak yang menyayangkan???Wanita itu hanyalah wanita miskin,bagian dari mananya kah yang bisa dibandingkan dengan diriku??aku fikir kau juga tahu jika wanita itu tidak sepadan denganku,jelas aku lebih unggul darinya dilihat dari segi apapun",ucap Bella dengan sinis.


"Alicya bahkan jauh lebih baik darimu..mungkin kau lebih unggul dari status sosialnya,tapi untuk kepribadian,etika serta sopan santun bahkan kau jauh dibawahnya...dan kau tidak pantas dibandingkan dengan alicya..sangat tidak pantas..",jawab Dicko yang malah membela dan memuji Alicya.


Baru saja Dicko selesai bicara,ternyata ada suara seorang wanita yang dirasa sangat familiar tiba-tiba muncul dari belakangnya.


"Wahh..wah...aku sangat tersanjung..ternyata seperti itu aku di mata mu,benarkah aku adalah wanita yang baik?sekali lagi terima kasih banyak..karena kau sudah membela dan memujiku...",ucap wanita tersebut tulus dari hatinya.

__ADS_1


Dicko pun menoleh ke arah sumber suara,sontak ia terkejut ternyata yang bicara adalah Alicya.Dicko melihat Alicya dengan wajah yang penuh luka dan lebam sedang tersenyum ke arahnya.Dicko tidak sadar,saat melihat kedatangan Alicya seketika rasa kekesalan dihatinya sontak menghilang.Dan Dicko pun menarik kedua sudut bibirnya,ia pun tersenyum samar,seakan semua beban dihatinya hilang bersamaan dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Kemarilah..berdirilah disampingku..",Dicko meminta Alicya untuk berada disisinya.


Alicya pun menoleh ke arah seorang laki-laki yang berada di laki-laki yang telah menolong dan menyelamatkan dirinya dari sekapan orang-orang suruhan Bella.


"Terima kasih tuan..",ucap Alicya sembari tersenyum.


Dan seseorang laki-laki itu ternyata adalah tuan Edo,Tuan Edo adalah saudara kandung dari bella.Parasnya yang tampan dan postur tubuh yang tinggi besar mengingatkan akan sosok tuan Rahardian semasa mudanya.Bisa dibilang tuan Edo adalah foto kopi tuan Rahardian semasa muda.


Setelah mengucapkan terima kasih kepada tuan Edo,Karena sudah menolong dan mengantarkannya ke kediaman tuan Rahardian untuk bertemu dengan dicko,lalu Alicya pun berlari ke sisi Dicko.Ia menatap wajah Dicko kemudian tersenyum kepadanya,senyum Alicya yang sudah membuat hati Dicko jauh lebih tenang daripada sebelumnya terlihat sangat manis sekali.


"Dasar wanita iblis,rasain kamu..kamu fikir kamu saja yang bisa berbuat semaumu,menyuruh orang suruhanmu untuk menculikku,lihat wajah dan tubuhku babak belur,penuh luka dan lebam akibat perbuatan orang-orang suruhanmu..rasain kamu,hihhh ..",geram Alicya dalam hatinya sambil terus memberikan cekikan di leher Bella.


Perbuatan Alicya yang di luar dugaan sontak membuat orang-orang yang disana merasa terkejut.Namun lain halnya dengan dicko,justru ia merasa lucu dengan sikap Alicya.


"Ada apa dengan wanita ini??apa dia adalah tipe wanita pendendam??astaga..lucu sekali",Dicko tertawa dalam hatinya.


Dicko pun kembali tersadar ketika melihat Bella yang sudah memutar bola matanya, sepertinya memang Bella sudah mulai kehabisan oksigen,nafasnya tercekat.Kemudian dengan tangan yang satunya lagi,Dicko menarik Alicya ke belakangnya dan menyuruhnya jangan berulah.

__ADS_1


"diamlah dibelakang ku dan jangan berulah...",perintah Dicko.


"Siapa yang berulah,aku tidak sedang berulah..Aku hanya ingin bermain-main saja dengannya,apa tidak boleh??",tanya Alicya.


"Walaupun wanita gila ini tidak berhasil membunuh ku tapi dia sudah berhasil membuatku ketakutan..Dan aku ingin wanita gila ini merasakan ketakutan juga,sama seperti yang aku rasakan tadi..",kilah Alicya.


Tuan Edo pun menaikkan alisnya,ia pun kemudian melangkahkan kakinya dan berjalan mendekati Dicko dan alicya,lalu berhenti tepat disisi mereka.Tuan Edo menatap ke arah Alicya dengan tatapan penuh arti.


"Apa kau sudah melupakan sesuatu???Apa kau lupa dengan hal yang sudah kau janjikan kepadaku tadi sewaktu aku menolongmu,hmm...",tanya tuan Edo kepada Alicya,dan hal itu bisa di dengar oleh Dicko.


Dicko pun tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Tuan Edo, Sepertinya ada sesuatu yang tidak diketahui oleh Dicko.Dan janji??suatu hal yang sudah dijanjikan oleh Alicya kepada tuan Edo? kira-kira Alicya sudah menjanjikan apa kepada tuan Edo?Entahlah saat ini,Dicko sedang tidak ingin memikirkan hal itu.Dicko berharap Alicya menjawab pertanyaan tuan Edo.


bersambung sayang..


Mohon maaf readers author hanya bisa up satu bab per harinya,karena itu sudah ketentuan dari pihak NT🙏


Dan author juga mohon maaf readerss,untuk bab 68 kenapa bisa double?jadi sebenarnya author up bab 68 nya hari Rabu malam,tapi sampai kamis pagi keterangan nya masih sama sedang di review.Karena kemarin author sedang ada acara, author coba up ulang bab 68,dan lupa untuk menghapus bab sebelumnya, eh ternyata malah lolos review semuanya,alhasil bab 68 nya jadi double,dan author juga baru tahu tadi malam,sekali lagi author mohon maaf🙏


Dan author sedih banget kalau masih saja ada yang bilang novel author sama seperti novel sebelah,please...dibaca dari awal lagi ya dears, author ikut misi kepenulisan yang kerangka bab nya sudah ditentukan dari pihak NT,jadi wajar kalau ada novel yang ceritanya hampir mirip karena yang ikut misi kepenulisan ini bukan hanya satu atau dua orang tapi banyak..jadi author tidak menjiplak,sama sekali tidak yaa perlu digaris bawahi.

__ADS_1


__ADS_2