Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
part 43


__ADS_3

setibanya di rumah, hye jin langsung masuk ke kamarnya, biasanya setelah pulang kerja hye jin langsung mandi, tetapi hari ini kebiasaan itu tidak dia lakukan... kelihatan dari raut wajahnya kalau saat ini hye jin sedang banyak fikiran, perlahan kemudian dia mulai memikirkan kejadian sebelumnya pada saat berada di tempat kerjanya dan itu membuatnya syok sampai saat ini


"a... apa ?" hye jin kaget akan pertanyaan yang di lontarkan oleh hyun ki


"ya.... entah kenapa dalam beberapa hari ini aku selalu memikirkanmu, walau saat makan, saat akan tidur bahkan saat melakukan pekerjaan seperti ini pun aku masih memikirkanmu, rasanya aku akan gila jika tak melihatmu hye jin dan itu membuatku tidak bisa fokus dalam bekerja" hyun ki mencoba mencurahkan semua apa yang telah dia rasakan dalam beberapa hari ini


hye jin hanya terdiam mendengar ungkapan dari hyun ki, dia tidak pernah menyangka akan terlibat dalam hubungan yang melibatkan perasaan dengan orang - orang yang sangat populer dan kaya raya dari kota B dan kota D, dimana penguasa kota B adalah merupakan suami kontraknya saat ini, dan penguasa kota D merupakan atasan tempatnya bekerja yang saat ini pun sedang menyatakan perasaannya padanya.


"ta.. tapi bos aku sudah menikah, kayaknya kurang etis jika bos menyatakan perasaan bos pada wanita yang sudah menikah" hye jin


"aku tau, aku sudah mengetahui semua yang berhubungan tentang dirimu hye jin, bahwa sebenarnya kalian hanyalah nikah kontrak... aku tidak masalah akan hal itu... aku tidak keberatan jika menunggumu hingga kau menyelesaikan kontrak pernikahan kalian"


hye jin seolah tersambar oleh petir saat itu, dia tidak menyangka hyun ki akan mengetahui sampai sedalam itu.


"hye jin..... hye jin" chin hwa yang baru saja memasuki kamar hye jin dan seketika membuyarkan lamunan hye jin


"ahhh....eeeh, ada apa ?" hye jin yang kaget akan kedatangan chin hwa


"kamu tidak mandi ? biasanya kalau sehabis pulang kerja kamu langsung mandi" chin hwa


"ahhh tidak, aku sangat lelah saat ini... dan juga kenapa kamu masuk kedalam kamarku ? sekarangkan sudah tidak ada ibu dan ayah jadi kita tidak perlu tidur sekamar lagi kan ?" ucap hye jin

__ADS_1


"hmmmm,,, aku kesini hanya datang untuk menyuruhmu makan,, ayo kita turun ke bawah untuk segera menyantap makan malam, mumpung masih panas - panas loh,, nggak enak kalau sudah dingin" chin hwa


"hmmm,,, baiklah kalau begitu" hye jin


mereka kemudian turun ke lantai bawah, untuk segera makan malam, tetapi saat makanpun hye jin terlihat tidak nafau makan walau makanan yang di suguhkan sangat enak - enak dan mahal


"tumben dia seperti ini, biasanya dia sangat lahap, apalagi sekarang di depannya ada lobster.. aku sangat ingat waktu kami makan bersama ayah dan ibu matanya sangat berbinar - binar ketika melihat chef menyajikan lobster" batin chin hwa


"hye jin, ada apa ? dari tadi aku perhatikan kamu tidak konsentrasi dalam segala hal dan juga seperti terlihat banyak fikiran" chin hwa


"ehhh,,, ti... tidak kok... itu cuma perasaan kamu saja,, wah lobster ini sangat enak sekali loh hehee, ayo tambah makanannya" hye jin mengalihkan pembicaraan


"hmmm,,, jika kamu ada masalah ceritakan saja padaku mungkin aku bisa membantumu" chin hwa


"hmmm,,, nggak mungkin kan aku mengatakan padanya bahwa bos hyun ki baru saja menyatakan perasaannya padaku, walau aku tau dia pasti tidak akan marah karena dia tidak mempunyai perasaan padaku, tetapi aku tau mereka itu adalah musuh bebuyutan dalam urusan bisnis, aku takut jika aku memberitahunya dia akan semakin tidak menyukai bos hyun ki" hye jin membatin


"hmmm baiklah kalau begitu" chin hwa


"mungkin dia masih memikirkan trio macan yang telah mengganggunya di kampus itu, nggak usah khawatir hye jin aku telah mengatasinya, dan mulai besok aku pastikan kau nggak akan lagi melihat wajah si trio macan itu" chin hwa membatin


"apa yang telah kau lakukan xiao xiao ?" ayah xiao - xioa yang baru saja menyambuk xiao xiao dengan menggunakan tali pinggang miliknya berkali kali

__ADS_1


"sudah pa, ampuni xiao xiao... dia masih muda wajar saja dia melakukan kesalahan" ibu xiao xiao melindungi xiao xiao dengan cara memeluk anaknya agar suaminya menghentikan cambukkannya


"apa ? wajar kau bilang ?, ini semua salahmu, kau terlalu memanjakannya sehingga dia menjadi salah arah seperti ini" ayah xiao xiao


"kenapa ayah tiba - tiba memukulku ? perasaan aku tidak berbuat apa - apa, ayah sangat kejam padaku, sekuat apapun usahaku untuk menyenangkan ayah, tidak sekalipun ayah melirikku dan mengucapkan selamat kepadaku hiks... hiksss ini sangat tidak adil untukku" xiao xiao yang tersedu - sedu dan masih belum mengetahui apa - apa


"apa ? kau tidak melakukan apa - apa ?, apa kau tau ? perbuatanmu kali ini menimbulkan masalah yang besar, kemungkinan kau tidak akan bisa menyelesaikan kuliahmu di kota B ini, kau sudah menyinggung orang yang seharusnya tak kau singgung" ayah xiao xiao yang merasa sangat marah pada anaknya


"siapa orang yang ayah maksud ? aku merasa tidak pernah menyinggung orang besar, hari ini aku hanya mengganggu anak orang miskin yang sangat tidak tau diri" xiao xiao


"apa ? anak orang miskin ? justru karena kau mengganggu anak orang miskin itu saat ini kau sudah di keluarkan dari universitas x, mulai saat ini kau akan menjadi gembel" ayah xiao xiao


"a... apa ? di keluarkan ? apa maksud ayah aku di keluarkan dari universitas x ?" xiao xiao


"ya, hari ini ayah di telepon langsung oleh rektor universitas x itu, kalau mulai besok kau nggak akan bisa kuliah lagi di sana" ayah xiao xiao


"tidak... tidak... tidak mungkin aku di keluarkan oleh rektor hanya karena wanita ****** itu,,, dia pasti main dengan rektor itu, aku yakin dia adalah wanita simpanan rektor itu, aku harus menelpon istri rektor itu aku akan memberitahu istrinya kalau hye jin adalah wanita simpanannya pak rektor, tidak semua ini tidaklah benar, ini hanyalah mimpi aku yakin ini hanyalah mimpi, bangun, ayo bangun dari mimpimu xiao xiao" sambil menampar nampar wajahnya seperti orang gila


"tidak, tidak...aku tidak terima, ini semua tidak adil aku sudah belajar mati - matian dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit jumlahnya untuk masuk di universitas terkenal itu, tetapi endingnya seperti ini ?


hye jin... aku akan membalasmu hye jin" xiao xiao teriak teriak seperti orang yang depresi

__ADS_1


plaaakkkkkk.... ayah xiao xiao menampar anaknya yang seperti kerasukan itu


__ADS_2