
"hye jin berhenti kau,,, kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau perbuat pada wajahku" chin hwa berusaha mengejar hye jin
"hahhaha,,, apa dia fikir aku bodoh ? di suruh berhenti lantas aku akan langsung berhenti juga ? hmmm jangan ngarep manusia gunung es" hye jin bergumam sambil terus berlari
"hahahha,,, lihatlah kelakuan bos chin hwa... baru pertama kali ini aku melihat aksi bos chin hwa yang tidak pernah ku lihat sebelumnya" para pengawal
"iya, hanya pada nona hye jin saja bos chin hwa memperlihatkan sisinya yang seperti itu"
"hmmm... kenapa aku nggak memikirkannya yah,,, kita naik mobil bareng saja supaya lebih memudahkan diriku untuk membalas perbuatannya ,,, nggak usah aku kejar nanti sampai di dalam mobil baru aku balas dia heheheh" semirk chin hwa
sambil ngos - ngosan karena habis mengejar hye jin yang tak kunjung dia capai
"wah kenapa manusia gunung es itu tidak mengejarku yah, mungkin dia sudah capek kali hihihi, kamu nggak akan bisa mengejarku karena aku ini jago lari hihihi " bangga hye jin pada dirinya sendiri
sesampainya di dalam mobil hye jin lansung duduk dengan santainya. dia fikir dia akan naik mobil yang terpisah dengan chin hwa... karena biasanya seperti itu chin hwa lebih sering naik mobil rolls royce nya bersama dengan sekretarisnya di banding denganku, biasanya kalau hye jin terlambat naik bis dia diantar oleh sopir pribadinya yang telah di tunjuk oleh chin hwa walaupun hye jin jarang naik mobil mewah itu jika pergi kemana - mana karena pada dasarnya dia lebih senang naik bis dari pada mobil mewah Lamborghini Veneno Roadster miliknya yang harganya terbilang fantastis sekitar 65 milyar yang sudah di siapkan oleh chin hwa untuknya setelah mereka menikah.
"kak bams ayo kita jalan" hye jin menginstruksikan pada sopir yang biasa mengantarnya kemana - mana semenjak dia menikah dengan chin hwa itu
"kak...." hye jin mengulangi perkataannya karena hye jin berfikir sopirnya itu tidak mendengar apa yang di katakan oleh hye jin barusan
"ma...maafff nona hye jin" sopir hye jin menunjukkan ekspresi yang merasa serba salah
hye jin bingung dengan apa yang di ucapkan oleh sopirnya itu
"maaf untuk apa kak ?,, aku hanya menyuruhmu untuk segera jalan jika kamu tidak mendengar perkataanku barusan tidak perlu minta maaf dengan menunjukkan ekspresi tidak enak seperti itu heheh" hye jin yang masih belum mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi
"ternyata ketengkap juga kau" tiba - tiba chin hwa membuka pintu mobil dan duduk di samping hye jin setelah sopir pribadinya keluar di gantikan oleh chin hwa yang kemudian mengambil alih kemudi itu
ternyata sebelum hye jin sampai di mobilnya chin hwa duluan menelpon sopir hye jin dan memberitahukan maksud dan tujuannya kepada sopir hye jin
__ADS_1
"k.. ka... kau bukannya kau naik bersama sekretarismu di mobil pribadimu ? tanya hye jin pada chin hwa
"aku naik di manapun itu tidak ada urusannya denganmu, yang terpenting saat ini adalah..." chin hwa langsung mengeluarkan spidol dan akan mulai mencoret - coret wajah hye jin
"tidak,,, ampun bos,, ampun" hye jin memohon ampun pada chin hwa sambil menjauhkan wajahnya dari chin hwa agar chin hwa tidak bisa meraih wajahnya
"hahah.., tadi kaukan yang duluan mencoret wajahku, sekarang aku yang mencoret wajahmu jadi hitungannya impas kan ?" chin hwa mulai memanjangkan tangannya agar dapat meraih wajah hye jin, tapi hye jin memberontak, chin hwa pun semakin berusaha, karena hye jin terlalu banyak bergerak akhirnya chin hwa berusaha mendekatinya agar dapat mengunci pergerakan hye jin alhasil bukannya spidol yang sampai ke wajah hye jin melainkan bibir hye jin dan bibir chin hwa yang saling bertabrakan...
saat mereka saling menempelkan bibir mereka degup jantung hye jin dan chin hwa mulai tak karuan,, yang awalnya degupannya seirama menjadi tak beraturan lagi,, saat mereka merasakan ada hal yang tidak seperti biasanya pada degupan jantung mereka, chin hwa dan hye jin langsung cepat - cepat melepaskan ciuman yang di rasa merupakan suatu kecelakaan itu
"ada apa pada degupan jantung ku" batin chin hwa dan hye jin
"apa aku akan sakit ?" batin hye jin sambil memegang dadanya
"ekkhhheemm... hmm sudahlah hari ini aku akan sangat sibuk sekali, jadi tidak ada waktu untuk meladenimu anggap saja kau sedang beruntung hari ini" ucap chin hwa sambil pura - pura merapikan dasinya yang memang sudah rapi
chin hwa kemudian membuka pintu mobil hye jin dan keluar menuju mobil rolls royce nya
"nggak jadi, aku nggak nyaman jika berada di satu mobil denganmu" jwab chin hwa dengan ketus
"cihhh,,, belagu amat sih.. siapa yang masuk ke mobil ku dan siapa juga yang bilang nggak nyaman... dasar si manusia gunung es" hye jin kesal
"loh kenapa aku jadi kesal yah,, seharusnya kan aku senang kalau tidak satu mobil dengannya, kalau ada dia di sini bawaannya kesseeelll melulu, mendingan putar musik ajha deh" sambil menekan tombol musik
"maaf nona hye jin, apa kita langsung jalan sekarang ?" tanya sopir mobil hye jin yang tiba - tiba mengetuk kaca mobil dari luar yang memang di biarkan terbuka
"ohhh... iya... ayo kita jalan sekrang" sembari mempersilahkan sopir mobilnya untuk masuk ke dalam mobil
"ahhh sial, kenapa juga jantung ini berdetak seperti ini" aku tidak mungkin jatuh cinta pada orang bodoh itu kan ?" batin chin hwa yang saat ini posisinya sudah di dalam mobil bersama sekretarisnya
__ADS_1
"bosss..." sekretaris chin hwa
"ya, kenapa ?" chin hwa
"lah dari tadi aku tanya bos nggak dengar yah ? apa yang sedang dia fikirkan sih ? padahal dari tadi mulut ini berbusa karena terlalu banyak ngomong tapi nggak ada respon sama sekali dari bos " batin sekretaris chin hwa
" aku tanya apakah kita langsung ke perusahaan untuk menghadiri meeting bersama tamu dari perusahaan asing bos?" tanya sekretaris chin hwa kembali pada chin hwa
"ohhh itu di undur dulu, saat ini aku sedang lelah dan mamaku sudah terlanjur masakin aku dan hye jin" ucp chin hwa
"ohhh baiklah kalau begitu bos, aku koordinasikan dulu bersama tamu dari peusahaan asing itu" ucap sekretaris chin hwa
"ahhhh akhirnya sampai juga" ucap hye jin
hye jin kemudin keluar dari mobil dengan memegang bingkisan oleh - oleh, dan terlihat di belakangnya mobil rolls royce yang baru selesai parkir, dan keluarlah chin hwa
"cih manusia gunung es itu cepat juga sampainya, aku kira bakalan lama dia menyusul malas banget harus berpapasan begini" sambil menyunggingkan bibirnya saat melihat chin hwa
saat melihat ekspresi hye jin
"kenapa wanita bodoh itu melihatku dengan eskpresi seperti itu ?" sambil membalas tatapan hye jin dan chin hwa juga ikut menyunggingkan bibirnya
"nona hye jin dan tuan chin hwa,, nyonya besar sudah menunggu di dalam !" kepala pelayan
saat hye jin dan chin hwa masuk, orang tuanya langsung memeluk chin hwa
"nak mama dan papamu sangat merindukanmu" ucap mama chin hwa
setelah itu orang tuanya langsung mengalihkan pandangannya pada hye jin, dan melihatnya dari ujung kaki sampai ujung rambut
__ADS_1
"chin hwa apakah dia yang kau bilang menantuku" tanya ibu chin hwa dengan tegas pada chin hwa