
Berhubung banyak sekali yang meminta untuk lanjut ke ekstra partnya,jadi author putuskan kasih bonus beberapa part lagi untuk para readers kesayangan author...
NB: Author disini ngetiknya malam ya dan kalaupun misalnya lolos review nya pagi,harap dibacanya setelah berbuka puasa saja ya dears..
Keesokan paginya,Alicya mulai bangun dari tidurnya.Ia merasakan perutnya terasa sangat berat seperti ada yang menindihnya dan sepersekian detik kemudian ia tersadar dan membuka lebar matanya ada Dicko yang tidur bertelan-jang dada di sampingnya.
"Astaga..berarti semalam itu benar-benar terjadi..dan bukan mimpi??",gumam Alicya dalam hatinya.
Alicya menatap tubuh polosnya yang hanya tertutup oleh selimut,begitu juga dengan dicko.Entah berapa kali semalam mereka melakukannya,yang jelas lebih dari sekali bahkan Dicko seperti tidak ingin melepaskan Alicya begitu saja.Dan mereka baru menyudahi perhelatan Akbar mereka setelah pukul 3 dini hari.
Wajah Alicya merona kala mengingat pertarungan sengit mereka tadi malam,bahkan bibirnya tak henti-hentinya mende-sah dan menyebutkan nama Dicko.Alicya benar-benar malu jika mengingatnya dan entah bagaimana ia harus bersikap di depan Dicko nanti.
Satu-satunya jalan adalah menghindari Dicko saat ini,tapi bagaimana bisa??sekarang saja mereka sedang berada di kamar hotel dan keluarga mereka semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing.Alicya mencoba berfikir bagaimana caranya ia bisa menghindar dari Dicko,karena ia terlalu malu untuk berhadapan dengannya saat ini.
Dan tanpa Alicya sadari pergerakan tubuhnya sudah mengusik tidur Dicko,Dicko membuka matanya ia tersenyum melihat Alicya yang sudah terbangun dari tidurnya dan Masi berada dalam pelukannya.
"Morning kiss...",Dicko mencuri ciuman di bibir Alicya sekilas.
Alicya yang tidak menyadari kalau Dicko sudah bangun dari tidurnya pun merasa kaget,ia melihat ke arah Dicko dan kemudian wajahnya menjadi bersemu merah,lalu ia memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Dicko kalau ia sedang merasa malu.
"Sayang..kenapa lihat kesana terus,aku ada disini..nihh...",Dicko menyentuh pipi Alicya dan mengarahkan wajah Alicya untuk menatap wajahnya.
Kedua mata mereka saling bertemu pandang hingga sepersekian detik kemudian Alicya menundukkan wajahnya.Dicko pun tersenyum,ia menyadari bahwa istrinya itu tengah malu.
"Kenapa??",tanya Dicko dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.
Sementara Alicya hanya menggeleng dan tersenyum.Sungguh sangat lucu sekali ekspresi Alicya saat ini hingga Dicko merasa gemas.
"Aku mau..ke kamar mandi dulu..",ucap Alicya sembari ingin bangun dari tidurnya namun ternyata tangannya ditahan oleh Dicko.
"Mau kemana??hmm...",tanya Dicko sembari mencium pipi Alicya.
"A..aku..ma..mau..ke kamar mandi..",jawab Alicya gugup.
"Nanti saja ya ke kamar mandinya..",ujar Dicko yang saat ini sudah mengungkung tubuh Alicya yang berada di bawahnya.
"Tapi...a..aku sudah kebelet..",elak Alicya yang masih berusaha ingin lepas dari Dicko.
"Sama..aku juga kebelet..kebelet pengen makan kamu..",ujar Dicko yang saat ini bibirnya sudah sibuk menelusuri leher jenjang Alicya.
"Dicko,ah..",satu desa-han lolos dari bibir Alicya,hatinya ingin menolak dan menghindari Dicko namun tubuhnya merespon lain.
__ADS_1
Ketika Dicko mulai menyentuh titik sensitifnya, Alicya lagi-lagi mengeluarkan suara laknat itu yang justru malah membuat Dicko semakin gila dan bersemangat untuk kembali melakukan pertarungan sengitnya.
Pagi itu,lagi dan lagi dua anak manusia itu melakukan perhelatan Akbar selama 3 jam,dan itupun kalau bukan Alicya yang meminta berhenti karena perutnya sudah berbunyi dengan dalih bayi yang ada dalam kandungannya merasa kelaparan Dicko pasti tidak akan menghentikan aktivitasnya.
"Ayang...a..apa kau tidak dengar,hah..perutku berbunyi..baby Boba pasti kelaparan dari tadi pagi belum makan..ah. .",ucap Alicya dengan nafas sedikit memburu.
"Sebentar lagi sayang,hmm...baby Boba pasti mau mengerti saat ini Daddy nya sedang bekerja keras.. lagipula baby bobo pasti suka karena Daddy nya sedang menjenguknya untuk pertama kalinya...",jawab Dicko disela kegiatan memompa nya.
"Ayang..",rengek Alicya,saat ini tubuhnya benar-benar terasa remuk ditambah perutnya yang mulai lapar,sungguh ia ingin menyudahi kegiatan ini.
"Yaa..setelah ini, sebentar lagi..oke...",Dicko mencium bibir Alicya dan melu-matnya hingga akhirnya keduanya saling meneriakkan nama pasangannya masing-masing.
Alicya merasa saat ini Dicko sedang membawanya terbang jauh ke awang-awang menuju langit ke tujuh.Ada rasa aneh yang sukar ia jelaskan ketika ia merasakan puncaknya.
Dicko membiarkan Alicya menikmati sisa-sisa pelepasannya, kemudian ia menghubungi room boy yang ada di hotel tersebut untuk mengantarkan makanan ke kamarnya.Melihat Alicya yang sudah mulai bisa bernafas secara teratur ia pun kembali mendekati Alicya.
"Terima kasih sayang...",Dicko mencium kening Alicya sembari tersenyum.
"Aku mau ke kamar mandi ayang..",ucap Alicya.
Kemudian tanpa aba-aba Dicko menggendong Alicya ke kamar mandi dan menurunkan tubuhnya di bathtub, sementara ia sendiri memilih mandi dibawah guyuran shower.Sebenarnya ia mau saja bergabung dengan Alicya dan berendam di bathtub berdua.Tapi ia tidak menjamin acara mandinya akan berlangsung sebentar dan sudah pasti juga nantinya akan menjadi ritual-ritual yang lainnya juga.
"Sudah selesai mandinya..sini??", Dicko menepuk pahanya, meminta Alicya untuk duduk di pangkuannya.
"Emm..aku..aku mau ganti baju dulu..",ujar Alicya sembari memegangi bagian dadanya yang terbuka.
"Tidak usah..sini..katanya lapar..",Dicko masih menepuk pahanya dan mau tidak mau Alicya menghampiri Dicko dan duduk di pangkuannya.
Kemudian Dicko melingkarkan kedua tangannya diperut Alicya sembari salah satu tangannya mengelus perut buncit Alicya dengan penuh kasih sayang.
"Ayo makan...",ucap Dicko.
"Ma..mana bisa seperti ini..lepaskan aku dulu,biar aku makan dulu..",pinta Alicya tapi Dicko cepat-cepat menggelengkan kepalanya.
"Seperti ini saja..makan sambil duduk dipangkuanku...dan aku mau kamu menyuapi aku..hmmm..",ucap Dicko.
"Tapi ayang...".
"Makan atau kamu nanti yang aku makan!!",ancam Dicko.
Dan hal itu berhasil membuat Alicya mendengus kesal.Bayangkan saja ia harus makan sembari duduk di pangkuan Dicko dan menyuapi Dicko pula sedangkan tangan Dicko tak berhenti bergerak di tubuhnya.Dan beberapa menit kemudian keduanya telah menyelesaikan acara sarapan pagi yang kesiangan.
__ADS_1
"Ayang.. sudah,lepaskan aku ingin ganti baju dulu..."rengek Alicya setelah memberikan minum kepada Dicko
"Tidak usah sayang..tidak usah ganti baju seperti ini saja...",ucap Dicko yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Ayang..kapan kita kembali ke rumah??",tanya Alicya kemudian,mau tidak mau ia harus menuruti ucapan Dicko bukan?karena Dicko selalu punya seribu cara agar Alicya mau menuruti semua perkataannya.
"besok sayang...",jawab Dicko dengan santai dengan tangan yang masih setia bertengger di perut Alicya.
"Kok besok??acaranya kan sudah selesai..",tukas Alicya.
"Aku sudah booking kamar hotel ini untuk dua hari atau kalau kamu mau lebih lama juga tidak apa-apa..ini kan hotel milik keluarga ku,aku bebas menginap disini kapan saja dan ini juga kamar khusus yang disediakan pihak hotel untuk kita...",ujar Dicko kepada Alicya.
"Eh..eh..mau kemana??",ucap Alicya ketika tiba-tiba Dicko menggendongnya.
"Tidur yuk yang...aku ngantuk banget,semalam kan kamu sudah membuat aku begadang semalaman...belum lagi tadi pagi,kau juga sudah menguras tenagaku sampai habis..",jawab Dicko sembari menidurkan Alicya di ranjang king size yang ada di dalam kamar hotel tersebut.
"Hah..kenapa jadi aku??bukannya kamu yang membuatku tidak bisa tidur semalaman sampai-sampai aku kesusahan berjalan..",ucap Alicya kesal.
"Iya..iya..maaf..kamu makin cantik kalau sedang cemberut seperti itu..",bisik Dicko tepat ditelinga Alicya.
Dicko ikut merebahkan diri di samping Alicya,entah kenapa dia jadi suka menempel terus dengan Alicya.Alicya melihat sifat lain dari Dicko yang sangat jauh berbeda dari kesehariannya.Yang Alicya tahu Dicko adalah seorang laki-laki yang sangat dingin dan irit sekali bicara tapi sifat itu seakan menguap dengan sendirinya dan sifat Dicko berubah menjadi sangat manja sekali setelah mereka berdua menikah.Dan jangan lupakan tangannya yang selalu mengelus perut Alicya,yang justru membuat Alicya merasa nyaman.
"Sayang..besok kita ke dokter ya..aku ingin melihat perkembangan baby Boba..",ujar Dicko sembari memejamkan matanya akan tetapi tangannya masih setia mengelus perut Alicya.
"Iyaa..",jawab Alicya singkat,dan perhatian kecil seperti inilah yang Alicya sukai dari Dicko.
"Ya sudah..kita tidur yaa...aku benar-benar mengantuk,kamu juga butuh istirahat kan..maaf ya semalam aku terlalu bersemangat sampai-sampai tidak membiarkan mu untuk beristirahat barang sedetikpun..",ujar Dicko.
"Kamu tahu..aku seperti nya sudah mulai kecanduan dengan dirimu...",ucap Dicko sembari mencuri ciuman di bibir Alicya sekilas.
"Ayang..katanya ngantuk,mau tidur..aku capek,kamu apa tidak kasihan sama baby boba.."Alicya sedikit mendorong dada dicko,ia sudah bisa membayangkan kalau tidak cepat-cepat mencegahnya Dicko akan mulai membajak sawahnya lagi.
"Iya..iya..maaf..sekarang tidurlah...",Dicko membawa Alicya ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.
Sementara Alicya ia lebih suka menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Dicko,aroma parfum di tubuh Dicko seolah memberikannya ketenangan.Dan beberapa menit kemudian keduanya sudah sama-sama mengarungi akan mimpi masing-masing.
bersambung dears..
jangan lupa terus dukung karya author...
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1