Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
part 6


__ADS_3

setelah menunggu beberapa saat hye-jin tertidur lelap diatas meja yang penuh dengan hidangan enak, pukul 02.30 chin-baru pulang


krieeetttt, pintu terbuka


chin-hwa melihat hye-jin tidur dengan nyenyak dalam keadaan terduduk


"apakah dia sudah makan ?" tanya chin hwa kepada kepala pelayan


"belum tuan, tadi saya menyuruh nyonya agar makan duluan tetapi nyonya bersih keras menunggu tuan agar dapat makan bersama-sama"


"ahhh wanita ini benar-benar" oceh chin hwa


kemudian dia mengangkat tubuh mungil hye-jin, dan membawanya ke kamar hye-jin yang berada di lantai 2, setelah dia meletakkan wanita itu, dia menatap lekat-lekat wajah wanita yang sangat cantik ini, dia memperhatikan bibir tipis wanita itu dengan seksama dia terbuai oleh suasana dan tanpa sadar dia mencium bibir gadis itu


"astaga, apa yang sedang aku lakukan ? " sadarlah chin-hwa kamu yang buat larangan dan kamupun yang melanggar" batin chin-hwa


"ahh tadi itu hanya karna terbawa suasana" chin hwa mencoba meyakinkan dirinya dan kemudian menggelengkan kepalanya agar dia benar-benar sadar

__ADS_1


"dasar mesum" gumam hye-jin


"saya ?" chin hwa bertanya dan menunujuk dirinya sendiri seolah tidak percaya pada apa yang didengarnya


dan setelah dia lihat baik-baik ternyata hye-jin mengigau


"manusia gunung es yang semena-mena, berani sekali kau buat peraturan seperti itu, awas yah kau akan kupatahkan lehermu bagaikan mematahkan leher ayam" gumam hyejin lagi


"ahh wanita ini apakah dia sedendam itu kepadaku ? tanya chin-hwa pada angin yang bergerak.


silau sinar mentari pagi memasuki ruangan itu dan menyilaukan mata wanita cantik yang sedang menikmati indahnya mimpi semalam


jam weker berdering menunjukkan sudah pukul 06.30 pagi, hye-jin kemudian bangun, merapikan tempat tidur, dan mandi setelah itu dia turun ke bawah dan bergegas ke dapur membuatkan sarapan untuk suami yang baru di nikahinya itu walaupun hanya pernikahan diatas kertas


"nak hye-jin apa yang anda lakukan ?" suara lelaki renta terdengar"


"ah kakek saya buatkan sarapan untuk tuan, biasanya dia bangun jam berapa kek ?"

__ADS_1


" dia biasa bangun jam 07:30 pagi nak"


"dan lagi nak hye-jin tidak perlu repot-repot membuatkan tuan sarapan karna sudah ada chef terkenal yang telah diperkejakan oleh tuan di dapur ini nak" imbuh kepala pelayan itu


"ah sekarangkan saya istrinya kek, sebagai istrinya saya wajib melayani dia, jadi nggak ada yang namanya repot atau capek kek dalam melayani suami"


dari belakang chin-hwa memperhatikan dan mendengar perkataan hye-jin, hatinya bergetar ketika mendengar hal itu, karena selama ini dia merasa kebanyakan perempuan yang mendekatinya adalah wanita materialistis dan wanita-wanita yang status sosialnya tidak berbeda jauh dengan chin-hwa sehingga mereka terbiasa di manjakan oleh orang tuanya, kerjanya hanya menghamburkan duit dan nongkrong di bar, mereka tidak ada waktu untuk belajar memasak, apalagi memasuki dapur hal itu tabu bagi mereka.


"tuan anda sudah bangun ?" suara lembut hye-jin membuyarkan dia dari lamunannya


"ah iya, segera siapkan hidangan sarapannya" oceh chin-hwa


"baik tuan"


hye-jin menyuguhkan nasi goreng buatannya dan segelas jus alpukat


chin hwa mencium aroma nasi goreng ini membuatnya tergugagah untuk segera menikmatinya. chin-hwa baru mengunyah beberapa sendok nasi goreng kemudian tiba - tiba chin hwa merasakan sesuatu yang aneh seketika dia langsung melepaskan sendoknya.

__ADS_1


__ADS_2