Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 88


__ADS_3

"Ohh..itu dari pasien yang ibu ceritakan tadi...dia mengirimkan parcel ini sebagai ucapan permintaan maafnya kepada ibu karena sudah membuat keributan hingga membuat ibu tidak bisa istirahat dengan baik...ibu juga bingung..kenapa tiba-tiba saja pasien itu meminta maaf pada ibu, padahal selama satu bulan terakhir ini dia selalu seperti itu.. kenapa baru sekarang dia meminta maaf..",jawab Bu sari.


"Hahh...Sayang...apa jangan-jangan kau mengadu pada Dicko??",tanya Bu sari dengan menatap curiga ke arah Alicya.


"Tidak Bu...", Alicya menggeleng.


"Hanya saja...aku tadi bertemu dengan orang itu..",lanjut Alicya.


"Lantas..apa yang terjadi??",tanya ibu sari,ia khawatir Alicya akan membuat keributan di rumah sakit.


"Tidak terjadi apa-apa ibu..aku hanya menemuinya dan bilang kalau ibu sedang sakit dan butuh istirahat yang cukup,lalu aku meminta orang itu untuk lebih tenang..",jawab Alicya bohong,ia tak mau ibunya khawatir jika tahu yang terjadi sebenarnya.


"Syukurlah..ibu menjadi tenang sekarang... ternyata pasien tersebut baik yaa dan bukan orang jahat seperti yang ibu fikirkan selama ini",ucap Bu sari.


Dalam hati Alicya mencibir ketika Bu sari memuji Henrie adalah orang baik dan bukan orang jahat.


"Heleh..orang baik??mana ada orang baik sikapnya seperti tadi..bahkan aku sampai saat ini merasa risih dan jijik jika mengingat cara dia memandangku seperti itu,dia benar-benar seperti menelanjangiku dengan matanya,hih..",cibir Alicya dalam hatinya.


"Ohh,ya.. sayang, apakah kamu sudah berhenti bekerja??",tanya Bu sari kemudian.


"Ibu..ibu tenang saja, Alicya sudah berhenti bekerja dan Alicya akan menemani ibu disini malam ini...",jawab Alicya sembari tersenyum.


"Walaupun sebenarnya aku sedikit khawatir dengan keberadaan pasien gila tersebut..",ucap Alicya risau di dalam hatinya.


"Lalu..apa rencanamu selanjutnya setelah berhenti bekerja sayang..",lanjut Bu sari bertanya.


"Ibu, beberapa hari lagi aku akan melanjutkan kuliahku dan Dicko sudah mengatur itu semua untuk ku..",jawab Alicya.


Mendengar hal itu Bu sari menjadi bersemangat dan bertanya kepada Alicya",benarkah sayang...kau akan melanjutkan kuliah dimana??

__ADS_1


"Di kampus SSS... Alicya mau melanjutkan sekolah akting Bu.. aku akan kuliah di kampus yang sama dengan Gea..",jawab Alicya dengan wajah bahagianya.


"Sayang..kenapa kau tidak memilih jurusan yang lain saja,menjadi seorang artis,ahh..ibu merasa tidak pantas untuk masuk keluarga konglomerat jika kedepannya kau akan menikah dengan dicko..",ujar Bu sari berusaha membujuk Alicya.


"Ibu.. Dicko sendiri yang memilihkan jurusan untuk Alicya..",ucap Alicya mencoba menenangkan kekhawatiran ibu sari.


"Apa dicko tidak perduli akan hal itu??Jika keluarga besarnya tahu kau hanya putri dari keluarga...ah...",Bu sari dengan nada khawatir tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Ibu..ibu tidak usah khawatir yang berlebihan..atau ibu bisa menghubungi dicko untuk menanyakan ini semua agar hati ibu lebih tenang..",ucap Alicya dengan nada sedikit merajuk.


"Bukankah dari awal keluarga kita dan keluarga konglomerat Ardiansyah sudah sangat jauh berbeda??tapi Dicko tidak pernah mempermasalahkan itu semua..dan tetap bersedia menikah dengan ku...",lanjut Alicya mencoba menjelaskan kepada ibunya panjang lebar.


Melihat wajah Alicya yang terlihat imut ketika sedang merajuk membuat Bu sari tersenyum lantas mengangguk.


"Asalkan hubungan kalian baik-baik saja dan tidak ada masalah ibu tidak akan merasa khawatir lagi,sayang..",ucap Bu sari.


"Tentu saja hubungan ku dengan dicko baik-baik saja,malah jauh lebih baik..",ucap Alicya sedikit pamer kepada Bu sari.


"Benarkah seperti itu sayang...",mata Bu sari langsung berbinar-binar mendengar perkataan Alicya.


"Ck..ibu..apa menurut ibu saat ini Alicya sedang berbohong..",ujar Alicya dengan nada manjanya.


"Hahah...tentu saja tidak sayang...ibu sangat mempercayai mu...ayo,lanjutkan ceritamu tentang calon menantu ibu yang sangat melindungi putri kesayangan ibu...",ujar Bu sari sedikit terkekeh.


"Lalu kenapa ibu menertawakan ku??",ucap Alicya masih dengan nada manjanya.


"Tertawa???ibu tidak menertawakan mu sayang..ibu hanya bahagia karena ternyata calon suamimu amat sangat menyayangi mu..ibu merasa beruntung dan bersyukur karena Tuhan sudah memberikanmu calon pendamping hidup yang sangat bertanggung jawab kepadamu..",tutur Bu sari.


"Ahh ibuu....",Alicya memeluk ibunya karena ia merasa terharu dengan perkataan ibunya.

__ADS_1


Dalam hati Alicya,ia membenarkan perkataan ibunya bahwa Dicko adalah seorang laki-laki yang sangat bertanggung jawab dan tanpa Alicya sadari sepertinya ia juga sudah mulai tertarik dengan dicko.


"ibu..ibu tidak usah khawatir lagi yaa..karena seperti kata ibu,sudah ada seseorang yang sangat bertanggung jawab dan sangat melindungi ku...Bahkan Dicko juga menganggap aku bagian dari keluarganya sendiri.. jadi ibu tidak usah berfikir yang tidak-tidak lagi ya...",ucap Alicya.


"Nah..sekarang ibu tidur yaa..bukankah akhir-akhir ini ibu tidak bisa tidur dengan nyenyak??",tanya Alicya sembari membantu ibunya untuk berbaring.


"Baik sayang..ibu akan tidur tapi kau juga aharus beristirahat juga ya...",ucap Bu sari sembari tersenyum.


"Alicya akan istirahat setelah ibu tidur dengan nyenyak..apa ibu masih membutuhkan ini??",Alicya menunjukkan ear plug yang dibelinya tadi.


"Ibu rasa ibu sudah tidak membutuhkan itu lagi sayang..pasien itu sudah tidak membuat keributan lagi..ibu rasa malam ini ibu bisa tidur dengan nyenyak,hoammm...",jawab Bu sari seraya menguap karena merasa mengantuk.


"Ya sudah..tidurlah Bu,Alicya akan menunggu ibu disini..",ucap Alicya sembari menyelimuti Bu sari.


Dan benar saja beberapa menit kemudian Alicya mendengar dengkuran halus dan teratur yang menandakan Bu sari sudah masuk dalam alam mimpinya.Alicya tersenyum melihat ibunya yang tertidur dengan sangat nyenyak,kemudian ia mencium kening Bu sari.


Setelah memastikan ibunya tertidur pulas,Alicya segera membawa parcel yang dikirimkan oleh Henrie keluar dari ruangan Bu sari sembari menggerutu kesal.


"Sebenarnya apa maksud pasien gila itu mengirim parcel kepada ibu..aku tidak Sudi menerima pemberian dari pria mesum seperti dia, membayangkan ia menatapku seperti itu saja masih membuatku bergidik ngeri,hih...",gumam Alicya sembari bergidik.


Alicya pun membawa parcel itu dan melemparkannya ke depan pintu ruangan henrie dan setelah melemparkan parcel itu ia bermaksud segera beranjak pergi dari sana.Namun pintu ruangan tersebut tiba-tiba dibuka oleh seseorang dari dalam,dan terlihat Henrie yang memakai setelan jasnya dengan rapi berjalan keluar dengan cepat dan segera menarik pergelangan tangan Alicya dan menariknya ke dalam ruangannya.


bersambung sayang...


Author ucapkan banyak terima kasih kepada para readers semua karena sudah mendukung karya author,tanpa readers semua author bukanlah siapa-siapa.


Love you all..


Terimakasih atas like,komen, gifts dan vote nya juga..

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2