
"Benar-benar aneh bukan..Dicko yang terkenal sangat dingin dan paling anti dengan wanita seleranya malah bocah kemarin sore yang baru netes.. yang doyan banget bermanja-manja ria, hahaha..ohh iya,satu lagi..suka membuat onar juga,astaga...",dalam hatinya,tuan Edo sedang menertawakan Dicko.
Tuan Edo tidak menyangka,selera Dicko adalah gadis yang suka bermanja-manja dan suka membuat onar.Dicko bisa merasakan tatapan tuan Edo dan wajahnya yang menahan tawa ke arahnya dari balik kaca spion,sehingga Dicko pun memelototi tuan Edo.Dan setelah mendapatkan tatapan tajam dari Dicko,tuan Edo kembali menormalkan lagi raut wajahnya.
Dicko yang melihat dan mendengar Alicya terus merengek dan membujuknya lama-lama menjadi lelah,iapun mendengus kesal dan akhirnya membuka suara.
"Aku menyesal sudah berkata seperti itu tadi..",jawabnya santai.
"Hahh..mana boleh??tidak..tidak boleh begitu..sesuatu yang sudah diucapkan tidak boleh ditarik kembali...ayolah Dicko,kau harus menepati perkataan mu tadii..lagipula apa kau tidak kasihan dengan Gea??",Alicya mengelak dia tidak setuju dengan jawaban Dicko yang katanya menyesal dengan perkataannya.
"Dicko..kau tahu,aku ingin melanjutkan kuliah lagi karena ingin melindungi Gea..kasihan Gea,dia selalu ditindas oleh temannya..",Alicya masih berusaha membujuk Dicko.
"apa??hahaha..kau sudah hebat sekarang ya...kau ingin melanjutkan kuliah bukan karena untuk masa depanmu,untuk cita-cita mu..tapi kau ingin melanjutkan kuliah hanya karena ingin melindungi temanmu..",jawab Dicko sembari tertawa kesal.
"Apakah ketika aku nanti menjadi nyonya CEO,tidak cukup baik masa depanku??",tanya Alicya kembali.
Tuan Edo yang duduk dibalik kemudi sedari tadi berusaha menahan tawanya namun kali ini ia tidak bisa mengontrolnya lagi,iapun tertawa lepas hingga suaranya menggema di dalam mobil.
"Hahaha..kau betul Alicya!! menjadi nyonya CEO adalah masa depan terbaik..",celetuk tuan Edo sembari tertawa.Dan hal itu tentu saja membuat Dicko marah,dia tidak suka tuan Edo terus saja ikut-ikutan berbicara ketika ia sedang berbicara dengan Alicya.
"Diiaammm!!!",wajah Dicko Seketika berubah menjadi kelam.
Dan seketika suasana di mobil menjadi hening.Tuan Edo pun segera menutup mulutnya sendiri dan berhenti sementara Alicya ia terkejut karena tiba-tiba Dicko berteriak dan memintanya untuk diam.
"Dicko..kenapa kau berubah menjadi galak kepadaku..",tanya Alicya tiba-tiba.
"Eh..aku tidak sedang menggalakimu..aku hanya menyuruh dia untuk diam..",jawab Dicko sembari menunjuk ke arah tuan Edo dengan dagunya.
"Kenapa kau menyuruh tuan Edo untuk diam...tuan Edo adalah tamu..lagipula dia yang menolong ku tadi pada saat di kantor polisi,kau tidak boleh bersikap seperti itu Dicko..",ucap Alicya yang membela tuan Edo.
__ADS_1
"Hahaha..dengar itu Dicko!!kau tidak boleh bersikap seperti itu kepadaku,karena aku adalah TAMU..",timpal tuan Edo sembari tertawa,ia menirukan perkataan Alicya dengan memberikan penegasan pada akhir perkataannya.
"kau harusnya bersikap yang baik kepadaku...",lanjut tuan Edo masih dengan tertawa.
"Pergi kau!!turun dari mobilku!!",usir Dicko yang sudah mulai jengah dengan tuan Edo yang selalu saja menyahut pembicaraannya.
"Alicya.. lihatlah,Dicko telah menyuruhku pergi..dia menyuruhku turun dari mobil ini..",tuan Edo mengadu pada Alicya.
"Dicko..aku sudah bilang kan..tidak boleh begitu..tidak boleh bersikap seperti itu kepada tamu..",ujar Alicya dengan wajah pura-pura marah.
"Hah..kalau kau masih saja ingin terus berakting,kau boleh keluar bersama si kunyuk itu!!kau boleh turun dari mobilku sekarang juga..",ujar Dicko dengan senyum dinginnya.
"hehe..apa akting ku terlihat sangat keren..",tanya Alicya sembari terkekeh namun Dicko masih saja sama dengan ekspresi wajah yang datar.
"Ayolah Dicko..kau harus mengizinkan ku untuk melanjutkan kuliah kembali..jika nanti aku menjadi artis terkenal,pada saat kau menikahi aku nanti..pasti sangat membanggakan bukan..tapi jika kau menikahi aku saat ini kau akan sangat rugi...karena saat ini aku belum menjadi siapa-siapa dan belum ada yang bisa aku banggakan dari diriku..",lanjut Alicya terus membujuk Dicko.
"Ohh..hanya karena kamu ingin menjadi artis terkenal??",tanya Dicko.
"Iyaa..betul janganlah seperti itu Dicko, pekerjaan sebagai artis juga pekerjaan yang halal..",timpal tuan Edo membela alicya.
Tapi sebenarnya bukan seperti itu maksud Dicko,ia hanya belum bisa menerima alasan Alicya untuk melanjutkan kuliahnya hanya karena ingin melindungi Gea dan menjadi artis terkenal.
"Ohh iya..Alicya bagaimana kalau kau coba masuk dan bergabung di perusahaan hiburan milik keluarga ku..",tuan Edo mencoba memberi saran.
Alicya nampak tertarik,tapi dia juga terlihat sedang berfikir kemudian ia menatap ke arah Dicko seakan ingin meminta pendapat kepada Dicko.
"Emm...bagaimana menurutmu??",tanya Alicya kepada Dicko,ia ingin meminta pertimbangan kepada Dicko.
"Apa??",tanya Dicko seolah-olah ia tak mengerti dengan maksud pertanyaan Alicya.
__ADS_1
"Yang itu tadi..tentang penawaran tuan Edo,supaya aku masuk dan bergabung dengan perusahaan hiburan milik keluarganya..",jawab Alicya.
"Untuk urusan kehidupan mu harus kau sendiri yang menentukan..dan kau juga harus mengatur sendiri bagaimana caramu kedepannya untuk menjalaninya..",jawab Dicko tanpa menoleh ke arah Alicya.
"Baiklahh..Aku sudah memutuskan untuk berhenti bekerja dan kembali kuliah...",ucap Alicya sembari mengerucutkan bibirnya dan mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagunya.
"hmm.. keputusan yang tepat...",jawab Dicko tanpa sadar,karena saat mendengar Alicya berkata seperti itu Dicko refleks sementara Alicya langsung tersenyum penuh kemenangan karena akhirnya Dicko menyetujuinya walaupun ia tahu kalau Dicko tidak sadar ketika berkata seperti itu.
Ketika Dicko sudah sadar dengan apa yang sudah dikatakannya,ia sudah melihat Alicya bersorak kegirangan di sebelahnya.Ia pun menatap ke arah Alicya dengan heran.
"yeahhh... akhirnya kau menyetujui nya juga...yeahhh...",teriak Alicya bersorak kegirangan, sementara Dicko masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi,ia masih terdiam.
Tuan Edo pun ikut tertawa dan bersorak karena Alicya akhirnya berhasil membujuk Dicko.
"Yeahhh...selamat yaa Alicya.. akhirnya kau berhasil membujuk lemari es 16 pintu itu,hahahah",ujar tuan Edo sembari tertawa lepas.
Dicko hanya bisa diam,ia merutuki kebodohannya yang sampai kelepasan bicara.Dan tanpa sadar sudah menyetujui permintaan Alicya.
"Aku benar-benar tidak menyangka,selera kalian sangat unik..dan suka yang seperti ini,hahahah",ucap tuan Edo seraya masih saja terus tertawa terpingkal-pingkal.
"Apa maksud tuan Edo??",tanya Alicya yang seketika menghentikan tawanya dan bertanya kepada tuan Edo karena tak mengerti maksudnya.
bersambung dears..
hallo reader..mohon maaf ya author baru bisa up..karena author juga harus menunggu untuk kerangka bab 84 ini dikirim dari pihak NT..
Dan satu lagi readers..jangan bilang kalau ceritanya kurang panjang,pleasee... ini sudah 1000 kata lebih lho,sedangkan kerangka bab yang author dapat itu cuma dikit banget,disini author kembangkan sendiri kalau author memaksakan untuk memperpanjang lagi yang ada malah nggak sesuai sama kerangka bab nya dan takutnya feel dari ceritanya kurang dapat🙏
Author ucapkan beribu-ribu terima kasih atas dukungan dari readers semua.. author selalu mantau kok siapa saja fans top nya dan yang sering kasih gifts dan vote buat karya author..author juga tidak bosan-bosannya meminta keikhlasan kalian para readers untuk memberikan like,komen,gifts,vote dan favoritkan juga ya...jangan lupa kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘