
Keesokan harinya,Alicya bangun pagi-pagi sekali ia sudah tidak sabar untuk menggunakan benda yang dibelinya kemarin siang.Alicya membawa ketiganya ke kamar mandi belakang.Alicya bukanlah orang kaya yang kamar mandinya berada di dalam kamar.Rumah sederhana Alicya hanya mempunyai satu kamar mandi dan digunakan untuk bergantian dengan penghuni rumah lainnya.
Alicya segera menutup rapat pintu kamar mandinya dan menguncinya dari dalam.Ia segera menampung air seni pertama yang dikeluarkan pada pagi hari setelah bangun tidur sesuai dengan petunjuk penggunaan yang dibacanya kemarin.Kemudian ia menggunakan satu buah testpack dan berharap hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya.
Setelah menunggu beberapa menit terlihat hasilnya keluar dan samar-samar menunjukkan dua garis merah,Alicya tak menyerah ia mengambil testpack yang kedua,ia mencobanya lagi,beberapa menit kemudian dan hasilnya terlihat sama dengan yang pertama.Masih ada satu testpack tersisa ia berharap testpack terakhir yang ia miliki hasilnya berbeda,kemudian setelah menunggu hasilnya keluar dan lagi-lagi dia garis merah yang ia dapat.
Alicya terlihat frustasi ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya sembari menangis terisak.
"Kenapa hasilnya positif...",ucap Alicya lirih dalam isaknya.
"Kenapa ini semua terjadi padaku??padahal hanya malam itu saja...tapi,aku tidak ingat ia melakukannya berapa kali kepadaku...",gumam Alicya dalam tangisnya.
"Bagaimana ini... bagaimana kalau ibu tahu aku hamil,pasti ibu akan sedih sekali..dan bagaimana jika Dicko tak mau menerima bayi yang aku kandung...",Alicya masih menangis terisak.
Hampir satu jam Alicya berada di kamar mandi,hingga ketukan pintu kamar mandi dari luar menyadarkannya.Ia bergegas bangkit dari duduknya dan merapikan penampilannya.Dan membuka pintu kamar mandi tersebut.
"Nona muda..ada apa??",tanya bi Inah yang terkejut melihat penampilan Alicya yang sangat berantakan dengan mata yang sembab.
Alicya hanya menggelengkan kepalanya sembari menyembunyikan ketiga testpack dengan hasil positif yang ia genggam ditangannya di belakang punggungnya.Kemudian ia berlalu meninggalkan Bi inah yang masih mematung.Bi Inah merasa curiga apalagi melihat gelagat Alicya yang sangat mencurigakan,baru beberapa langkah Alicya melangkahkan kakinya Bi Inah kembali memanggilnya.
"Nona muda...",panggil bi inah.
Alicya membalikkan badannya dan melihat ke arah Bi Inah yang menghampirinya kemudian membungkukkan tubuh nya seperti mengambil sesuatu.Alicya yang menyadari sesuatu langsung membulatkan matanya kemudian ia melihat testpack yang ada di genggamannya hanya ada dua,berarti yang satu lagi..
"Bi..biar Alicya saja bi..",ucap Alicya sembari ingin membungkukkan tubuhnya namun sudah terlambat bi Inah sudah mengambilnya terlebih dahulu.
Alicya nampak panik ketika bi Inah melihat benda itu.Bi Inah sama sekali tidak terkejut,ia melihat ke arah Alicya yang wajahnya sudah basah dengan air matanya.
"Nona muda...apa ini milik nona muda?",tanya bi Inah hati-hati dan Alicya mengangguk-anggukkan kepalanya sembari menangis.
"Apa ini...apa ini perbuatan tuan Dicko??",tanya bi Inah dan lagi-lagi Alicya mengangguk.
"Tapi ini tidak seperti yang bi Ina fikirkan..",ucap Alicya kemudian.
Lalu Alicya menceritakan awal mula hubungan satu malamnya dengan dicko itu terjadi kepada bi Inah.Alicya menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi dan nampak Bi Inah sedikit terkejut dengan cerita Alicya.
"Bi Inah percaya dengan cerita nona muda..karena tuan muda Dicko adalah laki-laki yang baik,bahkan tuan muda tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun,dan nona muda adalah satu-satunya yang dikenalkan tuan muda sebagai calon istrinya kepada tuan besar dan kami semua para pekerja yang ada di kediaman keluarga Ardiansyah..",ucap Bi Inah panjang lebar.
"Tapi bi..Alicya takut Dicko tidak mau menerima keberadaan bayi yang Kirana kandung..dan akan membatalkan rencananya untuk menikahi Alicya..",ucap Alicya dengan nada khawatir.
"Tidak mungkin nona muda...tuan muda adalah laki-laki yang sangat bertanggung jawab,tuan muda akan tetap menikahi nona muda..",jawab bi Inah.
"Tapi bi..alicya belum siap untuk memberitahu Dicko tentang kehamilan Alicya..Alicia takut bi...bi inah..bi Inah juga harus berjanji sama Alicya,bi Inah tidak boleh cerita apapun tentang kehamilan Alicya dengan siapapun..",pinta Alicya.
"Tapi tuan muda berhak tahu nona..karena tuan muda adalah ayah dari bayi yang nona kandung..", ucap Bi Inah.
"Aku pasti memberitahukannya Bi..tapi untuk saat ini aku belum siap..",ujar Alicya.
"Bibi mau kan berjanji pada Alicya untuk tidak memberitahu Dicko.. Alicya janji akan memberitahu Dicko sendiri nanti..",pinta Alicya.
Melihat wajah melas Alicya, akhirnya bi Inah setuju dengan permintaan Alicya.Ia pun menganggukkan kepalanya dan disambut dengan pelukan hangat dari Alicya.
"Terima kasih bi...bi Inah sudah sangat baik sama Alicya..",ucap Alicya.
Semenjak Alicya mengetahui bahwa dirinya hamil,Alicya semakin tertutup bahkan nafsu makannya juga sangat berkurang.Biasanya ia masih bisa makan buah-buahan tapi sudah dua hari ini perutnya juga tak mau menerima buah tersebut.Bi Inah semakin khawatir dan mau tidak mau ia harus menghubungi tuan mudanya dan memberi tahu keadaan Alicya.
Dicko bergegas menuju ke rumah Alicya,mendengar Alicya yang tidak mau makan sama sekali dan kondisi badannya semakin tidak baik.Bi Inah hanya memberi tahu Dicko seperti itu dan tidak memberitahu kehamilan Alicya karena ia sudah berjanji pada Alicya dan Bu Inah tidak mau melanggar janjinya.
Dicko membuka pintu kamar Alicya,melihat Alicya yang tidur meringkuk dengan badannya yang menjadi sangat kurus dan wajahnya yang pucat membuat Dicko tidak tega melihatnya.
"Sebenarnya sakit apa dia..",gumam Dicko dalam hatinya.
"Bi Inah..sudah Alicya bilang Alicya tidak mau makan..bibi bawa kembali saja ke dapur,Alicya hanya ingin istirahat saja Bi..",ucap Alicya dengan lirih, tubuhnya sangat lemas karena sama sekali tak ada asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya dan Alicya mengira orang yang masuk ke kamarnya adalah Bu Inah.
"Alicya..",panggil Dicko.
Alicya yang sedari tadi memejamkan matanya kemudian membuka matanya perlahan.Ia menatap Dicko yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Dicko...",ucap Alicya, kemudian ia terkekeh pelan.
"Mana mungkin Dicko kesini..ini hanya halusinasi ku saja..",gumam Alicya dan kembali memejamkan matanya.
"Alicya..",panggil Dicko sekali lagi.
Alicya kembali membuka matanya dan kembali terkekeh pelan bahkan nyaris suaranya tak terdengar karena kondisinya yang sangat lemas.
"Kenapa bayangannya tidak mau pergi juga...pergilah..pergi...aku tidak mau melihat mu..",racau Alicya dan kembali memejamkan matanya lagi,membuat Dicko mendengus kesal bagaimana bisa ia dianggap bayangan oleh Alicya.
"Alicya...",panggil Dicko dengan nada sedikit tinggi.
Alicya terkesiap,ia membuka matanya dan melihat Dicko yang masih berdiri di hadapannya.ia pun mengucek matanya dan mengerjapkan matanya berulang kali.
"Dicko..ini benar kau??",tanya Alicya seraya masih mengucek matanya.
"Kau fikir siapa?? hantu??atau kau fikir sedang berhalusinasi..",jawab Dicko kesal.
"Hah.. Diamlah suaramu membuat kepalaku semakin pusing..",ucap Kirana lirih.
"Kenapa kau tidak mau ke dokter??".
"Aku tidak sakit..untuk apa ke dokter??",jawab Alicya.
"Bagaimana bisa kau bilang tidak sakit.. sementara lihatlah badanmu semakin kurus dan wajahmu sangat pucat..",ucap Dicko kesal.
"Aku tidak sakit...".
"Kenapa kau tidak mau makan??apa kau mau menyiksa dirimu sendiri, hmm...",tanya Dicko.
"Aku sebenarnya ingin makan,hanya saja dia tidak mau menerima setiap makanan yang masuk ke mulutku..",gumam Alicya sembari menangis.
"Apa??kau bilang apa tadi??bicara yang jelas Alicya..kau mau makan apa biar bi Inah buatkan untukmu..",ujar Dicko.
"Aku tidak ingin makan apapun...".
"Aku tidak mau pilih keduanya..".
"Alicya kau jangan keras kepala seperti ini.. baiklah aku akan menelepon ke rumah sakit dan memberi tahu ibu kalau kau sedang sakit..",ucap Dicko.
"Kau mengancamku..".
"Aku tidak mengancam..pilihan ada ditangan mu..",jawab Dicko santai kemudian duduk di tepi ranjang Alicya.
"Bi Inah...",panggil Dicko,tak berapa lama bi Inah masuk ke dalam kamar.
"Iya tuan muda..ada yang bisa bibi bantu..",tanya bi Inah.
"Tolong siapkan bubur untuk Alicya bi..",jawab Dicko.
Bi Inah tidak langsung mengiyakan ia melihat ke arah Alicya terlebih dahulu,dan nampak Alicya sudah pasrah tidak bisa membantah apapun kalau sudah menyangkut ibunya.
"Bi Inah...kenapa masih berdiri disini,cepat siapkan..",perintah Dicko.
"Ehh,iya tuan muda..",bi Inah bergegas ke dapur.
beberapa menit kemudian bi Inah kembali dengan semangkuk bubur ditangannya.
"Ini tuan muda buburnya..",bi Inah memberikan semangkuk bubur kepada Dicko.
"Terima kasih bi..bi Inah boleh keluar sekarang..",ucap Dicko.
Alicya yang tadinya terbaring ingin bangun untuk duduk,hanya saja karena badannya lemas membuat ia tak sanggup untuk menopang tubuhnya.Dicko yang melihat hal itu segera menaruh bubur yang dipegangnya diatas nakas, kemudian dengan sigap membantu Alicya untuk duduk.
"Cepat buka mulutmu..", ucap Dicko namu Alicya tetap menutup mulutnya rapat.
"Alicya..",geram Dicko.
__ADS_1
"Aku tidak mau..aku pasti akan memuntahkannya kembali setelah makanan itu di mulutku..",ujar Alicya dan membuat Dicko sedikit heran.
"Coba dulu satu suapan..aku yang akan menyuapimu..ayo buka mulutmu..",ucap Dicko.
Dengan ragu Alicya membuka mulutnya dan mulai mengunyah bubur yang ada di mulutnya secara perlahan,ia menahan nafasnya agar tidak merasa mual dan bisa menelan bubur itu,dia selalu melakukan itu ketika makan tapi tetap saja bubur yang sudah masuk kembali keluar,terus seperti itu hingga badannya terkulai lemas.
Tapi sepertinya kali ini beda,ia bisa menelan bubur itu dengan mudah tanpa harus kembali mengeluarkan nya lagi.Suapan kedua,Alicya membuka mulutnya dan makan seperti biasa dan bubur itu terasa enak,ia tidak merasa mual sama sekali.
"Kenapa buburnya terasa enak,ketika Dicko yang menyuapi..bahkan perutku bisa menerimanya dan tak mengeluarkan nya lagi..",gumam Alicya dalam hatinya.
Dicko menyuapi Alicya dengan telaten sampai bubur itu habis tak bersisa.Kemudian Dicko juga membantu Alicya untuk meminum susu yang disiapkan oleh Bi Inah juga.Sebenarnya itu adalah susu hamil,hanya saja Dicko tidak tahu.
"Bagus...nanti malam aku akan kesini lagi memastikan kalau kau makan dengan baik..",ucap Dicko sembari bangun dari duduknya.
"Kau mau kemana??",tanya Alicya tiba-tiba, sepertinya ia tak rela Dicko akan meninggalkannya.
"Aku akan kembali ke kantor.. kenapa??apa kau menyuruhku untuk tetap disini??",goda Dicko.
"iya...",jawab Alicya lirih.
"Apa??",tanya Dicko sekali lagi.
"Eh,tidak..pergilah..",ucap Alicya.
"Padahal kalau saja tadi kau menahanku,mungkin aku akan tetap tinggal disini dan menemanimu..",ucap Dicko dalam hatinya.
Sebenarnya Alicya pun ingin Dicko tetap tinggal dan menemaninya hanya saja ia tidak ada keberanian untuk mengatakannya.Dicko kembali ke kantornya selesai dari rumah Alicya.Ia berjanji akan kembali lagi nanti malam.Namun ternyata ada meeting mendadak dengan kliennya hingga malam sehingga ia tidak bisa menepati janjinya untuk ke rumah Alicya.
Sementara itu Alicya mencoba untuk makan sendiri,karena ia fikir tadi siang sewaktu Dicko menyuapinya perutnya mau menerima dan tidak mengeluarkan makanannya kembali.Akan tetapi ternyata setelah ia mencoba makan sendiri ia kembali mengalami mual dan mengeluarkan semua isi di perutnya.
"Apa nona muda muntah-muntah lagi??",tanya bi Inah yang ikut berlari melihat Alicya berlari ke arah kamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya.
"Iya Bi..padahal tadi siang waktu Dicko yang menyuapi nggak kenapa-kenapa..tapi ini malah balik lagi seperti ini..badan Alicya lemes banget bi..bi inah bisa bantu Alicya ke kamar..",pinta Alicya.
"Tentu saja nona muda..mari bi Inah bantu..",baru selangkah Alicya melangkahkan kakinya namun tiba-tiba ia hilang keseimbangan dan jatuh tak sadarkan diri.
"Nona...nona muda... bagaimana ini,nona muda bangun...",bi Inah mencoba membangunkan Alicya namun Alicya tetap tak sadarkan diri.
Tidak ada pilihan lain lagi,dengan terpaksa bi Inah menghubungi dicko dan memberi tahu yang sebenarnya terjadi.Dicko baru saja pulang dari kantornya dan setelah membersihkan diri,ia berniat ingin segera merebahkan diri karena sangat lelah,namun begitu mendapatkan telepon dari bi Inah bahwa Alicya jatuh pingsan,Dicko segera bangkit dari tidurnya dan bergegas menuju ke rumah Alicya.
Sampai di rumah Alicya,Dicko segera menggendong Alicya dan membawanya ke kamarnya.Ia juga sudah menghubungi wakil direktur rumah sakit yang juga merangkap sebagai dokter keluarga Ardiansyah.
"Sebenarnya apa yang terjadi bi..",tanya Dicko sedikit khawatir.
"Nona muda tadi muntah-muntah setelah itu badannya lemas lalu tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri..",jawab bi Inah.
"Apa dia mogok makan lagi??",tanya Dicko.
"Nona muda tadi sudah mencoba makan,tapi perutnya tidak mau menerima makanan yang masuk..".
"Aneh sekali..padahal tadi siang dia bisa menghabiskan satu mangkuk bubur..",ucap Dicko sedikit heran.
"Itu karena tuan muda yang menyuapi..",ucap Bi Inah.
"Terus apa hubungannya bi.."
"Emm...itu karena..emm..."
tok..tok..tok..
"Sepertinya dokter sudah datang tuan..bi Inah bukakan pintu dulu..",ucap Bu Inah dan segera berlalu untuk membukakan pintu.
Beruntung wakil direktur datang tepat waktu jadi bi inah tidak perlu menjawab semua cercaan pertanyaan Dicko,biar dokter saja yang menjelaskan fikir bi Inah.
bersambung ya dears..
Jangan lupa like,komen,gifts dan vote nya juga ya...
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘